Bank Thailand Lanjutkan Rencana Baht Stablecoin
2026-07-02
Bank of Thailand (BoT) melanjutkan rencana penerbitan stablecoin berbasis baht, dengan target aturan final pada akhir 2026 atau awal 2027.
Berbeda dengan CBDC, stablecoin ini akan diterbitkan oleh entitas swasta berlisensi dengan cadangan 1:1 di rekening terpisah, dan fase awal dibatasi untuk penyelesaian antar lembaga keuangan.
Langkah ini menjadikan Thailand salah satu negara Asia Tenggara paling progresif dalam mengatur aset digital, di tengah pengawasan ketat terhadap transaksi mata uang asing ilegal.
Key Takeaways
Bank of Thailand (BoT) akan mengadakan dengar pendapat publik pada 2026 untuk merancang regulasi stablecoin yang didukung 1:1 oleh cadangan baht, dengan target aturan final pada akhir 2026 atau awal 2027.
Berbeda dengan CBDC, stablecoin ini akan diterbitkan oleh entitas swasta berlisensi dengan jaminan cadangan penuh di rekening terpisah, dan fase awal dibatasi untuk penyelesaian antar lembaga keuangan.
Thailand juga memperketat penegakan valas dengan menangguhkan 5.000 akun Alipay dan WeChat Pay untuk transfer yuan ilegal, serta ancaman hukuman hingga 3 tahun penjara bagi pelanggar.
Daftar di Bittime sekarang dan mulai trading kripto dengan proses yang cepat, aman, dan mudah di aplikasi.
Bank Thailand Lanjutkan Rencana Baht Stablecoin

Bank of Thailand (BoT) bergerak maju dengan rencana stablecoin yang didukung baht, menandai langkah konkret menuju kerangka mata uang digital teregulasi di ekonomi terbesar kedua Asia Tenggara.
Gubernur BoT, Vitai Ratanakorn, mengkonfirmasi bahwa studi desain stablecoin baht berada di tahap akhir, dengan dengar pendapat publik dijadwalkan sebelum akhir 2026 dan aturan final ditargetkan pada akhir 2026 atau awal 2027.
Berbeda dengan mata uang digital bank sentral (CBDC), stablecoin ini akan diterbitkan oleh entitas swasta berlisensi, dengan setiap token didukung penuh 1:1 oleh cadangan baht di rekening terpisah.
Baca juga : Apa Itu OpenUSD (OUSD)? Stablecoin Baru yang Didukung Visa, Mastercard, dan Circle
Stablecoin untuk Efisiensi Pembayaran, Bukan Spekulasi
BoT merancang stablecoin baht terutama untuk meningkatkan efisiensi pembayaran dan penyelesaian dalam infrastruktur keuangan Thailand, bukan sebagai instrumen investasi atau spekulasi.
Otoritas juga mengeksplorasi potensi penggunaan stablecoin di pasar kredit karbon untuk mendukung transisi Thailand menuju ekonomi rendah karbon dan target emisi nol bersih.
Pendekatan ini mencerminkan pergeseran dari kehati-hatian sebelumnya terhadap aset digital, namun Thailand akan mengadopsi implementasi bertahap untuk memastikan kesiapan institusi dan stabilitas sistem keuangan.
Baca juga : Peringatan BIS 2026: Risiko Stablecoin bagi Negara Berkembang
Kerangka Regulasi dan Rencana Implementasi
Aturan utama mengharuskan stablecoin didukung penuh 1:1 oleh cadangan baht di rekening terpisah, dengan dana tersebut tidak boleh digunakan untuk tujuan lain.
Pada fase pertama, BoT membatasi penggunaannya hanya untuk lembaga keuangan untuk tujuan penyelesaian, dengan kasus penggunaan yang lebih luas akan dievaluasi kemudian.
Rencana ini didasarkan pada data dari Programmable Payment Sandbox yang diluncurkan BoT pada 2024 dan diperluas pada Desember 2025, di mana entitas yang memenuhi syarat dapat menguji stablecoin yang dipatok baht dalam lingkungan terkendali.
Baca juga : SBI Luncurkan JPYSC Stablecoin Berbasis Yen
Penegakan Valas dan Pembatasan Pembayaran Lintas Batas
Bersamaan dengan rencana stablecoin, BoT memperketat penegakan kontrol valas.
Gubernur Ratanakorn menegaskan semua pembayaran kode QR pribadi di Thailand harus dilakukan dalam baht, dan transfer yuan melalui Alipay atau WeChat Pay tidak diizinkan.
Antara Februari 2025 dan Mei 2026, regulator menangguhkan sekitar 5.000 akun yang digunakan untuk transfer yuan peer-to-peer melalui platform tersebut.
Penyedia layanan pembayaran yang memproses transaksi dalam mata uang tidak sah menghadapi tindakan korektif, denda, suspensi, atau pencabutan lisensi.
Ratanakorn juga menyatakan BoT tidak memiliki kebijakan untuk memberikan lisensi operasi valas ritel yang ditujukan untuk perdagangan spekulatif, dengan pelanggar berisiko hukuman penjara hingga 3 tahun dan denda 200.000 baht.
Baca juga : Meta Diam-Diam Luncurkan Layanan Pembayaran Stablecoin
Implikasi bagi Ekosistem Kripto Asia
Langkah Thailand ini menjadi bagian dari tren adopsi stablecoin yang lebih luas di Asia, di mana regulator mencari keseimbangan antara inovasi keuangan dan stabilitas sistem.
Dengan kerangka yang terukur dan bertahap, Thailand menempatkan diri sebagai salah satu negara Asia Tenggara yang paling progresif dalam mengatur aset digital, sambil tetap menjaga kendali ketat atas arus mata uang domestik.
Jika diimplementasikan, stablecoin baht dapat menjadi tulang punggung sistem pembayaran digital generasi baru, memperluas pasar aset digital, dan mempercepat transisi menuju ekonomi hijau di Thailand.
Ingin trading stablecoin populer seperti Tether (USDT)? Lihat harga dan market terbaru hanya di Bittime
Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.
Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.
Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.
FAQ
Apa itu rencana stablecoin Bank of Thailand?
Bank of Thailand merencanakan stablecoin yang didukung 1:1 oleh cadangan baht, diterbitkan oleh entitas swasta berlisensi, dengan aturan final ditargetkan pada akhir 2026 atau awal 2027.
Apakah ini CBDC?
Tidak. Berbeda dengan CBDC, stablecoin ini akan diterbitkan oleh entitas swasta, bukan Bank of Thailand sendiri.
Apa tujuan utama stablecoin ini?
Meningkatkan efisiensi pembayaran dan penyelesaian, bukan sebagai aset spekulatif.
Siapa yang bisa menggunakan stablecoin pada fase awal?
Hanya lembaga keuangan untuk tujuan penyelesaian, dengan kasus penggunaan yang lebih luas akan dievaluasi kemudian.
Bagaimana dengan penggunaan di pasar kredit karbon?
Otoritas mengeksplorasi penggunaan stablecoin di pasar kredit karbon untuk mendukung transisi Thailand menuju ekonomi rendah karbon.
Apa itu Programmable Payment Sandbox?
Sandbox yang diluncurkan BoT pada 2024 dan diperluas 2025 untuk menguji stablecoin yang dipatok baht dalam lingkungan terkendali.
Mengapa BoT menangguhkan 5.000 akun Alipay/WeChat Pay?
Karena digunakan untuk transfer yuan peer-to-peer yang ilegal, karena semua pembayaran kode QR di Thailand harus dalam baht.
Apa sanksi bagi pelanggar valas?
Denda hingga 200.000 baht dan hukuman penjara hingga 3 tahun berdasarkan Undang-Undang Kontrol Valas 1942.
Kapan regulasi final diumumkan?
Antara akhir 2026 atau awal 2027, setelah dengar pendapat publik selesai.
Bagaimana dampaknya bagi ekosistem kripto Asia?
Thailand menjadi salah satu negara Asia Tenggara paling progresif dalam regulasi aset digital, dengan pendekatan bertahap yang dapat menjadi model bagi negara tetangga.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.



