SBI Luncurkan JPYSC Stablecoin Berbasis Yen

2026-06-26
SBI Luncurkan JPYSC Stablecoin Berbasis Yen.webp

Jepang resmi memasuki era stablecoin dengan peluncuran JPYSC pada 24 Juni 2026, token digital berbasis yen pertama di dunia dengan struktur bank perwalian (trust bank). 

Dikelola konsorsium SBI Group dan Startale Group, JPYSC hadir sebagai instrumen pembayaran elektronik Tipe III yang bebas batas transaksi 1 juta yen.

Dengan cadangan hingga 50% Obligasi Pemerintah Jepang, token ini menawarkan keunggulan imbal hasil bagi pemegangnya. 

Langkah ini menjadikan Jepang pionir stablecoin di Asia Timur, membuka peluang bagi Indonesia dan ASEAN untuk mengadopsi model serupa.

Poin Penting

  • JPYSC adalah stablecoin yen pertama berbasis trust bank di Jepang, bebas batas transaksi 1 juta yen.

  • Didukung SBI Group dan Startale Group, dengan cadangan hingga 50% Obligasi Pemerintah Jepang.

  • Target perluasan ke blockchain publik setelah regulasi pajak final, untuk pembayaran institusional dan RWA.

Daftar di Bittime sekarang dan mulai trading kripto dengan proses yang cepat, aman, dan mudah di aplikasi.  

Peluncuran Stablecoin Bersejarah di Jepang

SBI Luncurkan JPYSC Stablecoin Berbasis Yen - image.webp
Source: https://x.com/JPYStableCoin

Jepang resmi memasuki era stablecoin dengan peluncuran JPYSC pada 24 Juni 2026. 

Token digital berbasis yen ini diklaim sebagai yang pertama di dunia dengan struktur bank perwalian (trust bank). 

Peluncuran dilakukan oleh konsorsium SBI Group dan Startale Group, dengan SBI Shinsei Trust Bank sebagai penerbit dan SBI VC Trade sebagai distributor awal. 

Langkah ini menjadikan Jepang sebagai pionir stablecoin di kawasan Asia Timur.

Bebas Batasan Transaksi

JPYSC hadir sebagai instrumen pembayaran elektronik Tipe III berdasarkan Undang-Undang Layanan Pembayaran Jepang yang telah diamandemen. 

Berbeda dengan stablecoin yen pesaing seperti JPYC, JPYSC tidak terikat batas transaksi harian 1 juta yen. 

Ini membuka peluang bagi transfer korporat berskala besar, pembayaran lintas batas, dan penyelesaian aset dunia nyata (RWA) yang ditokenisasi. 

SBI mengatakan biaya transfer juga akan "jauh lebih rendah" dibanding metode pembayaran konvensional.

Struktur Cadangan yang Menguntungkan

Yang membuat JPYSC menarik adalah struktur cadangannya yang berbasis trust. Dana pendukung disimpan dalam rekening terpisah dan dapat mencakup hingga 50% Obligasi Pemerintah Jepang (JGB). 

Ini memberi keunggulan imbal hasil yang tidak dimiliki model prabayar konvensional seperti JPYC. 

Pemegang token mendapatkan hak sebagai penerima manfaat perwalian, yang berarti kepemilikan mereka secara hukum terpisah dari neraca penerbit, sebuah perlindungan langka di pasar stablecoin.

Baca juga : Bitcoin Crash di Bawah $60.000: Apa yang Terjadi dan Akankah Terus Turun?

Kecepatan Pengembangan yang Impresif

Peluncuran ini merupakan hasil kerja cepat SBI dan Startale. Nota kesepahaman diteken Desember 2025, dan hanya enam bulan kemudian token resmi meluncur. 

Startale menutup pendanaan Seri A senilai $63 juta pada Maret 2026, dengan SBI memimpin investasi $50 juta dan Sony berkontribusi $13 juta. 

Dana ini digunakan untuk mengembangkan Strium L1, blockchain institusional yang kelak menjadi lapisan penyelesaian utama JPYSC.

Baca juga : Konversi 1 BTC ke JPY

Rencana Ekspansi ke Blockchain Publik

Untuk saat ini, JPYSC hanya tersedia bagi pemegang akun SBI VC Trade dan belum bisa ditarik ke dompet eksternal. 

Konsorsium menargetkan perluasan ke blockchain publik segera setelah regulasi pajak dan kerangka hukum final. 

Begitu terealisasi, JPYSC berpotensi menjadi jembatan likuiditas yen di ekosistem kripto global. 

Pertukaran dengan stablecoin dolar AS dan instrumen digital lainnya akan memungkinkan perdagangan lintas mata uang yang lebih efisien di Asia dan global.

Baca juga : Investasi Revolusioner: Dana Pensiun Jepang Berencana Menyertakan Bitcoin dalam Portofolio Mereka

Visi Masa Depan dari Pemimpin Proyek

Ketua SBI, Yoshitaka Kitao, menyebut proyek ini sebagai langkah mempercepat "layanan keuangan digital yang terintegrasi sepenuhnya dengan keuangan tradisional." 

CEO Startale, Sota Watanabe, menekankan potensi JPYSC untuk infrastruktur pembayaran berbasis agen AI dan aset yang ditokenisasi. 

Visi ini melampaui sekadar stablecoin biasa, menargetkan ekosistem keuangan digital yang lebih luas. 

Indonesia dan negara Asia Tenggara lainnya dapat belajar dari pendekatan Jepang dalam mengintegrasikan stablecoin dengan sistem perbankan tradisional.

Baca juga : Stablecoin BI: Investasi Aman di Crypto Masa Depan

Kesimpulan: Persaingan di Pasar Stablecoin Jepang

Jepang telah mengesahkan undang-undang stablecoin komprehensif pada 2022, menjadi negara G7 pertama yang melakukannya. 

Kini, persaingan mulai memanas di pasar domestik. 

Konsorsium tiga bank besar Jepang—MUFG, Mizuho, dan SMBC—juga sedang membangun stablecoin yen melalui platform Progmat dengan target peluncuran Maret 2027. 

SBI unggul lebih dulu, namun pertarungan sesungguhnya baru akan dimulai ketika regulasi benar-benar matang dan adopsi massal dimulai.

bittime biaya withdrawal murah

Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.

Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.

Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.

FAQ

Apa itu JPYSC?

JPYSC adalah stablecoin berbasis yen yang diterbitkan oleh SBI Shinsei Trust Bank, dikelola oleh SBI Group, dan merupakan yang pertama di Jepang dengan struktur bank perwalian.

Apa perbedaan JPYSC dengan stablecoin yen lainnya?

JPYSC bebas dari batas transaksi dan saldo harian 1 juta yen, berbeda dengan JPYC yang masih terikat pembatasan tersebut.

Bagaimana struktur cadangan JPYSC?

Cadangan disimpan dalam rekening terpisah dan dapat mencakup hingga 50% Obligasi Pemerintah Jepang (JGB), memberi keunggulan imbal hasil.

Siapa yang mengembangkan JPYSC?

Konsorsium SBI Group dan Startale Group, dengan SBI Shinsei Trust Bank sebagai penerbit dan SBI VC Trade sebagai distributor.

Kapan JPYSC tersedia untuk publik?

Saat ini hanya untuk pemegang akun SBI VC Trade. Ekspansi ke blockchain publik menunggu kejelasan regulasi pajak dan kerangka hukum.

Apa saja penggunaan JPYSC?

Transfer korporat besar, pembayaran lintas batas, penyelesaian RWA, manajemen kas korporat, dan distribusi dividen di blockchain.

Berapa nilai pendanaan Startale untuk proyek ini?

Startale menutup pendanaan Seri A senilai $63 juta pada Maret 2026, dengan SBI $50 juta dan Sony $13 juta.

Apakah ada pesaing JPYSC di Jepang?

Ya, konsorsium MUFG, Mizuho, dan SMBC sedang membangun stablecoin yen melalui Progmat dengan target Maret 2027.

Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.

Campaign Deposit Trade
Auto Earn Ramadan

Blog Bittime

Internet Dikuasai Bot? CEO Cloudflare Ungkap AI Agents Sudah Lampaui Manusia
Internet Dikuasai Bot? CEO Cloudflare Ungkap AI Agents Sudah Lampaui Manusia

Bot dan AI Agents kini menghasilkan mayoritas lalu lintas web menurut Cloudflare. Fenomena ini menandai perubahan besar pada internet sekaligus mengubah cara mesin AI mengakses informasi.

2026-06-26Baca