The Fed Hawkish di FOMC, Harga Bitcoin Berisiko Turun Lagi?
2026-05-22
Bittime - Risalah rapat FOMC (Federal Open Market Committee) terbaru menunjukkan bahwa The Fed hawkish lagi. Artinya, mereka belum berniat melunak terhadap inflasi. Kabar ini berdampak negatif pada harga saham dan aset lainnya seperti kripto.
Lantas, apakah harga Bitcoin akan kembali terperosok setelah beberapa pekan terakhir mulai menunjukkan perbaikan? Mari kita lihat lebih dekat.
Poin Penting
- The Fed mempertahankan suku bunga tinggi dan bahkan membuka peluang kenaikan tambahan jika inflasi kembali memanas.
- Empat pejabat The Fed berbeda pendapat dalam rapat FOMC Mei 2026, menunjukkan perpecahan internal terbesar sejak 1992.
- Bitcoin berisiko kehilangan momentum karena pasar kripto kini sangat sensitif terhadap kebijakan suku bunga AS dan pergerakan dolar.
Daftar di Bittime sekarang dan mulai trading kripto dengan proses yang cepat, aman, dan mudah di aplikasi.
Sikap The Fed Masih Tegas, Inflasi Belum Dianggap Jinak

Risalah FOMC Mei 2026 yang dirilis pada Rabu (20/5) lalu membawa kabar yang kurang menggembirakan bagi pasar kripto. Mayoritas pejabat Federal Reserve mengisyaratkan bahwa suku bunga Fed yang tinggi kemungkinan akan bertahan lebih lama dari perkiraan awal.
Bahkan, beberapa anggota dengan tegas membuka peluang untuk menaikkan suku bunga tambahan apabila tekanan inflasi kembali meningkat.
Mengapa mereka begitu khawatir? Ternyata, kombinasi kenaikan harga energi, konflik geopolitik di Timur Tengah, serta gangguan rantai pasok global membuat inflasi masih sulit dikendalikan.
Staf The Fed memperkirakan inflasi PCE (Personal Consumption Expenditures) naik menjadi 3,5% pada Maret 2026, jauh lebih tinggi dibanding 2,8% pada bulan sebelumnya.
Dalam risalah tersebut tertulis, “Jika tekanan harga terus meningkat, suku bunga tambahan mungkin diperlukan.” Kalimat ini langsung dibaca pasar sebagai sinyal hawkish baru. Buat kamu yang memegang Bitcoin, ini seperti peringatan bahwa likuiditas global bisa semakin ketat.
Baca juga: 12 Cara Mendapatkan Aset Kripto Gratis dan Legal (Per April 2026)
Perpecahan di Tubuh The Fed, Siapa Paling Vokal?
Menariknya, rapat FOMC kali ini memunculkan empat dissent atau perbedaan suara. Jumlah ini menjadi yang tertinggi sejak tahun 1992. Artinya, tidak semua pejabat The Fed sepakat dengan arah kebijakan yang diambil.
Stephen Miran menjadi satu satunya yang mendukung pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin. Alasannya, ia khawatir kebijakan moneter yang terlalu ketat akan menekan pasar tenaga kerja.
Namun di sisi lain, tiga pejabat lainnya seperti Beth Hammack, Neel Kashkari, dan Lorie Logan justru menolak bahasa kebijakan yang membuka peluang pelonggaran moneter. Mereka ingin sikap yang lebih agresif dalam memerangi inflasi.
Perbedaan pandangan ini membuat pelaku pasar, termasuk kamu para investor kripto, semakin sulit memprediksi langkah The Fed ke depan. Yang jelas, ketidakpastian ini biasanya tidak disukai oleh aset berisiko seperti Bitcoin (BTC).
Bitcoin Terancam Kehilangan Momentum, Support Kritis Mulai Diuji
Lalu, apa dampak The Fed ke crypto secara langsung? Saat suku bunga tinggi bertahan lebih lama, ada beberapa efek berantai yang biasanya terjadi.
Imbal hasil obligasi AS cenderung naik. Dolar AS menguat. Likuiditas pasar berkurang. Dan yang paling terasa, minat investor terhadap aset berisiko melemah.
Kondisi ini persis seperti yang diingatkan oleh Daniela Hathorn, analis pasar senior Capital.com. Menurutnya, Bitcoin kini bergerak seperti aset makro berisiko tinggi.
“Pasar memasuki rilis risalah FOMC dengan mencari konfirmasi apakah The Fed lebih khawatir terhadap inflasi yang bertahan dibanding risiko perlambatan ekonomi,” ujarnya.
Jika sinyal hawkish terus berlanjut, Bitcoin bisa memasuki fase konsolidasi yang panjang. Para analis mulai menyoroti area $76.000-$74.800 sebagai support penting. Jika level ini ditembus, Bitcoin turun lebih dalam bisa terjadi.
Sementara itu, level $82.000 menjadi resistance utama jika pasar kembali optimistis. Ini adalah prediksi harga BTC yang perlu kamu perhatikan dalam beberapa pekan ke depan.
Baca juga: 12 Perusahaan Publik dengan Portofolio Bitcoin Terbesar di 2026: Analisis Lengkap
Investor Mulai Alihkan Perhatian ke Yield Obligasi dan Dolar AS
Pasca rilis FOMC minutes, perhatian investor tidak hanya tertuju pada harga Bitcoin. Mereka juga mulai memonitor pergerakan yield obligasi AS dan indeks dolar.
Jika yield Treasury terus naik, banyak dana akan berpindah ke instrumen yang dianggap lebih aman. Akibatnya, dampak The Fed ke crypto bisa semakin terasa karena likuiditas mengering.
Penguatan dolar AS juga menjadi ancaman tersendiri. Seperti yang sudah kamu tahu, ketika dolar menguat, Bitcoin yang diperdagangkan secara global cenderung tertekan. Apalagi saat ini pasar kripto sedang berada dalam posisi sensitif menjelang rilis data inflasi AS berikutnya.
Baca juga: Bitcoin Bukan Sekadar Emas Digital, Ini Nilai Geopolitiknya Menurut Bitwise?
Transisi Kepemimpinan The Fed Juga Ikut Disorot
Selain kebijakan moneter, pasar juga mulai memperhatikan pergantian ketua The Fed dari Jerome Powell ke Kevin Warsh yang diperkirakan segera terjadi.
Investor menilai arah kebijakan setelah transisi ini akan sangat menentukan apakah suku bunga Fed yang tinggi akan bertahan hingga 2026 atau tidak.
Jika kebijakan tetap agresif, tekanan terhadap pasar BTC bearish bisa berlanjut lebih lama. Sebaliknya, jika kepemimpinan baru membawa angin segar, peluang pemangkasan bunga mungkin terbuka lebih cepat.
Cara Beli Crypto di Bittime?
Ingin trading jual beli Bitcoin dan investasi crypto dengan mudah? Bittime siap membantu! Sebagai exchange crypto Indonesia yang terdaftar resmi di OJK, Bittime memastikan setiap transaksi aman dan cepat.
Mulai dengan registrasi dan verifikasi identitas, lalu lakukan deposit minimal Rp10.000. Setelah itu, kamu bisa langsung beli aset digital favoritmu!
Cek kurs BTC to IDR, ETH to IDR, SOL to IDR dan aset kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Selain itu, kunjungi Bittime Blog untuk mendapatkan berbagai update menarik dan informasi edukatif seputar dunia crypto. Temukan artikel terpercaya tentang Web3, teknologi blockchain, dan tips investasi aset digital yang dirancang untuk memperkaya pengetahuan kamu dalam dunia kripto.
FAQ
1. Apa itu FOMC dan kenapa berpengaruh ke Bitcoin?
FOMC adalah komite Federal Reserve yang menentukan kebijakan suku bunga Fed. Keputusan FOMC sangat memengaruhi likuiditas global, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan pasar kripto.
2. Apa maksud The Fed bersikap hawkish?
The Fed hawkish berarti bank sentral AS cenderung mendukung suku bunga tinggi untuk menekan inflasi. Sikap ini biasanya membuat pasar kripto dan saham lebih tertekan karena uang beredar menjadi lebih ketat.
3. Kenapa suku bunga AS bisa memengaruhi harga Bitcoin?
Saat suku bunga naik atau bertahan tinggi, investor lebih tertarik menyimpan dana di obligasi AS yang dianggap lebih aman. Akibatnya, minat terhadap aset berisiko seperti Bitcoin bisa menurun.
4. Apa dampak FOMC terhadap market crypto saat ini?
FOMC Mei 2026 membuat investor mulai khawatir bahwa pemangkasan suku bunga akan tertunda. Kondisi ini berpotensi memicu koreksi atau konsolidasi di pasar kripto dalam jangka pendek.
5. Apakah Bitcoin pasti turun setelah FOMC hawkish?
Tidak selalu. Namun sentimen hawkish biasanya meningkatkan volatilitas pasar. Pergerakan Bitcoin selanjutnya tetap bergantung pada data inflasi, kondisi ekonomi AS, dan respons investor global.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.



