Harga Minyak Melonjak, Murban Crude Tembus US$106 dan Brent Dekati US$100

2026-07-24

Harga Minyak Melonjak, Murban Crude Tembus US$106 dan Brent Dekati US$100 (1).png

Angka US$106 per barel jarang terlihat pada layar trading Murban crude, tapi Kamis pagi waktu Teluk benchmark asal Abu Dhabi itu melompat 19 persen hanya dalam semalam. 

Harga minyak Brent ikut terseret naik mendekati US$100, dipicu klaim Houthi yang menyerang dua tanker Saudi di Laut Merah sekaligus ancaman balasan baru dari Presiden Trump terhadap Iran soal Selat Hormuz. 

Lonjakan ini memperpanjang gejolak harga minyak dunia yang sudah berlangsung sejak pertengahan tahun, saat perang Amerika Serikat dan Iran mulai memanas kembali.

Key Takeaways

  • Murban crude naik 19 persen ke US$106,60 per barel, Brent naik ke US$97,67, dan WTI ke US$89,36.
  • Houthi mengklaim menyerang dua tanker Saudi, Encelia dan Layla, di Laut Merah, memicu ancaman baru Trump ke Iran soal Selat Hormuz.
  • Tiga tanker raksasa tetap berhasil melintasi Selat Hormuz membawa 6 juta barel minyak meski risiko serangan meningkat.

Harga Minyak Cetak Kenaikan Ekstrem dalam Sehari

Data pasar per Kamis (23/7) pukul 13.03 waktu Teluk menunjukkan lonjakan tajam di seluruh benchmark utama. 

WTI naik ke US$89,36 per barel, naik 2,91 persen. Brent melompat 3,83 persen ke US$97,67, level tertinggi dalam sekitar enam minggu terakhir. 

Namun kenaikan paling ekstrem justru dicatat Murban crude asal Abu Dhabi, yang melonjak 19,13 persen ke US$106,60 per barel, menurut Gulf News

Harga gas alam juga ikut naik 0,79 persen ke US$2,948. Analis menyebut premi asuransi risiko perang dan rute pelayaran yang memanjang menjadi pendorong utama kenaikan harga. 

Murban Crude Oil.png

Ilustrasi: Generated by AI

Yuk daftar di Bittime supaya bisa trading crypto dengan mudah dan aman!

Houthi Serang Dua Tanker Saudi, Buka Front Baru di Laut Merah

Milisi Houthi yang didukung Iran mengklaim menghantam dua kapal tanker berbendera Saudi bernama Encelia dan Layla di Laut Merah, menyebabkan kebakaran di kedua kapal, menurut NBC News

Kantor berita resmi Saudi melaporkan kebakaran terjadi di bagian haluan kapal Encelia. Serangan ini menjadi laporan pertama sejak Houthi mengumumkan blokade terhadap kapal berafiliasi Saudi yang melintasi Selat Bab el Mandeb, sebagai balasan atas blokade Yaman dan serangan ke bandara internasional mereka. 

Dengan front baru ini, ancaman terhadap pasokan energi dunia tidak lagi hanya datang dari Selat Hormuz, tapi juga dari jalur pelayaran Laut Merah.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik 10%, Apa Dampaknya bagi Indonesia?

Trump Ancam Balas Setiap Serangan Iran di Selat Hormuz

Presiden Donald Trump menegaskan Amerika Serikat akan meminta pertanggungjawaban Iran atas setiap serangan Houthi ke depan. 

Lewat Truth Social, Trump menulis bahwa setiap kali Iran menembak kapal di Selat Hormuz, AS akan menghancurkan satu jembatan atau pembangkit listrik, termasuk yang berada di dekat maupun di dalam Teheran, menurut CBS News

Militer AS sendiri sudah melancarkan serangan selama 12 malam berturut turut ke wilayah Iran. Sebagai balasan, pejabat senior Iran yang dikutip kantor berita Tasnim menyatakan Teheran akan menyerang infrastruktur dan jembatan di seluruh kawasan jika ancaman itu direalisasikan.

Baca Juga: Apa Itu Digital Oil ($OIL)? Memecoin dari Komentar Peter Schiff dan Cara Belinya

Tanker Raksasa Nekat Tembus Selat Hormuz di Tengah Risiko

Di tengah eskalasi ancaman, data pelacakan kapal yang dihimpun Bloomberg menunjukkan tiga kapal tanker raksasa atau VLCC berhasil keluar dari Teluk Persia melewati Selat Hormuz dalam 24 jam terakhir. 

Ketiganya mengangkut total sekitar 6 juta barel minyak mentah dan mulai mengirim sinyal posisi otomatis begitu memasuki Teluk Oman pada Kamis pagi. Fakta ini menunjukkan aliran fisik minyak dari Teluk Persia belum sepenuhnya berhenti, meski premi risiko sudah melonjak tajam. 

Sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melewati Selat Hormuz, sementara 9 persen lainnya melintasi Bab el Mandeb, sehingga gangguan di kedua jalur ini berdampak luas ke pasar global.

Baca Juga: Apa Itu American Virtual Oil Fund (AVOF)? Memecoin Minyak AS di Solana

Kesimpulan

Kombinasi serangan Houthi di Laut Merah dan ancaman balasan Trump terhadap Iran membuat harga minyak dunia kembali bergejolak setelah sempat mereda pada pertengahan tahun. 

Murban crude yang melonjak 19 persen menjadi sinyal paling jelas betapa sensitifnya pasar energi Teluk terhadap risiko geopolitik saat ini. 

Selama Selat Hormuz dan Bab el Mandeb masih berstatus rawan, volatilitas harga minyak berpotensi berlanjut dan ikut memengaruhi biaya logistik global, termasuk harga bahan bakar di dalam negeri. 

Pelaku pasar disarankan memantau perkembangan konflik ini secara berkala sebelum mengambil keputusan investasi maupun bisnis terkait energi.

bittime biaya withdrawal murah

Pantau perkembangan harga aset RWA terkemuka seperti ONDOLINK, dan HBAR, sebelum trading di Bittime.

Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.

Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.

Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.

FAQ

Kenapa harga Murban crude naik jauh lebih tinggi dibanding Brent dan WTI?

Murban sangat sensitif terhadap risiko pelayaran di Teluk karena diekspor langsung dari Fujairah, dekat Selat Hormuz. Ketegangan di jalur ini membuat permintaan terhadap crude Teluk melonjak drastis.

Apa itu Selat Hormuz dan kenapa penting bagi harga minyak dunia?

Selat Hormuz adalah jalur sempit antara Iran dan Oman yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia. Gangguan di jalur ini langsung memicu kekhawatiran pasokan global dan mendorong harga minyak naik.

Apakah pasokan minyak global benar benar terhenti akibat konflik ini?

Belum. Tiga tanker raksasa masih berhasil melintasi Selat Hormuz membawa 6 juta barel minyak, menunjukkan aliran fisik minyak belum sepenuhnya berhenti meski risikonya meningkat.

Bagaimana dampak kenaikan harga minyak ini bagi Indonesia?

Kenaikan harga minyak mentah dunia berpotensi menambah beban biaya impor energi dan tekanan terhadap subsidi BBM dalam negeri. Dampak ke harga jual di pompa bensin biasanya baru terlihat dalam beberapa pekan ke depan.

Apakah harga minyak akan terus naik dalam waktu dekat?

Ini sangat bergantung pada perkembangan konflik Houthi, Iran, dan AS di Selat Hormuz maupun Laut Merah. Selama ketegangan belum mereda, risiko kenaikan harga lanjutan tetap terbuka.

Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.

Campaign Deposit Trade
Auto Earn Ramadan

Blog Bittime

DAT BIH $COAL Legit atau Scam? Cek Fakta Sebelum Membeli Token
DAT BIH $COAL Legit atau Scam? Cek Fakta Sebelum Membeli Token

Token DAT BIH $COAL baru berumur delapan jam dengan likuiditas mini di Robinhood Chain. Cek data onchain sebelum memutuskan membeli.

2026-07-24Baca