Futures Trading: Sejarah dan Cara Kerjanya
2026-08-05
Futures trading memungkinkan pelaku pasar menyepakati harga suatu aset untuk transaksi pada waktu mendatang. Instrumen ini awalnya berkembang untuk membantu petani, pedagang, dan pembeli komoditas menghadapi perubahan harga yang sulit diprediksi.
Kini, kontrak futures tidak hanya mencakup hasil pertanian. Pelaku pasar dapat menemukan kontrak berbasis energi, logam, mata uang, obligasi, indeks saham, dan aset lain di bursa berjangka.
Meski aksesnya semakin mudah, trading futures memiliki mekanisme yang berbeda dari pembelian aset biasa. Trader perlu memahami nilai kontrak, margin, leverage, penyelesaian harian, dan tanggal kadaluarsa sebelum membuka posisi.
Key takeaways
Futures adalah kontrak standar untuk membeli atau menjual aset pada harga dan tanggal yang sudah ditentukan.
Keuntungan dan kerugian posisi dihitung setiap hari melalui mekanisme mark-to-market.
Leverage membuat kebutuhan modal lebih kecil, tetapi juga dapat menyebabkan kerugian melebihi setoran awal.
Apa itu futures trading?
Trading futures adalah aktivitas membeli atau menjual kontrak berjangka yang nilainya mengikuti suatu aset dasar. Kontrak tersebut diperdagangkan di bursa dengan spesifikasi yang sudah ditetapkan, seperti ukuran kontrak, kualitas aset, tick size, bulan jatuh tempo, dan metode penyelesaian.
Pembeli kontrak mengambil posisi long karena memperkirakan harga akan naik. Penjual mengambil posisi short karena memperkirakan harga akan turun atau ingin melindungi nilai aset yang dimilikinya.
Berbeda dari transaksi spot, trader tidak selalu langsung menerima aset dasar. Sebagian besar posisi ditutup sebelum jatuh tempo, sedangkan kontrak tertentu diselesaikan secara tunai atau melalui penyerahan fisik sesuai aturan produk.
Baca Juga : Bittime Raih Izin Perdagangan Futures Pertama di Era Pengawasan Kripto OJK
Sejarah trading futures

Sumber : AI
Bentuk awal perjanjian berjangka telah digunakan dalam perdagangan komoditas jauh sebelum berdirinya bursa modern. Charles Schwab mencatat bahwa kontrak sejenis futures pernah digunakan dalam perdagangan beras Jepang pada awal 1700-an.
Perkembangan modernnya terjadi di Amerika Serikat pada abad ke-19. Chicago menjadi pusat perdagangan hasil pertanian setelah jaringan kanal dan kereta api menghubungkan wilayah produksi dengan pasar yang lebih luas.
Chicago Board of Trade atau CBOT dibentuk pada 1848 untuk membuat perdagangan gandum lebih teratur.
Bursa ini kemudian memperkenalkan kontrak futures terstandar pada 1865, termasuk penggunaan margin dan proses kliring terpusat untuk mengurangi risiko gagal bayar.
Kenali cara kerja pasar sebelum membuka posisi. Register di Bittime sekarang dan mulai diversifikasikan asetmu hari ini.
Dari komoditas menuju pasar finansial
Pada awalnya, kontrak berjangka berfokus pada produk pertanian seperti gandum, jagung, mentega, telur, dan ternak. Instrumen tersebut membantu produsen mengunci harga jual sekaligus memberi pembeli kepastian mengenai harga dan pasokan.
Sepanjang abad ke-20, produk futures berkembang ke logam, energi, obligasi pemerintah, suku bunga, valuta asing, dan indeks saham.
CME mulai memperdagangkan futures mata uang pada 1972, sedangkan produk indeks dan instrumen keuangan lain berkembang pada dekade berikutnya.
Perdagangan juga beralih dari sistem open outcry di lantai bursa menuju platform elektronik.
CME Globex mulai digunakan untuk perdagangan futures elektronik pada 1992, mempercepat perpindahan pasar menuju transaksi global yang hampir berlangsung sepanjang hari kerja.
Baca Juga : 50 Istilah Futures Trading yang Wajib Dipahami Pemula
Cara kerja futures trading
Cara kerja futures trading dimulai ketika trader memilih kontrak berdasarkan aset dasar dan bulan kadaluarsanya.
Setiap kontrak memiliki multiplier yang menentukan seberapa besar perubahan nilai posisi ketika harga bergerak.
Misalnya, kontrak minyak mewakili 1.000 barel dengan harga US$80 per barel.
Nilai nosionalnya mencapai US$80.000, meskipun trader biasanya hanya menyetorkan sebagian dari nilai tersebut sebagai margin.
Jika trader membeli kontrak dan harga naik menjadi US$84, perubahan nilainya adalah US$4 dikalikan 1.000 barel atau US$4.000.
Apabila harga turun menjadi US$76, trader mengalami kerugian dengan jumlah yang sama sebelum biaya transaksi.
Posisi long dan short
Posisi long digunakan ketika trader memperkirakan harga kontrak akan naik. Keuntungan muncul jika kontrak dapat dijual kembali pada harga yang lebih tinggi, sedangkan penurunan harga menghasilkan kerugian.
Posisi short bekerja sebaliknya. Trader menjual kontrak terlebih dahulu dan berusaha membelinya kembali pada harga lebih rendah.
Kemampuan membuka posisi long maupun short membuat futures dapat digunakan dalam kondisi pasar naik atau turun. Namun, kedua posisi tetap membawa kewajiban dan risiko selama kontrak belum ditutup.
Baca Juga : Strategi Long vs Short Crypto Futures: Kapan Harus Buy dan Sell?
Fungsi margin dan leverage
Margin futures bukan pembayaran penuh untuk membeli aset. Margin merupakan jaminan atau performance bond yang menunjukkan bahwa trader mampu memenuhi kewajiban kontraknya.
Karena margin hanya mencakup sebagian nilai nosional, trader memperoleh eksposur pasar yang lebih besar daripada modal yang disetorkan. Mekanisme ini disebut leverage.
Leverage dapat memperbesar keuntungan ketika harga bergerak sesuai prediksi.
Namun, perubahan harga yang kecil juga dapat mengurangi saldo akun dengan cepat, bahkan menyebabkan kerugian melampaui margin awal.
Baca Juga : Apa itu Leverage dalam Crypto? Ini Jenis-Jenisnya!
Mark-to-market dan margin call
Posisi futures dinilai ulang setiap hari melalui mark-to-market. Bursa menetapkan harga penyelesaian harian, lalu menghitung selisih keuntungan atau kerugian dari posisi yang masih terbuka.
Keuntungan harian masuk ke saldo akun, sedangkan kerugian mengurangi dana yang tersedia.
Jika ekuitas turun di bawah maintenance margin, trader dapat diminta menambah dana melalui margin call.
Broker dapat melikuidasi posisi apabila dana tambahan tidak segera tersedia. Likuidasi tersebut dapat dilakukan saat pasar bergerak buruk sehingga harga penutupan belum tentu sesuai harapan trader.
Hedging dan spekulasi
Produsen dan perusahaan menggunakan futures untuk hedging atau mengurangi ketidakpastian harga. Petani, misalnya, dapat menjual kontrak futures sebelum panen untuk membantu mengunci harga jual hasil produksinya.
Maskapai atau perusahaan transportasi dapat memakai kontrak energi untuk mengurangi dampak kenaikan biaya bahan bakar. Keuntungan atau kerugian pada kontrak dirancang untuk mengimbangi perubahan harga di pasar fisik.
Spekulan tidak harus memiliki atau membutuhkan aset dasar. Mereka mencari keuntungan dari perubahan harga sekaligus menyediakan likuiditas bagi pelaku pasar yang melakukan hedging.
Baca Juga : Margin Call di Crypto Futures? Lakukan Ini Agar Terhindar Dari Likuidasi
Risiko futures trading
Risiko futures trading yang paling menonjol berasal dari leverage.
Trader dapat mengendalikan kontrak bernilai besar menggunakan modal yang jauh lebih kecil, tetapi tetap menanggung perubahan nilai dari keseluruhan kontrak.
Risiko lain berasal dari volatilitas, margin call, likuidasi paksa, dan slippage. Stop order dapat membantu mengelola posisi, tetapi tidak menjamin transaksi akan dieksekusi pada harga yang ditentukan ketika pasar bergerak cepat.
Trader juga harus memperhatikan kadaluarsa dan metode penyelesaian.
Posisi yang dibiarkan terbuka terlalu lama dapat memasuki proses cash settlement atau penyerahan fisik sesuai spesifikasi kontrak.
Baca Juga : Strategi Raih Profit di Crypto Futures Beserta Cara Menghitung Keuntungannya
Hal yang perlu diperiksa sebelum trading
Trader perlu membaca spesifikasi kontrak sebelum membuka posisi. Informasi penting mencakup multiplier, tick value, jam perdagangan, margin, bulan kontrak, tanggal perdagangan terakhir, dan mekanisme settlement.
Ukuran posisi sebaiknya dihitung berdasarkan risiko yang sanggup ditanggung, bukan hanya margin minimum yang tersedia. Margin kecil tidak berarti risiko posisi juga kecil.
Futures merupakan instrumen kompleks dan tidak cocok untuk semua investor.
CFTC memperingatkan bahwa banyak trader ritel dapat kehilangan seluruh modalnya dan dalam kondisi tertentu masih harus membayar kerugian tambahan.
Siap trading dengan peluang dua arah? Coba Bittime Futures dan mulai trading derivatif crypto langsung dari aplikasi Bittime
Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.
Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.
Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.
FAQ
Apakah futures trading sama dengan membeli aset?
Tidak. Trader memperdagangkan kontrak yang mengikuti nilai aset dasar, bukan selalu membeli aset tersebut secara langsung.
Mengapa futures menggunakan margin?
Margin berfungsi sebagai jaminan agar pembeli dan penjual dapat memenuhi kewajiban kontrak. Dana tersebut bukan uang muka dan bukan ukuran kerugian maksimum.
Apakah trader harus menunggu kontrak jatuh tempo?
Tidak. Sebagian besar trader menutup posisi dengan transaksi berlawanan sebelum kontrak jatuh tempo.
Apakah kerugian futures dapat melebihi modal awal?
Ya. Leverage dan pergerakan harga yang tajam dapat menghasilkan kerugian lebih besar daripada margin yang pertama kali disetorkan.
Apa perbedaan futures dan forward?
Futures memiliki spesifikasi standar dan diperdagangkan melalui bursa. Forward biasanya dibuat langsung antara dua pihak dengan ketentuan yang disesuaikan dan diperdagangkan di luar bursa.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.



