Saham Tokenisasi September 2026: SPY, Google, dan Robinhood Jadi Sorotan

2026-09-08

Saham Tokenisasi September 2026 SPY, Google, dan Robinhood Jadi Sorotan.png

Token Terminal merilis data pada 7 September 2026 yang langsung memicu perbincangan di kalangan trader kripto. Saham tokenisasi SPY di jaringan Robinhood Chain melonjak lebih dari 1.300% hanya dalam 30 hari, menembus market cap $17,4 juta. 

Kenaikan ini bukan kejadian tunggal — tokenisasi saham Google dan bahkan saham Robinhood sendiri turut mencatat lonjakan besar dalam periode yang sama, menandai babak baru di mana instrumen investasi konvensional kini bisa diperdagangkan 24 jam nonstop dalam bentuk token di blockchain.

Fenomena ini menarik untuk dicermati bukan hanya karena persentase kenaikannya yang fantastis, tapi juga karena menunjukkan bagaimana ekosistem tokenisasi saham berkembang begitu cepat dalam hitungan bulan. Berikut pembahasan lengkapnya, mulai dari data terbaru hingga risiko dan arah regulasi yang menyertainya.

Key Takeaways

  • SPY di Robinhood Chain melonjak 1.314% dalam 30 hari ke market cap $17,4 juta; rGOOGL (+530,9%) dan HOODb (+428,7%) turut mencatat lonjakan tajam.
  • QQQb, SPYx, dan SPCXb menguasai 44,7% ($7,1 miliar) dari total $15,9 miliar volume DEX kategori saham tokenisasi dalam 90 hari terakhir.
  • Tren ini sejalan dengan pertumbuhan global — kategori tokenized stocks di CoinGecko melonjak 3.314% sejak 2024, sementara IMF dan OJK mulai menyoroti risiko dan arah regulasinya.

Lonjakan Tajam SPY, rGOOGL, dan HOODb dalam 30 Hari

Menurut data yang dibagikan Token Terminal, deployment SPY di Robinhood Chain mencatat kenaikan paling besar di antara seluruh saham tokenisasi dalam 30 hari terakhir, melompat 1.314% ke market cap $17,4 juta. 

Di posisi kedua ada rGOOGL milik Reality di jaringan Arbitrum, naik 530,9% ke $18,8 juta, disusul HOODb dari Binance bStocks yang naik 428,7% ke $5,7 juta.

Kenaikan tidak berhenti di tiga nama teratas itu. MSTRb dari Binance bStocks melesat 334,6% ke $53,8 juta, menjadikannya aset dengan market cap terbesar di antara lima besar versi Token Terminal. 

NVDA versi Robinhood naik 284,4% ke $15,2 juta, sementara SPACEX (+276,6% ke $8,7 juta), AAPL (+249,9% ke $5,6 juta), dan GME (+219,4% ke $3,9 juta) melengkapi daftar saham tokenisasi dengan performa mencolok. Puluhan token saham lain di luar daftar ini bahkan tercatat naik minimal 50% pada periode yang sama.

Baca Juga: Saham Masker MEDS: Mengenal Bisnis Emiten Alat Kesehatan dan Produk yang Dijual

Gambaran volume trading justru bercerita berbeda. Token Terminal secara terpisah melaporkan bahwa QQQb menjadi saham tokenisasi paling banyak diperdagangkan dalam 90 hari terakhir dengan volume $4,5 miliar, diikuti SPYx ($1,5 miliar) dan SPCXb ($1,1 miliar). 

Ketiganya saja menyumbang $7,1 miliar atau 44,7% dari total volume DEX kategori saham tokenisasi yang mencapai $15,9 miliar — sebuah kategori yang volumenya sendiri melonjak 1.250,8% dibanding periode sebelumnya.

Kalau kamu tertarik mengikuti tren aset digital seperti ini lebih dekat, kamu bisa mulai eksplorasi produknya lewat Bittime, platform pertukaran aset kripto yang sudah berizin dan diawasi OJK.

Robinhood Chain dan Momentum Tokenisasi Saham Global

Lonjakan ini tidak muncul begitu saja. Robinhood Chain, jaringan Ethereum layer-2 berbasis Arbitrum Orbit, baru meluncurkan mainnet publiknya pada 1 Juli 2026 — dan sejak hari pertama, pertumbuhannya terbilang cepat. 

Total value locked (TVL) jaringan ini melompat dari sekitar $39 juta pada hari ketiga menjadi lebih dari $130 juta dalam dua minggu, tembus $400 juta pertengahan Juli, lalu $600 juta pada akhir bulan yang sama.

Dua bulan sejak peluncuran, Robinhood Chain sudah mencatat total volume DEX $34,6 miliar, 576 juta transaksi, dan 12,3 juta alamat aktif, dengan lebih dari 190 token saham yang telah menyumbang volume DEX kumulatif di atas $3 miliar. 

Baca Juga: BIS Ungkap Potensi Baru XRP Ledger untuk Sistem Keuangan Digital

Basis pengguna Robinhood yang sudah besar sejak awal — lebih dari 27 juta pelanggan aktif dengan ratusan miliar dolar aset di platform — jadi salah satu alasan mengapa chain baru ini bisa langsung tumbuh cepat tanpa harus membangun basis pengguna dari nol.

Pertumbuhan saham tokenisasi juga bukan cerita eksklusif Robinhood Chain. Riset CoinGecko mencatat tokenized stocks sebagai kategori koin dengan pertumbuhan tercepat di platformnya sepanjang Januari 2024 hingga Mei 2026, melonjak 3.314% dari hanya 14 menjadi 478 koin terdaftar — mengalahkan laju pertumbuhan kategori RWA maupun AI. 

Dari sisi nilai pasar, market cap saham tertokenisasi tumbuh dari $2,09 juta pada akhir Juni 2025 menjadi $486,69 juta pada akhir Maret 2026, sementara volume trading spot-nya mencapai $15,1 miliar hanya dalam kuartal pertama 2026 — melampaui total volume sepanjang paruh kedua 2025.

Efisiensi Berbanding Risiko: Sorotan IMF dan Arah Regulasi OJK

Pertumbuhan secepat ini tidak lepas dari perhatian lembaga keuangan global. IMF lewat catatan Tobias Adrian, Financial Counsellor lembaga tersebut, sudah dua kali menyoroti isu ini sepanjang 2026. 

Intinya, penundaan settlement yang selama ini dianggap inefisiensi justru berfungsi sebagai penyangga — memberi bank, regulator, dan manajer risiko waktu untuk mendeteksi masalah sebelum menyebar luas. 

Begitu tokenisasi menghilangkan jeda ini, kebutuhan likuiditas bisa muncul secara instan, margin call bisa terotomatisasi, dan kegagalan sistem berpotensi merambat lebih cepat daripada kemampuan institusi maupun regulator untuk merespons.

Di Indonesia, arah regulasi justru bergerak ke arah mengakomodasi tren ini secara hati-hati. Pada 2 September 2026 di ajang Coinfest Asia Bali, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, memaparkan sejumlah model tokenisasi aset dunia nyata yang telah melalui regulatory sandbox — mulai dari emas, Surat Berharga Negara (SBN), hingga hak ekonomi properti. 

Baca Juga: 10 Situs Free Bitcoin Mining dan Faucet 2026, Mana yang Legit?

OJK sendiri mengutip data pertumbuhan pasar RWA global sebesar 256,7% dari kuartal pertama 2025 ke kuartal pertama 2026, mendekati $33,5 miliar pada pertengahan 2026, sebagai konteks di balik penyusunan kerangka regulasi yang lebih komprehensif.

Tren ini juga berjalan seiring pertumbuhan jumlah investor kripto domestik. Data OJK menunjukkan jumlah konsumen aset kripto Indonesia mencapai 22,69 juta pada Juni 2026, dengan nilai transaksi bulanan Rp28,58 triliun — naik 24,2% dibanding bulan sebelumnya. 

Beberapa produk saham tertokenisasi berbasis Ondo Finance, seperti NFLXon dan SBUXon, bahkan sudah lebih dulu tersedia di platform lokal seperti Bittime, menunjukkan tren global ini sudah mulai menjangkau pasar Indonesia.

Kesimpulan

Lonjakan tajam SPY, rGOOGL, dan HOODb dalam sebulan terakhir menegaskan bahwa tokenisasi saham bukan lagi sekadar eksperimen niche, melainkan kategori yang tumbuh nyata baik dari sisi harga, volume, maupun jumlah aset yang tersedia. 

Robinhood Chain menjadi salah satu pendorong utama di baliknya, tapi data CoinGecko menunjukkan momentum ini sudah menjalar ke ekosistem yang lebih luas. 

Di sisi lain, peringatan IMF soal hilangnya buffer settlement dan langkah hati-hati OJK dalam menyusun regulasi RWA mengingatkan bahwa pertumbuhan secepat ini tetap perlu diimbangi dengan pemahaman risiko yang memadai sebelum terjun berinvestasi.

Cek harga Bitcoin (BTC)Ethereum (ETH)XRPSolana (SOL)GRAM, dan BNB juga memecoin unggulan DOGE. Kamu bisa trading langsung di Bittime!

bittime biaya withdrawal murah

Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.

Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.

Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.

FAQ

Apa itu saham tokenisasi? 

Saham tokenisasi adalah representasi digital dari saham konvensional yang diterbitkan di blockchain, biasanya didukung 1:1 oleh saham asli yang disimpan di kustodian teregulasi. Bentuk ini memungkinkan saham diperdagangkan 24 jam nonstop layaknya aset kripto.

Kenapa SPY di Robinhood Chain bisa melonjak lebih dari 1.300%? 

Kenaikan ini didorong oleh basis market cap yang masih kecil di awal, sehingga persentase perubahannya terlihat sangat besar, ditambah momentum adopsi Robinhood Chain yang tumbuh pesat sejak diluncurkan Juli 2026. Meski persentasenya tinggi, nilai market cap absolutnya ($17,4 juta) masih tergolong kecil dibanding pasar saham konvensional.

Apa itu Robinhood Chain? 

Robinhood Chain adalah jaringan Ethereum layer-2 berbasis Arbitrum Orbit yang diluncurkan Robinhood pada 1 Juli 2026 untuk mendukung perdagangan aset tertokenisasi, termasuk saham dan ETF, secara on-chain.

Apakah tokenisasi saham berisiko? 

Ya. IMF memperingatkan bahwa tokenisasi menghilangkan jeda settlement yang selama ini berfungsi sebagai penyangga risiko, sehingga guncangan pasar atau kegagalan sistem berpotensi menyebar lebih cepat. Investor tetap perlu memahami risiko likuiditas dan regulasi sebelum berinvestasi di aset ini.

Bagaimana posisi Indonesia terhadap tren tokenisasi saham ini? 

OJK sedang menyusun kerangka regulasi tokenisasi aset dunia nyata (RWA) yang lebih komprehensif, dengan beberapa model seperti emas dan SBN sudah diuji lewat regulatory sandbox. Beberapa produk saham tertokenisasi berbasis Ondo Finance juga sudah tersedia di platform lokal berizin seperti Bittime.

 

 

Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.

Campaign Deposit Trade
Auto Earn Ramadan

Blog Bittime

  Aturan Baru OJK tentang Aset Keuangan Digital Mulai Berlaku, Ini yang Perlu Diketahui
Aturan Baru OJK tentang Aset Keuangan Digital Mulai Berlaku, Ini yang Perlu Diketahui

PADK 3/2026 resmi berlaku 1 September 2026, mengatur ulang mekanisme dan format pelaporan penyelenggara aset kripto ke OJK.

2026-09-08Baca