Prediksi IHSG 29 Juni 2026: Siap-siap Cuan untuk Saham Ini
2026-06-29
Prediksi IHSG 29 Juni 2026 mengarah pada pergerakan terbatas dengan peluang technical rebound. Indeks Harga Saham Gabungan menutup perdagangan Jumat, 26 Juni 2026, di level 5.896,13. IHSG turun 1,72 persen atau kehilangan sekitar 102,90 poin. Kondisi ini membuat area 5.850 menjadi level penting yang perlu dipertahankan pada perdagangan hari ini.
Key Takeaways
- IHSG diperkirakan bergerak sideways di area 5.850 sampai 6.000, dengan support teknikal sekitar 5.850 sampai 5.860.
- Peluang rebound masih terbuka jika indeks mampu bertahan di atas support, tetapi resistance 6.000 sampai 6.130 dapat membatasi penguatan.
- HRTA menarik untuk strategi buy on weakness, sedangkan KLBF, BBCA, dan MBMA masuk rekomendasi day trade berdasarkan analisis teknikal.
Daftar di Bittime sekarang dan mulai trading kripto dengan proses yang cepat, aman, dan mudah di aplikasi.
Prediksi IHSG Hari Ini: Sideways atau Rebound?
Prediksi IHSG hari ini tidak sepenuhnya mengarah pada tren bullish. Pergerakan indeks masih berada dalam fase konsolidasi setelah tekanan jual yang cukup kuat pada akhir pekan lalu.
BNI Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi sideways di area 5.850 sampai 6.000. Support berada pada rentang 5.750 sampai 5.850, sedangkan resistance berada di area 6.000 sampai 6.100.

(Sumber gambar : AI Image Generated)
Sementara itu, BRI Danareksa Sekuritas melihat adanya peluang technical rebound. Dalam riset pagi 29 Juni 2026, support IHSG ditempatkan di level 5.860 dan resistance di 6.130.
Kedua proyeksi tersebut tidak saling bertentangan. IHSG dapat mengalami rebound teknikal, tetapi masih bergerak dalam rentang konsolidasi. Dengan kata lain, kenaikan yang terjadi belum tentu menandai perubahan tren menjadi bullish.
Trader perlu mencermati kemampuan IHSG mempertahankan area 5.850 sampai 5.860. Jika area ini bertahan, indeks berpeluang menguji 6.000 dan 6.100. Sebaliknya, jika support tersebut ditembus, tekanan jual dapat membawa indeks menuju 5.750.
Baca juga : Rekomendasi Saham yang Tepat untuk Pergerakan IHSG Hari Ini
Support dan Resistance IHSG 5.850 sampai 6.000
Level support dan resistance menjadi acuan utama dalam menyusun strategi trading IHSG hari ini. Berikut area teknikal yang perlu diperhatikan.

1. Support utama IHSG di 5.850 sampai 5.860
Area ini berada dekat dengan posisi penutupan terakhir IHSG. Bertahannya indeks di atas 5.850 dapat menunjukkan bahwa tekanan jual mulai berkurang.
Trader dapat memantau pembentukan candle reversal, kenaikan volume, atau penguatan saham berkapitalisasi besar sebagai konfirmasi awal rebound.
2. Support lanjutan di 5.750
Level 5.750 menjadi batas bawah proyeksi BNI Sekuritas. Penurunan di bawah level ini dapat meningkatkan risiko pelemahan lanjutan.
Jika indeks bergerak mendekati 5.750 tanpa muncul peningkatan volume beli, trader sebaiknya mengurangi posisi spekulatif.
3. Resistance psikologis di 6.000
Level 6.000 menjadi resistance terdekat sekaligus level psikologis. IHSG perlu menembus dan bertahan di atas level ini agar peluang rebound menjadi lebih kuat.
Kenaikan yang gagal melewati 6.000 berpotensi memicu aksi ambil untung jangka pendek.
4. Resistance lanjutan di 6.100 sampai 6.130
BRI Danareksa Sekuritas menempatkan resistance IHSG pada level 6.130. Area tersebut dapat menjadi target lanjutan apabila indeks mampu menembus 6.000 dengan volume transaksi yang meningkat.
Namun, trader tetap perlu berhati-hati. Resistance bukan target yang pasti tercapai. Pergerakan indeks dapat berubah karena sentimen domestik dan global.
Baca juga : Kenapa IHSG Anjlok? Penyebab IHSG Jatuh Terbaru 4 Juni 2026
Sentimen yang Mempengaruhi Analisa Teknikal IHSG Juni 2026
Pelemahan IHSG pada perdagangan sebelumnya terjadi saat mayoritas pasar global juga berada dalam tekanan. Bursa Amerika Serikat melemah tipis, terutama akibat tekanan pada saham teknologi.
Investor juga mencermati aksi jual asing. Pada perdagangan Jumat, investor asing mencatatkan penjualan bersih sekitar Rp302 miliar. Saham BMRI, EMAS, ASII, BRPT, dan TLKM termasuk saham yang banyak dilepas investor asing.
Meski demikian, peluang pemulihan masih tersedia. Beberapa sentimen yang dapat mempengaruhi pergerakan IHSG antara lain:
- Rencana penempatan Saldo Anggaran Lebih pada bank Himbara.
- Perkembangan likuiditas dan penyaluran kredit perbankan.
- Rilis PMI Manufaktur Indonesia.
- Data inflasi dan neraca perdagangan.
- Pergerakan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
- Arah pasar saham global dan harga komoditas.
Tambahan likuiditas pada perbankan berpotensi menurunkan biaya dana dan mendukung penyaluran kredit. Namun, dampaknya terhadap IHSG tetap bergantung pada implementasi kebijakan dan respons investor.
Baca juga : 6 IPO Ramai di Tengah IHSG Volatil
9 Rekomendasi Saham IHSG Hari Ini
Berikut rekomendasi saham yang masuk watchlist berdasarkan proyeksi dari BNI Sekuritas dan BRI Danareksa Sekuritas. Seluruh rekomendasi bersifat jangka pendek dan bukan jaminan keuntungan.
1. HRTA, Buy on Weakness
HRTA menjadi salah satu rekomendasi saham IHSG hari ini dengan strategi buy on weakness.
Area beli berada di Rp1.700 sampai Rp1.740. Target terdekat berada pada Rp1.820 sampai Rp1.900. Batas cut loss ditempatkan di bawah Rp1.690.
Strategi buy on weakness berarti trader menunggu koreksi menuju area beli. Trader sebaiknya tidak mengejar harga jika HRTA langsung naik jauh di atas area tersebut.
2. KLBF, Day Trade dengan Pola Double Bottom
KLBF direkomendasikan untuk perdagangan harian dengan area beli Rp 760 sampai Rp 790.
Target resistance pertama berada di Rp815. Target berikutnya berada di Rp845. Stop loss ditempatkan di bawah Rp 740.
Secara teknikal, KLBF membentuk pola double bottom dengan neckline di sekitar Rp760. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang penguatan masih terbuka.
Namun, trader perlu memperhatikan volume. Breakout tanpa peningkatan volume memiliki risiko gagal dan kembali masuk ke area konsolidasi.
3. BBCA, Trading Rebound Saham Perbankan
BBCA masuk rekomendasi saham hari ini setelah menunjukkan momentum rebound dari area support.
Area beli BBCA berada di Rp5.900 sampai Rp6.100. Target awal berada di Rp6.400. Target lanjutan berada di sekitar Rp6.550. Stop loss ditempatkan di bawah Rp5.700.
Ringkasan rekomendasi BRI Danareksa juga mencantumkan batas atas target Rp6.650. Trader perlu memeriksa pembaruan riset dan kondisi harga sebelum mengambil keputusan.
BBCA juga mencatatkan akumulasi investor asing pada perdagangan sebelumnya. Arus dana asing dapat menjadi sentimen pendukung, tetapi tidak menjamin harga akan terus naik.
4. MBMA, Bertahan di Support Fibonacci
MBMA direkomendasikan dengan area beli Rp480 sampai Rp500. Target pertama berada di Rp545, sedangkan target kedua berada di Rp585.
Stop loss ditempatkan di bawah Rp475.
Secara teknikal, MBMA sedang mengalami pullback menuju area support Fibonacci Rp482 sampai Rp500. Harga berpeluang menguat apabila mampu bertahan di atas area tersebut.
Strategi ini menjadi tidak valid jika harga menembus Rp475. Trader sebaiknya menjalankan stop loss secara disiplin.
5. BUMI, Speculative Buy
BUMI masuk dalam kategori speculative buy. Area beli berada di Rp140 sampai Rp141.
Target terdekat berada di Rp145 sampai Rp150. Batas cut loss ditempatkan di bawah Rp136.
Karena termasuk perdagangan spekulatif, BUMI memiliki risiko volatilitas yang tinggi. Ukuran posisi sebaiknya lebih kecil dibandingkan saham dengan volatilitas rendah.
6. BIPI, Buy on Weakness
BIPI memiliki area beli Rp120 sampai Rp126. Target harga berada pada Rp130 sampai Rp140.
Cut loss ditempatkan di bawah Rp115.
Trader perlu menunggu harga mendekati area beli. Hindari membeli ketika harga sudah mendekati target karena rasio risiko dan potensi keuntungan menjadi kurang menarik.
7. BNBR, Speculative Buy
BNBR direkomendasikan dengan area beli Rp90 sampai Rp93.
Target terdekat berada di Rp100 sampai Rp106. Cut loss ditempatkan di bawah Rp86.
BNBR lebih sesuai untuk trader yang siap menghadapi fluktuasi harga tinggi. Disiplin terhadap batas risiko menjadi faktor utama.
8. INDY, Buy on Weakness
INDY memiliki area beli Rp1.800 sampai Rp1.845.
Target harga berada pada Rp1.885 sampai Rp1.940. Cut loss ditempatkan di bawah Rp1.790.
Trader dapat menunggu konfirmasi pantulan dari support sebelum masuk. Strategi ini membantu mengurangi risiko membeli saham saat tren turun masih berlangsung.
9. SCMA, Speculative Buy
SCMA memiliki area beli Rp202 sampai Rp206. Target terdekat berada pada Rp210 sampai Rp218.
Stop loss ditempatkan di bawah Rp200.
Jarak antara area beli dan stop loss relatif sempit. Kondisi ini dapat membantu trader membatasi risiko, tetapi juga meningkatkan peluang terkena stop loss akibat volatilitas intraday.
Baca juga : Apa Itu IHSG Trading Halt? Simak Penjelasannya di Sini!
Strategi Trading Saat IHSG Berpotensi Sideways
Pasar sideways membutuhkan pendekatan yang berbeda dari pasar bullish. Trader tidak dapat hanya membeli dan menunggu harga naik.
Berikut lima strategi yang dapat diterapkan.
1. Tunggu harga masuk area beli
Jangan mengejar saham yang sudah naik jauh dari rekomendasi harga beli. Entry yang terlalu tinggi dapat memperburuk rasio risiko dan keuntungan.
2. Gunakan stop loss
Stop loss membatasi kerugian jika analisis tidak berjalan sesuai rencana. Jangan memindahkan stop loss semakin rendah hanya karena berharap harga kembali naik.
3. Batasi ukuran posisi
Gunakan sebagian kecil modal untuk setiap saham. Hindari menempatkan seluruh dana pada satu emiten, terutama saham yang masuk kategori speculative buy.
4. Ambil keuntungan secara bertahap
Trader dapat merealisasikan sebagian keuntungan ketika harga mencapai target pertama. Sisa posisi dapat dipertahankan menuju target kedua dengan stop loss yang telah dinaikkan.
5. Perhatikan arah IHSG
Saham dapat gagal menguat jika IHSG menembus support. Karena itu, trader perlu memantau indeks, volume transaksi, dan arus dana asing secara bersamaan.
Baca juga : Trading Halt IHSG Bukan yang Pertama, Ini Daftar Peristiwa Sebelumnya
Risiko Rebound IHSG yang Perlu Diwaspadai
Technical rebound tidak sama dengan pembalikan tren jangka menengah. Rebound dapat terjadi karena harga sudah turun tajam dan pelaku pasar melakukan pembelian jangka pendek.
Beberapa risiko yang perlu diperhatikan meliputi:
- IHSG gagal bertahan di atas 5.850.
- Indeks tidak mampu menembus 6.000.
- Penjualan bersih investor asing berlanjut.
- Rupiah kembali melemah.
- Bursa global mengalami koreksi.
- Volume transaksi tidak mendukung kenaikan.
- Saham berkapitalisasi besar kembali tertekan.
Trader perlu menganggap skenario rebound sebagai peluang bersyarat. Konfirmasi harga dan volume tetap diperlukan sebelum membuka posisi.
Kesimpulan
Prediksi IHSG 29 Juni 2026 menunjukkan indeks berpotensi bergerak sideways dengan peluang technical rebound. Area 5.850 sampai 5.860 menjadi support penting. Resistance terdekat berada pada 6.000, kemudian 6.100 sampai 6.130.
HRTA dapat dicermati untuk strategi buy on weakness. KLBF, BBCA, dan MBMA masuk rekomendasi day trade dengan area beli, target, dan stop loss yang sudah ditentukan. BUMI, BIPI, BNBR, INDY, dan SCMA juga dapat masuk watchlist sesuai profil risiko trader.
Peluang cuan tetap disertai risiko kerugian. Gunakan trading plan, hindari mengejar harga, dan periksa kondisi pasar secara langsung sebelum mengambil keputusan investasi.
Artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan membeli atau menjual saham. Setiap keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor.
Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.
Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.
Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.
FAQ
Apakah IHSG berpotensi rebound pada 29 Juni 2026?
IHSG memiliki peluang technical rebound selama mampu bertahan di area support 5.850 sampai 5.860. Namun, kenaikan masih dapat terbatas oleh resistance 6.000 sampai 6.130.
Berapa support IHSG hari ini?
Support terdekat berada di sekitar 5.850 sampai 5.860. Support berikutnya berada di sekitar 5.750 jika tekanan jual berlanjut.
Berapa resistance IHSG hari ini?
Resistance awal berada pada level psikologis 6.000. Resistance lanjutan berada di sekitar 6.100 sampai 6.130.
Saham apa yang direkomendasikan hari ini?
Beberapa saham yang masuk watchlist ialah HRTA, KLBF, BBCA, MBMA, BUMI, BIPI, BNBR, INDY, dan SCMA. Setiap saham memiliki area beli dan batas risiko yang berbeda.
Apakah rekomendasi saham menjamin keuntungan?
Tidak. Rekomendasi saham merupakan hasil analisis berdasarkan kondisi tertentu. Harga dapat berubah akibat sentimen pasar, berita perusahaan, serta pergerakan investor asing.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.



