Bukan Curi Password, Begini Dugaan Cara Hacker Serang Polymarket

2026-10-30
Bukan Curi Password, Begini Dugaan Cara Hacker Serang Polymarket.webp

Polymarket menghentikan sementara aktivitas trading pada platform internasionalnya setelah sejumlah pengguna melaporkan kehilangan aset tanpa melakukan transaksi. 

Insiden keamanan yang terjadi pada akhir Oktober 2026 tersebut diduga berkaitan dengan kompromi pada salah satu penyedia layanan pihak ketiga yang terhubung dengan platform.

Masalah ini membuat Polymarket membatasi aktivitas perdagangan selama proses investigasi. 

Perusahaan kemudian menyatakan telah memperbaiki gangguan, memulihkan trading, dan akan mengganti kerugian seluruh pengguna yang terdampak.

Kasus Polymarket hack 2026 kembali menyoroti risiko keamanan pada platform kripto. 

Ancaman tidak selalu berasal dari peretasan sistem utama atau pencurian password, tetapi juga dapat muncul melalui layanan eksternal yang digunakan sebuah platform.

Key Takeaways

  • Polymarket menghentikan sementara trading internasional setelah menemukan insiden keamanan yang melibatkan penyedia layanan pihak ketiga.

  • Penyedia layanan yang dikaitkan dengan insiden tersebut adalah DebugBear, perusahaan yang menyediakan layanan pemantauan performa situs web.

  • Polymarket menyatakan telah memperbaiki masalah dan akan mengganti kerugian seluruh trader yang terdampak.

Kronologi Trading Polymarket Dihentikan

Bukan Curi Password, Begini Dugaan Cara Hacker Serang Polymarket - polymarket.webp

Sumber: polymarket.com

Insiden ini mulai menjadi perhatian setelah sejumlah pengguna melaporkan aktivitas tidak wajar pada akun Polymarket. 

Beberapa trader mengaku kehilangan saldo maupun aset yang sebelumnya mereka miliki tanpa memberikan persetujuan untuk transaksi tersebut.

Laporan CoinDesk pada 29 Oktober 2026 menyebutkan bahwa sejumlah pengguna platform internasional Polymarket mengalami penarikan aset tanpa izin. 

Perusahaan kemudian mengkonfirmasi adanya masalah keamanan yang melibatkan salah satu penyedia layanan pihak ketiga.

Baca Juga : BNB Melemah setelah Dugaan Hack Binance, Penjualan Panik Tekan Harga

Polymarket Membatasi Aktivitas Perdagangan

Sebagai langkah pencegahan, Polymarket lebih dahulu mengaktifkan mode cancel-only. 

Dalam mode ini, pengguna masih dapat membatalkan pesanan yang sudah dibuat, tetapi tidak dapat memasukkan order perdagangan baru.

Polymarket juga menghentikan sementara aktivitas relayer selama investigasi berlangsung. Langkah tersebut dilakukan untuk membatasi aktivitas transaksi sampai masalah keamanan berhasil ditangani.

Berdasarkan riwayat insiden pada halaman status resminya, gangguan mulai ditangani pada 29 Oktober 2026 pukul 18.05 UTC dan dinyatakan selesai pukul 19.05 UTC. 

Dengan demikian, penghentian aktivitas berlangsung sekitar satu jam.

Setelah masalah diperbaiki, Polymarket menyampaikan bahwa aktivitas trading telah kembali beroperasi. 

Perusahaan juga menyatakan akan mengganti kerugian seluruh pengguna yang terdampak.

Baca Juga : Dugaan Peretasan Binance: US$5,7 Miliar Aset Kripto Berpindah Jadi Sorotan

Apa Penyebab Polymarket Security Breach?

Polymarket mengonfirmasi bahwa salah satu penyedia layanan pihak ketiganya mengalami kompromi keamanan. 

Namun, perusahaan tidak mengungkapkan seluruh detail teknis mengenai bagaimana penyerang mendapatkan akses dan menjalankan serangan.

Laporan The Washington Post mengidentifikasi DebugBear sebagai penyedia layanan yang berkaitan dengan insiden tersebut. 

DebugBear merupakan perusahaan yang menyediakan layanan pemantauan performa dan pengalaman pengguna pada situs web.

Baca Juga : CoinDCX Hack: Hilang 15,99 Juta USDT, Sempat Disebut False Alarm

Dugaan Keterlibatan DebugBear

Layanan pemantauan performa situs web umumnya menggunakan kode atau skrip yang dipasang pada halaman sebuah situs. Skrip tersebut membantu pengelola memahami kecepatan pemuatan halaman dan pengalaman pengunjung ketika mengakses layanan mereka.

Integrasi seperti ini dapat mempermudah pengelolaan situs, tetapi juga menimbulkan risiko apabila penyedia layanan eksternal mengalami kompromi keamanan.

Dalam kasus Polymarket, keterlibatan DebugBear dilaporkan oleh sejumlah media setelah insiden terjadi. 

The Washington Post menyebutkan bahwa perusahaan tersebut juga mengakui sedang menghadapi insiden keamanan dan meminta pelanggan yang menggunakan produk Real User Monitoring (RUM) untuk menghapus kode yang terpasang pada situs mereka.

Meski demikian, penting untuk membedakan informasi yang telah dikonfirmasi dan dugaan teknis. 

Polymarket secara resmi mengonfirmasi kompromi pada penyedia pihak ketiga, tetapi belum memublikasikan laporan investigasi lengkap mengenai seluruh tahapan serangan.

Baca Juga : Hardware Wallet Ledger Diduga Dimodifikasi, Pengguna Kripto Perlu Waspada

Apa Itu Third-Party Provider Hack?

Third-party provider hack merupakan serangan yang memanfaatkan kelemahan atau kompromi pada penyedia layanan eksternal yang terhubung dengan sebuah perusahaan.

Penyerang tidak harus membobol sistem utama platform secara langsung. 

Mereka dapat mencoba mengeksploitasi layanan pendukung yang memiliki integrasi dengan sistem perusahaan tersebut.

Dalam ekosistem digital, layanan eksternal dapat mencakup perangkat analitik, pemantauan performa, sistem pembayaran, hingga perangkat pemasaran. 

Jika salah satu layanan tersebut disusupi, dampaknya berpotensi menjangkau perusahaan yang menggunakannya.

Itulah sebabnya keamanan platform tidak cukup hanya mengandalkan perlindungan infrastruktur internal. 

Pengawasan terhadap pihak ketiga juga menjadi bagian penting dari manajemen risiko.

Apakah Dana Pengguna Dicuri Tanpa Password dan Seed Phrase?

Salah satu hal yang membuat kasus ini menarik perhatian adalah laporan mengenai aset pengguna yang berpindah tanpa adanya penyerahan password atau seed phrase kepada penyerang.

Laporan teknis yang dikutip Decrypt menyebutkan adanya dugaan penggunaan skrip berbahaya untuk memanfaatkan sesi pengguna yang masih aktif. 

Skrip tersebut diduga dapat berinteraksi dengan fungsi perdagangan Polymarket untuk menjalankan transaksi tanpa persetujuan pemilik akun.

Namun, mekanisme tersebut merupakan hasil analisis peneliti keamanan yang diberitakan media, bukan penjelasan teknis lengkap yang telah diterbitkan Polymarket.

Memahami Risiko Session Hijacking

Session hijacking adalah jenis serangan ketika pihak tidak berwenang mengambil alih atau menyalahgunakan sesi autentikasi pengguna.

Ketika pengguna berhasil login ke sebuah platform, sistem biasanya mempertahankan sesi agar pengguna tidak perlu memasukkan password setiap kali membuka halaman atau menjalankan aktivitas tertentu.

Jika sesi tersebut berhasil disalahgunakan, penyerang berpotensi melakukan tindakan tertentu melalui akses yang sudah terautentikasi.

Perbedaan beberapa jenis serangan terhadap akun digital dapat dilihat berikut ini:

Jenis serangan

Cara kerja

Risiko

Pencurian password

Mengambil informasi login pengguna

Akun dapat diakses pihak lain

Pencurian seed phrase

Mengambil frasa pemulihan dompet

Kendali atas dompet dapat berpindah

Session hijacking

Menyalahgunakan sesi login aktif

Aktivitas dilakukan tanpa persetujuan pengguna

Third-party provider hack

Menyusupi penyedia layanan eksternal

Sistem yang terintegrasi berpotensi terdampak

Kasus Polymarket menunjukkan bahwa menjaga password dan seed phrase tetap rahasia memang penting, tetapi belum cukup untuk menghilangkan seluruh risiko keamanan digital.

Trading crypto lebih nyaman saat keamanan aset dan proses withdrawal dapat diandalkan. Daftar di Bittime dan mulai trading dengan lebih aman dan tenang!

Berapa Kerugian Pengguna akibat Polymarket Hack 2026?

Hingga laporan insiden tersebut diterbitkan, Polymarket belum mengumumkan secara terperinci jumlah pengguna yang terdampak maupun total aset yang hilang.

CoinDesk mengutip data DeFiLlama yang memperkirakan kerugian dalam insiden tersebut mencapai sekitar US$2,7 juta. 

Angka ini berasal dari pelacakan pihak ketiga dan bukan jumlah kerugian resmi yang diumumkan Polymarket.

The Washington Post juga melaporkan adanya pengguna yang mengeluhkan kehilangan dana setelah insiden keamanan terungkap. 

Namun, cakupan keseluruhan dampak terhadap pengguna belum dapat dipastikan dari informasi yang tersedia.

Ingin punya eksposur ke saham Amerika? Daftar di Bittime dan mulai investasi lewat tokenized stock.

Polymarket Janjikan Penggantian Dana

Dalam pengumuman resminya, Polymarket menyatakan bahwa seluruh pengguna yang terdampak akan mendapatkan penggantian kerugian.

Perusahaan juga menyebutkan bahwa insiden tersebut telah dilaporkan kepada aparat penegak hukum di Inggris. Langkah ini berkaitan dengan penyelidikan terhadap kompromi penyedia layanan pihak ketiga.

Meski demikian, Polymarket belum menjelaskan secara lengkap mekanisme penggantian dana, jadwal pembayaran, maupun proses verifikasi bagi pengguna yang mengajukan klaim.

Pengguna yang merasa terdampak sebaiknya mengikuti pengumuman resmi dan memeriksa riwayat aktivitas akun masing-masing.

Baca Juga : Dampak AI Bubble terhadap Kripto: Bisakah Bitcoin Bertahan?

Apa Dampak Insiden Ini terhadap Keamanan Platform Kripto?

Insiden Polymarket menjadi pengingat bahwa risiko keamanan dapat muncul dari berbagai komponen yang mendukung operasional sebuah platform.

Penggunaan layanan pihak ketiga memang dapat membantu meningkatkan efisiensi dan pengalaman pengguna. 

Namun, integrasi tersebut juga dapat memperluas permukaan serangan apabila penyedia layanan tidak memiliki pengamanan yang memadai.

Langkah Pencegahan bagi Pengguna

Pengguna platform kripto dapat menerapkan beberapa langkah untuk mengurangi risiko, antara lain:

  • Memeriksa riwayat transaksi dan aktivitas akun secara berkala.

  • Menghindari tautan atau situs yang tidak dapat diverifikasi.

  • Menggunakan autentikasi tambahan jika tersedia.

  • Mencabut sesi atau koneksi yang tidak dikenal.

  • Menghubungi layanan dukungan resmi ketika menemukan transaksi mencurigakan.

Di sisi lain, pengelola platform perlu melakukan audit terhadap layanan eksternal, membatasi akses yang diberikan kepada penyedia pihak ketiga, serta memantau integritas kode yang terintegrasi dengan situs.

Kasus ini juga memperlihatkan pentingnya transparansi ketika terjadi insiden. 

Informasi mengenai penyebab, cakupan dampak, dan proses pemulihan dapat membantu pengguna memahami risiko serta menentukan langkah yang perlu dilakukan.

Bagi pengguna yang ingin mulai memperdagangkan aset digital, penting untuk mempelajari sistem keamanan, ketentuan layanan, dan risiko platform sebelum melakukan transaksi. 

Daftar di Bittime dapat menjadi salah satu pilihan untuk mengenal perdagangan aset kripto dengan tetap memperhatikan keamanan akun dan risiko investasi.

bittime biaya withdrawal murah

Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.

Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.

Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.

FAQ

Mengapa Polymarket menghentikan trading pada Oktober 2026?

Polymarket menghentikan sementara trading internasional setelah menemukan insiden keamanan yang melibatkan salah satu penyedia layanan pihak ketiga. Penghentian dilakukan sebagai langkah pencegahan selama proses investigasi dan perbaikan.

Apa penyebab Polymarket hack 2026?

Polymarket mengonfirmasi bahwa salah satu penyedia layanan pihak ketiganya mengalami kompromi keamanan. Laporan media mengaitkan penyedia tersebut dengan DebugBear, perusahaan pemantauan performa situs web.

Apakah pengguna kehilangan dana tanpa memberikan password dan seed phrase?

Sejumlah pengguna melaporkan kehilangan aset tanpa melakukan transaksi secara langsung. Analisis teknis yang diberitakan media mengarah pada dugaan penyalahgunaan sesi pengguna yang masih aktif, tetapi Polymarket belum menerbitkan penjelasan teknis lengkap.

Apakah Polymarket akan mengganti dana pengguna yang hilang?

Ya. Polymarket menyatakan akan mengganti kerugian seluruh pengguna yang terdampak. Namun, rincian mekanisme dan jadwal penggantian dana belum dijelaskan secara lengkap.

Apakah trading Polymarket sudah kembali normal?

Ya. Berdasarkan halaman status resminya, insiden telah diselesaikan dan aktivitas trading kembali beroperasi setelah penghentian sementara sekitar satu jam.

Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.

Campaign Deposit Trade
Auto Earn Ramadan

Blog Bittime

PEPE dan UNI Dibeli Wallet yang Diduga Terkait Peretasan Binance
PEPE dan UNI Dibeli Wallet yang Diduga Terkait Peretasan Binance

Hacker Binance diduga menjual 7,77 triliun PEPE dan 7,02 juta UNI melalui Uniswap. Simak data transaksi dan dampaknya terhadap pasar kripto.

2026-10-30Baca