Loopring (LRC) Ditutup: Penyebab dan Dampaknya bagi Holder
2026-07-10
Kabar Loopring (LRC) ditutup menjadi perhatian besar bagi pengguna ekosistem Ethereum, terutama mereka yang masih menyimpan aset di Loopring Layer 2 atau memegang token LRC.
Pada 28 Juni 2026, tim Loopring mengumumkan penghentian layanan perdagangan DEX, automated market maker atau AMM, serta relayer yang selama ini menopang aktivitas jaringan. Situs resminya kini juga menyatakan bahwa Loopring sudah tidak lagi beroperasi.
Key Takeaways
- Loopring menghentikan operasional DEX dan Layer 2 karena adopsi rendah, keterbatasan teknologi, serta kalah bersaing dengan jaringan zkEVM yang lebih fleksibel.
- Token LRC tidak otomatis hilang, tetapi penutupan ekosistem mengurangi utilitas, likuiditas, dan prospek fundamental nya.
- Pengguna dengan aset di Loopring L2 perlu memeriksa pengumuman saldo dan distribusi dana ke alamat Ethereum Layer 1 mereka.
Mengapa Loopring (LRC) Ditutup?
Penutupan ini tidak berarti setiap token LRC langsung dihapus dari blockchain. LRC tetap merupakan token ERC-20 yang dapat berada di wallet atau diperdagangkan pada bursa yang masih mendukungnya.
Namun, layanan utama yang memberikan fungsi nyata kepada token tersebut sudah berhenti. Karena itu, holder harus membedakan antara penutupan platform Loopring dan keberadaan token LRC sebagai aset digital.

Sumber AI Generated Image
Loopring bukan proyek kecil yang muncul tanpa rekam jejak. Protokol ini termasuk pelopor penggunaan teknologi zk-rollup untuk meningkatkan kapasitas Ethereum. Loopring pernah menawarkan transaksi yang lebih cepat dan murah, sambil tetap memanfaatkan keamanan Ethereum.
Akan tetapi, menjadi pelopor tidak selalu menjamin keberlanjutan. Dalam pengumuman penutupannya, tim Loopring mengakui tiga persoalan utama yang membuat operasional proyek tidak lagi dapat dipertahankan.
Baca juga : Robinhood Token: Daftar 10 Memecoin Trending di DexScreener
1. Loopring gagal memperoleh adopsi yang memadai
Alasan paling mendasar adalah rendahnya penggunaan nyata. Tim Loopring secara terbuka mengakui bahwa platform tersebut tidak pernah mencapai tingkat adopsi yang cukup besar.
Pada masa puncaknya pada November 2021, total value locked atau TVL Loopring sempat mendekati US$760 juta.
Menjelang penutupan, nilainya turun menjadi sekitar US$8 juta. Penurunan tersebut menunjukkan bahwa likuiditas dan aktivitas pengguna telah menyusut hampir 99% dari level tertingginya.
DEX membutuhkan volume transaksi, likuiditas, dan pengguna aktif agar tetap relevan. Tanpa ketiganya, pendapatan protokol menurun, insentif bagi liquidity provider melemah, dan biaya pemeliharaan jaringan menjadi semakin sulit dibenarkan.
2. Arsitektur Loopring tertinggal dari zkEVM
Loopring dikembangkan sebagai zk-rollup yang berfokus pada fungsi tertentu, terutama perdagangan, pembayaran, dan pertukaran aset. Arsitektur tersebut efektif pada masanya, tetapi tidak memiliki virtual machine yang mendukung komposabilitas seluas jaringan Ethereum Virtual Machine.
Keterbatasan itu membuat pengembang tidak dapat membangun beragam aplikasi DeFi dengan fleksibilitas yang sama seperti pada jaringan zkEVM modern.
Sementara itu, pesaing seperti zkSync, Scroll, dan Starknet berkembang dengan ekosistem aplikasi, smart contract, lending, derivatives, game, dan produk keuangan yang lebih luas.
Loopring akhirnya menghadapi masalah struktural. Teknologinya mampu menjalankan fungsi tertentu dengan efisien, tetapi kurang fleksibel untuk mengikuti perkembangan industri.
3. Lemah dalam pengembangan bisnis
Tim Loopring mengakui bahwa mereka lebih kuat sebagai engineer daripada operator bisnis. Mereka mampu mengembangkan teknologi yang inovatif, tetapi tidak berhasil mengubah inovasi tersebut menjadi pertumbuhan pengguna dan model bisnis berkelanjutan.
Dalam industri kripto, teknologi yang baik membutuhkan distribusi, pemasaran, kemitraan, komunitas, dan strategi monetisasi. Produk yang unggul secara teknis tetap dapat tertinggal ketika pengguna tidak melihat alasan kuat untuk berpindah dari platform lain.
Kondisi ini diperburuk oleh penurunan dukungan bursa terhadap LRC. Sejumlah delisting dan penghentian perdagangan mempersempit akses pasar serta menekan likuiditas token.
Baca juga : Trump Untung $1,2 M vs Retail Rugi $3,81 M: Drama TRUMP Token
Apa Saja Layanan Loopring yang Ditutup?
Pengumuman Loopring tidak hanya berkaitan dengan satu pasangan perdagangan. Penghentian tersebut mencakup komponen inti ekosistem, yaitu:
- Layanan perdagangan pada Loopring DEX.
- Automated market maker dan liquidity pool.
- Relayer yang memproses aktivitas jaringan.
- Infrastruktur Loopring Layer 2.
- Produk pengguna yang bergantung pada jaringan tersebut.
Sebelumnya, layanan Loopring Wallet juga sudah dihentikan pada pertengahan 2025. Penutupan DEX pada Juni 2026 menjadi tahap akhir dari penyusutan operasional Loopring. Situs resmi proyek bahkan menggunakan pernyataan bahwa Loopring sudah tidak lagi beroperasi.
Artinya, persoalan ini bukan sekadar pemeliharaan sementara atau migrasi versi. Loopring telah memasuki proses penghentian permanen.
Baca juga : Strategic Bitcoin Reserve AS Terhambat, Ada Apa?
Apakah Token LRC Ikut Hilang?
Token LRC tidak otomatis hilang ketika Loopring ditutup. Sebagai token ERC-20, LRC tetap tercatat pada blockchain Ethereum dan masih dapat dikirim antar-wallet selama jaringan Ethereum berfungsi.
Namun, ada perbedaan besar antara token yang masih ada secara teknis dan token yang masih memiliki kegunaan ekonomi.
Sebelum penutupan, LRC terhubung dengan aktivitas protokol, insentif, biaya, staking, likuiditas, dan pengoperasian exchange berbasis Loopring. Ketika produk utamanya berhenti, permintaan berbasis utilitas tersebut ikut melemah.
Karena itu, penutupan Loopring menimbulkan beberapa risiko bagi LRC:
- Berkurangnya alasan fundamental untuk memegang token.
- Menurunnya likuiditas perdagangan.
- Meningkatnya risiko delisting dari bursa lain.
- Spread jual-beli yang berpotensi semakin lebar.
- Volatilitas ekstrem akibat kedalaman pasar yang rendah.
- Sulitnya membangun kembali kepercayaan investor.
Secara historis, LRC pernah mencapai sekitar US$3,75 pada November 2021. Menjelang penutupan, nilainya berada di kisaran satu sen dolar AS atau turun lebih dari 99% dari harga tertingginya.
Baca juga : DeFi Exploit: Summer Finance Kehilangan $6 Juta, APY 2,08 Juta Persen Jadi Alarm Keamanan Protokol
Dampak Loopring (LRC) Ditutup bagi Seluruh Holder
Dampak yang diterima setiap holder tidak selalu sama. Hal tersebut bergantung pada tempat penyimpanan LRC dan jenis posisi yang dimiliki.

Sumber: AI Generated Image
Holder yang menyimpan aset di Loopring Layer 2
Kelompok ini harus memberi perhatian paling besar pada proses distribusi aset. Tim Loopring berencana mengembalikan dana pengguna secara langsung ke alamat Ethereum Layer 1 yang terhubung dengan akun mereka.
Dalam pembaruan resmi, Loopring menyatakan sedang mengembalikan sekitar US$7,17 juta kepada 31.393 penerima. Distribusi awal tersebut mencakup 71 dari 89 aset yang tercatat dalam snapshot.
Pengguna harus memastikan bahwa alamat wallet yang digunakan masih dapat diakses. Kehilangan seed phrase atau private key dapat menghambat akses terhadap dana yang dikirim ke Layer 1.
Holder LRC di centralized exchange
LRC yang disimpan pada centralized exchange tidak termasuk dalam pengembalian aset Loopring Layer 2. Pengguna bergantung pada kebijakan masing-masing exchange.
Holder perlu memeriksa:
- Apakah exchange masih mendukung perdagangan LRC.
- Apakah deposit LRC masih tersedia.
- Apakah penarikan ke wallet Ethereum masih dibuka.
- Batas waktu sebelum penghentian perdagangan.
- Jaringan yang digunakan saat melakukan withdrawal.
Coinbase, misalnya, telah mengumumkan rencana menghentikan perdagangan LRC pada 7 Agustus 2026. Pengumuman tersebut menyatakan bahwa aset pengguna tetap dapat diakses dan ditarik setelah perdagangan dihentikan.
Kebijakan exchange lain bisa berbeda. Jangan menganggap seluruh platform akan memberikan jadwal atau prosedur yang sama.
Liquidity provider dan pemegang posisi AMM
Posisi liquidity pool tidak harus dicairkan secara manual oleh pengguna. Tim Loopring menyatakan bahwa posisi AMM akan dikonversi menjadi token dasarnya berdasarkan kondisi ketika layanan dihentikan.
Nilai akhir kemudian dimasukkan dalam daftar saldo pengguna. Proses ini mengurangi beban teknis, tetapi pengguna tetap harus memeriksa apakah jumlah token yang dicatat sudah sesuai.
Holder dengan saldo kecil
Loopring menetapkan batas minimum distribusi senilai US$10. Akun dengan nilai akhir di bawah batas tersebut tidak dimasukkan ke dalam proses pengiriman batch.
Kebijakan ini menjadi persoalan bagi pengguna yang memiliki sisa saldo kecil. Walaupun nominal setiap akun terbatas, jumlah keseluruhannya dapat cukup besar jika melibatkan banyak pengguna.
Baca juga : BonkDAO US$20 Juta Dicuri via Malicious Proposal: Apa yang Terjadi?
Bagaimana Proses Pengembalian Dana Loopring?
Tim Loopring memilih metode distribusi terpusat untuk menyelesaikan pengembalian aset. Langkah ini berbeda dari mekanisme exit mandiri yang biasanya menjadi karakter utama layanan non-custodial.
Prosesnya mencakup beberapa tahapan.
1. Snapshot dan penghitungan saldo
Loopring menghitung saldo akhir dari seluruh akun Layer 2. Data tersebut mencakup token spot, ETH, aset ERC-20, serta hasil konversi posisi liquidity pool.
2. Publikasi daftar saldo
Daftar final dipublikasikan agar pengguna dapat memeriksa jumlah aset dan alamat penerima. Pengguna diberi waktu sekitar dua minggu untuk melaporkan ketidaksesuaian.
3. Pembaruan smart contract
Smart contract diubah agar hanya alamat yang masuk whitelist dan dikendalikan tim yang dapat memindahkan aset keluar dari Layer 2. Langkah ini memungkinkan distribusi massal dalam beberapa batch.
4. Distribusi ke Ethereum Layer 1
Dana dikirim ke alamat Ethereum yang terhubung dengan akun Loopring. Pengguna tidak perlu mengirim proof atau membayar gas fee karena biaya distribusi ditanggung oleh tim Loopring.
Meski terlihat praktis, proses ini lebih tersentralisasi dibandingkan mekanisme penarikan mandiri. Pengguna perlu mengandalkan data snapshot dan pelaksanaan distribusi oleh tim.
Baca juga : GORP Naik Tajam, Di Mana Bisa Beli Global Oil Recovery Program (GORP)?
Apa yang Harus Dilakukan Holder LRC Sekarang?
Tidak semua holder harus mengambil keputusan yang sama. Namun, beberapa langkah berikut dapat mengurangi risiko.
- Periksa sumber resmi Loopring
Gunakan situs resmi dan akun X resmi Loopring. Hindari tautan distribusi yang dikirim melalui pesan pribadi, Telegram, atau akun yang baru dibuat. - Pastikan wallet Ethereum masih dapat diakses
Periksa seed phrase, perangkat wallet, dan alamat Ethereum yang terhubung dengan akun Loopring. Jangan pernah memberikan private key kepada pihak lain. - Verifikasi saldo dalam daftar distribusi
Cocokkan jumlah spot balance dan hasil konversi posisi AMM. Laporkan ketidaksesuaian selama periode pemeriksaan masih dibuka. - Pantau kebijakan exchange
Periksa jadwal penghentian perdagangan, deposit, dan withdrawal. Jangan menunggu hingga batas waktu terakhir karena jaringan atau exchange dapat mengalami antrean. - Evaluasi kembali alasan memegang LRC
Jangan hanya menggunakan harga beli sebagai dasar keputusan. Perhatikan utilitas yang tersisa, likuiditas, dukungan exchange, serta kemungkinan pengembangan baru. - Waspadai penipuan refund
Proyek yang berhenti beroperasi sering dimanfaatkan oleh penipu. Jangan menghubungkan wallet ke situs yang mengklaim menyediakan “claim LRC refund” tanpa konfirmasi resmi.
Untuk mengikuti perubahan pasar dan kabar aset kripto lainnya, Anda dapat mendaftar di Bittime dan memeriksa pembaruan berita terbaru secara berkala.
Tetap cocokkan informasi yang ditemukan dengan pengumuman resmi proyek sebelum mengambil keputusan finansial.
Baca juga : Apa Itu The Black Queen (ANSEMWIFE)? Meme Coin Baru di Solana
Apakah LRC Masih Layak Dipertahankan?
Tidak ada jawaban tunggal untuk seluruh holder. Keputusan tersebut bergantung pada profil risiko, harga beli, ukuran posisi, kebutuhan likuiditas, dan keyakinan terhadap kemungkinan penggunaan LRC di masa depan.
Namun, secara fundamental, penutupan Loopring menghilangkan produk inti yang sebelumnya mendukung narasi token. Kondisi tersebut berbeda dari koreksi harga biasa ketika jaringan masih berkembang dan pengguna masih bertambah.
Holder juga perlu mempertimbangkan likuiditas. Token yang masih tercatat pada blockchain belum tentu mudah dijual dalam jumlah besar. Semakin sedikit exchange dan market maker yang mendukung LRC, semakin tinggi risiko slippage dan spread.
Membeli hanya karena harga telah turun lebih dari 99% juga bukan strategi yang cukup. Harga rendah tidak otomatis berarti undervalued. Penurunan dapat mencerminkan hilangnya permintaan, utilitas, pendapatan, dan keyakinan pasar.
Baca juga : Hyperliquid Makin Dominan, Open Interest Perpetual Futures Sentuh US$4,3 Miliar
Pelajaran dari Penutupan Loopring
Kasus Loopring menunjukkan bahwa keunggulan teknologi memiliki masa berlaku. Sebuah proyek dapat menjadi pelopor, tetapi tetap kehilangan posisi ketika pesaing menawarkan teknologi yang lebih fleksibel dan ekosistem yang lebih aktif.
Investor kripto sebaiknya tidak hanya menilai:
- Kecepatan transaksi.
- Rendahnya biaya.
- Popularitas pada siklus sebelumnya.
- Harga tertinggi sepanjang masa.
- Kemitraan besar yang pernah diumumkan.
Perhatikan juga penggunaan aktual, jumlah pengembang, pertumbuhan aplikasi, pendapatan protokol, likuiditas, struktur biaya, serta kemampuan tim menjalankan pengembangan bisnis.
Loopring membantu membuktikan bahwa zk-rollup dapat digunakan untuk meningkatkan kapasitas Ethereum. Kontribusi teknologinya tetap penting. Namun, kontribusi historis tidak selalu cukup untuk mempertahankan nilai ekonomi sebuah token.
Kesimpulan
Kabar Loopring (LRC) ditutup menandai berakhirnya salah satu proyek awal yang memperkenalkan teknologi zk-rollup pada ekosistem Ethereum.
Rendahnya adopsi, keterbatasan arsitektur, lemahnya pengembangan bisnis, persaingan zkEVM, dan berkurangnya dukungan exchange menjadi faktor utama di balik keputusan tersebut.
Token LRC tidak otomatis hilang, tetapi penutupan DEX dan Layer 2 mengurangi utilitas serta memperbesar risiko likuiditas. Pengguna yang masih memiliki dana di Loopring perlu memeriksa daftar saldo, memastikan akses ke wallet Ethereum, dan mengikuti proses distribusi resmi.
Holder LRC di exchange juga harus memantau jadwal delisting atau penghentian perdagangan. Jangan menunda pemeriksaan aset dan jangan menggunakan tautan refund yang belum terverifikasi.
Ikuti kabar terbaru melalui Bittime dan selalu jadikan pengumuman resmi sebagai rujukan utama.
Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.
Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.
Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.
FAQ
Apakah Loopring benar-benar ditutup?
Ya. Loopring telah menghentikan DEX, AMM, relayer, dan operasional Layer 2. Situs resmi Loopring juga menyatakan bahwa proyek tersebut tidak lagi beroperasi.
Apakah token LRC akan hilang setelah Loopring ditutup?
Tidak otomatis. LRC tetap tercatat sebagai token ERC-20 di Ethereum, tetapi utilitas dan dukungan pasarnya dapat terus menurun setelah produk utama Loopring berhenti.
Bagaimana cara mendapatkan kembali dana di Loopring Layer 2?
Tim Loopring mendistribusikan aset ke alamat Ethereum Layer 1 yang terhubung dengan akun pengguna. Holder perlu memeriksa daftar saldo resmi dan melaporkan kesalahan selama periode verifikasi.
Apakah semua saldo akan dikembalikan?
Distribusi batch hanya mencakup akun dengan nilai akhir minimal US$10. Saldo di bawah batas tersebut tidak dimasukkan berdasarkan prosedur yang diumumkan oleh tim.
Apakah holder harus langsung menjual LRC?
Keputusan tersebut bergantung pada profil risiko dan kondisi masing-masing holder. Pertimbangkan utilitas yang tersisa, likuiditas, dukungan exchange, dan risiko delisting sebelum bertindak.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.



