Bank Sentral Dunia Mulai Tinggalkan Dolar AS, Beralih ke Emas

2026-07-01

Bank Sentral Dunia Mulai Tinggalkan Dolar AS, Beralih ke Emas.png

Dedolarisasi semakin menjadi perhatian seiring meningkatnya jumlah bank sentral yang mengurangi eksposur terhadap dolar AS dan menambah cadangan emas serta mata uang alternatif. 

Survei terbaru OMFIF menunjukkan, untuk pertama kalinya dalam satu dekade, lebih banyak bank sentral berencana mengurangi alokasi dolar dibanding meningkatkannya. Meski dolar AS masih menjadi mata uang cadangan utama dunia, tren ini memperkuat narasi dedolarisasi global.

Key Takeaways

  • Survei OMFIF menunjukkan lebih banyak bank sentral berencana mengurangi kepemilikan dolar AS daripada menambahnya.
  • Emas, euro, dan yuan semakin diminati sebagai aset diversifikasi dan lindung nilai.
  • Meski dedolarisasi berkembang, dolar AS masih menguasai sekitar 58% cadangan devisa global.

Daftar di Bittime sekarang dan mulai trading kripto dengan proses yang cepat, aman, dan mudah di aplikasi.  

Mengapa Bank Sentral Mulai Mengurangi Kepemilikan Dolar AS?

Dedollarization.png

Ilustrasi: AI-generated image

Survei OMFIF terhadap puluhan bank sentral menunjukkan adanya perubahan persepsi terhadap risiko investasi pada aset berbasis dolar.

Faktor utamanya bukan berasal dari kondisi ekonomi semata, tetapi juga meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan kebijakan Amerika Serikat. 

Konflik internasional, ketegangan perdagangan, serta perubahan arah kebijakan luar negeri membuat sebagian bank sentral mulai mempertimbangkan diversifikasi aset cadangan mereka.

Akibatnya, muncul kecenderungan bank sentral tinggalkan dolar AS secara bertahap dengan mengalokasikan sebagian portofolio ke aset lain yang dianggap lebih stabil dalam jangka panjang.

Namun perlu dipahami bahwa langkah ini bukan berarti bank sentral melakukan penjualan besar-besaran dolar secara serentak. Yang terjadi lebih tepat disebut sebagai penyesuaian komposisi cadangan devisa secara bertahap.

Baca Juga: Bank Asing Mulai Tarik Likuiditas dari Indonesia, Apa yang Terjadi?

Apa Itu Dedolarisasi Global?

Dedolarisasi adalah proses mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dalam perdagangan internasional, investasi, maupun penyimpanan cadangan devisa.

Selama beberapa dekade, hampir seluruh transaksi komoditas strategis seperti minyak dilakukan menggunakan dolar. Selain itu, sebagian besar aset devisa negara juga disimpan dalam obligasi pemerintah AS atau instrumen berbasis dolar.

Kini, sejumlah negara mulai memperluas penggunaan mata uang lain seperti:

  • Euro
  • Yuan China (Renminbi)
  • Pound sterling
  • Krone Norwegia
  • Dolar Selandia Baru

Langkah tersebut merupakan bagian dari dedolarisasi global, yaitu upaya menciptakan sistem keuangan internasional yang lebih terdiversifikasi dan tidak bergantung pada satu mata uang saja.

Meski demikian, dedolarisasi tidak berarti menggantikan dolar sepenuhnya, melainkan mengurangi konsentrasi risiko.

Baru mulai investasi crypto? Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) bisa jadi pilihan awal yang populer untuk dipantau dan diperdagangkan di Bittime.

Gold.png

Sumber: Pixabay

Mengapa Emas Menjadi Pilihan Utama?

Selain diversifikasi mata uang, tren yang paling menonjol adalah meningkatnya minat terhadap gold reserves.

Dalam survei OMFIF, sekitar 82% bank sentral menyatakan telah memiliki emas sebagai bagian dari cadangan devisa, sementara sekitar 30% berencana menambah kepemilikan emas dalam dua tahun mendatang.

Ada beberapa alasan mengapa bank sentral beli emas semakin agresif.

Pertama, emas tidak bergantung pada kebijakan ekonomi satu negara tertentu sehingga dianggap sebagai aset lindung nilai terhadap ketidakpastian geopolitik.

Kedua, emas memiliki rekam jejak panjang sebagai penyimpan nilai ketika terjadi inflasi tinggi maupun gejolak pasar keuangan.

Ketiga, berbeda dengan mata uang fiat, emas tidak memiliki risiko gagal bayar dari penerbit sehingga menjadi aset strategis dalam menjaga stabilitas cadangan devisa.

Karena alasan tersebut, emas kembali menjadi komponen penting dalam strategi pengelolaan aset bank sentral.

Baca Juga: Diversifikasi Saat Rupiah Melemah: Emas, Dolar, atau Kripto?

Apakah Dolar AS Kehilangan Status Sebagai Mata Uang Cadangan Dunia?

Jawabannya masih belum.

Walaupun terjadi tren bank sentral jual dolar secara bertahap dalam rangka diversifikasi, posisi dolar sebagai US dollar reserve currency masih sangat kuat.

Menurut berbagai laporan pasar, sekitar 58% cadangan devisa global masih disimpan dalam dolar AS. Angka tersebut memang merupakan level terendah dalam sekitar dua dekade terakhir, tetapi tetap jauh melampaui mata uang lainnya.

Selain itu, sebagian besar perdagangan global, pasar obligasi internasional, hingga transaksi keuangan lintas negara masih menggunakan dolar sebagai mata uang utama.

Artinya, perubahan yang sedang terjadi lebih merupakan evolusi sistem moneter global daripada pergantian dominasi secara mendadak.

Baca Juga: 20+ Mata Uang Terlemah di Dunia 2026, Rupiah Termasuk?

Euro dan Yuan Mulai Mendapat Momentum

Selain emas, dua aset yang paling banyak mendapat perhatian adalah euro dan yuan.

Euro dinilai semakin menarik karena pasar obligasi Eropa terus berkembang, sementara penerbitan obligasi hijau berbasis euro mencapai rekor baru dalam beberapa tahun terakhir.

Di sisi lain, yuan semakin sering digunakan dalam perdagangan internasional, terutama di kawasan Asia dan negara-negara mitra dagang China.

Banyak bank sentral melihat kedua mata uang tersebut sebagai instrumen diversifikasi yang dapat mengurangi ketergantungan terhadap dolar.

Meski demikian, likuiditas, kedalaman pasar, dan penerimaan global dolar masih jauh lebih besar dibandingkan mata uang alternatif tersebut.

Konversi 1 BTC menjadi IDR - Kurs Bitcoin ke Rupiah

Dampak terhadap Pasar Keuangan Global

Perubahan strategi bank sentral dunia berpotensi membawa beberapa dampak terhadap sistem keuangan internasional.

Dalam jangka panjang, permintaan terhadap emas kemungkinan tetap tinggi apabila ketidakpastian geopolitik terus meningkat.

Selain itu, meningkatnya penggunaan mata uang alternatif dapat membuat sistem cadangan devisa global menjadi lebih beragam dibandingkan sebelumnya.

Namun, investor juga perlu memahami bahwa perubahan komposisi cadangan devisa berlangsung sangat lambat. Bank sentral biasanya melakukan penyesuaian secara bertahap agar tidak mengganggu stabilitas pasar keuangan.

Karena itu, meskipun narasi dedolarisasi semakin kuat, dominasi dolar kemungkinan masih akan bertahan selama bertahun-tahun ke depan.

Baca Juga: Kolaborasi Bittime dan Nobu Bank Jembatani Keuangan Tradisional Menuju Tokenisasi Aset Global

Apa Artinya bagi Investor?

Bagi investor, tren ini menunjukkan bahwa faktor geopolitik kini memiliki pengaruh yang semakin besar terhadap strategi investasi global.

Emas berpotensi tetap menjadi aset defensif ketika ketidakpastian meningkat, sementara mata uang alternatif dapat memperoleh peran yang lebih besar dalam transaksi internasional.

Di sisi lain, dolar AS tetap menjadi aset yang sangat likuid dan masih mendominasi pasar obligasi, perdagangan internasional, serta sistem pembayaran global.

Dengan kata lain, dunia tidak sedang meninggalkan dolar secara total, tetapi mulai membangun sistem cadangan yang lebih seimbang dan terdiversifikasi.

Ingin investasi emas lebih fleksibel? Cek pergerakan harga PAXG dan harga XAUT terbaru langsung di market Bittime.

Kesimpulan

Survei terbaru OMFIF memperlihatkan perubahan penting dalam strategi pengelolaan cadangan devisa bank sentral. 

Untuk pertama kalinya, lebih banyak institusi yang berencana mengurangi alokasi dolar AS dibandingkan menambahnya, sementara emas menjadi aset yang paling banyak diminati sebagai pelindung terhadap risiko geopolitik.

Meski demikian, proses dedolarisasi global masih berlangsung secara bertahap. Dolar AS tetap memegang peran dominan sebagai mata uang cadangan dunia, tetapi tren diversifikasi menuju emas, euro, dan yuan menunjukkan bahwa sistem moneter internasional sedang mengalami transformasi menuju struktur yang lebih beragam.

bittime biaya withdrawal murah

Melihat arah pergerakan bank sentral apakah aman untuk mulai investasi emas? Di Bittime juga tersedia aset emas digital seperti XAUT dan PAXG buat investasi gold anti ribet!

Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.

Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.

Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.

FAQ

Apa itu dedolarisasi?

Dedolarisasi adalah proses mengurangi penggunaan dolar AS dalam perdagangan internasional, transaksi keuangan, dan cadangan devisa suatu negara.

Mengapa bank sentral membeli emas?

Emas dianggap sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, ketidakpastian geopolitik, dan risiko yang berasal dari sistem keuangan global.

Apakah bank sentral benar-benar menjual seluruh dolar AS?

Tidak. Sebagian besar bank sentral hanya melakukan diversifikasi portofolio cadangan devisa dengan mengurangi porsi dolar secara bertahap.

Apakah dolar AS akan kehilangan status sebagai mata uang cadangan dunia?

Dalam waktu dekat kemungkinan kecil. Dolar masih mendominasi sekitar 58% cadangan devisa global dan tetap menjadi mata uang utama dalam perdagangan internasional.

Apa dampak dedolarisasi bagi investor?

Dedolarisasi dapat meningkatkan peran emas dan mata uang alternatif dalam sistem keuangan global, tetapi dolar AS masih menjadi aset penting karena likuiditas dan penerimaannya yang sangat luas.

 

Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.

Campaign Deposit Trade
Auto Earn Ramadan

Blog Bittime

Aturan Komisi Ojol 8% Resmi Berlaku, Tapi Driver Merasa Tidak Diuntungkan: Kenapa?
Aturan Komisi Ojol 8% Resmi Berlaku, Tapi Driver Merasa Tidak Diuntungkan: Kenapa?

Aturan komisi ojol 8% resmi berlaku pada Juli 2026, tetapi banyak driver mengaku pendapatan belum naik akibat tarif rendah dan potongan lain.

2026-07-02Baca