Tokenized Stocks Makin Dilirik Bursa Tradisional, Bagaimana Masa Depan Saham Berbasis Blockchain?
2026-09-04
Bursa efek terbesar di dunia mulai serius membawa saham ke dunia blockchain. London Stock Exchange (LSE) baru-baru ini mengumumkan pengembangan struktur ekuitas ter-tokenisasi UK sekaligus kemitraan dengan Payward, induk Kraken, untuk menghadirkan tokenized stocks yang dapat diperdagangkan 24 jam di venue LSE 24 pada 2027 mendatang.
Langkah ini menandai babak baru perkembangan pasar modal: ekuitas publik yang selama ini hanya hidup di sistem settlement tradisional kini mulai bereksperimen dengan representasi digital yang lebih fleksibel, cepat, dan dapat diakses secara global.
Key Takeaways
- LSEG meluncurkan struktur ekuitas ter-tokenisasi UK untuk memperluas akses pasar modal sambil mempertahankan hak pemegang saham dan standar tata kelola.
- Kemitraan dengan Payward membuka jalan bagi listing xStocks (representasi tokenisasi 1:1 saham) di LSE 24 pada 2027, tunduk persetujuan regulator.
- Infrastruktur DSD dan DiSH menjadi tulang punggung settlement dan servicing sekuritas digital dalam ekosistem LSEG.
Apa Itu Tokenized Stocks dan Mengapa Bursa Tradisional Mulai Tertarik?
Tokenized stocks atau tokenized shares adalah representasi digital dari saham yang diperdagangkan di bursa tradisional, yang diterbitkan sebagai token di blockchain. Setiap token mewakili kepemilikan atas saham dasar (underlying security) dengan rasio 1:1, sehingga kinerja harganya melacak saham asli yang tercatat di bursa.
Saham berbasis blockchain ini dapat dipindahkan antar wallet, bursa terpusat alias Centralized Exchange (CEX), dan aplikasi on-chain dengan lebih mudah dibanding saham tradisional.
Tokenisasi juga menawarkan programmability yang memungkinkan integrasi dengan protokol DeFi, smart contract, dan infrastruktur digital lainnya, serta akses 24/7 karena blockchain tidak mengenal jam tutup seperti bursa konvensional.
Baca Juga: Apa Itu Ondo Tokenized Stock? Daftar Aset yang Tersedia di Bittime
Bursa tradisional seperti LSEG mulai mengeksplorasi tokenisasi saham untuk memperluas basis investor global, terutama investor ritel dan institusi yang lebih nyaman dengan infrastruktur digital-native.
Langkah ini juga bertujuan meningkatkan efisiensi settlement dengan mengurangi waktu dan biaya penyelesaian transaksi dibanding sistem T+2 atau T+1 tradisional, sekaligus membuka peluang produk baru seperti ekuitas ter-tokenisasi yang dapat digunakan sebagai collateral di protokol lending atau liquidity pool di DEX.
CEO LSE plc Julia Hoggett menekankan bahwa tokenisasi harus berkembang dengan cara yang mempertahankan kepercayaan, hak, dan peran pasar teregulasi.

Tokenized Stocks di Bittime
Ingin tahu lebih banyak terkait tokenized stock? Daftar sekarang di Bittime dan mulai trade dan investasi.
Mekanisme Tokenized Stocks: Dari Saham Tradisional ke Token On-Chain
Proses mengubah saham tradisional menjadi tokenized shares melibatkan beberapa lapisan infrastruktur dan kepatuhan regulasi.
Emiten atau pihak yang ditunjuk (misalnya Payward untuk xStocks) memegang saham dasar dalam custody teregulasi, lalu menerbitkan token yang mewakili kepemilikan atas saham tersebut dengan rasio 1:1. Setiap token yang beredar harus memiliki saham dasar yang setara dalam reserve, memastikan integritas harga dan kemampuan redemption.
LSEG mengembangkan dua komponen infrastruktur kunci untuk mendukung tokenisasi aset ekuitas.
LSEG Digital Securities Depository (DSD) berfungsi sebagai tempat pencatatan kepemilikan sekuritas digital, infrastruktur untuk penerbitan, transfer, servicing aset, dan settlement sekuritas ter-tokenisasi, serta jembatan antara pasar tradisional dan ekosistem blockchain yang mendukung multi-chain dan interoperabilitas.
Baca Juga: Tokenized Stocks vs Saham Biasa: Pengertian, Perbedaan, dan Cara Beli
Sementara itu, LSEG Digital Settlement House (DiSH) menyediakan settlement kas 24/7 dalam multi-currency melalui DiSH Cash (deposito bank komersial di ledger DiSH), mekanisme Delivery-versus-Payment (DvP) dan Payment-versus-Payment (PvP) untuk transaksi yang melibatkan aset digital, serta kaki kas riil untuk settlement transaksi tokenized stocks dan aset digital lainnya.
LSE 24 adalah venue trading 24 jam yang dirancang khusus untuk saham berbasis blockchain seperti xStocks.
Rencana saat ini mencakup tokenisasi 100 perusahaan terbesar LSE sebagai xStocks oleh Payward, dengan ketersediaan di platform Kraken dan mitra xStocks Alliance dalam beberapa minggu setelah pengumuman. Listing dan trading di LSE 24 ditargetkan mulai 2027, tunduk pada persetujuan regulator.
Salah satu tantangan terbesar dalam tokenisasi saham adalah memastikan bahwa token tetap mematuhi regulasi pasar modal dan mempertahankan hak pemegang saham.
LSEG menekankan bahwa struktur ekuitas ter-tokenisasi UK dirancang untuk mempertahankan hak pemegang saham, termasuk hak dividen, voting, dan informasi korporasi, memenuhi kewajiban regulasi seperti AML (Anti-Money Laundering), KYC, dan ketahanan operasional, serta menjaga standar tata kelola pasar publik yang sudah ada, bukan menggantinya dengan model yang lebih longgar.
Arjun Sethi, Co-CEO Payward, menyebut bahwa tokenisasi bukan hanya soal memperluas akses, tapi mengubah cara saham diterbitkan, diperdagangkan, diselesaikan, dan digerakkan.
Baca Juga: 10 Tokenisasi Aset Kripto RWA Terbesar di Dunia

London Stock Exchange. Sumber: Antara
Dampak Kemitraan LSEG dan Payward untuk Ekosistem Ekuitas Digital
Kemitraan antara LSEG dan Payward bukan sekadar listing produk, melainkan eksplorasi arsitektur yang menghubungkan infrastruktur pasar teregulasi dengan ekosistem on-chain.
LSEG dan Payward mengeksplorasi bagaimana wallet kripto dan infrastruktur partner Payward dapat terhubung dengan ekosistem teregulasi LSEG untuk memfasilitasi konektivitas seamless antara ekuitas ter-tokenisasi dan infrastruktur tradisional, memberikan pengalaman pengguna yang lebih familiar bagi investor yang terbiasa dengan aplikasi kripto.
Kemitraan ini membangun rute bagi emiten dan investor untuk lebih memanfaatkan blockchain privat dan publik, sambil tetap memenuhi kewajiban regulasi.
Beberapa manfaat yang diharapkan mencakup likuiditas lebih dalam melalui akses ke investor global di berbagai yurisdiksi, efisiensi operasional berkat settlement yang lebih cepat dan biaya lebih rendah, serta inovasi produk seperti ekuitas ter-tokenisasi yang dapat diintegrasikan dengan protokol DeFi.
LSEG mengkaji bagaimana DSD dapat mendukung settlement dan servicing sekuritas ter-tokenisasi, sementara DiSH menyediakan settlement kas 24/7 untuk transaksi yang melibatkan xStocks dan aset digital lainnya, menciptakan siklus lengkap dari penerbitan, trading, settlement, hingga servicing aset dalam satu ekosistem terkoordinasi.
Baca Juga: Bagaimana Blockchain Mengubah Sistem Kepemilikan Saham?
Tren Tokenisasi Aset Global: Dari RWA ke Ekuitas Publik
Langkah LSEG ini merupakan bagian dari tren lebih besar dalam tokenisasi aset global, yang sering disebut sebagai Real World Assets (RWA) on-chain.
Tokenisasi aset privat seperti real estate, private equity, dan obligasi privat sudah lebih dulu dieksplorasi, namun kini fokus bergeser ke ekuitas publik dari bursa utama seperti LSE, NYSE, dan Nasdaq.
Infrastruktur seperti DSD, DiSH, dan LSE 24 menandakan bahwa tokenisasi bukan lagi eksperimen, tapi mulai menjadi infrastruktur pasar yang bertahan lama.
Julia Hoggett dari LSEG menyebut bahwa tokenisasi memiliki potensi untuk mengubah cara investor mengakses dan cara emiten menggunakan pasar keuangan, asalkan dikembangkan dengan cara yang mempertahankan kepercayaan dan standar regulasi pasar.
Baca Juga: Robinhood Chain Cetak Rekor US$85 Juta, Tokenized Stocks Jadi Raja
Beberapa tren yang bisa dibaca dari perkembangan ini mencakup konvergensi bursa tradisional dan infrastruktur kripto, di mana bursa efek tidak lagi melihat blockchain sebagai ancaman, tapi sebagai pelengkap infrastruktur yang dapat meningkatkan efisiensi dan aksesibilitas.
Model tokenized stocks ini dapat diperdagangkan di venue 24 jam seperti LSE 24. Dengan begitu, investor di yurisdiksi berbeda dapat mengakses ekuitas di luar jam pasar konvensional. Juga likuiditas tidak lagi terfragmentasi hanya di jam trading tradisional, dan ekuitas tokenisasi dapat bergerak lebih bebas antar venue, wallet, dan aplikasi DeFi (dengan tetap mematuhi regulasi).
Jika model LSEG berhasil, ini bisa menjadi blueprint bagi bursa lain yang ingin membawa ekuitas publik ke on-chain tanpa mengorbankan standar regulasi.
Baca Juga: Cara Beli SpaceX Tokenized Stock (SPCXx) di Bittime
Kesimpulan
Pengembangan struktur ekuitas ter-tokenisasi UK oleh LSEG bersama kemitraan strategis dengan Payward menandai babak baru dalam evolusi pasar modal global. Tokenized stocks bukan lagi sekadar konsep teoretis, melainkan infrastruktur yang sedang dibangun dengan dukungan DSD, DiSH, dan LSE 24 untuk menghadirkan saham berbasis blockchain yang dapat diperdagangkan 24 jam dengan tetap mempertahankan hak pemegang saham dan standar regulasi.
Kamu bisa mulai trading di Bittime sambil memantau tokenized stocks: AMZON, AMDON, TSLAX, NFLXON MSFTON dan lebih banyak lagi!
Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.
Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.
Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.
FAQ
Apa itu tokenized stocks?
Tokenized stocks adalah representasi digital dari saham tradisional yang diterbitkan sebagai token di blockchain dengan backing 1:1 terhadap saham dasar.
Bagaimana mekanisme tokenisasi saham?
Saham dasar disimpan dalam custody teregulasi, lalu diterbitkan token yang mewakili kepemilikan atas saham tersebut dengan rasio 1:1, dengan settlement melalui infrastruktur seperti DSD dan DiSH.
Mengapa bursa tradisional mulai mengeksplorasi tokenisasi?
Bursa seperti LSEG melihat tokenisasi sebagai cara memperluas akses investor global, meningkatkan efisiensi settlement, dan membuka peluang produk baru di ekosistem digital.
Apa itu LSE 24?
LSE 24 adalah venue trading 24 jam milik LSEG yang direncanakan akan melisting dan memperdagangkan xStocks (tokenized stocks) mulai 2027, tunduk pada persetujuan regulator.
Apakah tokenized stocks mempertahankan hak pemegang saham?
Ya, struktur ekuitas ter-tokenisasi LSEG dirancang untuk mempertahankan hak pemegang saham seperti dividen, voting, dan informasi korporasi, sambil mematuhi regulasi pasar modal.
Apa peran Payward dalam kemitraan ini?
Payward akan men-tokenisasi 100 perusahaan terbesar LSE sebagai xStocks dan menyediakan infrastruktur untuk konektivitas antara ekosistem teregulasi LSEG dan platform on-chain.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.



