IPO Terbesar Sepanjang Sejarah? Fakta Menarik di Balik SpaceX
2026-06-08
SpaceX sedang bersiap melakukan penawaran saham perdana atau IPO. Rencananya bakal listing di Nasdaq dengan menggunakan ticker SPCX sekitar pertengahan Juni 2026. SpaceX diproyeksikan bisa menjadi salah satu IPO terbesar yang pernah ada.
Valuasi yang disebutkan mencapai sekitar 1,75 triliun dolar AS, sementara target pengumpulan dana mencapai 75 miliar dolar AS. Bagi yang penasaran dengan peluang investasi di industri luar angkasa, ini menjadi topik yang banyak dibicarakan akhir-akhir ini.
IPO sendiri adalah proses di mana perusahaan yang sebelumnya dimiliki secara pribadi menawarkan sahamnya kepada publik untuk pertama kali.
SpaceX yang selama ini private kini membuka kesempatan bagi investor ritel untuk ikut memiliki bagian melalui pasar saham. Di Indonesia, ada cara tidak langsung melalui mekanisme EIPO atau Electronic IPO di beberapa aplikasi sekuritas.
Key Takeaways
- SpaceX merencanakan IPO dengan target pengumpulan dana 75 miliar dolar AS dan valuasi sekitar 1,75 triliun dolar AS, menjadikannya salah satu yang terbesar dalam sejarah pasar.
- Permintaan investor mencapai sekitar dua kali lipat dari target, menunjukkan minat yang kuat terutama karena bisnis Starlink dan teknologi roket yang dapat digunakan ulang.
- Investor di Indonesia bisa mengikuti melalui EIPO di aplikasi sekuritas tertentu, meski ada risiko volatilitas dan alokasi yang terbatas bagi ritel.
Daftar di Bittime sekarang dan mulai trading kripto dengan proses yang cepat, aman, dan mudah di aplikasi.
Apa Itu SpaceX dan Rencana IPO-nya
SpaceX adalah perusahaan yang bergerak di bidang teknologi luar angkasa. Ia dikenal karena mengembangkan roket yang dapat digunakan kembali, sehingga biaya peluncuran menjadi lebih rendah dibandingkan metode tradisional.
Selain itu, Starlink menjadi salah satu proyek utamanya yang menyediakan layanan internet satelit ke berbagai penjuru dunia, termasuk daerah terpencil.
Rencana IPO SpaceX saat ini berada di tahap pemasaran awal per Juni 2026, dengan penetapan harga saham dijadwalkan pada minggu berikutnya. Target listing disebutkan sekitar 12 Juni 2026 di bursa Nasdaq dengan ticker SPCX.

Ini bukan IPO biasa karena dana yang terkumpul akan masuk langsung ke perusahaan, bukan dari penjualan saham oleh pemegang saham lama. Jenis ini disebut all-primary offering.
Harga target per saham disebutkan sekitar 135 dolar AS. Dengan target pengumpulan dana 75 miliar dolar AS, valuasi perusahaan diproyeksikan mencapai sekitar 1,75 triliun dolar AS. Angka-angka ini membuat banyak pihak membandingkannya dengan IPO besar lainnya dalam sejarah. Namun, valuasi akhir bisa berubah tergantung kondisi pasar saat penetapan harga.
SpaceX juga disebutkan memiliki keterkaitan dengan pengembangan AI melalui integrasi dengan xAI. Fokus utama tetap pada roket reusable, layanan Starlink, dan kontrak dengan badan antariksa seperti NASA. Bagi investor yang tertarik pada sektor teknologi dan luar angkasa, IPO ini menawarkan paparan langsung ke industri yang sedang berkembang.
Baca juga : SpaceX Resmi Akuisisi xAI: Ambisi AI dan Eksplorasi Luar Angkasa
Valuasi dan Permintaan Investor SpaceX
Valuasi SpaceX yang disebutkan sekitar 1,75 triliun dolar AS menempatkannya di antara perusahaan dengan nilai tertinggi yang pernah go public. Target pengumpulan dana 75 miliar dolar AS juga sangat besar.
Yang menarik adalah laporan bahwa permintaan dari investor mencapai sekitar 150 miliar dolar AS, atau dua kali lipat dari target yang ditetapkan.
Kelebihan permintaan ini dianggap impresif untuk IPO sebesar ini. Meski disebut moderat dibandingkan beberapa IPO yang sangat diantisipasi, angka dua kali lipat tetap menunjukkan minat yang kuat dari institusi dan investor besar.
Starlink menjadi salah satu pendorong utama karena potensi pertumbuhan layanan internet satelit secara global.
Permintaan investor ini bersifat indikatif dan masih bisa berubah sebelum penetapan harga akhir. Proses bookbuilding atau pengumpulan pesanan biasanya dilakukan untuk menentukan harga dan alokasi yang tepat.
Cek harga token saham seperti Amazon Tokenized Stock Ondo (AMZON), Netflix Tokenized Stock Ondo (NFLXON), Microsoft Tokenized Ondo (MSFTON) dan lebih banyak lagi hanya di Bittime.
Bagi yang mengikuti perkembangan, ini menjadi indikator awal tentang seberapa besar minat pasar terhadap perusahaan luar angkasa ini.
Selain itu, ada konteks bahwa keberhasilan SpaceX bisa berdampak pada kekayaan pendirinya. Beberapa laporan menyebutkan potensi Elon Musk menjadi orang pertama yang mencapai status triliuner berkat valuasi ini. Namun, angka kekayaan bersih tersebut masih bersifat proyeksi dan bergantung pada harga saham setelah listing.
Fakta lain yang perlu diperhatikan adalah periode lock-up atau penguncian saham bagi insider yang biasanya lebih panjang pada IPO jenis ini. Hal tersebut bertujuan menjaga stabilitas harga saham setelah listing.
Baca juga : SPCX Token Melejit Hampir 100%, Apakah Memecoin SpaceX IPO di Solana Masih Layak Beli?
Cara Mengikuti SpaceX IPO dari Indonesia
Bagi investor di Indonesia yang ingin ikut serta, ada mekanisme EIPO atau Electronic IPO yang memungkinkan partisipasi tidak langsung. Berikut langkah-langkah umum yang bisa diikuti:
- Buka akun di sekuritas atau broker yang mendukung IPO internasional atau melalui platform bursa saham lokal yang ada di Indonesia.
- Lakukan verifikasi KYC atau know your customer dan deposit dana sesuai ketentuan minimal broker tersebut.
- Pantau jadwal EIPO yang biasanya menyediakan alokasi untuk ritel sekitar 30 persen dari total penawaran.
- Ajukan pesanan selama periode bookbuilding atau penawaran yang ditentukan.
- Tunggu proses penjatahan dan pastikan saham masuk ke rekening efek saat hari listing.
Catatan penting adalah bahwa alokasi untuk investor ritel biasanya terbatas. Ada juga biaya konversi mata uang karena transaksi dalam dolar AS, serta pajak yang berlaku. Tidak semua aplikasi sekuritas mendukung IPO luar negeri secara langsung, jadi pastikan memilih yang tepat.
Alternatif lain adalah mencari paparan tidak langsung melalui saham perusahaan terkait di sektor aerospace atau satelit yang sudah listing. Namun, cara ini tidak memberikan kepemilikan langsung di SpaceX. Bagi pemula, memahami risiko dan melakukan riset mandiri sangat disarankan sebelum mengambil keputusan.
Baca juga : SpaceX Transfer $94M BTC: Apa Artinya untuk Pasar Crypto?
Fakta Menarik Lain di Balik SpaceX

SpaceX memiliki beberapa keunggulan bisnis yang menjadi daya tarik. Teknologi roket yang dapat digunakan kembali membantu menekan biaya peluncuran secara signifikan. Kontrak dengan NASA memberikan pendapatan yang stabil dari misi luar angkasa.
Sementara itu, Starlink terus memperluas jangkauan ke berbagai negara, termasuk daerah yang sulit dijangkau jaringan internet konvensional.
Elon Musk sebagai pendiri membawa rekam jejak dari keberhasilan Tesla di sektor otomotif listrik dan energi. Visi jangka panjangnya tentang ekonomi luar angkasa menjadi salah satu alasan beberapa investor tertarik.
Jika perusahaan berhasil mencapai target pertumbuhan, ada potensi menjadi perusahaan bernilai multi-triliun dolar di masa depan.
Namun, ada juga sisi yang perlu dipertimbangkan dengan hati-hati. Harga target 135 dolar per saham sudah berada di level premium. Beberapa data secondary market sebelum IPO menunjukkan adanya penurunan harga, yang mengindikasikan kemungkinan koreksi setelah listing.
Bisnis luar angkasa memiliki risiko tinggi karena bergantung pada regulasi seperti FAA, kondisi geopolitik, dan persaingan industri yang semakin ketat.
Volatilitas saham pada hari-hari awal listing biasanya tinggi. Untuk investor ritel Indonesia, selain alokasi terbatas, ada biaya tambahan seperti fee konversi dan pajak yang bisa mempengaruhi hasil investasi.
Oleh karena itu, banyak yang menyarankan untuk mengalokasikan hanya sebagian kecil portofolio, misalnya maksimal 5 hingga 10 persen, dan hanya jika yakin dengan prospek jangka panjang industri luar angkasa.
SpaceX bukan perusahaan yang cocok untuk investasi spekulatif jangka pendek. Yang lebih penting adalah memahami model bisnis, risiko regulasi, dan kondisi pasar secara keseluruhan sebelum memutuskan untuk berpartisipasi.
Baca juga : xAI Milik Elon Musk Rekrut Crypto Quant
Apakah Ini Akan Menjadi IPO Terbesar?
Berdasarkan target pengumpulan dana 75 miliar dolar AS dan valuasi 1,75 triliun dolar AS, SpaceX IPO sering disebut sebagai salah satu yang terbesar dalam sejarah pasar. Permintaan investor yang mencapai dua kali target menambah kesan impresif pada proses ini.
Namun, ukuran akhir IPO masih bergantung pada harga penetapan dan kondisi pasar saat pelaksanaan.
Perbandingan dengan IPO besar sebelumnya menunjukkan bahwa angka ini memang luar biasa, terutama untuk perusahaan di sektor teknologi dan luar angkasa. Starlink sebagai mesin pertumbuhan utama memberikan narasi yang kuat tentang potensi pendapatan berulang dari layanan internet satelit.
Meski demikian, setiap IPO memiliki dinamika sendiri. Harga saham setelah listing bisa naik atau turun tergantung sentimen pasar, kinerja perusahaan, dan faktor eksternal seperti suku bunga atau kondisi ekonomi global. Investor yang mempertimbangkan untuk ikut serta disarankan untuk melihatnya sebagai investasi jangka panjang, bukan peluang cepat untung.
Kesimpulan
Rencana IPO SpaceX dengan valuasi tinggi dan minat investor yang kuat membuka diskusi tentang peluang di sektor luar angkasa. Fakta seperti target pengumpulan dana 75 miliar dolar AS, valuasi 1,75 triliun dolar AS, dan peran Starlink menjadi poin utama yang menarik perhatian.
Bagi investor di Indonesia, mekanisme EIPO memberikan akses meski dengan keterbatasan alokasi dan biaya tambahan.
Yang perlu diingat adalah bahwa investasi saham selalu membawa risiko, termasuk volatilitas tinggi pada IPO baru. Melakukan riset mandiri, memahami profil risiko pribadi, dan mengalokasikan dana secara proporsional menjadi langkah yang bijak.
Pantau terus token saham lainnya seperti AMZON, AMDON, TSLAX, NFLXON MSFTON dan lebih banyak lagi, habis kamu bisa mulai trading di exchange crypto terlengkap, Bittime.
Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.
Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.
Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.
FAQ
Apa itu IPO SpaceX dan kapan rencana listingnya?
IPO SpaceX adalah penawaran saham perdana perusahaan ke publik dengan ticker SPCX di Nasdaq. Rencana listing disebutkan sekitar 12 Juni 2026, dengan proses pemasaran yang sudah berjalan per awal Juni 2026.
Berapa valuasi dan target dana yang ingin dikumpulkan SpaceX?
Valuasi SpaceX diproyeksikan sekitar 1,75 triliun dolar AS dengan target pengumpulan dana 75 miliar dolar AS. Permintaan investor dilaporkan mencapai sekitar dua kali lipat dari target tersebut.
Bagaimana cara investor Indonesia mengikuti SpaceX IPO?
Investor Indonesia bisa mengikuti melalui EIPO di aplikasi sekuritas yang mendukung IPO internasional seperti Bibit, IPOT, atau broker global. Langkahnya meliputi buka akun, verifikasi KYC, deposit dana, dan ajukan pesanan sesuai jadwal.
Apa kelebihan dan risiko utama berinvestasi di SpaceX IPO?
Kelebihan meliputi potensi pertumbuhan dari Starlink dan teknologi roket reusable serta rekam jejak pendiri. Risikonya termasuk volatilitas tinggi, valuasi premium, regulasi ketat, dan alokasi terbatas bagi ritel Indonesia.
Apakah SpaceX IPO cocok untuk investor pemula?
SpaceX IPO memiliki risiko tinggi karena bisnis luar angkasa yang volatile. Cocok hanya bagi yang sudah memahami risiko dan mengalokasikan sebagian kecil portofolio. Pemula disarankan melakukan riset mendalam atau berkonsultasi dengan penasihat keuangan terlebih dahulu.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.



