Update Coin Gram, Pavel Durov Luncurkan Crypto Wallet Telegram
2026-07-23
Pavel Durov jarang mengumumkan sesuatu tanpa alasan besar di baliknya. Selasa lalu, pendiri Telegram ini menyebut langkah terbarunya sebagai rollout dompet kripto non custodial terbesar sepanjang sejarah, langsung tertanam di aplikasi Telegram untuk lebih dari satu miliar pengguna.
GRAM coin, token asli ekosistem Telegram yang dulu bernama Toncoin, merespons pengumuman ini dengan lonjakan harga hampir 8 persen dalam semalam.
Update coin GRAM kali ini bukan sekadar berita rutin pasar kripto. Ini adalah babak baru dari rencana panjang Pavel Durov mengembalikan telegram coin ke visi awalnya sebagai infrastruktur pembayaran bawaan aplikasi perpesanan miliaran pengguna.
Key Takeaways
- Pavel Durov umumkan crypto wallet telegram non custodial native untuk lebih dari satu miliar pengguna, dengan transaksi tanpa biaya.
- Gram coin melonjak hampir 8 persen ke $1,55 dan volume trading naik dua kali lipat menjadi $114 juta dalam 24 jam.
- Langkah ini melanjutkan rebranding Toncoin kembali ke nama asli Gram pada Juni 2026, sekaligus status Telegram sebagai validator terbesar jaringan TON.
Wallet Native Baru, Beda dari Fitur Wallet Telegram yang Sudah Ada
Pengumuman Pavel Durov ini penting dipahami secara tepat karena Telegram sebenarnya sudah punya fitur bernama Wallet selama ini. Bedanya, Benzinga mencatat fitur Wallet yang sudah ada tersebut dioperasikan pihak ketiga yang terafiliasi dengan TON Foundation, bukan Telegram sendiri secara langsung.
Wallet baru yang diumumkan Durov justru tertanam native di aplikasi, memberi pengguna kendali penuh atas private key mereka lewat skema non custodial, sekaligus menghilangkan biaya transaksi.
Dampaknya langsung terasa di pasar. Benzinga melaporkan gram coin diperdagangkan di $1,55, naik 7,73 persen dalam 24 jam, dengan volume transaksi melonjak dua kali lipat menjadi $114 juta.
Lonjakan ini menegaskan pola yang sudah terlihat sejak awal tahun, setiap kali Pavel Durov mengumumkan langkah konkret mengintegrasikan Telegram dengan jaringan TON, harga token selalu merespons cepat.
Baca Juga: Apa Itu Gram (GRAM)? Panduan Lengkap Rebranding Toncoin dan MTONGA Roadmap
Jejak Panjang Gram Coin, dari Sengketa SEC sampai Kembali ke Nama Asli
Perjalanan gram coin sebenarnya sudah dimulai jauh sebelum hari ini. Proyek ini dirintis Telegram sejak 2018 oleh Pavel Durov bersama saudaranya, Nikolai Durov, dengan nama asli Gram.
Namun pada 2020, Telegram terpaksa menarik diri dari proyek ini menyusul sengketa hukum dengan SEC, sehingga token Gram versi awal tidak pernah benar benar dirilis ke publik.
Sejak saat itu, pengembangan dilanjutkan komunitas independen di bawah TON Foundation, blockchain berganti nama menjadi The Open Network, dan tokennya lebih dikenal sebagai Toncoin selama beberapa tahun.
Titik baliknya terjadi Juni 2026, ketika Durov merebranding Toncoin kembali ke nama aslinya, Gram, sekaligus menjadikan Telegram sebagai validator terbesar jaringan TON dengan bobot voting superior.
Peluncuran crypto wallet telegram minggu ini menjadi kelanjutan alami dari rangkaian langkah tersebut, bukan kejutan yang berdiri sendiri.
Baca Juga: Analisis GRM Token: Peluang dan Risiko Investasi yang Perlu Diketahui
Kesimpulan
Update coin gram terbaru ini menunjukkan pola yang konsisten, Pavel Durov secara bertahap menyatukan kembali Telegram dengan jaringan blockchain yang dulu sempat ia tinggalkan karena tekanan regulasi.
Dari rebranding nama, status validator terbesar, hingga kini wallet native untuk semua pengguna, setiap langkah tampak dirancang untuk memperkuat posisi telegram coin sebagai infrastruktur pembayaran bawaan aplikasi, bukan sekadar token spekulasi.
Cek harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), XRP, Solana (SOL), GRAM, dan BNB juga memecoin unggulan DOGE. Kamu bisa trading langsung di Bittime!
Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.
Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.
Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.
FAQ
Apa itu update coin gram terbaru dari Pavel Durov?
Pavel Durov mengumumkan peluncuran crypto wallet telegram non custodial native untuk lebih dari satu miliar pengguna dengan transaksi tanpa biaya. Pengumuman ini memicu lonjakan harga gram coin hampir 8 persen dalam semalam.
Apa beda wallet baru ini dengan fitur Wallet Telegram yang sudah ada?
Fitur Wallet yang sudah ada selama ini dioperasikan pihak ketiga terafiliasi TON Foundation, bukan Telegram langsung. Wallet baru tertanam native di aplikasi dan memberi pengguna kendali penuh atas private key mereka.
Kenapa gram coin disebut sebagai telegram coin?
Gram coin adalah token native jaringan The Open Network yang awalnya dirintis Telegram pada 2018 oleh Pavel Durov dan Nikolai Durov. Meski sempat berganti nama jadi Toncoin, token ini kembali memakai nama asli Gram sejak Juni 2026.
Apakah Telegram masih terlibat langsung dengan jaringan TON?
Ya, Telegram kini berstatus sebagai validator terbesar jaringan TON dengan bobot voting superior. Status ini diperoleh menyusul rebranding Toncoin kembali ke nama Gram pada Juni 2026.
Berapa harga gram coin setelah pengumuman wallet baru ini?
Berdasarkan data Benzinga, gram coin diperdagangkan di $1,55, naik 7,73 persen dalam 24 jam usai pengumuman wallet. Volume transaksi turut melonjak dua kali lipat menjadi $114 juta pada periode yang sama.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.



