XRP Disebut 101 Kali di Riset BIS, Apa yang Sebenarnya Diuji?
2026-09-04
Nama XRP kembali menjadi perhatian setelah Bank for International Settlements (BIS) menerbitkan Working Paper No. 1374 berjudul “Verifiable Official Statistics: A Blockchain-Based Approach” pada 2 September 2026.
Paper tersebut menggunakan XRP Ledger (XRPL) sebagai infrastruktur dalam sebuah proof of concept untuk memverifikasi keaslian dan integritas data statistik resmi.
Namun, narasi bahwa “XRP disebut 101 kali oleh BIS” perlu ditempatkan dalam konteks yang tepat. Yang diuji bukan XRP sebagai aset investasi, melainkan teknologi blockchain XRP Ledger untuk mencatat bukti kriptografis dari data resmi.
Key Takeaways
- BIS mengembangkan proof of concept berbasis XRP Ledger untuk membantu memverifikasi asal dan integritas data statistik resmi.
- Sistem tersebut mencatat cryptographic fingerprint data ke XRPL, bukan menyimpan data mentah di blockchain.
- Riset ini menarik bagi perkembangan blockchain institusional, tetapi bukan pengumuman kemitraan BIS-Ripple atau rekomendasi investasi XRP.
Apa yang Sebenarnya Diuji BIS dengan XRP Ledger?
Masalah yang ingin diselesaikan BIS cukup spesifik: bagaimana pengguna dapat memastikan sebuah dataset resmi benar-benar berasal dari lembaga penerbit dan tidak berubah setelah dipublikasikan?
Hal ini semakin relevan ketika data ekonomi dikonsumsi oleh platform digital, aplikasi otomatis, hingga sistem berbasis AI.
Standar SDMx (Statistical Data and Metadata eXchange) memang digunakan untuk pertukaran statistik resmi, tetapi standar tersebut tidak secara otomatis memberikan mekanisme blockchain untuk membuktikan bahwa file yang diterima masih identik dengan versi aslinya.
BIS kemudian mengembangkan sistem yang mengikat dataset dengan identitas penerbit menggunakan kriptografi dan blockchain. Dalam implementasinya, XRP Ledger digunakan sebagai tempat anchoring bukti tersebut.
Dengan kata lain, XRPL berfungsi lebih seperti lapisan pencatatan dan verifikasi daripada tempat menyimpan seluruh isi data.
Baca Juga: BIS Ungkap Potensi Baru XRP Ledger untuk Sistem Keuangan Digital
Bagaimana Uji Coba XRPL Ini Bekerja?
Mekanismenya dimulai dari dataset SDMx. Sistem melakukan proses canonicalisation dan hashing sehingga setiap data memiliki sidik jari digital yang dapat diverifikasi.
Beberapa fingerprint kemudian dapat digabungkan menggunakan struktur Merkle tree. Hasil akhirnya berupa satu nilai ringkas atau Merkle root yang dicatat pada XRP Ledger.
Data aslinya tidak perlu dimasukkan ke blockchain. Karena yang dicatat hanyalah fingerprint, kerahasiaan dataset tetap dapat dipertahankan.
Pengguna yang memperoleh file dapat menghitung kembali fingerprint dan membandingkannya dengan bukti yang tercatat di ledger.
BIS juga memasukkan W3C Verifiable Credential dan mekanisme identitas yang terhubung dengan alamat XRPL.
Dengan pendekatan tersebut, pengguna dapat memeriksa siapa penerbit data sekaligus memastikan apakah isi file berubah setelah diterbitkan.
Hasil pengujian prototipe menunjukkan median waktu publikasi sekitar 3–5 detik, sedangkan verifikasi membutuhkan 1–2 detik dalam kondisi pengujian terkontrol. BIS juga menemukan bahwa biaya on-chain dapat menjadi sangat kecil ketika banyak dataset digabung dalam satu batch.
Pantau perkembangan XRP dan aset crypto lainnya dengan mendaftar di Bittime dan ikuti update pasar terbaru.
Mengapa XRP Ledger Dipilih?
Inilah bagian yang paling relevan bagi pembahasan XRP.
BIS tidak sekadar menyebut blockchain secara abstrak. Working paper tersebut memiliki proof of concept XRPL yang benar-benar dikembangkan dan diuji.
Karena itu, penyebutan XRP Ledger sebanyak 101 kali menjadi menarik secara teknis, tetapi angka tersebut sendiri bukan indikator bahwa BIS memberikan endorsement terhadap XRP.
Fokus utama peneliti adalah karakteristik ledger yang cocok untuk kebutuhan verifikasi: transaksi cepat, biaya rendah, finalitas ledger, serta ketersediaan sumber daya pengembangan.
Sistem tersebut juga dirancang agar konsepnya dapat diperluas ke format data lain dan tidak secara fundamental bergantung pada satu blockchain saja.
Jadi, istilah “adopsi institusional XRP” harus digunakan dengan hati-hati. Yang telah diuji adalah infrastruktur XRP Ledger, bukan penggunaan XRP sebagai instrumen pembayaran atau aset investasi oleh BIS.
Baca Juga: Tokenisasi Emas di XRP Ledger, Bisakah Jadi Katalis Baru untuk XRP?
Apakah Riset Ini Bisa Berkaitan dengan Tokenisasi Aset?
Potensinya justru menjadi lebih menarik ketika data terverifikasi dapat digunakan sebagai input bagi sistem keuangan digital.
Dalam paper tersebut, BIS membahas kemungkinan pengembangan lebih lanjut menuju sistem yang dapat memanfaatkan data terverifikasi untuk aplikasi seperti aset digital yang dapat diprogram.
Secara konsep, data ekonomi yang sudah memiliki bukti integritas dapat menjadi input bagi instrumen digital yang ketentuannya bergantung pada indikator tertentu.
Misalnya, data inflasi atau indikator ekonomi tertentu dapat menjadi referensi bagi kontrak digital, produk derivatif, atau instrumen tokenisasi aset digital.
Namun, tahap tersebut masih merupakan arah pengembangan, bukan produk finansial yang sudah diluncurkan BIS.
Cari tahu cara beli XRP (XRP) di Bittime!
Apa Artinya bagi XRP?
Riset ini memberikan sinyal penting tentang bagaimana teknologi blockchain BIS dapat digunakan untuk kebutuhan institusional yang berbeda dari transaksi kripto biasa.
Jika eksperimen semacam ini berkembang menjadi implementasi produksi, XRP Ledger berpotensi mendapatkan perhatian lebih besar sebagai infrastruktur untuk integritas data, interoperabilitas, dan aplikasi keuangan digital.
Tetapi dampaknya terhadap harga XRP tidak dapat disimpulkan secara langsung. Penggunaan XRPL tidak otomatis berarti BIS membeli atau menggunakan XRP dalam jumlah besar.
Bahkan, paper tersebut secara eksplisit berada pada tahap proof of concept, sehingga masih diperlukan pengujian lebih lanjut sebelum sistem digunakan dalam lingkungan produksi.
Karena itu, berita “XRP disebut 101 kali” sebaiknya dibaca sebagai indikator meningkatnya perhatian terhadap teknologi XRPL, bukan sebagai bukti bahwa BIS telah mengadopsi XRP sebagai aset resmi.
Baca juga : Pembaruan XRP Ledger v3.3.0: Lima Fitur Baru Khusus Perbankan dan Aset Tokenisasi
Kesimpulan
Riset BIS tersebut memang menjadi perkembangan menarik bagi ekosistem XRP Ledger.
Untuk pertama kalinya, pembahasan XRP dalam konteks ini tidak berpusat pada harga atau pembayaran lintas negara, melainkan pada verifikasi data ekonomi menggunakan blockchain.
Yang diuji adalah mekanisme untuk memastikan statistik resmi tetap autentik dan tidak berubah setelah dipublikasikan. XRPL digunakan untuk mencatat bukti kriptografis tersebut dengan latensi beberapa detik dan biaya on-chain yang rendah.
Jadi, pertanyaan yang lebih tepat bukan “Apakah BIS mengadopsi XRP?”, melainkan “Apakah XRPL dapat menjadi salah satu infrastruktur yang layak untuk kebutuhan data dan keuangan digital institusional?” Riset terbaru ini menunjukkan bahwa pertanyaan tersebut sudah mulai diuji secara nyata.
Tertarik trading XRP? Selain pasangan XRP/IDR, Bittime juga menyediakan XRP/USDT untuk memudahkan strategi trading dan investasimu.
Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.
Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.
Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.
FAQ
Apa arti XRP disebut 101 kali dalam riset BIS?
Artinya XRP Ledger menjadi bagian penting dari pembahasan teknis dalam paper BIS tersebut. Angka 101 kali tidak berarti BIS memberikan rekomendasi investasi terhadap XRP.
Apa yang diuji BIS di XRP Ledger?
BIS menguji sistem untuk melakukan anchoring fingerprint kriptografis dataset statistik resmi ke XRP Ledger sehingga keaslian dan integritas file dapat diverifikasi.
Apakah ini berarti BIS bermitra dengan Ripple?
Tidak. Paper tersebut merupakan proof of concept dan penggunaan XRPL dalam riset tidak sama dengan kemitraan komersial antara BIS dan Ripple.
Apakah riset BIS otomatis bullish untuk harga XRP?
Belum tentu. Riset ini dapat memperkuat narasi utilitas XRPL, tetapi tidak memberikan jaminan terhadap pergerakan harga XRP.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.



