Saham UBER Menguat saat Robotaxi Wayve Debut di London
2026-09-04
Pukul delapan pagi waktu London, sebuah Ford Mustang Mach-E melaju pelan menyusuri jalanan sempit Westminster, dengan tangan pengemudi di kursi kemudi hanya bersiaga tanpa benar-benar mengendalikan setir.
Momen itu menandai debut robotaxi Uber pertama di ibu kota Inggris, hasil kolaborasi dengan Wayve, perusahaan kecerdasan buatan asal Cambridge. Sehari setelah peluncuran, saham UBER justru ikut terdongkrak, ditutup naik 1,61 persen ke level $76,45 pada perdagangan Rabu, lalu bertambah lagi 0,6 persen di sesi after-hours menjadi $76,89.
Ekspansi bisnis UBER dan respons pasar yang positif ini menarik perhatian investor maupun pengamat industri otomotif. Bagaimana skema kerja sama Uber dan Wayve ini berjalan, dan seberapa besar potensi dampaknya ke harga saham Uber ke depan? Berikut ulasannya.
Apa Itu Robotaxi Wayve dan Bagaimana Uber Meluncurkannya di London

Sumber: Wayve
Robotaxi Wayve beroperasi menggunakan armada Ford Mustang Mach-E listrik yang dilengkapi teknologi AI Driver milik Wayve.
Berbeda dari sistem AV kebanyakan yang mengandalkan peta HD dan sensor spesifik, teknologi Wayve dirancang mempelajari pola mengemudi secara langsung dari data video dan kondisi jalan real-time, sehingga bisa lebih adaptif menghadapi cuaca dan rute yang berubah-ubah.
Jumlah armada awal masih terbatas. Blockonomi mencatat kurang dari 20 unit yang beroperasi, sementara Technology.org dan Time News menyebut angka lebih spesifik yaitu 15 kendaraan berlisensi.
Pelanggan yang memesan UberX, Uber Comfort, atau Uber Electric lewat aplikasi berpeluang dipasangkan dengan salah satu robotaxi ini tanpa biaya tambahan, dan mereka tetap bisa menolak lalu beralih ke kendaraan dengan pengemudi manusia.
Yang membedakan tahap ini dari robotaxi sepenuhnya otonom adalah kehadiran safety operator berlisensi di kursi kemudi. Petugas ini siap mengambil alih kendali atau menginjak rem kapan pun diperlukan.
Menurut Sarfraz Maredia, Head of Autonomous Mobility Uber, perusahaan masih menunggu proses persetujuan regulator Inggris sebelum bisa menghapus kebutuhan safety driver, dan belum ada kepastian waktu kapan itu akan terjadi.
Kalau kamu tertarik memantau perkembangan sektor teknologi seperti ini sekaligus ingin tahu peluang di pasar aset digital, kamu bisa mendaftar akun di Bittime untuk mulai berinvestasi di platform yang sudah berizin resmi OJK.
Mengapa Saham UBER Menguat Usai Peluncuran
Reaksi pasar terhadap peluncuran ini terbilang positif meski skalanya masih kecil. Harga saham Uber naik 1,61 persen pada penutupan perdagangan Rabu ke $76,45, lalu berlanjut naik 0,6 persen di after-hours menjadi $76,89.
Kenaikan ini mencerminkan optimisme investor terhadap langkah ekspansi Uber ke segmen kendaraan otonom, sebuah sektor yang dipandang sebagai salah satu katalis pertumbuhan jangka panjang perusahaan.
Sentimen bullish terhadap saham Uber juga tampak dari sisi analis Wall Street. Blockonomi melaporkan rating konsensus Strong Buy dengan rincian 29 rekomendasi Buy, tiga Hold, dan nol Sell dalam tiga bulan terakhir.
Target harga rata-rata analis berada di angka $104,04, atau sekitar 36 persen di atas harga saat itu. Data ini sejalan dengan laporan TIKR dan Barchart yang di periode berdekatan juga mencatat target konsensus di kisaran $104 hingga $106 dengan mayoritas rating Buy atau Outperform.
Penting dicatat, kenaikan saham ini terjadi di tengah tekanan margin dari perubahan model bisnis di Inggris yang sempat memangkas pertumbuhan pendapatan Uber beberapa kuartal terakhir. Artinya, peluncuran robotaxi London bukan sekadar simbolis, melainkan sinyal bahwa Uber terus mendorong diversifikasi pendapatan di tengah tantangan operasional yang ada.

Harga saham UBER hari ini 4 September 2026. Sumber: TradingView
Baca Juga: Pendanaan AI Nvidia $500 Miliar, Token AI Crypto Ikut Diuntungkan?
Strategi Uber dan Wayve dalam Ekspansi Robotaxi Global
Kemitraan Uber dan Wayve sebetulnya sudah terjalin sejak 2024, ditandai dengan investasi awal Uber ke perusahaan AI tersebut. Model bisnis yang dipilih Uber cukup khas: alih-alih membangun teknologi self-driving sendiri, perusahaan memilih bermitra dengan berbagai pengembang AV.
Pola ini memberi mitra seperti Wayve akses instan ke basis pelanggan Uber yang sudah mapan, sementara Uber sendiri terhindar dari beban riset dan pengembangan yang mahal.
London menjadi kota kedua Uber di Eropa yang mendapatkan layanan robotaxi, setelah Zagreb yang lebih dulu meluncurkan kerja sama dengan Pony.AI asal China. Di luar Eropa, Uber juga sudah mengoperasikan kendaraan Baidu yang benar-benar tanpa pengemudi di Dubai.
Menurut laporan EVMagazine dan BusinessCloud, kemitraan Uber-Wayve direncanakan meluas ke lebih dari 10 pasar global, dengan Tokyo disebut sebagai kota berikutnya lewat kolaborasi bersama Nissan.
Skala pendanaan di balik Wayve juga tidak kecil. Perusahaan ini menutup putaran Series D senilai $1,2 miliar pada Februari 2026, ditambah komitmen investasi tambahan berbasis milestone dari Uber sehingga totalnya mencapai $1,5 miliar.
Putaran ini mengangkat valuasi Wayve menjadi $8,6 miliar, dengan daftar investor yang mencakup SoftBank Vision Fund 2, Microsoft, Nvidia, serta produsen otomotif besar seperti Mercedes-Benz, Nissan, dan Stellantis, menurut data Reuters dan LBC.
Baca Juga: BIS Ungkap Potensi Baru XRP Ledger untuk Sistem Keuangan Digital
Tantangan dan Regulasi Kendaraan Otonom di London
Mengoperasikan taksi otonom London bukan perkara mudah. Kota ini punya jalanan sempit peninggalan berabad-abad lalu, kemacetan yang padat, serta interaksi rumit dengan bus umum, pesepeda, dan pengendara sepeda listrik — kondisi yang jauh berbeda dari kota-kota Amerika Serikat seperti San Francisco atau Los Angeles tempat robotaxi lebih dulu berjalan mulus.
Salah satu insiden selama masa uji coba awal turut menggambarkan kompleksitas ini. Menurut laporan Technology.org, seorang jurnalis yang mencoba layanan tersebut sempat mengalami momen di mana mobil mengerem mendadak disertai alarm internal, setelah pintu belakang sebuah van yang terparkir di jalan sempit tiba-tiba terbuka.
Safety driver langsung mengambil alih kendali. Wayve menyebut tindakan itu murni keputusan pengemudi, dan sistemnya sebenarnya cukup percaya diri mampu menangani situasi serupa.
Dari sisi regulasi, pemerintah Inggris lewat Department for Transport masih menyiapkan kerangka aturan resmi untuk operasi kendaraan otonom penuh, ditargetkan rampung sekitar 2027.
Target awal yang sempat disebut bisa terwujud akhir 2026 kini dinilai kurang realistis. Situasi ini membuat London makin ramai jadi arena kompetisi robotaxi, karena Waymo milik Alphabet dan Baidu juga tengah mempersiapkan layanan komersial serupa di kota yang sama, menurut laporan Bloomberg dan TechCrunch.
Baca Juga: 10 Situs Free Bitcoin Mining dan Faucet 2026, Mana yang Legit?
Kesimpulan
Debut robotaxi Uber-Wayve di London menandai langkah signifikan dalam ekspansi bisnis robotaxi Uber di Eropa, sekaligus memberi sentimen positif ke pergerakan saham UBER yang ditutup menguat pasca pengumuman.
Meski armada masih terbatas dan safety driver masih wajib hadir, dukungan pendanaan besar ke Wayve serta rencana ekspansi ke lebih dari 10 kota global menunjukkan keseriusan Uber menggarap segmen kendaraan otonom.
Dengan rating analis yang mayoritas Strong Buy dan target harga signifikan di atas level saat ini, sektor mobil tanpa pengemudi ini layak terus dipantau sebagai salah satu katalis pertumbuhan jangka menengah perusahaan.
Pantau token saham AS: AMZON, AMDON, TSLAX, NFLXON MSFTON dan lebih banyak lagi, kamu bisa mulai trading di Bittime.
Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.
Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.
Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.
FAQ
Apa itu robotaxi Wayve?
Robotaxi Wayve adalah layanan taksi otonom yang menggunakan teknologi AI Driver buatan Wayve, perusahaan kecerdasan buatan asal Inggris, dan dioperasikan lewat armada Ford Mustang Mach-E listrik dalam kemitraan dengan Uber.
Kapan robotaxi Uber-Wayve diluncurkan di London?
Layanan ini resmi diluncurkan awal September 2026, menjadikan London kota kedua Uber di Eropa yang mendapatkan layanan robotaxi setelah Zagreb.
Apakah robotaxi Uber di London sudah tanpa pengemudi?
Belum. Setiap kendaraan masih didampingi safety operator berlisensi yang bisa mengambil alih kendali kapan saja, karena persetujuan regulator untuk operasi penuh tanpa pengemudi masih dalam proses.
Berapa target harga saham UBER menurut analis?
Target harga rata-rata analis berada di kisaran $104, dengan rating konsensus Strong Buy yang menyiratkan potensi kenaikan sekitar 36 persen dari level perdagangan saat berita ini diterbitkan.
Siapa saja investor di balik Wayve?
Investor utama Wayve mencakup SoftBank Vision Fund 2, Microsoft, Nvidia, dan Uber, ditambah produsen otomotif seperti Mercedes-Benz, Nissan, dan Stellantis yang ikut serta dalam putaran pendanaan Series D senilai $1,5 miliar.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.



