Blockchain Tanpa Bridge? Mengenal Chain Signatures Near Protocol
2026-09-17
Near Protocol Chain Signatures kembali jadi perbincangan pada 16 September 2026, setelah akun resmi Near mengumumkan cakupan teknologi ini kini menjangkau lebih dari 30 blockchain dan 180 aset digital dalam satu akun.
Banyak media otomatis langsung menyebutnya sebagai peluncuran baru, padahal fondasi blockchain tanpa bridge ini sebenarnya sudah dibangun Near sejak pertengahan 2024.
Buat kamu yang penasaran soal interoperabilitas blockchain dan bagaimana caranya satu akun bisa mengontrol aset di puluhan chain berbeda tanpa bridge konvensional, artikel ini akan membedah teknologi Chain Signatures Near Protocol secara menyeluruh, mulai dari sejarah, cara kerja, sampai dampaknya buat ekosistem cross chain crypto.
Key Takeaways
- Near Protocol mengumumkan Chain Signatures kini menjangkau 30+ blockchain dan 180+ aset dalam satu akun, tapi ini ekspansi cakupan dari teknologi yang sudah ada sejak 2024, bukan fitur benar-benar baru.
- Chain Signatures memakai jaringan MPC (Multi-Party Computation) untuk menandatangani transaksi langsung di blockchain tujuan, sehingga blockchain tanpa bridge jadi mungkin dan latensi transaksi berkurang.
- Teknologi ini jadi fondasi NEAR Intents, yang sudah memproses lebih dari $22 miliar volume swap cross chain crypto di 35+ blockchain.
Apa Itu Chain Signatures Near Protocol yang Ramai Dibahas Ini?
Pengumuman 16 September 2026 sebenarnya bersumber dari satu unggahan di akun X resmi Near Protocol, yang kemudian diberitakan Coinfomania dan Cryptonomist.
Isinya: Chain Signatures kini menghubungkan lebih dari 30 blockchain dan 180 aset dalam satu akun Near, memungkinkan transaksi dipicu langsung di blockchain tujuan tanpa melalui bridge pihak ketiga.
Faktanya, Chain Signatures bukan teknologi baru. Ia pertama kali live di testnet Near pada Maret 2024, lalu diperkenalkan lebih luas ke publik pada Agustus 2024 lewat kemitraan dengan EigenLayer untuk lapisan keamanan tambahan. Saat itu cakupannya baru sebatas Bitcoin, Ethereum, Cosmos, Dogecoin, dan XRP Ledger.
Jadi, angka 30+ blockchain dan 180+ aset di bulan September 2026 ini lebih tepat dibaca sebagai milestone pertumbuhan cakupan, bukan peluncuran perdana seperti yang tersirat dari sejumlah judul berita.
Baca Juga: Purbaya Dicopot dari Kemenkeu, Jadi Gubernur BI? Cek Faktanya
Terlepas dari soal framing tersebut, pertumbuhan cakupan ini tetap jadi indikator penting bahwa teknologi Near Protocol terbaru ini makin dipercaya developer buat membangun aplikasi cross chain crypto tanpa harus bergantung pada bridge yang selama ini jadi salah satu titik lemah keamanan terbesar di dunia Web3.
Ngomong-ngomong soal keamanan dan efisiensi transaksi kripto, kamu bisa mulai eksplorasi aset digital di platform yang legal dan diawasi OJK dengan daftar akun Bittime sekarang juga.
Cara Kerja Teknologi Blockchain Tanpa Bridge Ini
Chain Signatures mengandalkan jaringan MPC atau Multi-Party Computation yang terdesentralisasi. Kunci privat tidak pernah disimpan utuh di satu tempat, melainkan dipecah ke banyak node.
Setiap node hanya memegang sebagian kecil dari kunci tersebut, lalu menghasilkan sebagian tanda tangan atau partial signature. Potongan-potongan ini kemudian digabung jadi satu signature penuh yang sah untuk blockchain tujuan.
Prosesnya berbeda jauh dari bridge konvensional yang biasanya bekerja dengan cara mengunci aset di chain asal, lalu mencetak (mint) versi wrapped di chain tujuan.
Pendekatan macam ini rawan jadi target eksploitasi, karena aset yang dikunci di smart contract bridge sering jadi sasaran empuk peretas. Chain Signatures menghindari model itu sepenuhnya dengan menandatangani transaksi secara native, langsung di blockchain tujuan.
Baca Juga: BIS Ungkap Potensi Baru XRP Ledger untuk Sistem Keuangan Digital
Satu akun Near juga bisa mengontrol banyak alamat turunan atau derived address di berbagai chain sekaligus. Alamat ini dihitung secara deterministik dari kombinasi alamat Near, jalur derivasi tertentu, dan kunci publik jaringan MPC.
Artinya, alamat yang sama akan selalu dihasilkan dari kombinasi input yang sama, sehingga developer bisa membangun aplikasi cross chain crypto tanpa perlu mengelola dompet terpisah untuk setiap jaringan.

NEAR Intents, Bukti Nyata Interoperabilitas Blockchain Near Protocol
Chain Signatures sebenarnya adalah fondasi teknis di balik produk yang sudah lebih dulu terbukti dipakai secara luas, yaitu NEAR Intents. Sistem swap lintas chain ini sudah berjalan sejak akhir 2024, dan menurut laporan kuartalan Nansen untuk kuartal kedua 2026, NEAR Intents sudah memfasilitasi lebih dari 22 miliar dolar AS volume swap kumulatif di lebih dari 35 blockchain.
Data ini jauh lebih solid dibanding klaim milestone Chain Signatures yang sempat viral, karena datang dari angka on-chain yang bisa diverifikasi, bukan sekadar unggahan media sosial.
Baca Juga: Tokenized Stock Populer 2026: Saham Teknologi Jadi Favorit Investor
Near juga baru menambahkan post-quantum signing berbasis standar FIPS-204/ML-DSA, menjadikannya salah satu blockchain layer 1 pertama dengan skema tanda tangan tahan komputasi kuantum yang disetujui NIST.
Adopsi pihak ketiga pun terus bertambah. Platform swap seperti SimpleSwap yang punya lebih dari 10 juta pengguna, serta dompet hardware Ledger lewat integrasi SwapKit, sudah memanfaatkan NEAR Intents untuk menghadirkan pengalaman swap lintas chain tanpa ribet urusan bridge dan token gas native di setiap jaringan.
Kesimpulan
Chain Signatures Near Protocol menawarkan pendekatan blockchain tanpa bridge yang secara teknis solid, meski pengumuman terbarunya soal 30+ blockchain dan 180+ aset lebih tepat dipahami sebagai ekspansi cakupan ketimbang peluncuran fitur baru.
Yang lebih meyakinkan justru data dari NEAR Intents, produk turunan Chain Signatures yang sudah memproses puluhan miliar dolar volume swap dengan adopsi nyata dari berbagai platform.
Ke depan, keberhasilan teknologi interoperabilitas blockchain seperti ini akan sangat bergantung pada seberapa banyak developer dan pengguna yang benar-benar memanfaatkannya dalam transaksi harian, bukan sekadar angka cakupan di atas kertas.
Cek harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), XRP, Solana (SOL), GRAM, dan BNB juga memecoin unggulan DOGE. Kamu bisa trading langsung di Bittime!
Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.
Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.
Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.
FAQ
Apa itu Chain Signatures Near Protocol?
Chain Signatures adalah teknologi Near Protocol yang memungkinkan satu akun menandatangani dan menjalankan transaksi di banyak blockchain lain tanpa bridge, menggunakan jaringan MPC terdesentralisasi. Teknologi ini pertama kali live di testnet pada Maret 2024.
Kenapa disebut blockchain tanpa bridge?
Chain Signatures menandatangani transaksi secara native langsung di blockchain tujuan, bukan mengunci aset lalu mencetak versi wrapped seperti bridge konvensional. Pendekatan ini mengurangi risiko eksploitasi yang sering menyasar smart contract bridge.
Apakah pengumuman 30+ blockchain di September 2026 ini fitur baru?
Bukan, ini adalah ekspansi cakupan dari teknologi yang sudah ada sejak 2024, bukan peluncuran pertama seperti yang tersirat di sejumlah judul berita. Cakupan awalnya hanya mencakup lima blockchain seperti Bitcoin dan Ethereum.
Apa hubungan Chain Signatures dengan NEAR Intents?
NEAR Intents adalah produk swap lintas chain yang dibangun di atas teknologi Chain Signatures. Produk ini sudah memproses lebih dari 22 miliar dolar AS volume swap kumulatif di 35+ blockchain.
Apakah Chain Signatures aman digunakan?
Keamanannya bersandar pada jaringan MPC yang diamankan validator Near, sehingga tidak ada satu pihak pun yang memegang kunci privat secara utuh. Near juga sudah menambahkan skema tanda tangan tahan kuantum untuk memperkuat keamanan jangka panjang.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.




