Short Squeeze Bitcoin Tembus US$1,23 Miliar, Mengapa Harga BTC Tiba-Tiba Naik?
2026-08-20
Satu jam saja cukup untuk melenyapkan US$1,23 miliar posisi short dari papan Hyperliquid. Short squeeze Bitcoin ini terjadi pada 19 Agustus 2026, ketika harga BTC melonjak 2,5% dalam hitungan menit dan menyentuh level US$68.424, setelah sepanjang hari sempat tertahan di kisaran US$64.000-an.
Menurut data CoinGlass, total likuidasi dalam rentang satu jam tersebut mencapai US$1,31 miliar, dan hampir seluruhnya berasal dari trader yang memasang posisi short alias bertaruh harga bakal turun. Bitcoin menyumbang porsi terbesar sekitar US$770 juta, sedangkan Ethereum menambah US$430 juta lagi sembari naik 3,9% ke US$2.084.
Yang membuat kejadian ini makin menarik disorot: tiga wallet whale di Hyperliquid ikut tergilas dengan kerugian gabungan US$194 juta, salah satunya kehilangan seluruh posisi short 1.800 BTC dalam sekali hantam. Bloomberg bahkan menyebut momen ini sebagai gelombang likuidasi short Bitcoin terbesar dalam catatan sejak 2021.
Baca Juga: Sejarah Harga Bitcoin dari 2009–2026: Dari Nol Hingga Ratusan Ribu Dolar
Detik-Detik Likuidasi Short Senilai US$1,23 Miliar
Reli mendadak ini bukan kebetulan. Begitu harga BTC menembus level tertentu, ribuan posisi short leverage otomatis kena stop paksa oleh sistem exchange. Setiap likuidasi memaksa exchange membeli BTC di pasar untuk menutup posisi trader yang gagal bayar margin, dan pembelian paksa itu justru mendorong harga naik lebih tinggi lagi.
Efeknya berantai. Kenaikan harga dari likuidasi gelombang pertama langsung menyentuh klaster likuidasi berikutnya, begitu seterusnya dalam siklus yang saling memperkuat. Fenomena ini yang menjelaskan kenapa BTC bisa bergerak dalam rentang harga besar hanya dalam 60 menit.
Dalam periode 24 jam yang lebih luas, angkanya makin besar. BeInCrypto mencatat total likuidasi mencapai US$1,57 miliar dari 114.038 trader, dengan short menyumbang hingga US$1,41 miliar. Order terbesar berupa posisi ETH di Bitget senilai US$32,18 juta.
Sementara itu, CryptoTimes melaporkan angka agregat berbeda di kisaran US$1,91 miliar untuk periode yang sama — wajar terjadi karena masing-masing platform data punya snapshot waktu dan sumber node yang tidak selalu identik.
Ingin ikut memantau pergerakan harga Bitcoin dan aset kripto lain secara real-time? Daftar akun Bittime sekarang dan mulai pantau pasar dari platform yang sudah terdaftar dan diawasi OJK.
Tiga Whale Hyperliquid yang Tergilas Reli
Kerugian terbesar jatuh pada wallet dengan alamat 0x8c96, yang kehilangan seluruh posisi short-nya sebanyak 1.800 BTC senilai sekitar US$117 juta. Data on-chain dari Hypurrscan mengonfirmasi likuidasi penuh pada wallet ini.
Dua wallet lain bernasib serupa. Wallet 0x431f terlikuidasi total dengan 677 BTC atau setara US$44 juta, sementara akun 0x004e kehilangan 500 BTC senilai kurang lebih US$33 juta. Analis on-chain Lookonchain menjadi pihak pertama yang membongkar temuan ini lewat unggahan di X, lengkap dengan rincian tiap wallet.
Total kerugian ketiga whale ini mencapai US$194 juta hanya dalam satu jam — angka yang cukup besar untuk mengguncang sentimen trader short lain yang masih bertahan di pasar.
Baca Juga: Bitcoin Adalah "Deep Freeze", Apa Artinya Menurut Michael Saylor?
Kenapa Harga Bitcoin Bisa Melompat Secepat Ini?
Pemicu awalnya datang dari Washington, bukan dari pasar kripto itu sendiri. Harga BTC mulai naik setelah pembelian kembali (buyback) utang jangka panjang AS berhasil menurunkan imbal hasil Treasury dari posisi tertinggi dalam 19 tahun terakhir. Yield Treasury yang turun biasanya membuat aset berisiko seperti Bitcoin kembali menarik bagi investor.
Waktunya juga krusial. Federal Open Market Committee (FOMC) menjadwalkan rilis risalah rapat Juli pada pukul 14.00 ET, hanya beberapa jam setelah gelombang likuidasi ini terjadi.
Baca Juga: 10 Situs Free Bitcoin Mining dan Faucet 2026, Mana yang Legit?
Dalam rapat tersebut, suku bunga acuan ditahan di kisaran 3,50–3,75%, meski tiga presiden The Fed regional berbeda pendapat dan menginginkan kenaikan suku bunga. Menurut pratinjau Newsquawk, pasar memperkirakan sekitar 65% peluang The Fed kembali menahan suku bunga pada pertemuan September.
Pola ini sebenarnya mirip dengan yang terjadi awal Juli 2026, saat BTC juga melonjak dari level US$62.000 lewat mekanisme short squeeze serupa.
Jika risalah FOMC nanti terdengar dovish, reli berpotensi berlanjut karena muncul pembeli organik yang menggantikan tekanan beli paksa dari likuidasi. Sebaliknya, jika nada hawkish yang dominan, imbal hasil Treasury bisa naik lagi ke arah 5,3% dan momentum berpotensi kembali ke tangan trader short yang masih bertahan.
Baca Juga: Cara Beli BTC: Panduan Lengkap untuk Pemula di Indonesia
Kesimpulan
Short squeeze Bitcoin senilai US$1,23 miliar ini menunjukkan betapa cepat pasar kripto bisa berbalik arah ketika leverage tinggi bertemu momentum harga yang tepat. Kombinasi penurunan yield Treasury, buyback utang AS, dan posisi short yang menumpuk menciptakan efek domino yang menggilas tiga whale besar di Hyperliquid dalam hitungan menit.
Ke depan, arah pasar sangat bergantung pada nada risalah FOMC — dovish bisa memperpanjang reli, sementara hawkish berpotensi mengembalikan momentum ke bear. Bagi trader, momen seperti ini jadi pengingat penting soal risiko leverage tinggi di pasar yang volatil.
Cek harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), XRP, Solana (SOL), GRAM, dan BNB juga memecoin unggulan DOGE. Kamu bisa trading langsung di Bittime!
Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.
Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.
Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.
FAQ
Apa itu short squeeze dalam trading kripto?
Short squeeze terjadi ketika harga aset naik cepat sehingga memaksa trader short menutup posisi secara paksa lewat likuidasi. Pembelian paksa ini mendorong harga naik lebih tinggi lagi dan memicu likuidasi berantai.
Kenapa harga Bitcoin naik ke US$68.424 pada 19 Agustus 2026?
Kenaikan dipicu turunnya imbal hasil Treasury AS setelah buyback utang jangka panjang, yang kemudian memicu gelombang likuidasi short senilai US$1,23 miliar dalam satu jam. Pembelian paksa dari likuidasi itu mendorong harga BTC melonjak 2,5%.
Siapa whale yang paling rugi dalam likuidasi ini?
Wallet 0x8c96 di Hyperliquid mengalami kerugian terbesar setelah seluruh posisi short 1.800 BTC senilai sekitar US$117 juta terlikuidasi total. Dua wallet lain, 0x431f dan 0x004e, juga terlikuidasi penuh dengan kerugian masing-masing US$44 juta dan US$33 juta.
Apakah reli Bitcoin ini bisa berlanjut?
Kelanjutan reli bergantung pada nada risalah FOMC yang dirilis beberapa jam setelah likuidasi. Jika dovish, reli berpotensi berlanjut; jika hawkish, momentum bisa kembali ke pihak bear.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.



