IHSG Melemah ke 6.315 akibat Harga Minyak Naik, Investor Mulai Waspada

2026-07-24
IHSG Melemah ke 6.315 akibat Harga Minyak Naik, Investor Mulai Waspada.webp

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Kamis (23/7/2026) dengan pelemahan 0,30% ke 6.315,31, berbalik dari penguatan lebih dari 1,5% di sesi pertama. 

Lonjakan harga minyak mentah menjadi pemicu utama, dengan WTI melonjak 3,7% ke $90,03 per barel dan Brent naik 4,5% ke $98,39 per barel, akibat eskalasi konflik AS-Iran di Timur Tengah. 

Investor mulai bersikap hati-hati dan melakukan trading jangka pendek, sementara nilai transaksi pasar saham Indonesia mencapai Rp23,94 triliun, meningkat hampir 30% dari hari sebelumnya. 

Saham perbankan besar kompak melemah, namun sektor properti justru mencatat kenaikan 3,13%.

Poin Penting

  • IHSG ditutup melemah 0,30% ke 6.315,31 setelah sempat menguat lebih dari 1,5% di sesi pertama, dipicu oleh lonjakan harga minyak mentah yang membuat investor bersikap hati-hati.

  • Harga minyak WTI melonjak 3,7% ke $90,03 per barel dan Brent naik 4,5% ke $98,39 per barel akibat eskalasi konflik AS-Iran di Timur Tengah.

  • Saham perbankan besar kompak melemah: BBCA turun 3,46%, BMRI turun 1,36%, dan BBRI turun 0,66%, sementara sektor properti justru menguat 3,13%.

Penyebab IHSG Melemah

Pelemahan IHSG dipicu oleh beberapa faktor utama:

1. Lonjakan Harga Minyak

Harga minyak mentah WTI dan Brent berada di level tertinggi enam pekan terakhir akibat meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran

Kenaikan harga minyak ini memicu kekhawatiran inflasi dan biaya energi yang lebih tinggi, yang dapat menekan pertumbuhan ekonomi.

2. Sikap Hati-hati Investor

Pelaku pasar cenderung mengambil sikap wait-and-see dan melakukan trading jangka pendek di tengah ketidakpastian geopolitik. 

Hal ini tercermin dari peningkatan volume transaksi yang signifikan.

3. Pelemahan Sektor Perbankan

Saham-saham perbankan besar dengan kapitalisasi pasar terbesar kompak melemah: BBCA turun 3,46%, BMRI turun 1,36%, dan BBRI turun 0,66%. 

Pelemahan ini memberikan tekanan signifikan pada IHSG karena bobot sektor keuangan yang besar di indeks.

4. Pelemahan Rupiah

Nilai tukar rupiah juga melemah 0,11% terhadap dolar AS ke Rp17.936, menambah tekanan pada pasar saham.

Baca Juga : 1 Lot Berapa Lembar Saham? Begini Aturan BEI dan Cara Hitungnya

Performa Sektoral dan Saham di IHSG

IHSG Melemah ke 6.315 akibat Harga Minyak Naik, Investor Mulai Waspada - image.webp

Sumber: Google Finance

Meskipun IHSG melemah, sebagian besar indeks sektoral tetap menguat. 

Sektor properti memimpin kenaikan dengan 3,13%, diikuti sektor energi yang naik 1,59% dan sektor barang konsumen primer 1,54%. 

Sektor yang melemah antara lain barang konsumen non primer (-1,08%), keuangan (-1,00%), dan industri (-0,94%).

Saham-saham dengan penguatan terbesar: FUTR, MPRO, ENAK, ZATA, dan ALKA. 

Saham-saham dengan pelemahan terbesar: SWID, HOPE, LUCK, WMUU, dan FORU.

Pantau pergerakan IHSG dan kelola portofolio investasi Anda. Daftar di Bittime, platform trading crypto terpercaya di Indonesia

Baca Juga : Tokenized Stocks vs Saham Biasa: Pengertian, Perbedaan, dan Cara Beli

Proyeksi IHSG ke Depan

Analis Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG akan bergerak konsolidasi dengan kecenderungan melemah pada Jumat (24/7), seiring potensi aksi profit taking (ambil untung) investor menjelang akhir pekan. 

Level support yang perlu diperhatikan:

- Support terdekat: 6.279 (MA5)

- Support berikutnya: 6.200-6.250

Jika IHSG breakdown dari level MA5 di sekitar 6.279, maka berpotensi menguji level support berikutnya di 6.200-6.250. 

Sementara itu, bursa saham regional Asia bergerak bervariasi: Nikkei naik 0,39%, Shanghai naik 0,25%, Hang Seng naik 1,28%, Kospi naik 4,40%, dan Strait Times melemah 0,32%.

Baca Juga : Cara Trading Futures di Bittime untuk Pemula

Implikasi bagi Investor

1. Tetap Tenang dan Rasional

Pelemahan IHSG adalah reaksi pasar terhadap ketidakpastian jangka pendek. Investor dengan horizon jangka panjang sebaiknya tidak terburu-buru mengambil keputusan berbasis emosi.

2. Pantau Harga Minyak

Perkembangan geopolitik di Timur Tengah dan harga minyak akan menjadi faktor kunci yang mempengaruhi pergerakan IHSG dalam waktu dekat.

3. Perhatikan Sektor Defensif

Sektor properti dan energi menunjukkan ketahanan di tengah pelemahan, sementara sektor perbankan dan konsumen non primer lebih rentan.

4. Manfaatkan Koreksi

Bagi investor jangka panjang, pelemahan IHSG bisa menjadi peluang untuk akumulasi saham berkualitas dengan valuasi menarik.

Baca Juga : Daftar Saham dengan Investor Terbanyak di Indonesia 2026

Kesimpulan

IHSG melemah ke 6.315 akibat lonjakan harga minyak yang dipicu eskalasi konflik AS-Iran. Saham perbankan besar menjadi penekan utama, sementara sektor properti dan energi justru menguat. 

Investor disarankan untuk tetap waspada terhadap volatilitas jangka pendek, namun tetap fokus pada fundamental jangka panjang. 

bittime biaya withdrawal murah

Pantau perkembangan geopolitik dan harga minyak sebagai indikator kunci pergerakan IHSG ke depan bersama Bittime!

Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.

Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.

Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.

FAQ

Apa penyebab IHSG melemah?

Lonjakan harga minyak mentah akibat eskalasi konflik AS-Iran membuat investor bersikap hati-hati dan melakukan trading jangka pendek.

Berapa penurunan IHSG?

IHSG turun 0,30% ke 6.315,31, setelah sempat menguat lebih dari 1,5% di sesi pertama.

Berapa harga minyak saat ini?

WTI di $90,03 per barel (naik 3,7%) dan Brent di $98,39 per barel (naik 4,5%).

Apa dampak pada saham perbankan?

BBCA turun 3,46%, BMRI turun 1,36%, dan BBRI turun 0,66%.

Sektor apa yang menguat?

Sektor properti naik 3,13%, energi naik 1,59%, dan barang konsumen primer naik 1,54%.

Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.

Campaign Deposit Trade
Auto Earn Ramadan

Blog Bittime

DAT BIH $COAL Legit atau Scam? Cek Fakta Sebelum Membeli Token
DAT BIH $COAL Legit atau Scam? Cek Fakta Sebelum Membeli Token

Token DAT BIH $COAL baru berumur delapan jam dengan likuiditas mini di Robinhood Chain. Cek data onchain sebelum memutuskan membeli.

2026-07-24Baca