SEC Usulkan Aturan Baru Custody Crypto, Ini Poin Utamanya
2026-10-02
Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat atau SEC mengusulkan aturan baru terkait penyimpanan aset kripto oleh penasihat investasi terdaftar dan dana teregulasi.
Proposal ini mencakup kemungkinan self-custody dalam kondisi tertentu, penggunaan perusahaan trust tingkat negara bagian, serta pembaruan ketentuan penyimpanan aset digital.
Proposal SEC tentang crypto custody tersebut menjadi penting karena aturan lama dirancang ketika aset investasi masih didominasi saham, obligasi, dan instrumen tradisional.
Sementara itu, kebutuhan investor terhadap eksposur aset kripto terus meningkat, tetapi tidak semua kustodian mampu menyimpan aset kripto baru atau memiliki infrastruktur pengamanan yang sesuai.
Key Takeaways
SEC membuka jalur self-custody terbatas bagi penasihat investasi dan dana teregulasi.
State trust company dapat menjadi kustodian aset kripto dengan persyaratan tertentu.
Proposal ini belum menjadi aturan final dan masih melalui periode konsultasi publik selama 60 hari.
Mengapa Aturan Custody Crypto SEC Perlu Diperbarui?

Aturan custody crypto saat ini mewajibkan aset klien disimpan oleh kustodian yang memenuhi persyaratan tertentu.
Masalahnya, kustodian tradisional belum tentu menyediakan layanan untuk aset kripto yang baru muncul atau memiliki karakteristik teknis khusus.
Kondisi tersebut membuat investment adviser crypto menghadapi ketidakpastian ketika ingin menawarkan strategi investasi berbasis aset digital.

Sumber: X/@SECGov
SEC menyatakan proposal ini dirancang untuk menciptakan jalur kepatuhan yang lebih jelas sekaligus mempertahankan perlindungan terhadap risiko kehilangan, pencurian, penyalahgunaan, dan penggelapan aset.
Baca Juga : SEC Perbarui Aturan, Saham Digital Berbasis Blockchain Segera Hadir?
Tiga Poin Utama Proposal SEC Crypto Custody
1. Self-custody diperbolehkan dalam kondisi terbatas
Istilah self-custody dalam proposal ini tidak berarti investor ritel bebas menyimpan aset sendiri tanpa perantara.
Konsep tersebut terutama mengacu pada penasihat investasi yang menyimpan aset kripto milik klien atau dana yang dikelolanya ketika kustodian yang memenuhi syarat tidak tersedia.
Penasihat harus membuktikan bahwa kustodian tidak tersedia sebelum mengambil alih penyimpanan dan mengevaluasi kembali kondisi tersebut setiap kuartal.
Mereka juga wajib memiliki keahlian pengamanan aset, sistem pengelolaan private key, mekanisme persetujuan transaksi oleh sedikitnya dua orang, serta alamat blockchain yang memisahkan aset setiap klien.
Selain itu, sistem keamanan siber harus ditinjau setidaknya setahun sekali.
Dalam enam bulan pertama setelah mengambil alih custody, penasihat juga perlu memperoleh laporan pengendalian internal dari akuntan publik independen dan mengirimkan laporan rekening kepada klien sekurang-kurangnya setiap kuartal.
Baca Juga : SEC Buka Jalan bagi Tokenisasi Saham AS, Bittime Cermati Perkembangan Pasar
2. State trust company dapat menjadi kustodian
Poin kedua dalam aturan custody crypto SEC adalah pengakuan terhadap state trust company sebagai salah satu pilihan kustodian.
Perusahaan trust yang dibentuk berdasarkan hukum negara bagian dapat menyimpan aset kripto klien atau dana teregulasi, selama memenuhi ketentuan yang ditetapkan.
Sebelum bekerja sama dan setiap tahun setelahnya, investment adviser atau dana harus melakukan uji kelayakan.
Mereka harus memastikan perusahaan tersebut memiliki izin dari otoritas perbankan negara bagian, prosedur perlindungan aset, laporan keuangan tahunan yang telah diaudit, serta laporan pengendalian internal.
Aset klien juga wajib dipisahkan dari aset milik perusahaan trust itu sendiri.
Baca Juga : Bagaimana Blockchain Mengubah Sistem Kepemilikan Saham?
3. Ketentuan custody dan pencatatan dimodernisasi
Proposal SEC crypto custody tidak hanya membahas penyimpanan aset digital.
SEC juga mengusulkan pembaruan aturan untuk kustodian broker-dealer, pengecualian tertentu atas kewenangan perdagangan diskresioner, serta perubahan persyaratan audit dan pencatatan.
Catatan yang disimpan dan dipelihara melalui jaringan blockchain juga dapat digunakan untuk memenuhi kewajiban pencatatan dengan syarat tertentu.
SEC turut mengusulkan perubahan pada Form ADV dan Form N-CEN agar informasi mengenai custody crypto dan tokenisasi dana dapat dilaporkan secara lebih jelas.
Bac Juga : Apa Itu Custody dalam Kripto? Penjelasan Lengkap
Perbandingan Aturan Lama dan Proposal SEC
Apa Dampaknya bagi Investor?
Bagi investor institusional, proposal ini dapat mengurangi hambatan bagi penasihat investasi dan dana yang ingin menawarkan eksposur aset kripto.
Dana teregulasi juga berpotensi memiliki lebih banyak pilihan strategi karena tidak selalu bergantung pada kustodian tradisional.
Namun, proposal ini bukan jaminan bahwa semua aset kripto otomatis aman atau dapat disimpan oleh setiap investment adviser.
Self-custody tetap membawa risiko operasional, keamanan siber, konflik kepentingan, dan kesalahan pengelolaan private key.
Karena itu, SEC memasukkan kewajiban pengawasan, audit, pemisahan aset, serta pelaporan berkala.
Yuk mulai trading crypto dari aset terbesar seperti BTC/IDR dan ETH/IDR langsung di aplikasi Bittime.
Kapan Aturan Custody Crypto SEC Berlaku?
Sampai saat ini, ketentuan tersebut masih berupa proposal, bukan aturan final. SEC membuka periode komentar publik selama 60 hari setelah proposing release diterbitkan dalam Federal Register.
Masukan dari pelaku industri dan publik masih dapat mempengaruhi isi aturan sebelum proses finalisasi.
Bagi Anda yang ingin mengenal pasar aset kripto secara bertahap, daftar di Bittime. Pelajari mekanisme custody, pahami volatilitas, dan sesuaikan keputusan dengan profil risiko pribadi.
Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.
Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.
Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.
FAQ
Apa itu crypto custody?
Crypto custody adalah layanan penyimpanan dan pengamanan aset kripto, termasuk pengelolaan private key, untuk investor, klien, atau dana. Custody berbeda dari aktivitas jual beli aset kripto.
Apakah proposal SEC langsung mengizinkan investor melakukan self-custody?
Tidak secara langsung. Proposal ini berfokus pada penasihat investasi terdaftar dan dana teregulasi, sedangkan self-custody oleh investor pribadi merupakan konteks yang berbeda.
Bagaimana investment adviser menyimpan crypto menurut proposal SEC?
Investment adviser dapat menyimpan crypto apabila kustodian yang memenuhi syarat tidak tersedia dan seluruh persyaratan keamanan dipenuhi. Persyaratannya mencakup pengelolaan private key, otorisasi minimal dua orang, pemisahan alamat aset, evaluasi keamanan, dan pelaporan kepada klien.
Apa peran state trust company dalam aturan custody crypto?
State trust company dapat menjadi kustodian aset kripto bagi klien atau dana teregulasi apabila memiliki izin, prosedur keamanan, laporan keuangan audit, dan sistem pengendalian internal yang memadai.
Kapan aturan custody crypto SEC mulai berlaku?
Belum ada tanggal berlaku karena aturan tersebut masih berupa proposal. SEC terlebih dahulu menerima komentar publik selama 60 hari sebelum menetapkan keputusan final.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.



