MBMA Tawarkan Kupon 10,5%, Mengapa Harga Sahamnya Justru Turun?

2026-08-17
MBMA Tawarkan Kupon 10,5%, Mengapa Harga Sahamnya Justru Turun.webp

PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) kembali menjadi perhatian pasar setelah menawarkan obligasi baru dengan nilai sekitar Rp2,34 triliun. 

Salah satu seri obligasi MBMA menawarkan bunga tetap hingga 10,5% per tahun, angka yang terlihat menarik bagi investor surat utang. 

Namun, pada saat hampir bersamaan, harga saham MBMA justru mengalami koreksi tajam.

Pada perdagangan 13 Agustus 2026, saham MBMA turun 7,27% menjadi Rp510 dan menjadi salah satu penekan utama indeks LQ45. 

Penurunan tersebut terjadi ketika IHSG terkoreksi 1,13% ke 6.301,77 dan ratusan saham lain juga berakhir di zona merah.

Key Takeaways

  • MBMA menerbitkan obligasi Rp2,336 triliun dalam tiga seri, dengan kupon tertinggi 10,5% khusus untuk Seri C.

  • Penurunan saham MBMA pada 13 Agustus terjadi bersamaan dengan tekanan luas di pasar saham, penerbitan obligasi tidak bisa dianggap sebagai penyebab tunggal.

  • Dana bersih hasil obligasi terutama untuk mempercepat pembayaran sebagian utang, kinerja operasional MBMA pada kuartal II 2026 menunjukkan pertumbuhan produksi.

MBMA Tawarkan Obligasi Rp2,34 Triliun, Kuponnya Berapa?

MBMA Tawarkan Kupon 10,5%, Mengapa Harga Sahamnya Justru Turun - harga mbma.webp

Sumber: Google Finance

MBMA menawarkan Obligasi Berkelanjutan I Merdeka Battery Materials Tahap V Tahun 2026 dengan pokok Rp2,336 triliun. 

Penerbitan ini terbagi menjadi tiga seri dengan tenor dan bunga berbeda.

Seri A bernilai sekitar Rp1,71 triliun dengan bunga tetap 9% per tahun dan tenor 367 hari. 

Seri B sekitar Rp529,97 miliar menawarkan bunga 10% dengan tenor tiga tahun.

Seri C senilai sekitar Rp95,34 miliar menawarkan kupon obligasi MBMA 10,5% dengan tenor lima tahun.

Artinya, istilah MBMA 10,5% bukan berarti seluruh obligasi Rp2,34 triliun memberikan kupon sebesar itu. Tingkat 10,5% hanya berlaku pada Seri C yang memiliki tenor paling panjang.

Penawaran umum dijadwalkan berlangsung 24–26 Agustus 2026, sedangkan pencatatan obligasi di Bursa Efek Indonesia direncanakan pada 2 September 2026. Instrumen tersebut memperoleh peringkat idA dari Pefindo.

Ingin memperluas wawasan investasi ke aset digital? Selain memantau saham dan obligasi, kamu bisa mulai mempelajari pasar crypto dan daftar di Bittime.

Mengapa Saham MBMA Turun Meski Menawarkan Kupon Tinggi?

Kupon obligasi yang tinggi tidak otomatis menjadi katalis positif bagi harga saham. Investor obligasi dan pemegang saham melihat aksi pendanaan dari sudut yang berbeda.

Tekanan Pasar Terjadi Secara Luas

Pada 13 Agustus, IHSG turun 1,13% dan sebanyak 474 saham melemah. MBMA menjadi salah satu saham LQ45 dengan koreksi terdalam, turun 7,27% ke Rp510, sementara ESSA, INCO, BRPT, DEWA, dan MDKA juga mengalami tekanan.

Pasar saat itu juga menghadapi sentimen perubahan komposisi indeks MSCI serta tekanan arus dana asing. Hingga 12 Agustus 2026, akumulasi net sell investor asing di pasar saham Indonesia disebut mencapai Rp70,42 triliun.

Karena itu, penyebab saham MBMA turun tidak tepat jika hanya dikaitkan dengan pengumuman obligasi. Koreksi tersebut terjadi dalam kondisi pasar yang memang sedang mengalami tekanan jual cukup luas.

Kupon 10,5% Juga Berarti Ada Biaya Pendanaan

Bagi pembeli obligasi, tingkat bunga tinggi dapat meningkatkan potensi pendapatan kupon. 

Bagi pemegang saham, situasinya lebih kompleks karena bunga tersebut merupakan biaya yang harus dibayar perusahaan selama obligasi masih beredar.

Namun, kupon tinggi juga tidak otomatis menunjukkan kondisi perusahaan memburuk. Investor perlu melihat untuk apa dana tersebut digunakan, struktur utang setelah transaksi, kemampuan menghasilkan arus kas, serta perkembangan operasional perusahaan.

Baca Juga : Aplikasi Saham Terbaik 2026

Dana Obligasi MBMA Digunakan untuk Apa?

Setelah dikurangi biaya emisi, MBMA memperkirakan memperoleh sekitar Rp2,325 triliun atau setara US$130,7 juta. 

Dana tersebut direncanakan untuk mempercepat pembayaran sebagian pokok Fasilitas B dari fasilitas kredit berjangka dan bergulir senilai maksimal US$250 juta.

Per 11 Agustus 2026, saldo Fasilitas B tercatat US$150 juta atau sekitar Rp2,67 triliun. 

Setelah pembayaran menggunakan dana obligasi, MBMA memperkirakan sisa kewajiban fasilitas tersebut turun menjadi sekitar US$19,3 juta.

Ini berarti penerbitan kali ini lebih dekat dengan strategi refinancing atau pengelolaan kewajiban dibanding pendanaan ekspansi baru. 

Dampak positifnya dapat berupa perbaikan profil jatuh tempo utang, tetapi aksi tersebut tidak otomatis menghasilkan tambahan pendapatan dalam jangka pendek.

Baca Juga : Saham CPIN Masih Potensial Setelah Turun Kelas MSCI?

Bagaimana Prospek Saham MBMA Setelah Koreksi?

Di luar sentimen pasar dan struktur pembiayaan, prospek saham MBMA tetap akan sangat ditentukan oleh performa bisnis nikel dan proyek hilirnya.

Pada kuartal II 2026, produksi bijih saprolit dari tambang Sulawesi Cahaya Mineral meningkat 130% secara tahunan menjadi 2,9 juta wet metric tonnes. 

Produksi limonit juga tumbuh 87% menjadi 4,7 juta wet metric tonnes, sedangkan produksi NPI termasuk low-grade nickel matte naik 16% menjadi 19.505 ton nikel.

MBMA juga melaporkan kas dan setara kas sebesar US$483 juta per 30 Juni 2026. 

Pada saat yang sama, proyek HPAL terus dikembangkan, termasuk fasilitas Sulawesi Nickel Cobalt yang menargetkan produksi MHP pertama pada semester kedua 2026.

Faktor tersebut dapat menjadi penopang fundamental Merdeka Battery Materials, tetapi investor tetap perlu memperhatikan harga nikel, biaya produksi, perkembangan proyek hilirisasi, beban pendanaan, serta kondisi pasar modal.

Menariknya, setelah jatuh 7,27% pada 13 Agustus, MBMA kembali naik 2,94% pada perdagangan 14 Agustus ketika IHSG menguat 1,59%. 

Pergerakan tersebut kembali menunjukkan bahwa sentimen pasar secara keseluruhan dapat berpengaruh besar terhadap pergerakan harian saham MBMA.

Baca Juga : Prajogo Pangestu Stock List: BRPT, BREN, TPIA, CUAN, PTRO

Jadi, Apakah Penurunan MBMA Perlu Dikhawatirkan?

Koreksi satu hari belum cukup untuk menentukan arah jangka panjang harga saham MBMA. Investor lebih perlu menilai apakah perusahaan mampu meningkatkan produksi, menjaga margin, menyelesaikan proyek hilirisasi, dan mengelola kewajiban setelah penerbitan obligasi.

Obligasi dengan kupon hingga 10,5% memang menambah biaya bunga, tetapi sebagian besar dana akan digunakan untuk menekan saldo fasilitas kredit yang segera jatuh tempo. 

Dengan demikian, aksi tersebut sebaiknya dilihat sebagai bagian dari strategi pengelolaan struktur pendanaan, bukan semata-mata tambahan utang.

Bagi investor, periode berikutnya akan menarik karena pasar dapat menilai MBMA dari dua sisi sekaligus: kemampuan perusahaan menata kewajiban keuangannya dan seberapa cepat pertumbuhan operasional dapat diterjemahkan menjadi kinerja finansial.

Baca Juga : Cisco Beat Ekspektasi, Kenapa Saham CSCO Malah Turun?

bittime biaya withdrawal murah

Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.

Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.

Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.

FAQ

Apakah seluruh obligasi MBMA memberikan kupon 10,5%?

Tidak. Kupon 10,5% hanya berlaku pada Obligasi Seri C senilai sekitar Rp95,34 miliar dengan tenor lima tahun. Seri A menawarkan bunga 9%, sedangkan Seri B menawarkan 10% per tahun.

Mengapa saham MBMA turun pada 13 Agustus 2026?

MBMA turun 7,27% menjadi Rp510 ketika IHSG juga melemah 1,13%. Tekanan terjadi secara luas pada berbagai saham dan bertepatan dengan sentimen perubahan indeks MSCI serta besarnya net sell asing.

Apakah obligasi MBMA menjadi penyebab harga saham turun?

Belum ada dasar yang cukup untuk menyimpulkan hubungan sebab-akibat langsung. Penerbitan obligasi dan penurunan saham terjadi berdekatan, tetapi kondisi pasar yang melemah juga menjadi faktor penting.

Bagaimana prospek saham MBMA?

Prospeknya akan bergantung pada pertumbuhan produksi nikel, harga komoditas, margin operasional, perkembangan proyek HPAL, dan kemampuan perusahaan mengelola biaya serta utang. Data kuartal II 2026 menunjukkan peningkatan produksi di sejumlah operasi utama MBMA.

Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.

Campaign Deposit Trade
Auto Earn Ramadan

Blog Bittime

Prospek Saham AMMN Setelah Keluar MSCI
Prospek Saham AMMN Setelah Keluar MSCI

Prospek saham AMMN setelah keluar MSCI kembali menarik. Harga emas yang menguat dan pemulihan produksi berpotensi menjadi katalis baru.

2026-08-17Baca