Klaim Pengembalian 3.400 BTC di Liquid Network, Mana Buktinya?
2026-09-08
Liquid Network, sidechain Bitcoin milik Blockstream, baru saja melewati akhir pekan yang penuh drama. Kabar pengembalian 3.400 BTC memang beredar luas di berbagai media kripto, tapi di balik angka besar itu ada pertanyaan yang lebih mendasar: apa benar seluruh proses ini bisa diverifikasi lewat data on-chain, atau sebagian informasinya masih sekadar klaim sepihak dari pelaku?
Pertanyaan ini penting, mengingat tidak semua laporan media sepakat soal seberapa kuat bukti yang tersedia saat ini.
Key Takeaways
- Federation wallet Liquid Network kehilangan sekitar 4.000 BTC (~$320 juta) pada 6 September 2026 akibat bug pada kode Elements yang memungkinkan pencetakan L-BTC tanpa backing.
- Pelaku mengembalikan 3.400 BTC (~$268–269 juta) pada 8 September lewat transaksi on-chain yang bisa dilacak, tapi tetap menahan sekitar 600 BTC (~$47 juta) tanpa kesepakatan bounty yang dipublikasikan.
- CTO Ledger Charles Guillemet dan mantan CSO Blockstream Samson Mow secara terbuka meragukan klaim "white hat" pelaku, menyebut pola ini lebih menyerupai pemerasan terselubung.
Kronologi Peretasan: Dari 4.000 BTC Hilang ke Negosiasi Lewat Blockchain
Insiden ini bermula pada Minggu, 6 September 2026, ketika Liquid Network mengumumkan lewat X bahwa sekitar 4.000 BTC ditarik dari federation wallet yang menjadi jaminan token L-BTC.
Bitcoin.com News melaporkan wallet tersebut sebelumnya menyimpan sekitar 4.200 BTC, artinya pelaku menguras hampir 95% dari total dana, menyisakan federation wallet dengan backing hanya sekitar 4,7% dari yang seharusnya.
Analisis teknis dari Cryptobriefing dan Bitquery mengungkap penyebabnya: sebuah bug inflasi pada Elements, basis kode open-source yang menjalankan Liquid. Bug ini memungkinkan pelaku mencetak lebih dari 4.000 L-BTC tanpa backing asli, lalu mencairkannya menjadi BTC sungguhan lewat mekanisme peg-out milik SideSwap.
Baca Juga: Saham Masker MEDS: Mengenal Bisnis Emiten Alat Kesehatan dan Produk yang Dijual
Karena transaksi tersebut tampak sah di bawah aturan konsensus yang cacat, sistem keamanan federation menandatanganinya seperti transaksi normal biasa — Liquid sendiri menegaskan Peg-out Authorization Key (PAK) tidak diretas langsung, celahnya ada di logika konsensus.
Begitu insiden terungkap, Liquid langsung menonaktifkan bridge node dan meminta seluruh exchange menghentikan sementara deposit maupun penarikan L-BTC. Kabar baiknya, aset lain di jaringan Liquid seperti USDT dan DePix (stablecoin asal Brasil) dilaporkan tidak terdampak karena celah ini spesifik pada mekanisme peg-out L-BTC saja.
Kalau kamu ingin tetap trading Bitcoin dengan tenang di tengah dinamika insiden keamanan seperti ini, pastikan aktivitasmu berjalan di platform yang transparan dan berizin resmi seperti Bittime.

Bukti di Balik Klaim Pengembalian 3.400 BTC
Ini bagian yang sering luput dari pemberitaan cepat: proses negosiasi antara Blockstream dan pelaku sebenarnya berlangsung secara terbuka, sepenuhnya lewat pesan yang tertanam dalam transaksi Bitcoin (OP_RETURN) — bukan lewat kanal privat yang tak bisa diverifikasi publik.
Pelaku, yang menyebut diri "white hat hacker," meninggalkan pesan on-chain yang meminta Blockstream menambal seluruh node bridge sebelum dana dikembalikan.
Blockstream merespons lewat pesan bertanda tangan PGP di saluran yang sama, dan tanda tangan tersebut cocok dengan kunci keamanan resmi yang sudah dipublikasikan perusahaan. Pada 7 September, Blockstream mengonfirmasi bridge node telah ditambal dan menyatakan aman bagi dana untuk dikembalikan.
Baca Juga: BIS Ungkap Potensi Baru XRP Ledger untuk Sistem Keuangan Digital
Sehari kemudian, crypto.news dan KuCoin News melaporkan pelaku benar-benar mengembalikan 3.400 BTC senilai sekitar $268–269 juta ke federation wallet — transaksi ini bisa dilacak langsung di block explorer, sehingga bukan sekadar klaim di media sosial.
Namun sekitar 600 BTC (~15% dari total, senilai kira-kira $47 juta) tetap berada di alamat pelaku hingga laporan ini ditulis.
Menariknya, tidak semua media melaporkan detail ini secara konsisten. Beberapa artikel yang beredar di awal justru menyebut seluruh insiden ini "belum terkonfirmasi" tanpa mengonfirmasi hash transaksi yang sebenarnya sudah bisa ditelusuri publik — gambaran bagaimana siklus berita kripto yang serba cepat kadang membuat detail penting tertinggal atau simpang siur di tengah jalan.
Kontroversi: Benarkah Ini Aksi White Hat atau Pemerasan Terselubung?
Status "white hat" yang disematkan pelaku sendiri jadi perdebatan sengit di kalangan pelaku industri begitu sebagian dana dikembalikan.
CTO Ledger Charles Guillemet menulis di X bahwa menahan 600 BTC tanpa kesepakatan bounty yang dipublikasikan lebih terlihat seperti pemerasan ketimbang riset keamanan yang etis.
Ia membandingkan pola ini dengan peretasan Ronin Bridge dan negosiasi ala peretas Euler Finance, di mana dana besar diambil lebih dulu, baru diikuti klaim niat baik setelahnya.
Baca Juga: 10 Situs Free Bitcoin Mining dan Faucet 2026, Mana yang Legit?
Samson Mow, mantan Chief Strategy Officer Blockstream, menambah kerumitan cerita dengan mengklaim permintaan kontak lewat Signal yang sempat beredar tidak berasal dari alamat yang sebenarnya memegang dana curian — menunjukkan ada potensi kebingungan identitas di tengah proses negosiasi yang serba publik ini.
Sebagai pembanding, kasus serupa pernah terjadi pada eksploitasi bridge Ethereum milik Verus Protocol, Mei 2026 lalu. Pelaku saat itu mengembalikan 75% dana dan menahan 1.350 ETH (~$2,8 juta), tapi itu terjadi setelah Verus secara terbuka mengumumkan syarat penyelesaian ke publik.
Kasus Liquid berbeda karena hingga kini Blockstream belum pernah menyatakan sisa 600 BTC sebagai bounty resmi yang disetujui — sehingga status hukum dan etikanya masih menggantung.
Baca Juga: 10 Situs Free Bitcoin Mining dan Faucet 2026, Mana yang Legit?
Kesimpulan
Klaim pengembalian 3.400 BTC di Liquid Network sebenarnya punya bukti on-chain yang cukup kuat — mulai dari pesan bertanda tangan PGP dari Blockstream hingga transaksi yang bisa dilacak langsung di block explorer.
Yang masih jadi tanda tanya bukan soal apakah pengembaliannya nyata, melainkan soal status pelaku sebagai "white hat" sejati dan nasib 600 BTC yang masih tertahan tanpa kesepakatan resmi. Insiden ini jadi pengingat penting bahwa transparansi blockchain bisa membuktikan sebuah transaksi terjadi, tapi tidak otomatis menjawab pertanyaan etis di baliknya.
Cek harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), XRP, Solana (SOL), GRAM, dan BNB juga memecoin unggulan DOGE. Kamu bisa trading langsung di Bittime!
Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.
Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.
Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.
FAQ
Apakah pengembalian 3.400 BTC di Liquid Network sudah terverifikasi?
Ya, transaksi pengembalian ini bisa dilacak langsung di block explorer dan dikonfirmasi lewat pesan bertanda tangan PGP dari Blockstream, bukan sekadar klaim media sosial.
Kenapa masih ada 600 BTC yang belum dikembalikan?
Hingga kini Blockstream belum mempublikasikan kesepakatan bounty resmi terkait sisa dana tersebut, sehingga statusnya masih menggantung.
Apa penyebab utama insiden peretasan Liquid Network ini?
Penyebabnya adalah bug inflasi pada kode Elements yang memungkinkan pencetakan token L-BTC tanpa backing BTC asli di baliknya.
Apakah insiden ini memengaruhi harga Bitcoin?
Harga Bitcoin relatif tidak terpengaruh dan bertahan di kisaran $80.000, karena celah keamanan ini spesifik pada sidechain Liquid, bukan pada protokol inti Bitcoin.
Apakah pelaku benar-benar seorang "white hat hacker"?
Status ini masih diperdebatkan; sejumlah tokoh industri seperti CTO Ledger menilai pola menahan sebagian dana tanpa kesepakatan terbuka lebih menyerupai pemerasan ketimbang riset keamanan yang etis.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.



