Pavel Durov Umumkan Dompet Kripto Gram di Telegram, Transfer Crypto Gratis

2026-07-23

Pavel Durov Umumkan Dompet Kripto Gram di Telegram, Transfer Crypto Gratis.png

Telegram kembali menjadi sorotan setelah pendirinya, Pavel Durov, mengumumkan rencana peluncuran dompet kripto Gram native di aplikasi Telegram. 

Fitur ini disebut akan membawa konsep dompet non-kustodian langsung ke lebih dari 1 miliar pengguna aktif bulanan Telegram.

Menurut Durov, dompet tersebut memungkinkan pengguna mengirim aset kripto secara instan tanpa biaya transaksi. Jika terealisasi dalam skala besar, langkah ini dapat menjadi salah satu integrasi crypto terbesar yang pernah dilakukan oleh platform komunikasi global.

Namun, pengumuman ini juga memunculkan sejumlah pertanyaan. Apa sebenarnya dompet Gram di Telegram? Apakah benar pengguna bisa mengirim crypto tanpa biaya? Bagaimana dampaknya terhadap ekosistem TON dan harga GRAM? Berikut analisis lengkapnya.

Key Takeaways

  • Pavel Durov mengumumkan Telegram akan menghadirkan dompet Gram non-kustodian yang terintegrasi langsung ke aplikasi Telegram.
  • Dompet ini berpotensi membuka akses pembayaran crypto kepada lebih dari 1 miliar pengguna Telegram.
  • Peluncuran Gram wallet dapat menjadi katalis penting bagi adopsi GRAM, meskipun detail teknis dan jadwal resmi masih belum diumumkan.

Apa yang Diumumkan Pavel Durov tentang Dompet Kripto Gram?

Pavel Durov mengumumkan bahwa Telegram berencana menghadirkan native non-custodial Gram wallet di dalam aplikasi Telegram pada musim panas 2026. 

Dompet ini dirancang agar pengguna dapat menyimpan dan mengirim cryptocurrency secara langsung tanpa bergantung pada layanan pihak ketiga.

Durov menyebut peluncuran tersebut sebagai salah satu distribusi dompet kripto non-kustodian terbesar dalam sejarah karena berpotensi menjangkau lebih dari 1 miliar pengguna Telegram.

Berbeda dengan aplikasi crypto wallet biasa yang harus diunduh secara terpisah, Gram wallet akan hadir sebagai bagian dari ekosistem Telegram. Hal ini dapat mengurangi hambatan bagi pengguna baru yang ingin menggunakan aset digital.

Pengumuman ini juga menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali visi awal proyek crypto Telegram yang sebelumnya dikenal dengan nama Gram sebelum berkembang menjadi ekosistem TON. 

GRAM wallet ananouncement.png

Sumber: x.com/durov

Baca Juga: Apa Itu Gram (GRAM)? Panduan Lengkap Rebranding Toncoin dan MTONGA Roadmap

Apa Itu Dompet Gram di Telegram?

Dompet Gram di Telegram adalah dompet cryptocurrency yang dirancang untuk menjadi alat penyimpanan dan transaksi aset digital langsung melalui aplikasi Telegram.

Gram sendiri memiliki hubungan erat dengan sejarah blockchain Telegram. Pada 2018, Telegram memperkenalkan proyek blockchain bernama Telegram Open Network (TON) dengan token bernama Gram. 

Namun, proyek tersebut menghadapi masalah regulasi dengan Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC), sehingga Telegram menghentikan keterlibatan langsungnya pada 2020.

Setelah itu, pengembangan blockchain dilanjutkan oleh komunitas independen melalui jaringan TON. Beberapa tahun kemudian, ekosistem tersebut kembali menggunakan nama Gram sebagai bagian dari upaya mengembalikan identitas awal proyek.

Dengan adanya Gram wallet, Telegram ingin memperluas penggunaan crypto tidak hanya sebagai aset investasi, tetapi juga sebagai alat transaksi sehari-hari.

Yuk mulai invest dan trading GRAM, Register di Bittime dengan proses yang cepat, aman, dan mudah.

Apa Itu Dompet Non-Kustodian dan Mengapa Penting?

Dompet non-kustodian adalah jenis crypto wallet yang memberikan kendali penuh kepada pengguna atas private key atau akses utama terhadap aset mereka.

Berbeda dengan dompet yang dikelola oleh exchange terpusat, pengguna dompet non-kustodian tidak menyerahkan kepemilikan aset kepada pihak ketiga. Artinya, pengguna memiliki kontrol langsung terhadap cryptocurrency yang disimpan.

Konsep ini menjadi penting karena memberikan beberapa keuntungan:

  • Kepemilikan aset berada langsung di tangan pengguna.
  • Tidak bergantung pada perusahaan penyedia layanan.
  • Mendukung prinsip utama blockchain, yaitu desentralisasi.

Namun, model ini juga memiliki tanggung jawab lebih besar. Jika pengguna kehilangan akses wallet atau private key, aset dapat sulit atau bahkan tidak mungkin dipulihkan.

Bagi Telegram, menghadirkan dompet non-kustodian ke miliaran pengguna merupakan langkah besar karena dapat memperkenalkan konsep self-custody kepada masyarakat yang sebelumnya belum menggunakan crypto.

Baca Juga: Update Coin Gram, Pavel Durov Luncurkan Crypto Wallet Telegram

Mengapa Dompet Ini Penting bagi 1 Miliar Pengguna Telegram?

Telegram memiliki posisi unik dibandingkan platform komunikasi lainnya karena sejak awal cukup dekat dengan komunitas blockchain dan Web3.

Dengan lebih dari 1 miliar pengguna aktif bulanan, integrasi wallet langsung ke Telegram dapat mempercepat adopsi crypto secara global.

Saat ini, banyak pengguna crypto masih menghadapi hambatan seperti:

  • Harus memahami aplikasi wallet terpisah.
  • Mengelola seed phrase.
  • Membeli aset melalui exchange sebelum melakukan transaksi.

Gram wallet berpotensi menyederhanakan proses tersebut dengan membawa fungsi crypto langsung ke aplikasi yang sudah digunakan sehari-hari.

Jika sebagian kecil pengguna Telegram mulai menggunakan wallet ini, volume transaksi dan aktivitas ekosistem TON dapat meningkat secara signifikan.

Apakah Benar Kirim Crypto Tanpa Biaya?

Pavel Durov menyatakan bahwa Gram wallet memungkinkan pengguna mengirim cryptocurrency secara instan dan tanpa biaya. Namun, detail teknis mengenai mekanisme transaksi gratis tersebut masih belum dijelaskan secara lengkap.

Dalam jaringan blockchain, transaksi biasanya membutuhkan biaya jaringan atau gas fee. Oleh karena itu, konsep "tanpa biaya" kemungkinan membutuhkan mekanisme tertentu, seperti subsidi biaya, optimalisasi jaringan, atau model transaksi khusus dalam ekosistem Telegram.

Pengguna tetap perlu menunggu informasi resmi mengenai batas transaksi, jenis aset yang didukung, dan bagaimana sistem biaya akan diterapkan.

Dengan demikian, klaim kirim crypto tanpa biaya menjadi salah satu fitur paling menarik, tetapi implementasinya masih perlu dibuktikan setelah wallet resmi diluncurkan.

Baca Juga: Analisis GRM Token: Peluang dan Risiko Investasi yang Perlu Diketahui

Apa Bedanya dengan Dompet Telegram yang Sudah Ada?

Telegram sebenarnya sudah memiliki fitur crypto wallet bernama Wallet yang memungkinkan pengguna menyimpan, mengirim, dan memperdagangkan aset digital tertentu.

Namun, wallet tersebut saat ini dikembangkan oleh pihak ketiga yang berhubungan dengan ekosistem TON, bukan sepenuhnya menjadi bagian native dari aplikasi Telegram.

Gram wallet memiliki perbedaan utama karena dirancang sebagai:

  • Dompet native langsung dalam aplikasi Telegram.
  • Menggunakan pendekatan non-kustodian.
  • Lebih terintegrasi dengan ekosistem Telegram.
  • Berpotensi menjangkau seluruh pengguna Telegram tanpa aplikasi tambahan.

Perubahan ini menunjukkan bahwa Telegram ingin memiliki peran lebih besar dalam infrastruktur crypto yang digunakan oleh komunitasnya.

Bagaimana Dampaknya terhadap Harga GRAM?

Pengumuman dompet Gram memberikan sentimen positif terhadap token GRAM. Setelah pernyataan Pavel Durov, harga GRAM dilaporkan mengalami kenaikan sekitar 7% dengan peningkatan volume perdagangan.

Pasar melihat peluncuran wallet sebagai peluang besar karena integrasi langsung dengan Telegram dapat meningkatkan utilitas token.

Beberapa faktor yang dapat memengaruhi harga GRAM ke depan antara lain:

  • Jumlah pengguna Telegram yang menggunakan wallet.
  • Tingkat transaksi dalam jaringan TON.
  • Adopsi GRAM sebagai alat pembayaran.
  • Kejelasan roadmap dan implementasi teknis.

Meski demikian, kenaikan harga akibat berita belum tentu bertahan jika adopsi aktual tidak sesuai ekspektasi pasar.

Baca Juga: Harga TON Melonjak Setelah Telegram Rebranding Toncoin Jadi Gram

Kapan Dompet Gram Akan Diluncurkan?

Telegram belum memberikan tanggal resmi peluncuran Gram wallet. Pavel Durov hanya menyebut bahwa fitur tersebut akan hadir pada musim panas 2026.

Investor dan pengguna masih menunggu informasi lebih lanjut mengenai:

  • Negara yang mendapatkan akses pertama.
  • Cryptocurrency yang didukung.
  • Integrasi dengan aplikasi Telegram.
  • Sistem keamanan wallet.

Peluncuran resmi akan menjadi tahap penting untuk melihat apakah Gram wallet mampu mencapai skala yang dijanjikan.

Kesimpulan: Apa Artinya bagi Pengguna Telegram?

Peluncuran dompet kripto Gram menjadi salah satu langkah terbesar Telegram dalam memperkuat posisi di sektor Web3. 

Dengan membawa dompet non-kustodian langsung ke aplikasi yang digunakan lebih dari 1 miliar orang, Telegram berpotensi membuat penggunaan crypto menjadi lebih mudah dan luas.

Bagi pengguna, Gram wallet dapat memberikan akses lebih sederhana terhadap transaksi digital tanpa harus bergantung pada platform tambahan. Sementara bagi ekosistem TON dan GRAM, integrasi ini dapat menjadi faktor penting dalam meningkatkan utilitas dan adopsi.

Namun, keberhasilan fitur ini tetap bergantung pada implementasi teknis, keamanan, serta kemampuan Telegram membangun kepercayaan pengguna terhadap sistem self-custody.

bittime biaya withdrawal murah

Yuk mulai trading crypto dari aset terbesar seperti BTC/IDR dan ETH/IDR langsung di aplikasi Bittime.

Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.

Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.

Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.

FAQ

Apa yang diumumkan Pavel Durov tentang Gram wallet?

Pavel Durov mengumumkan bahwa Telegram akan meluncurkan dompet kripto Gram non-kustodian yang terintegrasi langsung ke aplikasi Telegram.

Apa itu dompet non-kustodian?

Dompet non-kustodian adalah crypto wallet yang memberikan kontrol penuh kepada pengguna atas private key dan aset digital mereka tanpa perantara pihak ketiga.

Apakah Gram wallet Telegram bisa digunakan untuk mengirim crypto tanpa biaya?

Pavel Durov menyebut transaksi dapat dilakukan tanpa biaya, tetapi detail teknis mengenai mekanisme tersebut belum diumumkan secara resmi.

Apakah Gram sama dengan Toncoin?

Gram memiliki hubungan sejarah dengan proyek awal Telegram Open Network (TON). Setelah sebelumnya dikenal sebagai Toncoin, nama Gram kembali digunakan sebagai bagian dari strategi pengembangan ekosistem.

Bagaimana dampak Gram wallet terhadap harga GRAM?

Peluncuran Gram wallet dapat meningkatkan sentimen positif terhadap GRAM karena memperbesar potensi penggunaan token dalam ekosistem Telegram dan TON.

 

Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.

Campaign Deposit Trade
Auto Earn Ramadan

Blog Bittime

Update Coin Gram, Pavel Durov Luncurkan Crypto Wallet Telegram
Update Coin Gram, Pavel Durov Luncurkan Crypto Wallet Telegram

Pavel Durov umumkan crypto wallet Telegram native untuk 1 miliar pengguna, gram coin melonjak 8 persen dalam semalam.

2026-07-23Baca