100 Lot Saham Astra Berapa Rupiah? Analisis Saham Asii 2026

2026-07-20
100 Lot Saham Astra Berapa Rupiah Analisis Saham Asii 2026.webp

100 lot saham Astra berarti 10.000 lembar saham (1 lot = 100 lembar). Dengan harga ASII sekitar Rp4.760 per lembar (per 20 Juli 2026), 100 lot setara dengan Rp47.600.000. 

Namun, harga saham ASII berubah setiap hari, dalam 52 minggu terakhir, saham ini bergerak dalam rentang Rp4.400 hingga Rp7.475. Untuk harga terkini, pantau langsung di aplikasi trading atau situs idx.co.id.

Poin Penting

  • Harga saham ASII per 20 Juli 2026 berada di kisaran Rp4.760 per lembar, sehingga 1 lot (100 lembar) setara dengan Rp476.000. 

  • Astra tetap menjadi emiten blue chip dengan dividen konsisten, total dividen 2025 sebesar Rp390 per saham (Rp39.000 per lot).

  • Mayoritas analis merekomendasikan buy atau accumulative buy dengan target harga Rp5.500–Rp6.100.

Pahami prospek emiten besar dan mulai investasi cerdas. Registrasi di Bittime sekarang

Harga Saham Astra Hari Ini

Metrik

Nilai

Harga per lembar (perkiraan, 20 Juli 2026)

Rp4.760

1 lot (100 lembar)

Rp476.000

10 lot (1.000 lembar)

Rp4.760.000

100 lot (10.000 lembar)

Rp47.600.000

Perlu dicatat bahwa harga saham ASII telah terkoreksi sekitar 25% sejak awal 2026, sebagian dipengaruhi oleh aksi divestasi institusi global seperti Blackrock Inc. 

Namun di sisi lain, saham ASII justru menjadi instrumen yang paling banyak diakumulasi oleh investor asing di pasar reguler sepanjang tahun berjalan, dengan total akumulasi mencapai Rp2,65 triliun.

Baca Juga : RANS Entertainment IPO di BEI, Ini Jadwal, Harga Saham RANS, dan Cara Beli

Analisis Saham ASII 2026

Astra International (ASII) adalah konglomerat terbesar Indonesia dengan tujuh segmen bisnis utama: otomotif & mobilitas, jasa keuangan, alat berat & pertambangan, agribisnis, infrastruktur & logistik, teknologi informasi, serta properti & kesehatan. Saham ini sering disebut "miniatur ekonomi Indonesia" karena kinerjanya mencerminkan kondisi makroekonomi nasional secara langsung.

Baca Juga : Apa Itu Saham HSC? Pengertian, Risiko, dan Daftar Saham HSC Terbaru

Kinerja Keuangan Terkini Saham Astra

Laba Bersih & Pendapatan:

- Laba bersih 2025: Rp32,76 triliun

- Pendapatan 9 bulan 2025: Rp244 triliun (turun 1% YoY)

- Laba bersih inti 9 bulan 2025: Rp24,8 triliun (turun 5% YoY)

Dividen:

Astra konsisten membagikan dividen dua kali setahun, interim dan final. Total dividen tahun buku 2025 adalah Rp390 per saham (Rp39.000 per lot), dengan payout ratio 48%.

Baca Juga : Kapitalisasi Tokenisasi Saham Cetak Rekor US$2,3 Miliar, Ondo Finance Kuasai 41% Pasar

Tabel Dividen ASII 2024-2025

Tahun

Dividen Interim

Dividen Final

Total Dividen

2024

Rp98/saham

Rp308/saham

Rp406/saham

2025

Rp98/saham

Rp292/saham

Rp390/saham

Dengan harga Rp4.760, dividend yield saat ini sekitar 8,2%, sangat kompetitif dibandingkan deposito perbankan.

Kinerja Otomotif Semester I-2026:

- Penjualan mobil Astra tumbuh 10% YoY menjadi 222.371 unit

- Pangsa pasar tetap di atas 50%

- Penjualan mobil nasional naik 16% YoY menjadi 436.567 unit

Rekomendasi Analis

Lembaga

Rekomendasi

Target Harga

Alasan

Infovesta Kapital Advisori

Buy on weakness

Rp6.000–Rp6.100

Pemulihan otomotif & jasa keuangan

Maybank Sekuritas

Buy

Rp5.500

Valuasi murah, buyback Rp8T

Rata-rata 18 analis

Buy

Rp6.953

Fundamental solid

Maybank Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy dengan target harga Rp5.500 per saham, menilai tekanan yang dihadapi Astra telah tercermin dalam valuasi saat ini.

Katalis Positif 2026

1. Pemulihan Pasar Otomotif

Penjualan mobil Astra tumbuh 10% di semester I-2026, dengan proyeksi pemulihan daya beli di semester II.

2. Program Buyback Rp8 Triliun

Astra berencana mengalokasikan sekitar Rp8 triliun untuk pembelian kembali saham selama 12 bulan.

3. Strategic Review

Manajemen sedang melakukan tinjauan strategis portofolio, dengan hasil diharapkan selesai di penghujung semester I-2026.

4. Ekspansi ke Kesehatan

Astra mengalokasikan sekitar US$1 miliar untuk belanja modal di sektor kesehatan dalam lima tahun ke depan.

Risiko Investasi

- Siklus Ekonomi

Penjualan otomotif dan harga batu bara sangat dipengaruhi kondisi ekonomi domestik dan global.

- Persaingan EV 

Kendaraan listrik dari China dan global mulai mengancam dominasi Astra di segmen mobil.

- Volatilitas Nilai Tukar

Pelemahan rupiah dapat menekan margin karena komponen otomotif masih diimpor.

- Pelemahan Komoditas

Segmen alat berat dan pertambangan (melalui UNTR) masih dapat menahan pertumbuhan laba.

Kesimpulan: Apakah ASII Masih Layak Dibeli?

ASII tetap menjadi salah satu saham blue chip paling solid di BEI. Dengan harga di bawah Rp5.000, valuasi tergolong murah dibandingkan rata-rata target analis di Rp6.000–Rp7.000. 

Bagi investor jangka panjang yang mengincar pendapatan dividen (yield ~8%) dan potensi capital gain dari pemulihan otomotif, ASII layak dipertimbangkan.

Namun, investasi saham mengandung risiko, termasuk potensi kehilangan sebagian atau seluruh modal. Pastikan melakukan riset mandiri dan sesuaikan keputusan dengan profil risiko Anda.

 

bittime biaya withdrawal murah

 

Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.

Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.

Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.

FAQ

Berapa harga 1 lot saham Astra?

Dengan harga Rp4.760/lembar, 1 lot (100 lembar) = Rp476.000. Harga berubah setiap hari sesuai pergerakan pasar.

Berapa dividen ASII 2025?

Total dividen Rp390 per saham (Rp39.000 per lot), terdiri dari interim Rp98 dan final Rp292.

Apakah ASII masih layak dibeli?

Mayoritas analis merekomendasikan buy dengan target Rp5.500–Rp7.000, didukung fundamental solid dan program buyback.

Apa risiko utama ASII?

Pelemahan daya beli, persaingan kendaraan listrik, volatilitas komoditas, dan pelemahan rupiah.

Kapan jadwal dividen ASII?

Dividen interim biasanya Oktober, dividen final Mei–Juni. Dividen final 2025 dibayarkan 25 Mei 2026.

Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.

Campaign Deposit Trade
Auto Earn Ramadan

Blog Bittime

PONS Price Prediction 2026–2030: Apakah PONS Coin Masih Berpotensi Naik?
PONS Price Prediction 2026–2030: Apakah PONS Coin Masih Berpotensi Naik?

Simak PONS price prediction 2026–2030, analisis harga PONS coin, tokenomics, market cap, dan prospek pertumbuhan di ekosistem Robinhood Chain.

2026-07-21Baca