Tokenized Stock Populer 2026: Saham Teknologi Jadi Favorit Investor
2026-07-21
Tokenized stock semakin populer pada 2026 karena memungkinkan investor memperoleh eksposur terhadap saham Amerika melalui jaringan blockchain. Saham teknologi, semikonduktor, dan perusahaan yang berkaitan dengan AI menjadi pilihan yang paling banyak diperhatikan.
Key Takeaways
- Nilai pasar tokenized stock tumbuh lebih dari lima kali lipat dalam setahun, disertai peningkatan aktivitas transfer on-chain.
- Produk berbasis Nvidia, Tesla, Alphabet, Apple, Nasdaq 100, dan S&P 500 banyak diminati karena narasi AI serta pertumbuhan teknologi.
- Saham tokenisasi umumnya memberikan eksposur ekonomi, tetapi belum tentu memberi hak suara, kepemilikan langsung, atau perlindungan yang sama seperti saham biasa.
Apa Itu Tokenized Stock?
Tokenized stock adalah token blockchain yang dirancang untuk merepresentasikan nilai ekonomi saham, ETF, atau instrumen pasar modal lainnya. Setiap produk dapat diterbitkan dengan struktur berbeda, tetapi umumnya harga token mengikuti aset yang menjadi acuannya.
Sebagai contoh, token saham Nvidia berusaha mengikuti nilai saham Nvidia yang diperdagangkan di bursa Amerika Serikat. Token tersebut kemudian dapat disimpan di wallet, dipindahkan melalui blockchain, atau digunakan pada aplikasi decentralized finance yang mendukungnya.

Ilustrasi: Generated by AI
Penerbit biasanya menyimpan saham atau aset dasar melalui kustodian. Selanjutnya, penerbit mencetak token sesuai nilai atau jumlah aset yang tersedia sebagai cadangan.
Struktur umum token saham blockchain melibatkan:
- Saham atau ETF sebagai aset dasar.
- Penerbit token.
- Kustodian yang menyimpan aset.
- Smart contract untuk mencetak dan membakar token.
- Platform perdagangan.
- Auditor atau penyedia laporan cadangan.
- Mekanisme penebusan token.
Walaupun menggunakan blockchain, tokenized equity tetap memiliki keterkaitan dengan sistem keuangan tradisional. Harga, dividen, stock split, penghentian perdagangan, dan aksi korporasi masih bergantung pada perusahaan serta pasar saham yang menjadi acuannya.
Baca juga : Apa Itu GOOGLX? Cara Beli Alphabet Tokenized Stock di Bittime
Mengapa Tokenized Stock Populer pada 2026?
Pertumbuhan saham tokenisasi tidak hanya berasal dari kenaikan harga saham dasarnya. Banyak produk baru diterbitkan sepanjang 2025 dan 2026, sehingga semakin banyak aset pasar modal tersedia secara on-chain.
Kapitalisasi pasar tokenized stock tercatat mencapai sekitar US$1,7 miliar pada akhir Juni 2026, meningkat dari US$329 juta setahun sebelumnya. Lebih dari separuh kapitalisasi tersebut berasal dari produk yang belum tersedia satu tahun sebelumnya, yang menunjukkan bahwa pertumbuhan juga didorong oleh penerbitan baru.
Aktivitas transfer bulanannya mencapai sekitar US$9,22 miliar pada Juni 2026, naik lebih dari 170 kali dibandingkan Juni 2025. Angka tersebut mencakup perdagangan, transfer antarwallet, dan penggunaan token sebagai aset dalam aplikasi DeFi.
Beberapa alasan tokenized stock semakin diminati meliputi:
Akses dalam Pecahan Kecil
Pengguna tidak harus membeli satu saham utuh. Token dapat dibeli dalam pecahan sehingga saham berharga tinggi menjadi lebih mudah dijangkau.
Jam Perdagangan Lebih Panjang
Sebagian produk dapat diperdagangkan di luar jam bursa Amerika Serikat. Namun, ketersediaan 24/7 bergantung pada platform dan likuiditas.
Penyelesaian Transaksi Lebih Cepat
Perpindahan token dapat diselesaikan melalui blockchain tanpa menunggu proses penyelesaian transaksi pasar modal konvensional.
Mendukung Self-Custody
Beberapa token dapat ditarik ke wallet pribadi. Investor dapat menyimpan dan memindahkan aset tanpa terus bergantung pada akun perdagangan terpusat.
Integrasi dengan DeFi
Token tertentu dapat digunakan pada liquidity pool, pasar pinjaman, produk terstruktur, atau sebagai agunan. Fitur ini memperluas fungsi saham dari sekadar aset yang dibeli dan dijual.
Baca juga : Kapitalisasi Tokenisasi Saham Cetak Rekor US$2,3 Miliar, Ondo Finance Kuasai 41% Pasar
Saham Teknologi Menjadi Favorit Investor
Pertumbuhan tokenized stock pada 2026 sangat dipengaruhi oleh minat terhadap teknologi dan kecerdasan buatan. Kategori AI dan chip meningkat dari kurang dari US$1 juta pada Juni 2025 menjadi sekitar 15,5% dari keseluruhan pasar tokenized stock setahun kemudian.
Saham teknologi berkapitalisasi besar juga meningkatkan pangsa pasarnya dari 0,6% menjadi 10,6%. Sementara itu, produk berbasis ETF dan indeks berkembang dari 4,5% menjadi 17,3% dalam periode yang sama.
Tren tersebut menunjukkan bahwa investor tidak hanya mencari token yang berkaitan langsung dengan industri kripto. Mereka juga menginginkan eksposur on-chain terhadap perusahaan yang menghasilkan pendapatan dari chip, cloud, perangkat lunak, iklan digital, dan kendaraan listrik.
Baca juga : 7 Alasan Kamu Harus Mulai Investasi di Tokenized Stock
Tokenized Stock Populer 2026
Daftar berikut bukan rekomendasi investasi personal. Produk dipilih berdasarkan popularitas aset dasar, ketersediaan dalam ekosistem tokenisasi, dan relevansinya dengan tren pasar 2026.
1. Nvidia Tokenized Stock
Nvidia menjadi salah satu aset yang paling banyak diperhatikan karena posisinya dalam industri chip AI. Produk seperti NVDAx memungkinkan pengguna memperoleh eksposur terhadap pergerakan saham Nvidia melalui token blockchain.
Permintaan tokennya berkaitan dengan pertumbuhan pusat data, GPU, pelatihan model AI, dan kebutuhan komputasi global. Namun, valuasi Nvidia yang tinggi juga membuat produknya sensitif terhadap laporan earnings, perubahan belanja modal perusahaan teknologi, dan persaingan chip.
2. Tesla Tokenized Stock
Produk seperti TSLAx menawarkan eksposur terhadap saham Tesla. Perusahaan ini menarik investor karena menggabungkan kendaraan listrik, penyimpanan energi, robotika, AI, dan teknologi otonom.
Volatilitas saham Tesla membuat tokenized stock-nya banyak diperdagangkan. Namun, fluktuasi yang tinggi juga meningkatkan risiko, terutama ketika token diperdagangkan di luar jam pasar saham utama.
3. Alphabet Tokenized Stock
Token seperti GOOGLx mengikuti eksposur ekonomi Alphabet. Perusahaan induk Google memiliki bisnis periklanan, cloud, video, perangkat lunak, dan pengembangan AI.
Alphabet dianggap menarik karena bisnis utamanya sudah menghasilkan arus kas yang besar. Meski demikian, investor tetap perlu memperhatikan biaya pengembangan AI, persaingan mesin pencari, dan tekanan regulasi.
4. Apple Tokenized Stock
AAPLx memberikan eksposur terhadap pergerakan saham Apple. Popularitasnya didukung oleh kekuatan merek, ekosistem perangkat, layanan digital, dan basis pelanggan global.
Apple cenderung memiliki volatilitas lebih rendah daripada sejumlah saham teknologi spekulatif. Namun, pertumbuhan penjualan perangkat, ekspansi AI, rantai pasok, dan permintaan konsumen tetap memengaruhi harganya.
5. Amazon Tokenized Stock
Token saham Amazon menarik investor yang ingin mengikuti pertumbuhan e-commerce, cloud computing, iklan digital, dan AI. Amazon Web Services menjadi salah satu komponen utama dalam tesis investasinya.
Risikonya mencakup belanja infrastruktur yang tinggi, tekanan margin bisnis ritel, dan persaingan cloud.
6. Microsoft Tokenized Stock
Produk tokenisasi Microsoft memberikan eksposur terhadap perusahaan perangkat lunak, layanan cloud, dan ekosistem AI. Integrasi AI ke layanan produktivitas dan Azure membuat Microsoft menjadi bagian penting dari narasi teknologi 2026.
Investor perlu menilai apakah pertumbuhan pendapatan AI dapat mengimbangi pembangunan pusat data dan biaya komputasi yang besar.
7. Nasdaq 100 Tokenized ETF
Produk seperti QQQx mengikuti ETF Nasdaq 100. Instrumen ini memberikan eksposur ke berbagai perusahaan teknologi besar dalam satu token.
QQQx dapat menjadi pilihan bagi pengguna yang tidak ingin bergantung pada satu saham. Namun, indeks ini tetap memiliki konsentrasi tinggi pada perusahaan teknologi sehingga koreksi sektor dapat menekan nilainya.
8. S&P 500 Tokenized ETF
SPYx mengikuti eksposur ETF S&P 500. Produk ini memiliki diversifikasi lebih luas karena mencakup perusahaan dari sektor teknologi, keuangan, kesehatan, industri, energi, dan konsumsi.
Token tersebut dapat digunakan untuk memperoleh eksposur terhadap pasar saham Amerika secara umum. Risikonya tetap mengikuti kondisi ekonomi, suku bunga, laba korporasi, dan sentimen pasar global.
9. Coinbase Tokenized Stock
COINx merepresentasikan eksposur terhadap saham Coinbase. Produk ini banyak diperhatikan investor kripto karena kinerja perusahaan berkaitan dengan volume perdagangan aset digital, harga kripto, stablecoin, dan perkembangan regulasi.
COINx memiliki risiko ganda karena dipengaruhi pasar saham sekaligus siklus industri kripto.
10. Strategy Tokenized Stock
Token saham Strategy, sebelumnya dikenal sebagai MicroStrategy, memberikan eksposur terhadap perusahaan yang memiliki cadangan Bitcoin dalam jumlah besar.
Pergerakannya sering lebih volatil daripada Bitcoin karena dipengaruhi harga BTC, struktur pembiayaan, penerbitan saham, utang, dan bisnis perusahaan. Produk tersebut lebih sesuai untuk investor yang memahami korelasi saham dengan aset kripto.
Baca juga : SK Hynix vs Micron: Saham AI Memory Mana yang Lebih Menarik?
Apa Itu xStocks?
xStocks merupakan rangkaian saham dan ETF tokenisasi yang menggunakan akhiran “x” pada ticker. Contohnya mencakup TSLAx, NVDAx, AAPLx, GOOGLx, QQQx, dan SPYx.
Setiap xStock dirancang dengan dukungan aset dasar secara 1:1. Saham atau ETF yang mendasarinya disimpan melalui kustodian, sementara token diterbitkan melalui struktur hukum terpisah. Produk tersebut tersedia secara native pada beberapa jaringan, termasuk Solana, Ethereum, Arbitrum, dan jaringan kompatibel lainnya.
Ekosistem xStocks telah mencapai 100 produk pada Maret 2026 setelah memulai peluncurannya dengan 60 saham dan ETF. Total volume transaksi sejak Juni 2025 telah melewati US$25 miliar, sedangkan pengembangnya menargetkan lebih dari 500 produk sebelum akhir 2026.
Beberapa karakteristik xStocks meliputi:
- Dukungan aset dasar 1:1.
- Dapat disimpan dalam wallet pribadi.
- Mendukung kepemilikan pecahan.
- Bisa dipindahkan antar aplikasi yang kompatibel.
- Dividen direfleksikan melalui penambahan saldo token.
- Stock split dan aksi korporasi diproses melalui mekanisme on-chain.
- Penerbitan dan penebusan mengikuti jam pasar yang ditentukan.
Perdagangan melalui platform terpusat umumnya tersedia 24 jam selama lima hari kerja. Setelah ditarik ke wallet pribadi, token dapat diperdagangkan secara on-chain pada akhir pekan jika tersedia liquidity pool.
Baca juga : SK Hynix Siapkan Listing di AS Senilai US$29 Miliar, Fokus Rebut Investor AI
Apakah Tokenized Stock Sama dengan Saham Asli?
Tidak selalu. Tokenized stock dapat memberikan eksposur ekonomi yang mirip, tetapi hak hukum pemegangnya bergantung pada struktur penerbitan.
Pada saham biasa, investor tercatat sebagai pemilik atau beneficial owner melalui sistem broker dan kustodian. Haknya dapat mencakup:
- Hak suara.
- Dividen.
- Informasi pemegang saham.
- Perlindungan hukum pasar modal.
- Partisipasi dalam aksi korporasi.
Pemegang token saham umumnya tidak memiliki hak suara langsung. xStocks memberikan eksposur harga, tetapi bukan hak pemegang saham seperti voting. Dividennya diproses melalui penyesuaian saldo token.
Produk Ondo juga tidak memberikan hak suara atau hak informasi statutori. Pemegang memperoleh eksposur ekonomi dan dapat menebus token berdasarkan nilai aset yang menjadi acuannya.
Karena itu, istilah “saham tokenisasi” tidak boleh langsung diartikan sebagai salinan identik saham asli.
Baca juga : Tokenisasi Saham AS: Hold Saham AS Favoritmu, Dapatkan Reward Setiap Hari
Keunggulan Investasi Tokenized Stock
Akses Global
Token memungkinkan investor di yurisdiksi yang memenuhi syarat memperoleh eksposur terhadap saham Amerika tanpa menggunakan mekanisme broker konvensional.
Kepemilikan Pecahan
Pengguna dapat membeli berdasarkan nominal, bukan jumlah lembar saham utuh.
Fleksibilitas Wallet
Produk tertentu dapat dipindahkan dari platform perdagangan ke wallet pribadi.
Integrasi DeFi
Tokenized equity dapat digunakan sebagai agunan, dimasukkan ke liquidity pool, atau digunakan dalam produk keuangan on-chain.
Jam Perdagangan Lebih Panjang
Investor dapat merespons perkembangan pasar di luar jam perdagangan Wall Street, selama tersedia platform dan likuiditas.
Baca juga : Dividen Tokenized Stock: Begini Cara Kerjanya
Risiko Tokenized Stock yang Perlu Diperhatikan
Risiko Penerbit
Investor bergantung pada kemampuan penerbit menjaga cadangan, memenuhi kewajiban penebusan, dan menjalankan struktur hukum sesuai dokumen penawaran.
Risiko Kustodian
Saham dasar disimpan oleh pihak kustodian. Masalah operasional, hukum, pembekuan akun, atau kebangkrutan dapat memengaruhi token.
Tidak Memiliki Hak Pemegang Saham
Sebagian besar produk hanya memberikan eksposur ekonomi. Pemegang belum tentu memperoleh voting, komunikasi pemegang saham, atau hak klaim langsung kepada perusahaan publik.
Risiko Likuiditas
Token dapat memiliki likuiditas lebih kecil daripada saham asli. Perintah jual besar berpotensi menghasilkan slippage tinggi.
Perbedaan Harga
Ketika bursa saham tutup, harga token dapat bergerak berdasarkan permintaan on-chain. Harga tersebut dapat berbeda dari penutupan saham dasar dan kembali menyesuaikan ketika pasar dibuka.
Risiko Smart Contract
Kesalahan kode, bridge, wallet, atau aplikasi DeFi dapat menyebabkan kerugian meskipun aset dasarnya tetap aman.
Perubahan Regulasi
Tokenized stock termasuk produk yang berkaitan dengan sekuritas. Perubahan aturan dapat membatasi perdagangan, transfer, penebusan, atau ketersediaannya pada negara tertentu.
Risiko Stablecoin
Pembelian dan penebusan sering menggunakan stablecoin. Investor juga menghadapi risiko stablecoin, jaringan, dan proses konversi.
Risiko Pajak
Keuntungan, dividen yang direinvestasikan, transfer lintas jaringan, dan penebusan token dapat menimbulkan kewajiban pajak yang berbeda pada setiap wilayah.
Baca juga : Beli Saham AS via Kripto, Dapat Reward Harian 7% di Bittime
Cara Beli Tokenized Stock
1. Pilih Produk dan Penerbit
Tentukan apakah produk berasal dari xStocks, Ondo, atau penyedia lain. Jangan memilih hanya berdasarkan ticker karena beberapa penerbit dapat membuat token yang mengikuti saham sama.
2. Periksa Kelayakan Wilayah
Baca pembatasan negara dan persyaratan pengguna. Tokenized stock tidak tersedia untuk semua wilayah dan sebagian produk hanya dapat digunakan oleh investor yang lolos verifikasi.
3. Selesaikan Verifikasi Identitas
Platform terpusat biasanya meminta KYC. Prosesnya dapat mencakup dokumen identitas, bukti alamat, dan pemeriksaan sumber dana.
4. Deposit Dana
Pengguna dapat mendepositkan uang fiat, kripto, atau stablecoin sesuai metode yang didukung platform.
5. Cari Ticker yang Benar
Periksa nama penerbit dan akhiran ticker. AAPLx, misalnya, berbeda dari token palsu yang hanya menggunakan nama Apple.
6. Periksa Harga dan Biaya
Bandingkan harga token dengan saham dasar. Periksa spread, biaya transaksi, gas fee, slippage, dan biaya penarikan.
7. Tentukan Cara Penyimpanan
Token dapat disimpan pada platform atau ditarik ke wallet jika fitur tersebut didukung. Pastikan wallet menggunakan jaringan yang sesuai.
8. Pantau Aksi Korporasi
Periksa bagaimana penerbit menangani dividen, stock split, merger, penghapusan pencatatan, dan perubahan ticker.
Untuk mengikuti perkembangan tokenized stock, RWA, serta berita pasar aset digital, Anda dapat mendaftar di Bittime dan membaca pembaruan terbaru. Periksa ketersediaan setiap produk secara resmi dan pahami struktur hukumnya sebelum melakukan transaksi.
Baca juga : Cara Beli Tokenized Stocks Saham AS di Indonesia: Legal, Aman, & Praktis 2026!
Cara Memeriksa Keamanan Saham Tokenisasi
Sebelum membeli, lakukan pemeriksaan berikut:
- Identifikasi badan hukum penerbit.
- Baca prospektus dan dokumen penawaran.
- Pastikan aset mendapatkan dukungan cadangan.
- Cari informasi kustodian.
- Periksa laporan atau bukti cadangan.
- Cocokkan alamat smart contract.
- Bandingkan suplai token dengan aset dasar.
- Pelajari mekanisme dividen.
- Periksa hak penebusan.
- Baca batasan geografis.
- Periksa likuiditas pasar.
- Pahami hak yang tidak diberikan kepada pemegang.
Jangan membeli token hanya karena ticker atau logonya menyerupai perusahaan terkenal. Siapa pun dapat membuat token dengan nama Nvidia, Apple, Tesla, atau Microsoft tanpa memiliki cadangan saham.
Apakah Tokenized Stock Cocok untuk Investasi?
Tokenized stock dapat cocok bagi investor yang membutuhkan akses pecahan, jam perdagangan panjang, penyimpanan on-chain, dan integrasi dengan DeFi.
Namun, produk tersebut kurang sesuai bagi investor yang:
- Membutuhkan hak suara langsung.
- Menginginkan perlindungan broker tradisional.
- Tidak memahami wallet dan blockchain.
- Tidak mampu memeriksa penerbit.
- Tidak siap menghadapi risiko smart contract.
- Membutuhkan likuiditas sedalam pasar saham utama.
- Tinggal di wilayah yang tidak memenuhi syarat.
Tertarik mengakses tokenized stock dengan lebih praktis? Daftar akun di Bittime, selesaikan verifikasi identitas, lalu mulai trading aset pilihan sesuai strategi dan profil risiko Anda. Pelajari informasi setiap token, perhatikan volatilitas pasar, dan gunakan dana yang siap menanggung risiko sebelum bertransaksi.
Kesimpulan
Tokenized stock menjadi salah satu segmen real-world assets yang tumbuh cepat pada 2026. Kapitalisasinya meningkat lebih dari lima kali dalam setahun, sedangkan volume transfer on-chain melonjak seiring bertambahnya penerbit, jaringan, dan platform perdagangan.
Saham teknologi menjadi favorit, terutama produk berbasis Nvidia, Tesla, Alphabet, Apple, Amazon, dan Microsoft. Investor juga menggunakan token ETF seperti QQQx dan SPYx untuk memperoleh eksposur yang lebih terdiversifikasi.
xStocks menonjolkan dukungan aset 1:1 dan interoperabilitas lintas platform. Ondo tokenized stocks menggunakan model total-return tracker yang memasukkan dividen ke dalam nilai ekonomi token.
Meski menawarkan akses yang fleksibel, saham tokenisasi tidak selalu memberikan hak yang sama dengan saham asli. Periksa penerbit, cadangan, kustodian, dokumen hukum, likuiditas, dan mekanisme penebusan sebelum membeli.
Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.
Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.
Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.
FAQ
Apa itu tokenized stock?
Tokenized stock adalah token blockchain yang memberikan eksposur ekonomi terhadap saham atau ETF. Strukturnya dapat berupa token yang didukung aset dasar atau instrumen pelacak nilai.
Apakah tokenized stock memberikan dividen?
Tergantung produknya. Beberapa penerbit menginvestasikan kembali dividen melalui penyesuaian saldo atau nilai token, bukan membayarnya dalam bentuk tunai.
Apakah pemegang token saham memiliki hak suara?
Umumnya tidak. Banyak produk memberikan eksposur harga tanpa voting dan hak informasi yang dimiliki pemegang saham biasa.
Apa perbedaan xStocks dan Ondo tokenized stocks?
xStocks menekankan jaminan aset 1:1 dengan penyesuaian saldo untuk aksi korporasi. Produk Ondo menggunakan total-return tracker yang memasukkan dividen setelah pajak ke nilai ekonominya.
Apakah tokenized stock aman?
Keamanannya bergantung pada penerbit, kustodian, cadangan, smart contract, likuiditas, dan aturan hukum. Token saham tetap memiliki risiko meskipun didukung aset dasar.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.



