Apa Itu OpenUSD (OUSD)? Stablecoin Baru yang Didukung Visa, Mastercard, dan Circle

2026-07-01

Apa Itu OpenUSD (OUSD)?

Ekosistem stablecoin terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan akan pembayaran digital yang cepat, murah, dan dapat diandalkan. 

Setelah bertahun-tahun pasar didominasi oleh USDT dan USDC, kini hadir OpenUSD (OUSD), sebuah stablecoin baru yang dikembangkan melalui konsorsium Open Standard dengan dukungan berbagai perusahaan besar, termasuk Visa, Mastercard, Coinbase, Stripe, BlackRock, 

Google, dan sejumlah institusi keuangan lainnya. OpenUSD dirancang untuk mengatasi berbagai kendala adopsi stablecoin di tingkat perusahaan, seperti biaya tinggi, tata kelola terpusat, serta keterbatasan insentif bagi para pelaku bisnis.

Key Takeaways

  • OpenUSD (OUSD) adalah stablecoin berbasis dolar AS yang dikembangkan oleh konsorsium Open Standard.
  • Berbeda dari stablecoin tradisional, OpenUSD menawarkan tata kelola yang lebih terbuka, biaya pencetakan (minting) dan penukaran (redemption) tanpa biaya, serta model pembagian pendapatan kepada mitra.
  • OUSD didukung perusahaan besar seperti Visa, Mastercard, Coinbase, Stripe, BlackRock, dan Google membuat OpenUSD.

Daftar di Bittime sekarang dan mulai trading kripto dengan proses yang cepat, aman, dan mudah di aplikasi. 

Apa Itu OpenUSD (OUSD)?

OpenUSD (OUSD) adalah stablecoin yang dipatok terhadap dolar Amerika Serikat (USD) dengan rasio 1:1. Stablecoin ini dikembangkan oleh Open Standard, sebuah konsorsium yang beranggotakan lebih dari 140 perusahaan dari sektor pembayaran, teknologi, perbankan, dan blockchain.

Tujuan utama OpenUSD adalah menciptakan standar stablecoin yang lebih terbuka sehingga perusahaan dapat mengintegrasikan pembayaran berbasis blockchain tanpa bergantung pada satu penerbit tunggal.

Apa Itu OpenUSD (OUSD)?

(Ilustrasi: AI-generated image)

Tidak seperti stablecoin konvensional yang seluruh keuntungan cadangan asetnya dinikmati penerbit, OpenUSD memperkenalkan model ekonomi bersama (shared economics), di mana sebagian besar pendapatan dari cadangan stablecoin dibagikan kepada para mitra ekosistem.

Baca juga : Tether (USDT) Terancam Hilang dari Exchange Eropa, Apa Penyebabnya?

Siapa Pengembang OpenUSD?

OpenUSD dikembangkan oleh Open Standard, sebuah organisasi independen yang dibentuk untuk membangun infrastruktur stablecoin global yang netral.

Anggotanya mencakup perusahaan-perusahaan besar seperti:

  • Visa
  • Mastercard
  • Coinbase
  • Stripe
  • BlackRock
  • Google
  • Shopify
  • Ripple
  • BNY Mellon
  • Standard Chartered

Kehadiran banyak perusahaan besar ini menunjukkan bahwa OpenUSD tidak dikendalikan oleh satu perusahaan saja, melainkan menggunakan model tata kelola berbasis konsorsium.

Baca Juga: Regulasi MiCA vs Indonesia: Mana yang Lebih Siap Mengatur Kripto?

Bagaimana Cara Kerja OpenUSD Stablecoin?

Secara umum, mekanisme OpenUSD hampir sama seperti stablecoin lain.

1. Dipatok ke Dolar AS

Setiap 1 OUSD mewakili nilai sekitar 1 USD yang didukung oleh cadangan aset berkualitas tinggi.

2. Mint dan Redemption Gratis

Open Standard mengklaim bahwa perusahaan dapat mencetak maupun menukarkan OpenUSD tanpa biaya tambahan dan tanpa batas volume.

Hal ini menjadi pembeda dibanding beberapa stablecoin lain yang memiliki biaya tertentu atau pembatasan kapasitas.

3. Shared Economics

Keuntungan yang dihasilkan dari cadangan aset tidak hanya diterima penerbit, tetapi juga dibagikan kepada anggota konsorsium setelah dikurangi biaya operasional.

Model ini diharapkan mampu meningkatkan insentif bagi perusahaan untuk menggunakan OpenUSD dalam berbagai layanan pembayaran.

Baca Juga: USDT Diperdagangkan 8,5% Lebih Mahal di India, Apa Penyebabnya?

Mengapa Visa dan Mastercard Mendukung OpenUSD?

Selama beberapa tahun terakhir, perusahaan pembayaran global mulai melihat stablecoin sebagai infrastruktur pembayaran masa depan.

Beberapa alasan dukungan mereka antara lain:

  • transaksi lintas negara lebih cepat;
  • biaya transfer lebih rendah;
  • penyelesaian transaksi hampir instan;
  • mudah diintegrasikan ke berbagai blockchain;
  • meningkatkan efisiensi pembayaran internasional.

OpenUSD hadir sebagai infrastruktur netral yang memungkinkan berbagai perusahaan menggunakan stablecoin tanpa harus bergantung pada penerbit tertentu.

Baca juga : 3 Keuntungan Menabung USDT - Potensial dan Jangka Panjang

Apa Bedanya OpenUSD dengan USDC dan USDT?

Meskipun sama-sama merupakan stablecoin yang dipatok terhadap dolar AS, OpenUSD memiliki beberapa karakteristik yang membedakannya dari USDC maupun USDT.

OpenUSD (OUSD)

  • Dipatok terhadap dolar AS (1 OUSD ≈ 1 USD).
  • Dikembangkan oleh konsorsium Open Standard, bukan oleh satu perusahaan.
  • Menawarkan proses mint (pencetakan) dan redemption (penukaran) tanpa biaya bagi mitra yang memenuhi syarat.
  • Menggunakan model shared economics, yaitu sebagian pendapatan dari cadangan aset dibagikan kepada anggota ekosistem.
  • Difokuskan untuk pembayaran digital global, transaksi lintas negara, dan integrasi dengan perusahaan fintech.

USDC

  • Dipatok terhadap dolar AS dengan rasio 1:1.
  • Diterbitkan oleh Circle.
  • Banyak digunakan dalam ekosistem DeFi, pembayaran digital, dan aplikasi blockchain.
  • Pendapatan dari aset cadangan menjadi bagian dari model bisnis penerbit.
  • Memiliki reputasi tinggi dalam hal transparansi dan kepatuhan terhadap regulasi.

USDT

  • Juga dipatok terhadap dolar AS.
  • Diterbitkan oleh Tether.
  • Menjadi stablecoin dengan volume perdagangan terbesar di pasar kripto.
  • Sangat populer sebagai pasangan perdagangan (trading pair) di berbagai bursa aset digital.
  • Lebih berfokus pada likuiditas pasar dibandingkan pembayaran perusahaan.

Ringkasnya

Jika dibandingkan secara keseluruhan:

  • OpenUSD berfokus pada pembayaran global dengan tata kelola berbasis konsorsium dan pembagian pendapatan kepada mitra.
  • USDC lebih dikenal karena transparansi serta penggunaannya di sektor institusi dan DeFi.
  • USDT unggul dari sisi likuiditas dan masih menjadi stablecoin yang paling banyak digunakan untuk aktivitas trading.

Perbedaan terbesar terletak pada tata kelola dan model ekonomi. OpenUSD mencoba membangun ekosistem yang lebih terbuka dibanding stablecoin yang diterbitkan oleh satu perusahaan.

Baca juga : Bank Sentral Dunia Mulai Tinggalkan Dolar AS, Beralih ke Emas

Apa Saja Kegunaan OpenUSD?

Beberapa potensi penggunaan OpenUSD antara lain:

  • pembayaran lintas negara;
  • settlement merchant;
  • transfer internasional;
  • pembayaran B2B;
  • integrasi fintech;
  • perdagangan aset digital;
  • aplikasi DeFi;
  • remitansi.

Karena didukung perusahaan pembayaran global, OpenUSD diproyeksikan lebih fokus pada penggunaan dunia nyata dibanding hanya sebagai alat perdagangan kripto.

Apakah OpenUSD Aman?

Keamanan OpenUSD bergantung pada beberapa faktor:

  • kualitas cadangan aset;
  • transparansi audit;
  • tata kelola konsorsium;
  • kepatuhan terhadap regulasi stablecoin.

Model konsorsium dinilai mampu mengurangi risiko sentralisasi, meskipun investor tetap perlu memperhatikan transparansi laporan cadangan dan mekanisme pengelolaan dana.

Baca Juga: Amankah Tukar Rupiah ke USDT Sekarang? Simak Untung dan Risikonya

Apa Risiko OpenUSD?

Meski menjanjikan, terdapat beberapa risiko:

  • persaingan ketat dengan USDT dan USDC;
  • regulasi stablecoin yang terus berkembang;
  • tingkat adopsi perusahaan;
  • risiko teknis blockchain;
  • perubahan kebijakan konsorsium.

Sebagai stablecoin baru, OpenUSD masih harus membuktikan kemampuannya memperoleh likuiditas dan kepercayaan pasar.

Prospek OpenUSD Crypto

Banyak analis menilai OpenUSD memiliki peluang besar karena memperoleh dukungan dari lebih dari 140 perusahaan lintas industri.

Jika berhasil diintegrasikan ke jaringan pembayaran Visa, Mastercard, Stripe, Coinbase, maupun berbagai institusi keuangan lainnya, OpenUSD berpotensi menjadi salah satu stablecoin terbesar dalam beberapa tahun mendatang.

Namun demikian, keberhasilan tersebut tetap bergantung pada adopsi pengguna, kepastian regulasi, serta kemampuan Open Standard mempertahankan model tata kelola yang netral dan transparan.

Kesimpulan

OpenUSD (OUSD) merupakan stablecoin generasi baru yang menawarkan pendekatan berbeda dibanding stablecoin tradisional. 

OUSD memiliki model tata kelola berbasis konsorsium, mint dan redemption tanpa biaya, serta pembagian pendapatan kepada para mitra, OpenUSD berupaya menciptakan standar baru dalam pembayaran digital global.

Dukungan perusahaan besar seperti Visa, Mastercard, Coinbase, Stripe, BlackRock, dan Google menjadi sinyal kuat bahwa industri pembayaran mulai bergerak menuju adopsi stablecoin secara lebih luas. 

Meski demikian, OpenUSD masih perlu membuktikan kemampuannya bersaing dengan pemain mapan seperti USDT dan USDC. 

Ingin memiliki aset yang nilainya mengikuti dolar AS? Yuk pantau USDTUSDCUSD1, dan USDS, lalu mulai trading stablecoin favoritmu di Bittime.

bittime biaya withdrawal murah

Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.

Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.

Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.

FAQ

Apa itu OpenUSD (OUSD)?

OpenUSD adalah stablecoin yang dipatok terhadap dolar AS dan dikembangkan oleh konsorsium Open Standard untuk mendukung pembayaran digital global.

Apakah OpenUSD sama dengan USDC?

Tidak. OpenUSD menggunakan model tata kelola konsorsium dan shared economics, sedangkan USDC diterbitkan oleh Circle.

Siapa saja yang mendukung OpenUSD?

OpenUSD didukung oleh lebih dari 140 perusahaan, termasuk Visa, Mastercard, Coinbase, Stripe, BlackRock, Google, dan berbagai institusi keuangan lainnya.

Apa fungsi utama OpenUSD?

Fungsi utamanya adalah pembayaran lintas negara, settlement bisnis, remitansi, serta integrasi ke layanan fintech dan blockchain.

Apakah OpenUSD aman?

Keamanannya bergantung pada cadangan aset, audit, tata kelola, dan kepatuhan terhadap regulasi. Pengguna sebaiknya selalu mengikuti pembaruan resmi dari Open Standard.

Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.

Campaign Deposit Trade
Auto Earn Ramadan

Blog Bittime

Saham Tokenisasi Bisa Dapat Dividen? Begini Cara Kerjanya
Saham Tokenisasi Bisa Dapat Dividen? Begini Cara Kerjanya

Saham tokenisasi bisa dapat dividen? Begini cara kerja dividen dan corporate action pada tokenized stocks. Simak mekanisme dan perbedaannya dengan saham biasa.

2026-07-02Baca