Pembaruan XRP Ledger v3.3.0: Lima Fitur Baru Khusus Perbankan dan Aset Tokenisasi

2026-08-03

Pembaruan XRP Ledger v3.3.0 Lima Fitur Baru Khusus Perbankan dan Aset Tokenisasi.png

Bulan lalu, dua fitur penting sempat dicoret dari roadmap XRP Ledger setelah audit keamanan menemukan celah yang berpotensi memindahkan dana dari akun yang bukan milik penyerang. 

Minggu depan, RippleX membawa keduanya dalam bentuk yang sudah diperbaiki, digabung dengan tiga fitur baru lainnya, lewat rilis xrpld v3.3.0. Pembaruan ini digadang-gadang jadi salah satu langkah paling signifikan XRP Ledger menuju adopsi perbankan dan tokenisasi aset dunia nyata atau RWA.

Key Takeaways

  • RippleX akan merilis xrpld v3.3.0 minggu depan, membawa lima amandemen protokol yang menyasar institusi keuangan dan aset tokenisasi.
  • Dua fitur, Batch Transactions dan Permission Delegation, sempat ditarik karena celah keamanan kritis, kini kembali dalam versi yang sudah diperbaiki.
  • Setiap amandemen wajib mendapat dukungan minimal 80% validator selama 14 hari berturut-turut sebelum benar-benar aktif di mainnet.

Lima Amandemen yang Dibawa RippleX Lewat xrpld v3.3.0

Jazzi Cooper, Head of Product RippleX, menjelaskan bahwa XRP Ledger sudah terbukti mampu menampung aset tokenisasi dalam skala besar. Fokus RippleX sekarang bergeser ke bagaimana membuat aset-aset itu lebih mudah dipindahkan, diperdagangkan, dijadikan jaminan, hingga diselesaikan transaksinya lintas jaringan, menurut laporan Coinpedia.

Ada lima amandemen yang dibawa dalam pembaruan ini:

Batch Transactions menggabungkan hingga delapan transaksi jadi satu paket. Semua transaksi berhasil bersamaan, atau gagal bersamaan — mekanisme ini menekan biaya dan membuat jaringan lebih efisien.

Permission Delegation memberi bisnis kemampuan mengatur akses terbatas untuk karyawan atau pihak ketiga, tanpa perlu membagikan kendali penuh atas wallet. Fitur ini krusial untuk institusi yang mengelola aset dalam jumlah besar dengan banyak pihak terlibat.

Confidential Multi-Purpose Tokens (Confidential MPT) menyembunyikan saldo dan jumlah transaksi dari publik, tapi regulator atau auditor yang berwenang tetap bisa mengaksesnya bila diperlukan. Ini menjawab kebutuhan privasi institusi tanpa mengorbankan kepatuhan regulasi.

Baca Juga: Ripple (XRP) Dapat Kepercayaan Besar dari Wall Street: Apa Artinya?

Sponsored Fees and Reserves memungkinkan perusahaan membayar biaya jaringan atas nama penggunanya. Artinya, pengguna aplikasi berbasis XRP Ledger tidak lagi wajib memegang XRP hanya untuk bertransaksi.

Dynamic Multi-Purpose Tokens (Dynamic MPT) memberi penerbit token kemampuan mengubah pengaturan tertentu setelah token diluncurkan, tanpa harus membuat token baru dari nol — memudahkan penyesuaian ketika regulasi berubah.

Buat kamu yang ingin memantau pergerakan harga XRP sambil menunggu amandemen ini disahkan validator, kamu bisa daftar akun trading di Bittime untuk mulai transaksi XRP secara aman dan legal di platform yang sudah berizin OJK. 

Ripple XRP Ledger.png

Sumber: X/@Ripple

Dua Fitur yang Sempat Ditarik: Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Bagian paling menarik dari xrpld v3.3.0 bukan soal fitur barunya, tapi soal dua fitur lama yang sempat "dikubur". Akun BSCN di media sosial mengungkap bahwa Batch Transactions dan Permission Delegation sebelumnya ditarik dari roadmap setelah peneliti keamanan menemukan bug yang bisa dimanfaatkan penyerang untuk memindahkan dana dari akun yang tidak mereka kendalikan.

Kabar baiknya, tidak ada dana nasabah yang hilang akibat celah tersebut. Bug ini ditemukan lewat riset keamanan sebelum kedua fitur sempat naik ke mainnet, sehingga risikonya murni bersifat teoritis dan berhasil ditangkap sebelum berdampak nyata ke pengguna.

Baca Juga: Sejarah Ripple (XRP) yang Wajib Kamu Ketahui

BSCN juga menyebut Sponsored Fees sebagai "sleeper feature" alias fitur yang kurang disorot publik tapi berpotensi paling berdampak. 

Alasannya sederhana: begitu bank atau perusahaan bisa menanggung biaya jaringan atas nama nasabahnya, hambatan teknis terbesar bagi orang awam untuk memakai aplikasi berbasis XRP Ledger — yaitu keharusan memiliki XRP terlebih dulu — otomatis hilang.

Meski server xrpld v3.3.0 rencananya dirilis minggu depan, fitur-fiturnya tidak langsung aktif begitu saja. 

Sesuai mekanisme tata kelola XRP Ledger, setiap amandemen baru bisa berlaku di mainnet setelah mendapat dukungan minimal 80% suara validator tepercaya, dan dukungan itu harus bertahan konsisten selama 14 hari penuh. Proses ini jadi pengaman berlapis, terutama setelah pengalaman dua fitur yang sempat bermasalah di atas.

Kecepatan pengembangan XRPL juga patut dicatat. Beberapa minggu lalu, validator masih sibuk meninjau pembaruan minor seputar lending, vault, dan bursa berizin. Kini roadmap sudah melompat jauh ke lima amandemen sekaligus yang menyentuh inti kebutuhan institusi keuangan.

Baca Juga: Kerjasama Ripple (XRP) dengan 8 Perusahaan Besar, Wajib Tahu! 

Kesimpulan

xrpld v3.3.0 menandai fase baru XRP Ledger yang lebih serius menggarap pasar institusi dan aset tokenisasi, bukan sekadar menambah fitur teknis. 

Kombinasi antara privasi terkontrol, delegasi akses, efisiensi transaksi, dan penghapusan hambatan kepemilikan XRP lewat Sponsored Fees membuat XRPL makin relevan buat bank dan perusahaan yang ingin masuk ke blockchain tanpa ribet. Namun, semua ini masih menunggu restu validator — jadi implementasi penuh baru akan terlihat setelah proses voting 14 hari selesai.

 

Cek harga Bitcoin (BTC)Ethereum (ETH)XRPSolana (SOL)GRAM, dan BNB juga memecoin unggulan DOGE. Kamu bisa trading langsung di Bittime!

bittime biaya withdrawal murah

Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.

Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.

Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.

FAQ

Apa itu xrpld v3.3.0? 

xrpld v3.3.0 adalah versi server terbaru XRP Ledger yang akan dirilis RippleX minggu depan, membawa lima amandemen protokol untuk mendukung institusi dan aset tokenisasi.

Fitur apa saja yang dibawa dalam pembaruan ini? 

Ada lima fitur: Batch Transactions, Permission Delegation, Confidential MPT, Sponsored Fees and Reserves, dan Dynamic MPT.

Kenapa Batch Transactions dan Permission Delegation sempat ditarik? 

Keduanya ditarik karena peneliti keamanan menemukan bug yang bisa memungkinkan penyerang memindahkan dana dari akun yang tidak mereka kendalikan. Tidak ada dana yang hilang karena bug ditemukan sebelum fitur ini naik ke mainnet.

Kapan fitur-fitur ini aktif di jaringan utama XRP Ledger? 

Setiap amandemen butuh dukungan minimal 80% validator secara konsisten selama 14 hari berturut-turut sebelum resmi aktif di mainnet.

Apa manfaat Sponsored Fees bagi pengguna biasa? 

Fitur ini memungkinkan perusahaan membayar biaya jaringan atas nama penggunanya, sehingga pengguna tidak perlu lagi memiliki XRP hanya untuk memakai aplikasi di XRP Ledger.

Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.

Campaign Deposit Trade
Auto Earn Ramadan

Blog Bittime

  Saham DSNG: Profil Perusahaan, Pergerakan Harga, dan Analisis Fundamental
Saham DSNG: Profil Perusahaan, Pergerakan Harga, dan Analisis Fundamental

Kenali profil PT Dharma Satya Nusantara, pergerakan harga saham DSNG, dan analisis fundamentalnya sebelum memutuskan investasi.

2026-08-03Baca