6 IPO Ramai di Tengah IHSG Volatil

2026-06-26
6 IPO Ramai di Tengah IHSG Volatil  Apakah Ini Momen Tepat untuk Melantai.webp

Di tengah volatilitas IHSG yang sempat terperosok 3,56% ke 5.884 pada 24 Juni lalu, enam perusahaan dari berbagai sektor tetap nekat melaksanakan IPO pada awal Juli 2026—RANS, JECX, PRDL, JELI, BACH, dan EMMI. 

Keputusan ini memunculkan pertanyaan besar: apakah ini momentum tepat untuk melantai di bursa atau justru langkah berisiko di tengah ketidakpastian pasar? 

Analis menilai tekanan harga minyak mulai mereda dan IHSG menunjukkan potensi reversal, sehingga momentum masih cukup tepat. 

Namun investor ritel ternyata lebih fokus pada kredibilitas underwriter dan kejelasan alokasi dana IPO daripada kondisi IHSG itu sendiri. 

Poin Penting

  • Enam perusahaan tetap melaksanakan IPO di tengah volatilitas IHSG: RANS, JECX, PRDL, JELI, BACH, dan EMMI. Jadwal pencatatan awal Juli 2026.

  • Analis menilai momentum IPO masih tepat karena tekanan harga minyak mulai mereda dan IHSG tidak lagi membentuk lower low, menandakan potensi pembalikan arah.

  • Investor lebih fokus pada kredibilitas underwriter dan kejelasan penggunaan dana IPO daripada kondisi IHSG atau valuasi premium.

Daftar di Bittime sekarang dan mulai trading kripto dengan proses yang cepat, aman, dan mudah di aplikasi.  

IHSG Volatil, IPO Tetap Jalan

Sebanyak enam perusahaan tetap melanjutkan rencana IPO di tengah volatilitas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih cukup tinggi. 

IHSG sempat terperosok 3,56% ke 5.884 pada 24 Juni 2026, sebelum menguat 1,96% ke 5.999 pada 25 Juni. 

Investor asing masih mencatat net sell Rp201 miliar, menunjukkan tekanan dari luar masih ada.

Namun, enam calon emiten dari berbagai sektor tetap melantai di Bursa Efek Indonesia pada awal Juli 2026:

1. PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) – hiburan dan konten

2. PT Bach Multi Global Tbk (BACH) – konsumer

3. PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) – kesehatan (JEC Eye Hospitals & Clinics)

4. PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) – kesehatan

5. PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) – diagnostik laboratorium

6. PT Niramas Utama Tbk (JELI) – konsumer

Baca juga : Saham IPO 2026: 5 Calon Emiten Baru Juli, Sektor Healthcare Mendominasi

Apakah Ini Momentum Tepat untuk IPO?

Investment Specialist KISI Sekuritas, Ahmad Faris Mu'tashim, menilai keputusan enam perusahaan untuk tetap IPO di tengah gejolak pasar masih cukup tepat.

Alasannya: tekanan akibat kenaikan harga minyak sebelumnya mulai mereda, sehingga kondisi pasar secara bertahap menunjukkan stabilisasi. 

Meskipun volatilitas masih terjadi, IHSG diyakini tidak lagi membentuk pola lower low secara teknikal. 

Itu menjadi sinyal pasar berpotensi memasuki fase pembalikan arah (reversal), momentum yang bisa dimanfaatkan emiten.

"Hal yang menjadi pertimbangan adalah kondisi pasar yang setidaknya mulai stabil, sehingga emiten dapat mengambil momentum potensi pembalikan arah," ujar Faris.

Baca Juga: Daftar Saham dengan Dividend Yield Tertinggi di 2026

Yang Jadi Fokus Investor: Underwriter dan Penggunaan Dana

Menariknya, minat investor terhadap saham IPO tidak semata-mata ditentukan oleh kondisi IHSG atau fundamental perusahaan. 

Mayoritas investor lebih memperhatikan kredibilitas penjamin emisi (underwriter) serta kejelasan penggunaan dana hasil IPO.

"Melihat behavior investor saat ini yang biasa, terlihat mayoritas orang lebih memilih saham IPO dari sisi kredibilitas underwriter dan peruntukan alokasi dana IPO. Sehingga, kondisi pasar dan valuasi yang cenderung premium seringkali tereduksi," papar Faris.

Ini adalah insight penting: di tengah IHSG yang volatil, underwriter yang kredibel menjadi penarik utama bagi investor ritel.

Dapatkan eksposur ke saham NVIDIA melalui NVDAX Tokenized stock yang tersedia di Bittime

Salah Satunya: JECX Eye Hospitals & Clinics

6 IPO Ramai di Tengah IHSG Volatil  Apakah Ini Momen Tepat untuk Melantai - image.webp
Source: Website

Salah satu IPO yang paling menarik adalah PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX). JECX adalah operator jaringan JEC Eye Hospitals & Clinics yang beroperasi sejak 1984, menyediakan layanan oftalmologi komprehensif. 

Saat ini mengoperasikan 5 rumah sakit mata dan 11 klinik di berbagai wilayah Indonesia.

JECX afiliasi dengan Grup Emtek (Sarana Meditama Metropolitan/SAME memegang ~25% saham pasca-IPO).

Penawaran saham: 488 juta saham (15% dari modal ditempatkan), harga Rp1.200 - Rp1.400 per saham. 

Potensi dana: Rp585,6 miliar – Rp683,2 miliar. Underwriter: Trimegah Sekuritas Indonesia. Pencatatan dijadwalkan 7 Juli 2026.

Baca Juga: Apa Itu Saham PRDA? Emiten Kesehatan dengan Dividen 7%

Kinerja Keuangan JECX

Pendapatan JECX tumbuh stabil:

- 2023: Rp825,1 miliar

- 2024: Rp887,7 miliar (+8%)

- 2025: Rp926,8 miliar (+4%)

Laba bersih: 2023 Rp114,1 miliar → 2024 Rp65 miliar (-43%) → 2025 Rp73,8 miliar (+13%).

Valuasi: P/E 52,9x–61,7x, P/BV 3,1x–3,4x.

Penggunaan dana: 52,4% untuk modal kerja, 27,1% untuk anak perusahaan, 20,5% untuk bayar utang.

Kesimpulan

Enam perusahaan tetap melaksanakan IPO di tengah IHSG yang volatil. Analis menilai momentum masih tepat karena tekanan mereda dan IHSG berpotensi reversal. 

Investor lebih fokus pada kredibilitas underwriter dan penggunaan dana IPO daripada kondisi pasar.

RANS IPO dan JECX IPO menjadi dua yang paling banyak diperbincangkan. 

IPO di tengah IHSG turun bukan berarti buruk, asalkan underwriter kredibel dan rencana bisnis jelas.

bittime biaya withdrawal murah

Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.

Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.

Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.

FAQ

Apa saja 6 IPO yang ramai di Juni 2026?

RANS (entertainmen), JECX (kesehatan mata), PRDL (diagnostik), JELI (konsumer), BACH (konsumer), EMMI (kesehatan).

Kapan JECX IPO?

Pencatatan dijadwalkan 7 Juli 2026. Penawaran umum 1–3 Juli 2026.

Berapa harga IPO JECX?

Rp1.200–Rp1.400 per saham. Potensi dana Rp585,6–Rp683,2 miliar.

Apa yang menjadi fokus investor di tengah IHSG volatil?

Kredibilitas underwriter dan kejelasan penggunaan dana IPO, bukan kondisi IHSG atau valuasi premium.

Apakah momentum IPO di tengah IHSG turun tepat?

Analis menilai masih tepat karena tekanan mereda dan IHSG berpotensi reversal.

Siapa underwriter JECX?

Trimegah Sekuritas Indonesia.

Apa bisnis utama JECX?

Operator JEC Eye Hospitals & Clinics, layanan oftalmologi komprehensif dengan 5 rumah sakit dan 11 klinik.

Siapa afiliasi JECX?

Grup Emtek (SAME memegang ~25% saham pasca-IPO).

Apa alokasi dana IPO JECX?

52,4% modal kerja, 27,1% anak perusahaan, 20,5% bayar utang.

Berapa kinerja keuangan JECX?

Pendapatan 2025 Rp926,8 miliar, laba bersih Rp73,8 miliar.

Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.

Campaign Deposit Trade
Auto Earn Ramadan

Blog Bittime

SBI Luncurkan JPYSC Stablecoin Berbasis Yen
SBI Luncurkan JPYSC Stablecoin Berbasis Yen

Jepang luncurkan JPYSC, stablecoin yen pertama berbasis trust bank. Bebas batas transaksi, cadangan JGB 50%, dan potensi ekspansi ke Asia.

2026-06-26Baca