Harga TON Melonjak Setelah Telegram Rebranding Toncoin Jadi Gram
2026-06-02
Nama Gram akhirnya kembali ke industri crypto. Bagi sebagian komunitas crypto, nama tersebut mengingatkan pada proyek blockchain ambisius milik Telegram yang sempat terhenti akibat sengketa hukum dengan regulator Amerika Serikat beberapa tahun lalu.
Kini, Pavel Durov mengusung kembali identitas tersebut melalui rebranding Toncoin menjadi Gram, sebuah langkah yang langsung menarik perhatian investor dan mendorong harga TON bergerak naik.
Pengumuman itu menjadi salah satu perkembangan terbesar dalam ekosistem Telegram TON tahun ini.
Selain memicu reli harga, keputusan tersebut juga mempertegas arah Telegram dalam membangun infrastruktur blockchain yang semakin terintegrasi dengan platformnya.
Key Takeaways
- Telegram mengubah nama Toncoin menjadi Gram, sementara blockchain tetap bernama The Open Network (TON).
- Harga TON melonjak hingga sekitar 19% setelah pengumuman dari Pavel Durov.
- Rebranding menjadi bagian dari strategi Telegram untuk memperkuat identitas dan pengembangan ekosistem TON.
Daftar di Bittime sekarang dan mulai trading kripto dengan proses yang cepat, aman, dan mudah di aplikasi.
Telegram Kembalikan Nama Gram ke Ekosistem TON
Perubahan nama dari Toncoin menjadi Gram memiliki nilai simbolis yang cukup besar bagi komunitas TON.
Sebelum The Open Network berkembang menjadi salah satu blockchain terbesar yang terhubung dengan Telegram, Gram merupakan nama resmi token yang diperkenalkan dalam whitepaper Telegram Open Network pada 2018.
Proyek tersebut berhasil menarik pendanaan sekitar US$1,7 miliar dari investor swasta. Namun, rencana peluncurannya terhenti setelah Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) menggugat Telegram karena penjualan token yang dianggap melanggar aturan sekuritas.
Setelah Telegram meninggalkan proyek tersebut pada 2020, komunitas pengembang independen melanjutkan pengembangan jaringan dengan nama The Open Network dan mengganti nama token menjadi Toncoin.
Menurut laporan Decrypt dan The Defiant, keputusan Pavel Durov untuk menghidupkan kembali nama Gram merupakan bagian dari upaya menghubungkan kembali proyek TON dengan identitas aslinya.
Meski demikian, perubahan ini hanya menyangkut nama aset. Blockchain, mekanisme jaringan, dan tokenomics tetap berjalan seperti sebelumnya.

Baca Juga: Prediksi Harga TON Coin 2026–2030: Masih Layak Dibeli?
Harga TON Langsung Merespons Positif
Pasar crypto bereaksi cepat terhadap pengumuman tersebut.
Berdasarkan data yang dikutip AMBCrypto, The Defiant, dan Cryptopolitan, harga TON sempat menguat antara 13% hingga 19% dalam beberapa jam setelah kabar rebranding diumumkan.
Lonjakan tersebut didorong oleh beberapa faktor utama.
Pertama, investor melihat keterlibatan Telegram yang semakin besar sebagai katalis positif bagi pertumbuhan jaringan.
Kedua, kembalinya nama Gram membangkitkan narasi historis yang memiliki daya tarik kuat di kalangan komunitas crypto.
Ketiga, pasar mulai memperhitungkan potensi integrasi yang lebih luas antara blockchain TON dan layanan Telegram yang digunakan lebih dari satu miliar pengguna di seluruh dunia.
Dalam jangka pendek, sentimen menjadi pendorong utama kenaikan harga. Namun, keberlanjutan tren tersebut akan bergantung pada pertumbuhan aktivitas jaringan dan adopsi pengguna secara nyata.

Baca Juga: Cara Bikin TON Wallet: Gerbang Menuju Dunia TON!
Apa Arti Rebranding Gram bagi The Open Network?
Di balik perubahan nama ini, Telegram tampaknya ingin menciptakan struktur identitas yang lebih jelas.
Mulai sekarang, The Open Network akan tetap menjadi nama blockchain, sementara Gram menjadi nama token yang digunakan di dalam ekosistem.
Struktur tersebut dinilai lebih mudah dipahami, terutama bagi pengguna baru yang sebelumnya sering menganggap TON sebagai nama blockchain sekaligus aset digital.
Cari tahu cara beli Toncoin (TON) di Bittime!
Menurut Decrypt, rebranding ini juga merupakan bagian dari roadmap yang diperkenalkan Pavel Durov dengan tema "Make TON Great Again".
Dalam beberapa bulan terakhir, Telegram telah mengambil peran yang semakin besar dalam pengembangan ekosistem TON, termasuk:
- Pengembangan Telegram Wallet.
- Integrasi Telegram Stars.
- Dukungan terhadap Mini Apps.
- Infrastruktur pembayaran digital berbasis blockchain.
- Pengembangan layanan Web3 dalam aplikasi Telegram.
Langkah-langkah tersebut menunjukkan bahwa Telegram tidak lagi hanya menjadi mitra ekosistem, tetapi mulai berperan sebagai penggerak utama pertumbuhan jaringan.

Baca Juga: TON Coin Naik Drastis? Ini Penyebab Harga TON di 2026
Apakah Holder TON Perlu Melakukan Swap Token?
Tidak ada tindakan khusus yang perlu dilakukan oleh pengguna.
Telegram dan pengembang TON menegaskan bahwa rebranding tidak disertai proses migrasi maupun penukaran aset.
Saldo pengguna akan tetap sama, sementara perubahan hanya terjadi pada identitas token yang sebelumnya dikenal sebagai Toncoin.
Artinya, pemegang TON saat ini akan otomatis memiliki Gram setelah proses transisi selesai tanpa memengaruhi kepemilikan maupun fungsi aset mereka.
Selain itu, seluruh smart contract, aplikasi terdesentralisasi, dan infrastruktur jaringan tetap berjalan tanpa perubahan teknis.
Mulai trading TON/IDR bersama Bittime di sini!
Kesimpulan
Rebranding Toncoin menjadi Gram lebih dari sekadar perubahan nama. Langkah tersebut menandai kembalinya identitas yang pernah menjadi bagian penting dari sejarah Telegram di industri blockchain.
Respons positif pasar menunjukkan bahwa investor memandang keterlibatan Telegram sebagai faktor penting dalam pertumbuhan ekosistem TON.
Namun dalam jangka panjang, keberhasilan Gram akan tetap ditentukan oleh tingkat adopsi pengguna, aktivitas jaringan, serta kemampuan Telegram menghadirkan utilitas nyata bagi lebih dari satu miliar penggunanya.
Perdagangkan aset crypto TON/USDT yang rebranding jadi GRAM di Bittime!
Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.
Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.
Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.
FAQ
Apa itu Gram?
Gram adalah nama baru token native The Open Network yang sebelumnya dikenal sebagai Toncoin.
Apakah blockchain TON berubah nama?
Tidak. Nama blockchain tetap The Open Network (TON), sedangkan yang berubah hanya nama tokennya.
Mengapa harga TON naik setelah rebranding?
Pasar menilai rebranding sebagai sinyal meningkatnya komitmen Telegram terhadap pengembangan ekosistem TON.
Apakah pengguna harus menukar TON menjadi Gram?
Tidak. Proses perubahan nama dilakukan otomatis tanpa swap atau migrasi aset.
Siapa yang mengumumkan perubahan nama menjadi Gram?
Pengumuman disampaikan langsung oleh CEO Telegram, Pavel Durov.
Apakah rebranding memengaruhi teknologi TON?
Tidak. Blockchain, smart contract, dan tokenomics tetap berjalan seperti sebelumnya.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.



