Kenapa Saham FORU Naik? Kilas Balik Fortune Indonesia Jadi Calon Raksasa Tambang

2026-07-22

Kenapa Saham FORU Naik Kilas Balik Fortune Indonesia Jadi Calon Raksasa Tambang.png

"Aku dan kau suka Dancow" adalah tagline iklan yang lahir dari dapur kreatif Fortune Indonesia puluhan tahun lalu, saat perusahaan ini masih jadi biro iklan andalan banyak merek besar di Tanah Air. 

Hari ini, nama yang sama justru ramai dibicarakan bukan karena kampanye iklan barunya, melainkan karena kenapa saham FORU naik tajam usai mengumumkan rencana berubah haluan total menjadi perusahaan tambang batu bara.

Pergerakan saham FORU belakangan ini mencerminkan salah satu transformasi bisnis paling drastis di lantai bursa tahun ini. 

Dari sekadar rumah produksi iklan legendaris, Fortune Indonesia kini bersiap menyandang status baru sebagai induk usaha pertambangan batu bara kokas senilai puluhan triliun rupiah.

Key Takeaways

  • Fortune Indonesia (FORU) berencana rights issue senilai Rp27,1 triliun untuk mengakuisisi PT Borneo Prima, produsen batu bara kokas di Kalimantan Tengah.
  • Sekitar 76,81 persen dana rights issue dibayar lewat inbreng saham Borneo Prima milik pengendali IMR Asia Holding, bukan uang tunai.
  • Pendapatan FORU diproyeksikan melonjak 35 kali lipat menjadi Rp195,66 miliar usai konsolidasi, berbalik dari posisi rugi menjadi laba bersih Rp11,94 miliar.

Dari Biro Iklan ke Calon Raksasa Tambang Batu Bara

Fortune Indonesia bukan pemain baru di bursa. Perusahaan ini berdiri sejak 1970 dengan nama PT Fortune Indonesia Advertising Company, mencatatkan sahamnya lewat IPO pada Januari 2002, lalu bergabung ke grup PT Rajawali Corpora lewat PT Karya Citra Prima pada 2014. 

Selama puluhan tahun, FORU dikenal sebagai pemain jasa komunikasi pemasaran, mulai dari periklanan terintegrasi sampai hubungan masyarakat.

Arah bisnis ini berubah total lewat rencana korporasi yang diumumkan menjelang Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 22 Juli 2026. 

Segera daftar di Bittime dengan proses cepat, aman, dan mudah supaya bisa trading dan invest token saham.

FORU akan menggelar rights issue dengan menerbitkan saham baru dalam jumlah masif, sekitar 215 miliar lembar menurut keterbukaan informasi terbaru, meski Kontan mencatat angka ini masih bisa berubah tergantung hasil final RUPSLB. 

Dana yang terkumpul akan dipakai untuk mengakuisisi PT Borneo Prima, produsen batu bara kokas yang beroperasi di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah. 

Inilah alasan utama kenapa saham FORU naik signifikan dalam beberapa pekan terakhir, pasar melihat potensi bisnis baru yang jauh lebih menjanjikan dibanding bisnis iklan yang selama ini merugi. 

harga saham FORU hari  ini.png

Harga saham FORU hari ini. Sumber: TradingView

Baca Juga: 7 Alasan Kamu Harus Mulai Investasi di Tokenized Stock

Rights Issue Rp27,1 Triliun dan Proyeksi Lonjakan Pendapatan 35 Kali

Skema transaksinya cukup unik. Sekitar 76,81 persen dari total dana rights issue, atau senilai Rp20,82 triliun, tidak dibayar tunai oleh pengendali IMR Asia Holding Pte Ltd, melainkan disetor dalam bentuk saham PT Borneo Prima yang sudah dimilikinya. 

Mekanisme ini disebut inbreng. Sisanya, sekitar Rp6,28 triliun, berasal dari pemegang saham publik yang menyetor uang tunai lewat hak memesan efek terlebih dahulu.

Borneo Prima sendiri bukan sembarang aset. Bisnis.com melaporkan perusahaan ini mengantongi konsesi sekitar 15.000 hektare dengan kualitas batu bara 7.850 kcal/kg, serta total cadangan terbukti dan terkira mencapai 87,7 juta ton berdasarkan laporan SMG Consultant memakai kode JORC 2012. 

Yang membuat aset ini menarik, produknya adalah batu bara kokas untuk industri baja, bukan batu bara termal untuk pembangkit listrik yang permintaannya melambat secara global.

Baca Juga : Daftar Saham dengan Investor Terbanyak di Indonesia 2026

Dampaknya ke laporan keuangan FORU diproyeksikan besar. Setelah konsolidasi, total aset perseroan diperkirakan melonjak jadi Rp8,71 triliun, sementara pendapatan usaha naik sekitar 35 kali lipat menjadi Rp195,66 miliar. 

Fortune Indonesia bahkan diproyeksikan berbalik untung dengan laba bersih Rp11,94 miliar, setelah sebelumnya rutin mencatat rugi. 

Bisnis.com mengutip proyeksi World Steel Association yang memperkirakan permintaan baja global naik dari 1,724 miliar ton pada 2026 menjadi 1,762 miliar ton pada 2027, sementara produksi batu bara kokas domestik baru memenuhi sekitar 20 persen kebutuhan nasional menurut Association of Indonesian Coke Industries, sisanya masih bergantung impor.

Baca Juga: Apa Itu Saham HSC? Pengertian, Risiko, dan Daftar Saham HSC Terbaru

Kesimpulan

Fortune saham hari ini bukan lagi cerita soal kampanye iklan atau rating program televisi, melainkan taruhan besar pada bisnis batu bara kokas yang permintaannya ditopang ekspansi industri baja di India dan Asia Tenggara. 

Transformasi ini jadi salah satu manuver korporasi paling ambisius di Bursa Efek Indonesia tahun ini, mengubah emiten media kecil menjadi calon pemain tambang dengan aset triliunan rupiah.

Meski proyeksi pendapatan dan laba terlihat menggiurkan, penting diingat bahwa seluruh rencana ini masih menunggu restu resmi pemegang saham dalam RUPSLB. 

Angka final rights issue dan jumlah saham baru berpotensi berubah dari yang diberitakan saat ini, sehingga investor perlu memantau keterbukaan informasi resmi begitu RUPSLB rampung.

bittime biaya withdrawal murah

Pantau token saham AS: AMZONAMDONTSLAXNFLXON MSFTON dan lebih banyak lagi, kamu bisa mulai trading di Bittime.

Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.

Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.

Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.

FAQ

Kenapa saham FORU naik belakangan ini? 

Saham FORU naik karena Fortune Indonesia mengumumkan rencana rights issue Rp27,1 triliun untuk mengakuisisi PT Borneo Prima, produsen batu bara kokas. Pasar merespons positif potensi transformasi bisnis dari media ke pertambangan yang diproyeksikan jauh lebih menguntungkan.

Apa itu rights issue FORU? 

Rights issue FORU adalah penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu senilai sekitar Rp27,1 triliun. Sebagian besar dananya dibayar lewat inbreng saham PT Borneo Prima milik pengendali, bukan uang tunai.

Siapa pengendali saham FORU? 

Pengendali saham FORU adalah IMR Asia Holding Pte Ltd, perusahaan asal Singapura yang menguasai sekitar 76 sampai 77 persen saham perseroan. IMR Asia Holding juga menjadi pemilik PT Borneo Prima yang akan diakuisisi lewat mekanisme inbreng.

Apa bisnis PT Borneo Prima yang diakuisisi FORU? 

PT Borneo Prima adalah produsen batu bara kokas yang beroperasi di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, dengan cadangan sekitar 87,7 juta ton. Batu bara kokas dipakai sebagai bahan baku industri baja, berbeda dari batu bara termal yang permintaannya melambat.

Berapa proyeksi pendapatan FORU usai akuisisi Borneo Prima? 

Pendapatan FORU diproyeksikan melonjak sekitar 35 kali lipat menjadi Rp195,66 miliar usai konsolidasi dengan Borneo Prima. Perseroan juga diproyeksikan berbalik untung dengan laba bersih Rp11,94 miliar, dari sebelumnya rugi.

 

 

Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.

Campaign Deposit Trade
Auto Earn Ramadan

Blog Bittime

Mengapa TNI dan Polri Ikut Mengawasi Pajak? Ini Penjelasan Kebijakan Terbarunya
Mengapa TNI dan Polri Ikut Mengawasi Pajak? Ini Penjelasan Kebijakan Terbarunya

TNI dan Polri ikut awasi pajak? Simak penjelasan kebijakan SE-8/PJ/2026, jenis pajak Indonesia, dan pro-kontra pelibatan aparat keamanan dalam urusan fiskal.

2026-07-22Baca