1 Lot Berapa Lembar Saham? Begini Aturan BEI dan Cara Hitungnya
2026-07-23
1 lot saham setara dengan 100 lembar saham berdasarkan satuan perdagangan yang berlaku di Bursa Efek Indonesia. Jadi, saat harga saham tercatat Rp1.000, modal kotor untuk membeli 1 lot adalah Rp100.000, belum termasuk biaya transaksi.
Key Takeaways
- Berdasarkan aturan BEI, 1 lot terdiri dari 100 lembar saham.
- Modal membeli saham dihitung dengan rumus jumlah lot × 100 × harga saham per lembar.
- Nilai pembayaran aktual dapat lebih tinggi karena terdapat biaya transaksi dari perusahaan sekuritas.
1 Lot Berapa Lembar Saham di Indonesia?
Di pasar saham Indonesia, 1 lot terdiri dari 100 lembar saham. Ketentuan ini digunakan sebagai satuan standar untuk pembelian dan penjualan saham di pasar reguler.
Artinya:
- 1 lot = 100 lembar saham.
- 2 lot = 200 lembar saham.
- 5 lot = 500 lembar saham.
- 10 lot = 1.000 lembar saham.
- 100 lot = 10.000 lembar saham.
Investor tidak hanya perlu melihat harga yang tampil pada aplikasi sekuritas. Harga tersebut merupakan harga untuk satu lembar saham, bukan harga untuk satu lot.
Misalnya, harga saham sebuah perusahaan adalah Rp2.000. Harga tersebut berarti Rp2.000 per lembar. Karena pembelian dilakukan dalam satuan 100 lembar, nilai 1 lot saham tersebut adalah Rp200.000 sebelum biaya transaksi.
Ketentuan 100 lembar per lot telah diberlakukan sejak Januari 2014. Sebelumnya, satu lot di pasar modal Indonesia terdiri dari 500 lembar saham. Perubahan tersebut dilakukan agar nilai transaksi menjadi lebih terjangkau bagi investor ritel.
Baca juga : 100 Lot Saham Astra Berapa Rupiah? Analisis Saham Asii 2026
Apa yang Dimaksud dengan Lot Saham?
Lot adalah satuan standar yang digunakan untuk menentukan jumlah saham dalam sebuah transaksi.
Penggunaan lot membantu sistem perdagangan memproses order secara seragam. Investor cukup memasukkan jumlah lot ketika membuat pesanan beli atau jual, lalu sistem mengkonversinya menjadi jumlah lembar saham.

Sumber: AI Generated Image
Sebagai contoh, ketika investor memasukkan order pembelian sebanyak 4 lot, jumlah saham yang dipesan adalah:
4 lot × 100 lembar = 400 lembar saham
Lot tidak menunjukkan harga atau nilai perusahaan. Lot hanya menunjukkan jumlah saham yang akan dibeli atau dijual.
Dua saham dapat sama-sama dibeli sebanyak 1 lot, tetapi kebutuhan modalnya dapat sangat berbeda. Perbedaannya ditentukan oleh harga setiap saham.
Baca juga : Prediksi Nikkei 225: Saham Teknologi Melemah, Apakah Indeks Akan Turun Lagi?
Rumus Menghitung Harga 1 Lot Saham
Cara menghitung harga satu lot saham sangat sederhana:
Nilai pembelian kotor = Jumlah lot × 100 × Harga per lembar
Untuk menghitung satu lot saja, rumusnya menjadi:
Harga 1 lot = 100 × Harga saham per lembar
Hasil dari rumus tersebut belum memasukkan fee beli yang dikenakan oleh perusahaan sekuritas.
Contoh Saham dengan Harga Rp500
Apabila harga sebuah saham adalah Rp500 per lembar:
1 lot × 100 × Rp500 = Rp50.000
Jadi, modal kotor untuk membeli 1 lot adalah Rp50.000.
Contoh Saham dengan Harga Rp1.250
Apabila harga saham tercatat Rp1.250 per lembar:
1 lot × 100 × Rp1.250 = Rp125.000
Investor membutuhkan setidaknya Rp125.000 sebelum memperhitungkan fee beli.
Contoh Membeli 5 Lot Saham
Seorang investor ingin membeli 5 lot saham dengan harga Rp750 per lembar.
Perhitungannya:
5 × 100 × Rp750 = Rp375.000
Dengan demikian, nilai pembelian kotornya adalah Rp375.000.
Contoh Membeli 20 Lot Saham
Jika harga saham adalah Rp2.400 dan investor membeli 20 lot:
20 × 100 × Rp2.400 = Rp4.800.000
Investor memperoleh 2.000 lembar saham dengan nilai transaksi kotor Rp4,8 juta.
Baca juga : Penyebab Saham Netflix (NFLX) Turun ke Harga US$73,68 Setelah Earnings Q2 2026
Apakah Modal Membeli Saham Sama dengan Hasil Perhitungan Lot?
Tidak selalu sama persis.
Hasil perkalian jumlah lot, jumlah lembar, dan harga saham merupakan nilai transaksi kotor. Investor biasanya masih dikenai biaya beli sesuai kebijakan perusahaan sekuritas.
Biaya yang dapat muncul meliputi:
- Komisi broker atau perusahaan sekuritas.
- Biaya transaksi bursa.
- Biaya penyelesaian dan penjaminan transaksi.
- Pajak pertambahan nilai atas komponen biaya terkait.
Besaran total fee beli dan jual dapat berbeda pada setiap sekuritas. Oleh karena itu, investor perlu memeriksa daftar biaya pada aplikasi atau situs resmi perusahaan sekuritas yang digunakan.
Ketika menjual saham, investor juga dikenai pajak final sebesar 0,1% dari nilai bruto transaksi penjualan. Pajak tersebut dihitung dari nilai penjualan, bukan hanya dari keuntungan yang diperoleh.
Baca juga : Saham PayPal (PYPL) Melonjak Usai Kabar Akuisisi, Masih Layak Dibeli?
Cara Menghitung Modal Saham Termasuk Fee
Misalnya, seorang investor membeli 2 lot saham dengan harga Rp1.500 per lembar.
Nilai transaksi kotor:
2 × 100 × Rp1.500 = Rp300.000
Jika sekuritas mengenakan fee beli sebesar 0,15%, maka:
Fee beli = Rp300.000 × 0,15% = Rp450
Total dana yang perlu disediakan:
Rp300.000 + Rp450 = Rp300.450
Persentase tersebut hanya digunakan sebagai contoh perhitungan. Tarif aktual harus diperiksa pada perusahaan sekuritas masing-masing.
Sebaiknya investor menyediakan saldo sedikit lebih besar daripada nilai transaksi kotor. Jika saldo hanya sama dengan harga saham, pesanan dapat ditolak karena dana tidak mencukupi untuk membayar biaya transaksi.
Baca juga : Mengapa Saham MLPT Ramai? Ini Dampak Stock Split dan Suspensi
Cara Menghitung Jumlah Lot dari Modal yang Dimiliki
Investor juga dapat menghitung berapa lot yang mampu dibeli berdasarkan modal.
Rumusnya:
Jumlah lot = Modal ÷ Harga 1 lot
Hasilnya harus dibulatkan ke bawah karena transaksi di pasar reguler dilakukan dalam satuan lot penuh.
Contoh Modal Rp1 Juta
Investor memiliki modal Rp1 juta dan ingin membeli saham seharga Rp2.000 per lembar.
Harga satu lot:
100 × Rp2.000 = Rp200.000
Jumlah lot yang secara kotor dapat dibeli:
Rp1.000.000 ÷ Rp200.000 = 5 lot
Namun, membeli penuh 5 lot dapat membuat saldo tidak cukup untuk membayar fee. Investor dapat memilih 4 lot atau menambahkan saldo agar biaya transaksi tetap tertutup.
Contoh Modal Rp500 Ribu
Harga saham yang diinginkan adalah Rp800 per lembar.
Harga satu lot:
100 × Rp800 = Rp80.000
Jumlah maksimal secara kotor:
Rp500.000 ÷ Rp80.000 = 6,25 lot
Karena pembelian menggunakan lot penuh, investor hanya dapat membeli maksimal 6 lot sebelum memperhitungkan fee.
Nilai 6 lot tersebut adalah:
6 × 100 × Rp800 = Rp480.000
Baca juga : Kenapa Saham FORU Naik? Kilas Balik Fortune Indonesia Jadi Calon Raksasa Tambang
Cara Menghitung Keuntungan dari 1 Lot Saham
Keuntungan saham dari kenaikan harga disebut capital gain. Perhitungan sederhananya:
Capital gain kotor = Selisih harga × Jumlah lembar saham
Misalnya, seorang investor membeli 1 lot pada harga Rp1.000 dan menjualnya pada harga Rp1.150.
Selisih harga:
Rp1.150 − Rp1.000 = Rp150
Keuntungan kotor:
Rp150 × 100 = Rp15.000
Keuntungan bersih akan lebih rendah setelah dikurangi fee beli, fee jual, dan pajak transaksi penjualan.
Jika harga turun dari Rp1.000 menjadi Rp900, kerugian yang belum direalisasikan adalah:
Rp100 × 100 = Rp10.000 per lot
Perubahan harga yang terlihat kecil dapat memberikan dampak lebih besar ketika jumlah lot yang dimiliki bertambah.
Baca juga : Apa Itu Saham JGLE? Mengenal Bisnis, Pemilik, dan Prospek PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk
Cara Menghitung Dividen Berdasarkan Jumlah Lot
Dividen biasanya diumumkan dalam nilai per lembar saham. Untuk mengetahui jumlah dividen yang diterima, investor perlu mengalikan dividen per saham dengan total lembar yang dimiliki.
Rumusnya:
Dividen kotor = Dividen per lembar × Jumlah lot × 100
Misalnya, sebuah perusahaan membagikan dividen Rp75 per lembar. Investor memiliki 8 lot atau 800 lembar saham.
Perhitungannya:
Rp75 × 800 = Rp60.000
Investor berpotensi menerima dividen kotor Rp60.000, selama memenuhi ketentuan kepemilikan pada jadwal pembagian dividen.
Baca juga : Daftar Saham dengan Investor Terbanyak di Indonesia 2026
Mengapa Saham Menggunakan Satuan Lot?
Penggunaan lot memiliki beberapa fungsi penting.
Menyeragamkan Ukuran Transaksi
Setiap pesanan beli dan jual menggunakan ukuran yang sama. Sistem perdagangan dapat mencocokkan order secara lebih tertib.
Mempermudah Perhitungan
Investor dapat menghitung jumlah saham, kebutuhan modal, keuntungan, kerugian, dan dividen dengan lebih sederhana.
Membuat Saham Lebih Terjangkau
Perubahan dari 500 menjadi 100 lembar per lot menurunkan nilai minimum pembelian. Investor ritel dapat memulai dengan modal yang lebih kecil.
Membantu Pengelolaan Portofolio
Satuan lot memudahkan investor membagi modal ke beberapa saham dan mengatur pembelian secara bertahap.
Baca juga : Tokenized Stock Populer 2026: Saham Teknologi Jadi Favorit Investor
Apakah Semua Harga Saham Sama untuk 1 Lot?
Tidak. Jumlah lembar dalam satu lot memang selalu 100, tetapi harga satu lot bergantung pada harga saham per lembar.
Contohnya:
- Saham Rp100 per lembar membutuhkan Rp10.000 per lot.
- Saham Rp500 per lembar membutuhkan Rp50.000 per lot.
- Saham Rp2.000 per lembar membutuhkan Rp200.000 per lot.
- Saham Rp10.000 per lembar membutuhkan Rp1.000.000 per lot.
- Saham Rp50.000 per lembar membutuhkan Rp5.000.000 per lot.
Harga saham yang rendah juga tidak otomatis berarti perusahaan murah atau lebih menarik. Investor perlu mempertimbangkan valuasi, kinerja keuangan, utang, prospek bisnis, tata kelola, dan risiko perusahaan.
Baca juga : AI Stock Bubble Terancam Meledak, Persaingan Kimi K3 Jadi Pemicu Baru?
Tips Membeli Lot Saham untuk Pemula
Jangan Menghabiskan Seluruh Saldo
Sisakan dana untuk fee transaksi dan kebutuhan pembelian berikutnya.
Mulai dengan Jumlah Kecil
Membeli 1–2 lot dapat membantu pemula memahami pergerakan harga dan proses transaksi tanpa mengambil risiko terlalu besar.
Hindari Memilih Saham Hanya karena Harga Murah
Saham Rp100 per lembar belum tentu lebih murah secara valuasi dibandingkan saham Rp10.000 per lembar.
Periksa Likuiditas
Saham yang jarang diperdagangkan dapat lebih sulit dijual pada harga yang diinginkan.
Pelajari Fundamental Perusahaan
Periksa laporan keuangan, laba, arus kas, utang, prospek industri, serta kualitas manajemen.
Gunakan Dana Dingin
Jangan menggunakan dana kebutuhan harian, dana darurat, atau dana untuk membayar kewajiban jangka pendek.
Untuk mengikuti perkembangan pasar keuangan, aset digital, dan berita ekonomi terbaru, Anda dapat mendaftar di Bittime serta membaca pembaruan pasar secara berkala. Perdagangan saham Indonesia tetap dilakukan melalui perusahaan sekuritas yang memiliki izin sesuai ketentuan.
Baca juga : SpaceX Resmi Umumkan Tanggal Laporan Earnings Pertama, Catat Tanggalnya!
Kesalahan Umum dalam Menghitung Lot Saham
Kesalahan paling umum adalah menganggap harga pada aplikasi sebagai harga satu lot.
Ketika harga saham terlihat Rp3.000, investor pemula terkadang mengira saham tersebut dapat dibeli dengan modal Rp3.000. Padahal, harga itu berlaku untuk satu lembar.
Nilai satu lotnya adalah:
100 × Rp3.000 = Rp300.000
Kesalahan lain yang perlu dihindari meliputi:
- Tidak memasukkan fee pembelian.
- Tidak memperhitungkan pajak saat menjual.
- Salah memasukkan jumlah lot.
- Membeli dengan seluruh saldo tersedia.
- Mengabaikan risiko penurunan harga.
- Menganggap saham berharga rendah pasti lebih murah.
- Tidak memeriksa apakah order sudah berhasil diperdagangkan.
Sebelum menekan tombol beli, periksa kembali harga, jumlah lot, nilai order, dan sisa saldo.
Pantau token saham AS: AMZON, AMDON, TSLAX, NFLXON MSFTON dan lebih banyak lagi, kamu bisa mulai trading di Bittime.
Kesimpulan
Jawaban atas pertanyaan 1 lot berapa lembar saham adalah 100 lembar saham. Jumlah tersebut merupakan satuan perdagangan yang digunakan di Bursa Efek Indonesia.
Untuk menghitung modal, kalikan jumlah lot dengan 100 dan harga saham per lembar. Sebagai contoh, 1 lot saham dengan harga Rp2.500 memiliki nilai kotor Rp250.000.
Investor juga perlu menyiapkan dana untuk biaya transaksi. Ketika saham dijual, hasilnya akan dikurangi fee jual dan pajak transaksi penjualan.
Memahami konsep lot membantu pemula menghitung kebutuhan modal, keuntungan, kerugian, serta dividen secara lebih akurat. Namun, jumlah lot bukan satu-satunya pertimbangan. Tetap pelajari kualitas perusahaan dan sesuaikan pembelian dengan kemampuan menanggung risiko.
Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.
Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.
Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.
FAQ
1 lot berapa lembar saham?
Satu lot terdiri dari 100 lembar saham berdasarkan satuan perdagangan BEI. Jadi, pembelian 10 lot berarti memperoleh 1.000 lembar saham.
Berapa harga 1 lot saham?
Harga satu lot bergantung pada harga saham per lembar. Rumusnya adalah 100 dikalikan harga saham.
Apakah bisa membeli saham hanya 1 lembar?
Transaksi saham di pasar reguler menggunakan satuan lot, yaitu 100 lembar atau kelipatannya. Pesanan pembelian normal melalui aplikasi sekuritas dimasukkan dalam jumlah lot.
Berapa modal untuk membeli 1 lot saham?
Modalnya bergantung pada harga saham. Jika harga per lembar Rp1.000, nilai kotor satu lot adalah Rp100.000, belum termasuk fee beli.
Apakah nilai 1 lot sudah termasuk biaya transaksi?
Belum. Nilai satu lot berasal dari harga saham dikalikan 100 lembar, sedangkan biaya transaksi ditambahkan sesuai tarif sekuritas.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.



