BEI Ubah ARB Saham Jadi 7%, Apa Dampaknya bagi Investor?

2026-10-19

BEI Ubah ARB Saham Jadi 7%, Apa Dampaknya bagi Investor_.png

Pukul 08.58 JATS, Jumat (16/10/2026), layar perdagangan Bursa Efek Indonesia mendadak membeku. IHSG baru saja merosot 8 persen dan trading halt pun diberlakukan. Tiga hari kemudian, BEI menjawabnya dengan ARB saham 7 persen, batas ARB saham terbaru yang menggantikan angka 15 persen. 

Aturan ARB BEI 2026 ini berlaku mulai Senin (19/10/2026) dan menyasar satu hal: mencegah harga saham terjun bebas dalam sehari.

Key Takeaways

  • Batas ARB turun dari 15 persen menjadi 7 persen untuk saham di atas Rp10, berlaku 19 Oktober hingga 31 Desember 2026.
  • Batas ARA tidak berubah (35, 25, dan 20 persen), sehingga skemanya kini asimetris.
  • BEI akan mengevaluasi kebijakan ini mengikuti perkembangan pasar.

Rincian Aturan ARB BEI 2026 per Kelompok Harga

Kebijakan ini dituangkan dalam SK Direksi BEI Nomor Kep-00157/BEI/10-2026 tentang Peraturan Nomor II-A soal Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas. 

Menurut EmitenNews, beleid tersebut menggantikan SK Nomor Kep-00136/BEI/09-2026 dan telah mendapat dukungan OJK. Masa berlakunya 19 Oktober sampai 31 Desember 2026, dengan evaluasi sesuai kondisi pasar.

Rinciannya:

  • Rp1–Rp10: ARA dan ARB tetap Rp1.
  • Rp11–Rp200: ARA 35 persen, ARB 7 persen (sebelumnya 15 persen).
  • Di atas Rp200–Rp5.000: ARA 25 persen, ARB 7 persen (sebelumnya 15 persen).
  • Di atas Rp5.000: ARA 20 persen, ARB 7 persen (sebelumnya 15 persen).

Jadi, hanya sisi bawah yang diperketat. Untuk saham Rp11–Rp200, misalnya, harga boleh naik hingga 35 persen, tetapi hanya boleh turun 7 persen dalam sehari. Skema timpang inilah yang disebut ARB asimetris.

Sekretaris Perusahaan BEI, Elsierra Putri Yosita, menyebut penyesuaian ini memberi investor kesempatan mengevaluasi dan mencerna informasi yang tersedia, seperti dikutip InfoBankNews.

Bagi yang ingin menyebar portofolio ke aset kripto, daftar di Bittime. Pasar kripto umumnya berjalan 24 jam tanpa mekanisme ARB seperti di bursa saham, sehingga manajemen risiko tetap wajib.

Pekan Berat IHSG di Balik Keputusan BEI

Keputusan ini muncul setelah pekan yang melelahkan. Berdasarkan catatan BEI yang dikutip Kompas.com, IHSG turun 14,91 persen sepanjang pekan lalu, sementara kapitalisasi pasar menyusut 14,43 persen. Setelah trading halt pada Jumat, indeks ditutup di level 5.185,10, menurut Bsinews.

Tekanan itu berkaitan dengan ancaman MSCI mengubah klasifikasi pasar saham Indonesia. Sindonews melaporkan, langkah BEI ini ditujukan untuk menahan gejolak pascaancaman reklasifikasi tersebut. Pada pembukaan Senin (19/10/2026), IHSG sempat turun 4,31 persen ke level 4.961,87, seperti dilansir Beritasatu.

Baca Juga: BIS Ungkap Potensi Baru XRP Ledger untuk Sistem Keuangan Digital

Dampak ARB 7 Persen bagi Investor

Katadata menilai, dengan batas turun 7 persen untuk semua saham di atas Rp10, IHSG praktis sulit lagi menyentuh trading halt di level 8 persen. Meski begitu, BEI sendiri tidak menyinggung trading halt dalam pengumumannya. Beberapa dampak berikut patut dicermati.

Rem darurat harian. Penurunan harga satu saham dalam sehari terkunci di 7 persen, sehingga kepanikan jual punya batas bawah yang jelas.

Tekanan jual bisa menumpuk. Aturan ini membatasi besar penurunan harian, bukan penyebab tekanan jualnya. Saham yang terkunci ARB berpotensi meninggalkan antrean jual panjang untuk perdagangan berikutnya, dan penjualnya bisa kesulitan keluar karena pembeli menipis.

Ruang berpikir lebih lega. Penurunan yang lebih landai memberi investor waktu menimbang kabar, termasuk kabar soal MSCI, sebelum mengambil keputusan jual.

Baca Juga: Tokenized Stock Populer 2026: Saham Teknologi Jadi Favorit Investor

Langkah serupa pernah ditempuh. Pada Maret 2020, BEI lebih dulu menerapkan ARB asimetris 10 persen, lalu menurunkannya menjadi 7 persen mulai 13 Maret 2020, menurut Bisnis.com. Setelah pandemi mereda, ARB dinormalisasi bertahap dengan batas 15 persen sejak 5 Juni 2023.

Bagi investor, batas ini lebih tepat dibaca sebagai jeda, bukan jaminan harga. Kualitas fundamental emiten dan kemampuan menahan risiko tetap jadi pegangan utama, terlebih kebijakan ini akan dievaluasi lagi menjelang akhir tahun.

Baca Juga: 10+ Coin AI Terbaik 2026: Ini Daftar Crypto Bertema Artificial Intelligence! 

Kesimpulan

BEI memangkas ARB menjadi 7 persen untuk seluruh saham di atas Rp10 sejak 19 Oktober hingga 31 Desember 2026, sementara ARA dibiarkan tetap. Kebijakan ini meredam penurunan harian, tetapi tidak menghapus penyebab tekanan pasar. Investor perlu memantau hasil evaluasi BEI dan perkembangan isu MSCI.

Cek harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), XRP, Solana (SOL), GRAM, dan BNB juga memecoin unggulan DOGE. Kamu bisa trading langsung di Bittime!

bittime biaya withdrawal murah

Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.

Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.

Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.

FAQ

1. Apa itu ARB dalam saham?
ARB atau Auto Rejection Bawah adalah batas penurunan harga maksimal sebuah saham dalam satu hari perdagangan. Order jual di bawah batas tersebut otomatis ditolak sistem.

2. Apakah batas ARA ikut berubah?
Tidak. ARA tetap 35 persen untuk saham Rp11–Rp200, 25 persen untuk di atas Rp200–Rp5.000, dan 20 persen untuk di atas Rp5.000. Karena ARB turun sementara ARA tetap, skemanya menjadi asimetris.

3. Sampai kapan ARB 7 persen berlaku?
Sampai 31 Desember 2026. BEI menyatakan akan mengevaluasinya sesuai perkembangan pasar, sehingga masa berlaku bisa berubah.

4. Apakah saham Rp1–Rp10 juga terkena ARB 7 persen?
Tidak. Kelompok harga ini tetap memakai batas Rp1 untuk ARA maupun ARB.

5. Kapan BEI terakhir memakai ARB 7 persen?
Pada Maret 2020. Saat itu BEI menurunkan batas ARB dari 10 persen menjadi 7 persen mulai 13 Maret 2020 di tengah gejolak pandemi.

Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.

Campaign Deposit Trade
Auto Earn Ramadan

Blog Bittime

Strategy (MSTR) Berisiko Keluar dari Indeks Saham Global MSCI
Strategy (MSTR) Berisiko Keluar dari Indeks Saham Global MSCI

MSCI mengesahkan aturan baru perusahaan non-operasional. Strategy (MSTR) berpotensi tersingkir mulai 30 November 2026, JPMorgan taksir USD 2,8 miliar.

2026-10-16Baca