Apa Itu Saham HSC? Pengertian, Risiko, dan Daftar Saham HSC Terbaru
2026-07-16
High Shareholding Concentration (HSC) adalah kategori saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang sebagian besar saham suatu perusahaan dikuasai oleh segelintir pemegang saham, baik perorangan maupun kelompok terafiliasi.
Saham dengan status HSC memiliki tingkat konsentrasi kepemilikan di atas 90%, sehingga jumlah saham yang benar-benar tersedia untuk diperdagangkan secara bebas di pasar (free float) menjadi sangat terbatas.
Daftar HSC diterbitkan BEI sebagai bentuk transparansi, bukan sanksi atau indikasi pelanggaran, agar investor memahami struktur kepemilikan saham sebelum mengambil keputusan investasi.
Artikel ini akan membahas pengertian, risiko, dan daftar saham HSC terbaru per Juli 2026.
Poin Penting
High Shareholding Concentration (HSC) adalah kategori saham di BEI yang mayoritas kepemilikannya dikuasai oleh satu pihak atau kelompok terafiliasi.
Per 15 Juli 2026, 51 saham yang masuk kategori HSC, meningkat dari 14 saham. BEI menambahkan indikator Price Impact Ratio untuk menyaring emiten berkapitalisasi besar.
Saham HSC memiliki risiko likuiditas dan volatilitas harga tinggi karena pergerakan harga bisa dipengaruhi oleh transaksi kecil dari pemilik utama, bukan murni mekanisme pasar.
Pahami risiko investasi saham dan kelola portofolio Anda dengan bijak. Registrasi di Bittime sekarang.
Apa Itu High Shareholding Concentration (HSC)?

Sumber: AI
HSC adalah kondisi ketika mayoritas saham suatu emiten (sekitar 90% atau lebih) dimiliki oleh satu pihak, kelompok terafiliasi, atau sejumlah kecil pemegang saham. Akibatnya, saham yang benar-benar beredar di publik menjadi sangat tipis.
Penentuan HSC dilakukan oleh BEI bersama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) secara berkala menggunakan metodologi yang melibatkan agregasi kepemilikan dari pihak-pihak yang dianggap sebagai satu kelompok terafiliasi.
Per 15 Juli 2026, BEI menambahkan indikator Price Impact Ratio untuk menyaring emiten berkapitalisasi besar (di atas Rp10 triliun), sehingga jumlah saham HSC melonjak dari 14 menjadi 51 emiten.
Baca Juga : S&P Global Ratings Indonesia BBB/A-2 Dipertahankan, Ini Rekomendasi Saham Hari Ini!
Risiko Saham HSC
Saham dengan status HSC memiliki karakteristik risiko yang perlu dipahami investor :
1. Likuiditas Rendah
Jumlah saham yang tersedia di pasar sangat terbatas, sehingga investor bisa kesulitan membeli atau menjual saham dalam jumlah besar tanpa mempengaruhi harga secara signifikan.
Baca Juga : Ondo Finance Luncurkan Saham Tokenisasi Pertama di Amerika Serikat
2. Volatilitas Tinggi
Harga saham lebih mudah berfluktuasi tajam karena transaksi dalam jumlah kecil pun dapat menggerakkan harga secara signifikan.
Hal ini disebut juga sebagai "scarcity premium" di mana valuasi tinggi karena kelangkaan saham, bukan karena fundamental perusahaan.
Baca Juga : Kapan Waktu Terbaik Membeli Saham untuk Investor Pemula?
3. Kontrol Terpusat
Pemegang saham utama memiliki kendali penuh atas arah kebijakan perusahaan hingga pembagian dividen. Hal ini dapat mempengaruhi tata kelola perusahaan (GCG).
4. Dampak pada Indeks
MSCI menyatakan saham yang diidentifikasi sebagai HSC dapat dikeluarkan dari MSCI Global Investable Market Indexes. Selain itu, BEI akan mengeluarkan saham HSC dari indeks utama seperti LQ45 dan IDX30.
Apakah Saham HSC Harus Dijual?
Status HSC bukan berarti saham tersebut berkualitas buruk. Analis menyarankan investor untuk tidak langsung menjual saham HSC, tetapi mempertimbangkan beberapa hal:
- Fundamental Emiten
Saham masih layak dipertahankan apabila fundamental perusahaan solid dan investasi berorientasi jangka panjang.
- Likuiditas
Perhatikan volume transaksi harian dan spread bid-ask.
- Valuasi
Bandingkan kenaikan harga dengan pertumbuhan laba dan arus kas untuk menilai apakah harga mencerminkan fundamental atau hanya efek kelangkaan.
Baca Juga : Daftar Saham Konglo yang Wajib Kamu Ketahui: Cek Disini!
Berikut daftar lengkap 51 saham yang masuk kategori HSC per 15 Juli 2026
Daftar Saham HSC Terbaru (51 Saham)
Sumber:
Makmur.id (2026). BEI Rilis 9 Saham dengan Kepemilikan di Atas 95%, Ini yang Perlu Investor Tahu. Tersedia di: https://www.makmur.id/id/blog/artikel/bei-rilis-9-saham-dengan-kepemilikan-di-atas-95-ini-yang-perlu-investor-tahu
Kontan.co.id (2026). Ini Daftar 37 Saham Baru Masuk Kategori High Shareholding Concentration (HSC) BEI. Tersedia di: https://investasi.kontan.co.id/news/ini-daftar-37-saham-baru-masuk-kategori-high-shareholding-concentration-hsc-bei
Baca Juga : BBCA vs BBRI: Mana yang Lebih Menarik Dibeli pada 2026?
Kesimpulan
Kategori HSC adalah langkah BEI untuk meningkatkan transparansi dan perlindungan investor, bukan sanksi bagi emiten.
Saham HSC menawarkan potensi keuntungan tetapi juga memiliki risiko likuiditas dan volatilitas yang lebih tinggi. Investor disarankan untuk menganalisis fundamental, likuiditas, dan struktur kepemilikan sebelum memutuskan investasi di saham HSC.
Dengan pemahaman yang tepat, saham HSC tetap bisa menjadi bagian dari portofolio investasi yang bijak.
Pantau token saham AS: AMZON, AMDON, TSLAX, NFLXON MSFTON dan lebih banyak lagi, kamu bisa mulai trading di Bittime.
Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.
Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.
Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.
FAQ
Apa itu saham HSC?
Saham HSC adalah saham di BEI dengan konsentrasi kepemilikan tinggi, di mana lebih dari 90% saham dikuasai oleh satu pihak atau kelompok terafiliasi.
Apa risiko saham HSC?
Risiko utama adalah likuiditas rendah, volatilitas harga tinggi, dan kontrol yang terpusat pada pemegang saham utama.
Berapa jumlah saham HSC per Juli 2026?
Terdapat 51 saham yang masuk kategori HSC per 15 Juli 2026.
Apakah status HSC adalah sanksi?
Tidak, status HSC adalah bentuk transparansi, bukan sanksi atau indikasi pelanggaran oleh emiten.
Apakah saham HSC bisa diperdagangkan?
Ya, saham HSC tetap dapat diperdagangkan secara normal di BEI.
Mengapa BEI menerbitkan daftar HSC?
Untuk memberikan informasi kepada investor tentang struktur kepemilikan saham dan tingkat likuiditas suatu emiten.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.



