CoinDCX Hack: Hilang 15,99 Juta USDT, Sempat Disebut False Alarm

2026-10-26

CoinDCX Hack: Hilang 15,99 Juta USDT, Sempat Disebut False Alarm

Kasus CoinDCX hack mendapat kejelasan setelah exchange asal India itu mengakui kehilangan 15,99 juta USDT, atau sekitar US$16 juta. Beberapa hari sebelumnya, CEO Sumit Gupta sempat menyebut laporan transaksi mencurigakan tersebut sebagai kemungkinan false alarm.

Dalam klarifikasinya, CoinDCX mengaitkan kerugian dengan wallet lama dan gangguan sistem pemindahan deposit. Perusahaan menyatakan kerugian ditanggung sendiri serta saldo pengguna tidak terdampak, tetapi penjelasan tersebut masih menyisakan pertanyaan tentang pengawasan terhadap infrastruktur yang pernah bermasalah.

Key Takeaways

  • CoinDCX mengakui kerugian pada 25 Oktober 2026 setelah sempat membantah dugaan peretasan baru.
  • Perusahaan menyebut kegagalan pemindahan deposit membuat dana menumpuk di wallet lama.
  • Dana yang dibekukan dalam penelusuran belum dapat dianggap sudah kembali kepada perusahaan.

Kronologi CoinDCX Hack: Apa yang Berubah?

Perkembangan kasus ini berlangsung dalam beberapa hari. Laporan transaksi mencurigakan muncul lebih dahulu, disusul bantahan awal dan kemudian pengakuan kerugian.

21 Oktober: Aktivitas Mencurigakan Terdeteksi

CoinDCX menyatakan pihaknya menemukan aktivitas tidak biasa pada 21 Oktober 2026. Pada hari yang sama, penelusuran blockchain mencatat perpindahan dana dari sejumlah alamat terkait perusahaan di jaringan TRON.

Temuan tersebut kemudian memicu pemeriksaan terhadap wallet yang terlibat. Fokusnya adalah asal dana, riwayat aktivitas alamat, dan tujuan transfer.

22 Oktober: Sumit Gupta Menyebut Kemungkinan False Alarm

Sumit Gupta menjelaskan bahwa alamat yang disorot pernah terdampak insiden keamanan Juli 2025. Ia menduga penyerang menggunakan kembali alamat tersebut, sehingga laporan itu terdengar seperti kemungkinan false alarm.

Penjelasan awal ini belum menjawab apakah wallet lama masih menerima dana. Pertanyaan itulah yang kemudian menjadi penting ketika riwayat transaksinya diperiksa lebih jauh.

25 Oktober: CoinDCX Mengakui Kerugian

CoinDCX akhirnya mengumumkan kehilangan 15,99 juta USDT pada 25 Oktober. Perusahaan menjelaskan bahwa pemeriksaan lanjutan menemukan masalah pada infrastruktur wallet lama.

Dengan pengakuan tersebut, pembahasan bergeser dari kepastian adanya kerugian menuju penyebab dan penanganannya. Namun, informasi yang tersedia belum cukup untuk menyimpulkan bahwa seluruh wallet aktif CoinDCX diretas.

Baca juga : Alasan JPMorgan Blokir AI Agent dari Rekening Nasabah

Bagaimana Dana Bisa Menumpuk di Wallet Lama?

Menurut CoinDCX, sebagian pengguna masih mengirim aset ke alamat deposit lama meskipun perusahaan sudah menyediakan alamat pengganti. Kiriman tersebut tetap diproses melalui dua tahap.

Pertama, sistem menambahkan saldo ke akun pengguna. Kedua, layanan otomatis memindahkan aset dari alamat penerimaan lama ke wallet utama perusahaan.

CoinDCX menyatakan layanan pemindahan ini sempat gagal, sehingga dana tertahan dan menumpuk. Sementara itu, saldo sudah lebih dahulu tercatat di akun pengguna.

Apa Itu Wallet Sweeping?

Proses pemindahan tersebut disebut wallet sweeping. Fungsinya mengumpulkan aset dari alamat-alamat deposit ke wallet tujuan yang dikelola platform.

Dari sisi pengguna, deposit bisa terlihat selesai ketika saldo masuk. Namun, di belakangnya masih ada perpindahan aset yang perlu berjalan dan dicocokkan dengan pembukuan.

Jika kedua proses tidak dipantau bersama, gangguan pemindahan belum tentu langsung terlihat pada tampilan akun. Karena itu, pencatatan saldo yang berhasil tidak otomatis membuktikan bahwa seluruh proses penyimpanan aset sudah selesai.

CoinDCX Hack: Hilang 15,99 Juta USDT, Sempat Disebut False Alarm

Temuan On-Chain Mempertanyakan Status Wallet

Investigasi on-chain mengidentifikasi 40 alamat terdampak. Sekitar 15,82 juta USDT berasal dari satu alamat yang menampung 88 deposit.

Penelusuran juga menemukan pemrosesan deposit melalui sebagian alamat terkait pada hari kejadian. Artinya, istilah “wallet lama” tidak dapat langsung diartikan sebagai alamat tanpa aktivitas.

Alamat blockchain tetap dapat menerima transfer meskipun perusahaan sudah berhenti merekomendasikannya. Menghapus alamat dari aplikasi atau menggantinya dengan alamat baru tidak otomatis mencegah seseorang mengirim dana ke alamat sebelumnya.

Namun, catatan transaksi memiliki batas. Data tersebut membantu menunjukkan aliran aset, tetapi belum menjelaskan secara lengkap bagaimana pihak tidak berwenang memperoleh akses.

Baca juga : LayerZero Zero Mainnet Akan Rilis 30 November, Kenali lzATLAS

Apakah Dana Pengguna CoinDCX Aman?

CoinDCX menyatakan saldo deposit pengguna tetap tercatat penuh dan perusahaan menanggung kerugian. Perusahaan juga menyebut layanan perdagangan, deposit, serta penarikan tetap berjalan.

Penjelasan ini membantu memahami mengapa kehilangan aset tidak selalu langsung terlihat sebagai pengurangan saldo pelanggan. Exchange dapat menanggung kekurangan tersebut tanpa membebankannya kepada akun pengguna.

Meski demikian, pernyataan perusahaan belum sama dengan hasil pemeriksaan independen. Penilaian menyeluruh membutuhkan informasi tentang aset yang tersedia, kewajiban kepada pelanggan, dan penyelesaian insiden.

Bagi pengguna, hal yang relevan adalah apakah saldo sesuai, transaksi dapat diproses, dan ada pemberitahuan yang perlu ditindaklanjuti. Ketiganya lebih berguna daripada menyimpulkan kondisi platform hanya dari judul berita.

Mengapa Insiden 2025 Kembali Dibahas?

CoinDCX sebelumnya mengalami insiden keamanan sekitar US$44 juta pada Juli 2025. Perusahaan menghubungkan wallet yang menjadi sorotan sekarang dengan infrastruktur yang terdampak saat itu.

Kerugian tersebut berbeda dari kejadian Oktober 2026. Keduanya memiliki waktu dan nominal tersendiri, sehingga tidak boleh diperlakukan sebagai satu transaksi.

Hubungan ini menyoroti pekerjaan setelah migrasi sistem. Memindahkan operasi utama ke infrastruktur baru masih menyisakan kebutuhan untuk menangani alamat lama, kiriman yang salah tujuan, dan proses otomatis yang tetap berjalan.

Bagi pengelola platform, akhir migrasi perlu memiliki definisi yang jelas. Sistem apa yang dimatikan, apa yang masih dipantau, dan kapan dukungan terhadap alamat sebelumnya berakhir harus dapat ditelusuri.

Baca juga : Samsung Solana, USDC Segera Hadir di 82 Juta Perangkat Galaxy

Dana Dibekukan, Apakah Kerugian Sudah Berkurang?

Investigasi yang diperbarui hingga 23 Oktober melaporkan pembekuan sekitar US$2,21 juta USDT di sembilan wallet. Akan tetapi, belum ada konfirmasi dalam sumber yang diperiksa bahwa dana tersebut sudah dikembalikan kepada CoinDCX.

Pembekuan dan pemulihan merupakan tahap berbeda. Pembekuan membatasi perpindahan aset, sedangkan pemulihan berarti dana sudah kembali melalui proses yang sesuai.

Karena itu, angka pembekuan belum tepat langsung dikurangkan dari nominal kerugian untuk menghasilkan angka akhir. Status asetnya perlu dipastikan terlebih dahulu.

Pembaca juga perlu membedakan dana yang berhasil dilacak dari dana yang sudah dikuasai kembali. Mengetahui tujuan transfer membantu investigasi, tetapi tidak otomatis membuat aset dapat ditarik kembali.

Tiga Pertanyaan Penting Setelah Klarifikasi

Pengakuan kerugian memberi dasar yang lebih jelas untuk memahami insiden. Namun, beberapa rincian masih diperlukan untuk menilai apakah masalahnya sudah ditangani secara menyeluruh.

1. Berapa Lama Sistem Pemindahan Deposit Bermasalah?

Durasi gangguan membantu menjelaskan bagaimana dana dapat terakumulasi. Informasi ini juga penting untuk menilai apakah pemantauan rutin mampu mendeteksi proses yang berhenti.

2. Bagaimana Akses Tidak Sah Terjadi?

Kegagalan sweeping menjelaskan penumpukan dana, tetapi belum menjelaskan seluruh jalur pengambilannya. Kesimpulan tentang akses penyerang membutuhkan pemeriksaan keamanan lebih lanjut.

3. Bagaimana Perbaikan Dibuktikan?

Pembaruan yang berguna seharusnya menjelaskan perubahan kontrol dan hasil pengujiannya. Dengan begitu, publik dapat membedakan rencana perbaikan dari langkah yang sudah dijalankan.

Pertanyaan tersebut merupakan bagian dari evaluasi kasus. Belum tersedianya jawaban dalam sumber yang dibaca tidak berarti perusahaan sama sekali belum melakukan pemeriksaan internal.

Baca juga : SEC Usulkan Aturan Baru Custody Crypto, Ini Poin Utamanya

Pelajaran Praktis bagi Pengguna Exchange

Kasus ini memberi alasan untuk selalu mengambil alamat deposit dari aplikasi saat akan bertransaksi. Alamat yang pernah berhasil digunakan belum tentu tetap menjadi alamat yang berlaku.

Sebelum mengirim aset, cocokkan nama token, jaringan, dan alamat tujuan. Simpan hash transaksi agar kiriman dapat ditelusuri jika terjadi kendala.

Saat membaca kabar keamanan, perhatikan tanggal dan perkembangan terbarunya. Bantahan awal, pengakuan kerugian, pembekuan, dan pengembalian dana memiliki arti yang berbeda.

Keamanan akun pribadi juga tetap perlu dijaga. Namun, perlindungan login pengguna tidak menggantikan tanggung jawab platform dalam mengamankan wallet dan proses operasionalnya.

Kesimpulan

Kasus CoinDCX hack memperlihatkan pentingnya pengawasan terhadap wallet lama sekaligus kejelasan komunikasi ketika insiden terjadi. Kerugian sudah diakui, sementara rincian akses penyerang dan hasil pemulihan masih membutuhkan penjelasan lebih lanjut.

Gunakan informasi yang dapat diperiksa untuk menilai perkembangan kasus. Jika ingin melanjutkan eksplorasi kripto, kamu bisa daftar Bittime dan mempelajari layanan yang tersedia sesuai kebutuhan.

bittime biaya withdrawal murah

Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.

Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.

Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.

FAQ

Berapa kerugian dalam kasus CoinDCX hack?

CoinDCX mengakui kehilangan 15,99 juta USDT, atau sekitar US$16 juta. Perusahaan menyatakan kerugian tersebut ditanggung sendiri.

Mengapa CEO CoinDCX sempat menyebut false alarm?

Sumit Gupta awalnya mengaitkan transaksi dengan alamat yang terdampak insiden Juli 2025. Ia menduga penyerang menggunakan kembali alamat tersebut.

Apakah saldo pengguna CoinDCX berkurang?

CoinDCX menyatakan saldo pengguna tidak terdampak. Pernyataan tersebut berasal dari perusahaan dan bukan kesimpulan audit independen dalam artikel ini.

Apa penyebab dana menumpuk di wallet lama?

Menurut CoinDCX, layanan otomatis pemindahan deposit sempat gagal. Akibatnya, aset yang dikirim ke alamat lama tidak segera dipindahkan ke wallet utama.

Apakah dana yang dibekukan sudah kembali?

Belum ada konfirmasi pengembalian dalam sumber yang diperiksa. Pembekuan aset tidak sama dengan pemulihan dana.

Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.

Campaign Deposit Trade
Auto Earn Ramadan

Blog Bittime

Alasan JPMorgan Blokir AI Agent dari Rekening Nasabah
Alasan JPMorgan Blokir AI Agent dari Rekening Nasabah

JPMorgan membatasi akses agen AI eksternal ke rekening nasabah karena risiko keamanan. Pahami cakupan pembatasan, perbedaan open banking, dan dampaknya bagi pengguna.

2026-10-21Baca