Bitcoin Naik, Saham Coinbase hingga Strategy Ikut Terbang setelah Langkah Treasury AS

2026-08-20

Bitcoin Naik, Saham Coinbase hingga Strategy Ikut Terbang setelah Langkah Treasury AS.png

Bitcoin kembali menguat dan saham Coinbase ikut melonjak setelah pasar mendapat dua katalis positif dari Amerika Serikat. Langkah Treasury AS memperbesar program pembelian kembali obligasi membantu meredakan tekanan di pasar Treasury, sementara dukungan pemerintah terhadap regulasi kripto memberi tambahan sentimen positif bagi saham crypto Amerika.

Pergerakan ini membuat sejumlah saham yang memiliki hubungan erat dengan industri aset digital ikut terangkat. Strategy (MSTR), Coinbase (COIN), Circle (CRCL), dan Robinhood (HOOD) menjadi bagian dari reli yang terjadi bersamaan dengan kenaikan Bitcoin pada perdagangan 19 Agustus 2026.

Key Takeaways

  • Treasury AS berencana meningkatkan ukuran operasi buyback obligasi menjadi setidaknya US$4 miliar.
  • Bitcoin menguat di atas US$68.000, sementara saham Coinbase, Strategy, Circle, dan Robinhood ikut naik tajam.
  • Dukungan Presiden Donald Trump terhadap CLARITY Act menambah katalis regulasi bagi sektor kripto AS.

Treasury AS Perbesar Buyback Obligasi

Salah satu pemicu utama reli berasal dari kebijakan Treasury AS terhadap pasar obligasi pemerintah. Treasury berencana memperbesar operasi pembelian kembali atau Treasury buyback, terutama untuk membantu meningkatkan likuiditas pada surat utang yang sudah beredar.

Dalam rencana kuartal ketiga 2026, Treasury menyebut akan membeli kembali hingga US$38 miliar obligasi yang sudah beredar untuk kebutuhan dukungan likuiditas. Program tersebut mencakup beberapa kelompok jatuh tempo, termasuk surat utang dengan tenor panjang.

Treasury juga memperkirakan kebutuhan pinjaman bersih dari utang yang dapat dipasarkan kepada investor swasta mencapai US$739 miliar untuk periode Juli hingga September 2026. Angka tersebut naik US$68 miliar dibandingkan estimasi pada Mei.

Baca Juga: Pendanaan AI Nvidia $500 Miliar, Token AI Crypto Ikut Diuntungkan?

Bagi pasar, buyback ini penting karena dapat membantu memperbaiki fungsi dan likuiditas pasar Treasury. Ketika tekanan pada obligasi dan imbal hasil berkurang, sentimen investor terhadap aset berisiko seperti saham teknologi dan kripto dapat ikut membaik.

Namun, Treasury buyback tidak sama dengan program quantitative easing (QE) Federal Reserve. Pembelian kembali ini merupakan bagian dari pengelolaan utang dan likuiditas pasar Treasury, sehingga tidak tepat jika langsung dianggap sebagai pencetakan uang baru.

Untuk mengikuti perkembangan pasar aset digital dan peluang perdagangan kripto, pengguna dapat mendaftar melalui Bittime.

Bitcoin naik.jpeg

Bitcoin Naik dan Saham Coinbase Ikut Menguat

Perbaikan sentimen makro langsung terasa di pasar kripto. Bitcoin kembali menembus area US$68.000 pada 19 Agustus dan mencatat kenaikan sekitar 6% pada perdagangan tersebut.

Kenaikan Bitcoin kemudian menjalar ke perusahaan publik yang memiliki eksposur terhadap industri aset digital.

Coinbase menjadi salah satu saham yang mencatat kenaikan besar. Saham COIN sempat naik lebih dari 11% hingga sekitar US$162,61. Strategy juga menguat lebih dari 12% dan diperdagangkan di sekitar US$103,81.

Korelasi ini cukup masuk akal karena kedua perusahaan memiliki hubungan kuat dengan pasar kripto. Coinbase memperoleh pendapatan dari aktivitas perdagangan dan berbagai layanan aset digital, sedangkan Strategy dikenal memiliki Bitcoin dalam jumlah besar sebagai bagian dari strategi treasury perusahaan.

Pergerakan saham tersebut menunjukkan bagaimana investor saham AS menggunakan perusahaan publik sebagai salah satu cara mendapatkan eksposur terhadap pasar kripto.

Baca Juga: Popular Tokenized Stocks in 2026: Technology Stocks Become Investor Favorites

MSTR Bitcoin Jadi Salah Satu Penggerak Saham Crypto Amerika

Strategy memiliki karakter yang berbeda dari Coinbase. Perusahaan ini menjadikan Bitcoin sebagai bagian penting dari strategi treasury sehingga perubahan harga BTC dapat memberikan dampak besar terhadap persepsi investor terhadap saham MSTR.

Ketika Bitcoin mengalami kenaikan tajam, nilai aset digital yang dimiliki Strategy ikut terdorong. Kondisi tersebut dapat meningkatkan sentimen terhadap MSTR, meskipun harga sahamnya tetap dipengaruhi faktor lain seperti struktur modal, penerbitan saham, instrumen preferred stock, dan strategi pembiayaan perusahaan.

Pada awal Agustus, CoinDesk melaporkan Strategy memiliki sekitar 842.138 BTC setelah menjual 1.638 BTC senilai sekitar US$105 juta pada periode 27 Juli hingga 2 Agustus. Penjualan tersebut digunakan untuk kebutuhan seperti dividen saham preferen dan pembelian kembali STRC.

Artinya, hubungan MSTR Bitcoin memang kuat, tetapi pergerakan saham Strategy tidak dapat dijelaskan hanya dari harga BTC.

Baca Juga: Tokenized Stocks vs Saham Biasa: Pengertian, Perbedaan, dan Cara Beli

Circle Stock dan Robinhood Stock Ikut Terdorong

Circle (CRCL) dan Robinhood (HOOD) juga masuk dalam kelompok saham yang mendapat keuntungan dari membaiknya sentimen terhadap aset digital.

Circle memiliki posisi yang berbeda karena bisnis utamanya berkaitan dengan stablecoin USDC. Pertumbuhan penggunaan stablecoin dan kepastian regulasi dapat menjadi faktor penting bagi prospek bisnis perusahaan.

Sementara itu, Robinhood memiliki bisnis perdagangan ritel yang mencakup aset kripto. Ketika aktivitas investor terhadap Bitcoin dan aset digital meningkat, perusahaan seperti Robinhood berpotensi memperoleh manfaat dari bertambahnya aktivitas perdagangan.

Pergerakan kedua saham tersebut juga menunjukkan bahwa investor tidak hanya melihat Bitcoin sebagai aset tunggal. Mereka mulai memperhatikan perusahaan publik yang menyediakan infrastruktur, layanan perdagangan, dan produk yang berkaitan dengan ekonomi aset digital.

Sebelumnya, TheStreet juga mencatat pola serupa pada Juli ketika Bitcoin kembali menembus US$66.000. Saat itu, Circle naik lebih dari 8%, Robinhood hampir 9%, sedangkan Strategy menguat hampir 5%.

Baca Juga: 6 Tokenized Stock Paling Populer 2026, Ada Tesla hingga NVIDIA

Dukungan Trump terhadap CLARITY Act Tambah Sentimen Positif

Katalis lain muncul dari Washington. Presiden Donald Trump pada 19 Agustus 2026 bertemu dengan sejumlah eksekutif industri kripto dan mendorong Kongres untuk meloloskan versi CLARITY Act yang dianggap dapat memberikan kepastian hukum bagi industri aset digital.

Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah tokoh industri, termasuk pimpinan Coinbase dan Robinhood, serta pejabat regulator Amerika Serikat.

CLARITY Act menjadi penting karena industri kripto AS membutuhkan batas yang lebih jelas mengenai klasifikasi aset digital dan kewenangan regulator seperti Securities and Exchange Commission (SEC) serta Commodity Futures Trading Commission (CFTC).

Namun, proses legislasi masih menghadapi hambatan. Reuters melaporkan bahwa RUU tersebut masih tertahan di Senat, sementara perdebatan mengenai aturan dan potensi konflik kepentingan politik turut menjadi persoalan.

Karena itu, dukungan Trump menjadi katalis sentimen, tetapi belum dapat dianggap sebagai jaminan bahwa CLARITY Act akan segera menjadi undang-undang.

Baca Juga: 10+ Coin AI Terbaik 2026: Ini Daftar Crypto Bertema Artificial Intelligence! 

Mengapa Langkah Treasury Bisa Berdampak ke Bitcoin?

Hubungan antara Treasury dan Bitcoin memang tidak langsung. Mekanismenya lebih berkaitan dengan kondisi likuiditas dan selera risiko investor.

Ketika tekanan pada pasar Treasury mereda, yield obligasi dapat ikut mengalami tekanan turun. Kondisi tersebut berpotensi membuat aset berisiko terlihat lebih menarik bagi sebagian investor karena imbal hasil aset aman menjadi relatif kurang kompetitif.

Bitcoin termasuk aset yang sering mendapat perhatian ketika investor meningkatkan eksposur terhadap aset berisiko. Saham seperti COIN dan MSTR bahkan dapat bergerak lebih agresif karena keduanya memiliki hubungan bisnis atau finansial yang kuat dengan pasar kripto.

Rangkaian pergerakannya dapat digambarkan secara sederhana:

Buyback Treasury meningkat → likuiditas pasar obligasi membaik → tekanan yield mereda → risk appetite meningkat → Bitcoin menguat → saham terkait kripto ikut terdorong.

Hubungan tersebut tetap bersifat pasar dan bukan hubungan sebab-akibat yang pasti. Harga Bitcoin dan saham kripto juga dipengaruhi suku bunga, arus ETF, kondisi ekonomi, regulasi, valuasi saham, serta posisi investor.

Baca Juga: 10 Tokenisasi Aset Kripto RWA Terbesar di Dunia

Rally Kripto Masih Menghadapi Sejumlah Risiko

Kenaikan Bitcoin dan saham kripto pada 19 Agustus memberikan sinyal positif, tetapi belum cukup untuk menyimpulkan bahwa pasar telah memasuki fase bullish yang baru.

Pasar masih menunggu arah kebijakan Federal Reserve, terutama menjelang Jackson Hole Economic Symposium. Pergerakan yield Treasury tetap menjadi salah satu faktor penting karena perubahan imbal hasil obligasi dapat memengaruhi valuasi aset berisiko.

Di sisi regulasi, CLARITY Act juga belum selesai. Dukungan politik terhadap industri kripto memang dapat memperbaiki sentimen, tetapi investor masih harus menunggu perkembangan legislasi yang sebenarnya.

Untuk saham seperti MSTR, risiko juga datang dari volatilitas Bitcoin dan struktur pembiayaan perusahaan. Sementara COIN, CRCL, dan HOOD memiliki risiko bisnis masing-masing yang tidak sepenuhnya bergantung pada harga BTC.

Baca Juga: Futures Trading untuk Pemula: Cara Kerja, Tips, dan Risikonya

Kesimpulan

Kenaikan Bitcoin bersama saham Coinbase, Strategy, Circle, dan Robinhood pada 19 Agustus 2026 dipicu oleh kombinasi sentimen makro dan katalis industri. 

Rencana Treasury AS untuk memperkuat program buyback membantu memperbaiki kondisi pasar obligasi, sedangkan dukungan terhadap CLARITY Act memberikan harapan terhadap kepastian regulasi kripto. 

Rally tersebut memperlihatkan semakin eratnya hubungan antara kondisi pasar keuangan AS dan saham perusahaan yang memiliki eksposur terhadap aset digital.

Pantau token saham AS: AMZONAMDONTSLAXNFLXON MSFTON dan lebih banyak lagi, kamu bisa mulai trading di Bittime.

bittime biaya withdrawal murah

Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.

Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.

Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.

FAQ

Mengapa Bitcoin naik pada 19 Agustus 2026?

Bitcoin menguat setelah sentimen pasar membaik menyusul langkah Treasury AS memperkuat program buyback obligasi dan meningkatnya harapan terhadap regulasi kripto yang lebih jelas. Bitcoin kemudian kembali menembus area US$68.000.

Mengapa saham Coinbase naik?

Saham Coinbase ikut terdorong oleh kenaikan Bitcoin dan membaiknya sentimen terhadap sektor kripto. Pada perdagangan 19 Agustus, COIN sempat naik lebih dari 11% ke sekitar US$162,61.

Apa hubungan Strategy MSTR dengan Bitcoin?

Strategy memiliki Bitcoin dalam jumlah besar sebagai bagian dari strategi treasury perusahaan. Karena itu, perubahan harga BTC dapat memberikan pengaruh besar terhadap sentimen dan valuasi saham MSTR.

Mengapa Circle dan Robinhood ikut naik?

Circle mendapatkan eksposur melalui bisnis stablecoin USDC, sedangkan Robinhood memiliki aktivitas perdagangan aset kripto. Ketika sentimen terhadap pasar digital membaik, investor dapat meningkatkan minat terhadap saham kedua perusahaan tersebut.

Apakah Treasury buyback sama dengan quantitative easing?

Tidak. Treasury buyback merupakan bagian dari pengelolaan utang dan likuiditas pasar Treasury, sedangkan quantitative easing merupakan kebijakan moneter yang dilakukan Federal Reserve.

Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.

Campaign Deposit Trade
Auto Earn Ramadan

Blog Bittime

Supply RLUSD Tembus US$1,71 Miliar, Ripple Cetak 30 Juta Token dalam Sehari
Supply RLUSD Tembus US$1,71 Miliar, Ripple Cetak 30 Juta Token dalam Sehari

Supply RLUSD mencapai US$1,71 miliar setelah Ripple mencetak US$30 juta token dalam sehari di XRP Ledger.

2026-08-20Baca