SpaceX Bukan Cuma Roket, AI Dorong Target Saham ke US$280
2026-09-04
Baru dua bulan melantai di Nasdaq, saham SpaceX sudah bikin meja riset Wall Street kerja lembur. Oppenheimer, salah satu firma sekuritas yang rajin memantau ticker SPCX sejak hari pertama, baru saja merevisi target saham SpaceX ke angka US$280 per lembar.
Menariknya, alasan di balik kenaikan ini bukan soal roket Starship atau satelit Starlink yang selama ini jadi identitas perusahaan Elon Musk, tapi lini bisnis yang relatif baru: kecerdasan buatan.
Fenomena ini menarik dicermati karena menunjukkan bagaimana narasi AI kini merambah hampir semua sektor, termasuk perusahaan aerospace yang awalnya identik dengan urusan luar angkasa.
Key Takeaways
- Oppenheimer menaikkan target saham SpaceX (SPCX) ke US$280, didorong ekspansi bisnis AI lewat Grok dan akuisisi Cursor senilai US$60 miliar.
- Segmen AI SpaceX tumbuh 250% secara tahunan jadi US$2,6 miliar, tapi belanja modalnya juga meledak jadi US$15,8 miliar dalam satu kuartal saja.
- Target harga dari para analis Wall Street sangat lebar, mulai dari US$62 (paling skeptis) hingga US$900 (paling bullish).
SpaceX Merambah Bisnis AI: Dari Grok sampai Akuisisi Cursor
SpaceX resmi melantai di Nasdaq pada 12 Juni 2026 dengan harga penawaran US$135 per saham, meraup dana US$75 miliar, dan langsung tercatat sebagai IPO terbesar dalam sejarah pasar modal dilansir Reuters. Namun yang membuat cerita ini makin ramai bukan cuma soal roket, melainkan langkah SpaceX merangsek ke industri AI dalam waktu singkat.
Februari 2026, SpaceX merger dengan xAI milik Elon Musk, membawa chatbot Grok masuk ke dalam portofolio bisnis perusahaan. Tak berhenti di situ, pertengahan Juni 2026 SpaceX mengakuisisi Cursor lewat kesepakatan all-stock senilai US$60 miliar, memperkuat posisinya di pasar code automation berbasis AI.
Di sisi infrastruktur, perusahaan juga dilaporkan menjalin kerja sama chip eksklusif dengan Nvidia, termasuk pemanfaatan arsitektur terbaru Nvidia Rubin untuk mendukung ambisi komputasi AI, bahkan hingga wacana data center di orbit.
Kombinasi Grok, Cursor, dan akses ke chip generasi terbaru inilah yang mengubah cara analis memandang SpaceX — dari sekadar perusahaan roket jadi calon pemain besar di infrastruktur AI.
Kalau kamu tertarik memantau tren aset digital yang bersinggungan dengan sektor teknologi seperti ini, kamu bisa mulai eksplorasi lewat Bittime untuk mengakses pasar dengan lebih praktis dan aman.
Oppenheimer Pasang Target US$280, Analis Lain Ikut Bersuara

Perjalanan target Oppenheimer untuk saham SPCX cukup dinamis. Firma ini awalnya memulai cakupan dengan target US$190 saat SpaceX baru IPO, lalu menaikkannya jadi US$250 pertengahan Juni 2026 seiring optimisme soal Starship dan pertumbuhan AI.
Revisi terbaru ke US$280 melanjutkan tren tersebut, mencerminkan keyakinan bahwa monetisasi bisnis AI SpaceX bergerak lebih cepat dari perkiraan awal.
Oppenheimer bukan satu-satunya yang bullish. Beberapa firma besar lain juga memasang target agresif:
- Morgan Stanley — US$300, dengan alasan SpaceX bisa "mengubah energi jadi kecerdasan" lewat AI
- Stephens — US$296
- Arete Research — US$401 untuk 2027, didorong reusability Starship dan ekspansi Starlink
- JPMorgan — naik dari US$225 ke US$240, memproyeksikan revenue tahunan tembus US$1 triliun pada 2030
- Citi — target resmi US$200, tapi bull case bisa sampai US$900
Sebagai pembanding, Morningstar justru jadi suara paling skeptis dengan valuasi hanya US$63 per saham, menilai proyeksi bisnis AI dan Starship masih terlalu spekulatif untuk dijadikan dasar valuasi dilansir Yahoo Finance.
Rentang seluas ini — dari US$63 sampai US$900 — menunjukkan betapa terbelahnya pandangan Wall Street terhadap prospek saham SpaceX.
Baca Juga: Pendanaan AI Nvidia $500 Miliar, Token AI Crypto Ikut Diuntungkan?
Starlink Tetap Jadi Andalan, Tapi Belanja AI Bikin Investor Waswas

Sumber gambar: Generated by AI
Laporan kuartal kedua 2026 jadi ujian pertama SpaceX sebagai perusahaan publik. Revenue tercatat US$7,8 miliar, naik 92% dari tahun sebelumnya, dengan revenue AI melonjak 250% jadi US$2,6 miliar. Di atas kertas, angka ini solid.
Masalahnya ada di sisi belanja: capex AI meledak jadi US$15,8 miliar dalam satu kuartal saja, naik dua kali lipat dari US$7,7 miliar di kuartal sebelumnya dilansir TipRanks.
Kombinasi capex jumbo plus kekhawatiran share unlock — potensi tambahan pasokan saham beredar hingga 140% — membuat SPCX sempat anjlok sekitar 11% pasca laporan tersebut.
Investor mempertanyakan berapa lama arus kas Starlink harus menopang dua ambisi sekaligus: pengembangan Starship dan ekspansi AI yang masih membakar uang.
Baca Juga: BIS Ungkap Potensi Baru XRP Ledger untuk Sistem Keuangan Digital
Sampai saat ini, Starlink masih jadi tulang punggung finansial SpaceX. Segmen ini menyumbang 61% dari total revenue 2025 (sekitar US$11,4 miliar) dengan margin operasi mendekati 40%.
Sementara segmen AI, meski tumbuh paling cepat, masih mencatat rugi operasi signifikan. Investor kawakan seperti Michael Burry bahkan secara terbuka menyebut valuasi SpaceX terlalu "aspirasional" dibanding fundamental yang ada saat ini.
Menariknya, dinamika ini juga terekam di pasar derivatif crypto. Data dari CoinGlass mencatat SPCX versi tokenized diperdagangkan di kisaran US$150, dengan volume futures harian mencapai US$3,19 miliar dan open interest US$1,06 miliar — menandakan minat spekulatif yang tinggi di luar bursa saham konvensional.
Baca Juga: 10 Situs Free Bitcoin Mining dan Faucet 2026, Mana yang Legit?
Kesimpulan
Target saham SpaceX ke US$280 dari Oppenheimer mencerminkan pergeseran narasi besar: perusahaan yang dulu dikenal lewat Falcon 9 dan Starlink kini mulai dinilai sebagai pemain AI lewat Grok, Cursor, dan kemitraan chip Nvidia.
Namun optimisme ini berjalan beriringan dengan risiko nyata — belanja modal yang membengkak, segmen AI yang masih rugi, dan rentang target analis yang sangat lebar dari US$63 hingga US$900.
Bagi calon investor, saham SPCX menawarkan eksposur ke dua tren besar sekaligus (eksplorasi luar angkasa dan AI), tapi dengan volatilitas yang perlu dicermati sebelum mengambil posisi.
Kamu bisa mulai trading di Bittime sambil memantau tokenized stocks: AMZON, AMDON, TSLAX, NFLXON MSFTON dan lebih banyak lagi!
Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.
Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.
Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.
FAQ
Apa itu saham SPCX?
SPCX adalah ticker Nasdaq untuk Space Exploration Technologies Corp (SpaceX), perusahaan roket dan internet satelit milik Elon Musk yang IPO pada 12 Juni 2026.
Kenapa Oppenheimer menaikkan target saham SpaceX ke US$280?
Kenaikan ini didorong pertumbuhan bisnis AI SpaceX lewat Grok dan akuisisi Cursor, yang dinilai mempercepat monetisasi di luar bisnis roket dan Starlink.
Apa risiko utama investasi di saham SpaceX?
Risiko utamanya meliputi belanja modal AI yang sangat besar, segmen AI yang masih merugi, serta potensi tekanan harga dari share unlock di masa mendatang.
Berapa rentang target harga saham SpaceX dari para analis?
Rentangnya sangat lebar, mulai dari US$63 (Morningstar) hingga US$900 (bull case Citi), mencerminkan perbedaan pandangan soal seberapa realistis proyeksi bisnis AI dan Starship.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.



