Apa Beda Futures dan CFD? Panduan Lengkap untuk Trader

2026-08-14
Apa Beda Futures dan CFD Panduan Lengkap untuk Trader.webp

Istilah futures vs CFD sering terlihat mirip karena keduanya memungkinkan trader mengambil posisi atas pergerakan harga tanpa harus membeli aset secara langsung. 

Keduanya juga dapat menggunakan margin dan leverage, serta memungkinkan posisi long maupun short. Namun, struktur kontrak, tempat perdagangan, masa berlaku, dan biaya holding keduanya berbeda.

Perbedaannya menjadi semakin penting di pasar crypto karena trader juga mengenal perpetual futures, kontrak yang menyerupai futures tetapi tidak memiliki tanggal kedaluwarsa. 

Karena itu, memahami perbedaan futures vs CFD sebaiknya dimulai dengan memisahkan futures tradisional, CFD, dan perpetual futures.

Key Takeaways

  • Futures tradisional merupakan kontrak standar yang umumnya diperdagangkan melalui bursa dan memiliki tanggal kedaluwarsa.

  • CFD memberikan eksposur terhadap perubahan harga tanpa kepemilikan aset dan biasanya tidak memiliki expiry tetap, tetapi dapat memiliki spread serta biaya overnight.

  • Perpetual futures juga tidak memiliki expiry, tetapi menggunakan mekanisme funding rate, sehingga tidak sama dengan CFD.

Apa Itu CFD?

Apa Beda Futures dan CFD Panduan Lengkap untuk Trader - image.webp

Sumber: AI

Apa itu CFD? Contract for Difference adalah derivatif yang membuat profit atau loss trader ditentukan oleh selisih harga antara saat posisi dibuka dan ditutup. 

Trader tidak perlu memiliki saham, emas, indeks, crypto, atau aset lain yang menjadi referensi kontrak tersebut.

Dalam CFD trading, trader dapat membuka posisi long ketika memperkirakan harga naik atau short ketika memperkirakan harga turun. 

CFD umumnya fleksibel karena tidak memiliki tanggal berakhir tetap, sehingga posisi dapat dipertahankan selama persyaratan margin dan ketentuan broker masih terpenuhi.

Namun, posisi yang dipertahankan dapat menghasilkan biaya tambahan. 

CFD umumnya memiliki spread dan dapat mengenakan overnight financing atau swap apabila posisi melewati waktu settlement tertentu.

Baca Juga : Cara Trading Futures di Bittime untuk Pemula

Apa Itu Futures?

Apa itu futures? Futures tradisional merupakan perjanjian yang mengikat untuk membeli atau menjual aset terstandarisasi pada tanggal tertentu atau pada bulan tertentu di masa depan. 

CME Group menjelaskan kontrak tersebut difasilitasi melalui futures exchange.

Karena terstandarisasi, ukuran kontrak, expiry, aturan settlement, dan spesifikasi lainnya ditentukan berdasarkan kontrak yang diperdagangkan. 

Futures banyak digunakan untuk spekulasi sekaligus hedging terhadap perubahan harga komoditas, indeks, suku bunga, mata uang, dan berbagai instrumen lain.

Kontrak futures memiliki masa berlaku terbatas. 

Sebelum expiry, trader umumnya dapat menutup posisi, melakukan rollover ke kontrak berikutnya, atau mempertahankannya sampai settlement sesuai aturan kontrak.

Settlement juga tidak selalu berarti menerima aset fisik. CME menjelaskan sebagian kontrak dapat diselesaikan melalui physical delivery, sementara banyak futures lain menggunakan cash settlement.

Baca Juga : Futures Trading: Sejarah dan Cara Kerjanya

Futures vs CFD: Apa Perbedaan Utamanya?

Perbedaan paling jelas antara CFD vs futures berada pada struktur kontraknya.

Aspek

CFD

Futures Tradisional

Kepemilikan underlying

Tidak

Tidak harus memiliki underlying

Struktur

Kontrak dengan penyedia CFD

Kontrak terstandarisasi di bursa

Expiry

Umumnya tidak tetap

Memiliki tanggal expiry

Long/Short

Bisa

Bisa

Leverage

Umumnya tersedia

Umumnya tersedia melalui margin

Biaya holding

Spread, swap/overnight financing dapat berlaku

Komisi, exchange fee, margin; biaya pendanaan tercermin dalam pricing

Settlement

Selisih harga

Cash atau physical settlement tergantung kontrak

Futures memiliki struktur yang lebih standar karena kontraknya diperdagangkan melalui exchange. 

CFD lebih fleksibel dalam ukuran dan durasi posisi, tetapi harga serta ketentuannya bergantung pada penyedia CFD yang digunakan.

Perbedaan expiry juga mempengaruhi strategi. 

Trader futures trading perlu memperhatikan contract month dan rollover, sedangkan trader CFD biasanya lebih fokus pada biaya mempertahankan posisi dari hari ke hari.

Baca Juga : Futures Trading untuk Pemula: Cara Kerja, Tips, dan Risikonya

Bagaimana Perbedaan Biaya CFD dan Futures?

Pada trading CFD, spread menjadi salah satu biaya utama. 

Jika posisi dibiarkan terbuka melewati settlement harian, trader juga dapat dikenakan atau menerima swap, tergantung instrumen dan arah posisi.

Exchange-traded futures memiliki struktur berbeda. 

Biaya dapat meliputi komisi, exchange fee, serta persyaratan margin, sedangkan futures tradisional umumnya tidak mengenakan overnight financing seperti spot CFD karena komponen pendanaan telah tercermin dalam harga kontraknya.

Karena itu, tidak tepat mengatakan salah satunya selalu lebih murah. Biaya akhirnya tergantung ukuran posisi, instrumen, leverage, broker atau exchange, serta berapa lama posisi dipertahankan.

Ingin mulai mengenal pasar crypto melalui platform Indonesia? Daftar di Bittime dan pelajari mekanisme serta risiko setiap produk sebelum melakukan transaksi.

Futures vs Perpetual Futures: Jangan Disamakan

Di pasar crypto, istilah futures trading sering digunakan untuk perpetual futures. Padahal keduanya memiliki struktur berbeda.

Futures tradisional memiliki expiry, sedangkan perpetual futures tidak memiliki tanggal kedaluwarsa tetap. 

Posisi perpetual dapat dipertahankan sampai trader menutupnya atau sampai terkena likuidasi.

Karena tidak memiliki expiry, perpetual futures membutuhkan mekanisme untuk menjaga harga kontrak tetap dekat dengan harga acuan. 

Mekanisme tersebut dikenal sebagai funding rate, yaitu pembayaran periodik antara trader long dan short.

Jika funding positif, umumnya pihak long membayar pihak short. 

Jika funding negatif, mekanismenya dapat berbalik sehingga short membayar long.

Baca Juga : Perpetual Futures vs Quarterly Futures Apa Perbedaannya

CFD vs Perpetual Futures: Apa Bedanya?

CFD vs perpetual futures memang lebih mirip dibanding CFD dan futures tradisional karena keduanya biasanya tidak memiliki expiry. Namun, cara biaya dan likuidasi bekerja tetap berbeda.

BingX menjelaskan CFD biasanya menggunakan swap atau overnight fee sebagai biaya holding. Perpetual futures menggunakan funding payment yang dibayarkan antar trader pada interval tertentu.

Metode likuidasinya juga berbeda. CFD dapat menggunakan rasio margin serta harga bid/ask, sementara perpetual futures biasanya menggunakan mark price untuk menentukan kondisi likuidasi.

Jam perdagangan juga dapat berbeda. CFD pada saham, indeks, forex, atau komoditas biasanya mengikuti sesi pasar underlying, sedangkan perpetual futures crypto pada umumnya tersedia secara terus-menerus.

Mana yang Cocok: Trading Futures atau Trading CFD?

Tidak ada jawaban universal mengenai futures vs CFD yang paling baik. 

Pemilihannya bergantung pada pasar yang ingin diperdagangkan, durasi posisi, kebutuhan hedging, biaya, dan tingkat pengalaman trader.

CFD dapat menarik bagi trader yang membutuhkan akses fleksibel ke berbagai pasar tanpa terikat expiry kontrak. 

Sebaliknya, futures lebih relevan bagi trader yang menginginkan kontrak terstandarisasi, transparansi exchange, serta struktur expiry yang jelas.

Untuk pasar crypto, perpetual futures menawarkan fleksibilitas tanpa expiry, tetapi funding rate dan risiko likuidasi perlu diperhitungkan. 

Tidak adanya expiry bukan berarti posisi dapat dipertahankan tanpa biaya atau risiko.

Risiko Leverage pada CFD dan Futures

Kesamaan terbesar perbedaan CFD dan futures justru berada pada sisi risikonya: keduanya dapat menggunakan leverage. Dengan modal relatif kecil, trader dapat mengendalikan posisi yang jauh lebih besar.

Leverage memperbesar potensi profit sekaligus kerugian. 

Pergerakan pasar yang kecil ke arah berlawanan dapat mengurangi margin dengan cepat dan pada produk tertentu memicu likuidasi paksa.

Karena itu, ukuran posisi, leverage, stop-loss, margin buffer, dan biaya holding perlu dihitung sebelum membuka transaksi. 

Produk derivatif tidak ideal digunakan hanya karena potensi keuntungan terlihat lebih besar daripada spot.

Kesimpulan

Futures vs CFD memiliki tujuan yang mirip, yaitu memberikan eksposur terhadap perubahan harga, tetapi mekanismenya berbeda. 

CFD biasanya tidak memiliki expiry tetap dan dapat mengenakan spread serta overnight financing, sedangkan futures tradisional merupakan kontrak terstandarisasi yang diperdagangkan melalui bursa dengan tanggal expiry tertentu.

Perpetual futures menambahkan kategori ketiga. 

Produk ini tidak memiliki expiry seperti CFD, tetapi memakai funding rate untuk membantu menjaga harga kontrak tetap selaras dengan underlying.

Jadi, sebelum memilih trading futures atau trading CFD, pahami bukan hanya arah harga tetapi juga struktur biaya, expiry, margin, leverage, dan mekanisme likuidasinya.

Baca Juga : Kondisi Likuidasi Futures: Kapan Posisi Trader Bisa Terlikuidasi?

bittime biaya withdrawal murah

Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.

Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.

Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.

FAQ

Apa perbedaan futures dan CFD?

CFD biasanya merupakan kontrak derivatif tanpa expiry tetap yang mengikuti perubahan harga underlying, sementara futures merupakan kontrak terstandarisasi dengan tanggal kedaluwarsa yang diperdagangkan melalui futures exchange.

Apakah CFD sama dengan futures?

Tidak. Keduanya merupakan derivatif, tetapi struktur pasar, expiry, biaya, dan settlement berbeda. CFD juga dapat mengikuti harga kontrak futures, tetapi produk tersebut tetap disebut futures CFD, bukan futures exchange-traded.

Apa beda perpetual futures dan CFD?

Perpetual futures menggunakan funding payment antara trader long dan short, sedangkan CFD biasanya menggunakan spread serta swap atau overnight financing. Perpetual futures juga lazim menggunakan mark price dalam mekanisme likuidasi.

Apakah futures memiliki tanggal kedaluwarsa?

Futures tradisional memiliki expiry. Trader dapat menutup posisi sebelum expiry, melakukan rollover, atau mempertahankan kontrak hingga settlement.

Apakah CFD dan futures bisa menggunakan leverage?

Ya. Keduanya dapat diperdagangkan menggunakan margin dan leverage, sehingga trader dapat mengendalikan eksposur yang lebih besar dari dana awalnya. Hal yang sama juga memperbesar risiko kerugian.

Mana yang lebih baik untuk pemula, CFD atau futures?

Tidak ada pilihan yang otomatis lebih aman bagi pemula. CFD, futures, dan perpetual futures sama-sama membutuhkan pemahaman mengenai leverage, margin, biaya, likuidasi, dan pengelolaan risiko sebelum digunakan.

Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.

Campaign Deposit Trade
Auto Earn Ramadan

Blog Bittime

Apa Itu Decart AI? Startup AI Video Secara Real-Time
Apa Itu Decart AI? Startup AI Video Secara Real-Time

Mengenal Decart AI, startup pembuat video dan dunia virtual real-time dengan Lucy, Oasis, dan DOS yang kini dikaitkan dengan Anthropic.

2026-08-14Baca