Harga Bitcoin Usai CPI AS September 2026, Bagaimana Dampaknya?

2026-10-15
Harga Bitcoin Usai CPI AS September 2026, Bagaimana Dampaknya_.webp

Harga Bitcoin usai CPI AS September 2026 tertekan karena inflasi lebih tinggi dari perkiraan memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve. 

BTC turun ke kisaran US$80.979, atau -3,3% dalam 24 jam, dan sempat berada dibawah rata-rata biaya akuisisi spot Bitcoin ETF sekitar US$81.500.

Dampaknya tidak hanya pada Bitcoin: likuidasi posisi leverage mendekati US$1 miliar dalam 24 jam,sementara spot Bitcoin ETF mencatat net outflow US$261,5 juta. 

Pasar kini memantau apakah support US$80.000 mampu bertahan atau Bitcoin melanjutkan koreksi menuju area US$78.000.

Key Takeaways

  • CPI AS September mencatat inflasi tahunan 3,7% dan core inflation 2,6%, lebih tinggi dari estimasi 3,6% dan 2,5%.

  • Bitcoin turun sekitar 3,3% ke US$80.979 setelah rilis CPI, dengan likuidasi crypto mendekati US$1 miliar dan 91,6% berasal dari posisi long.

  • Probabilitas kenaikan suku bunga Fed sebesar 25 basis poin pada Oktober naik menjadi sekitar 37%, dari sekitar 22% sebelum data inflasi dirilis.

Data CPI AS September 2026

CPI September menunjukkan tekanan inflasi yang lebih kuat dari perkiraan pasar. 

Inflasi headline naik 0,6% month-over-month, sementara core CPI naik 0,3%; secara tahunan, headline CPI mencapai 3,7% dan core CPI 2,6%.

Lonjakan harga bensin menjadi kontributor utama, dengan indeks bensin naik 9,1% month-over-month dan menyumbang lebih dari separuh kenaikan CPI bulanan. 

Secara tahunan, indeks energi melonjak 20,4%, memperkuat tekanan inflasi yang membuat pasar menilai kembali ekspektasi kebijakan Fed.

Indikator

Data September 2026

Perkiraan pasar

Dampak ke Bitcoin

Headline CPI bulanan

+0,6%

+0,6%

Netral, tetapi mendukung narasi inflasi. 

Core CPI bulanan

+0,3%

+0,2%

Negatif; memicu ekspektasi Fed lebih ketat. 

Headline CPI tahunan

3,7%

3,6%

Negatif; menekan aset berisiko. 

Core CPI tahunan

2,6%

2,5%

Negatif; memperkuat tekanan jual BTC. 

Kenaikan harga bensin

+9,1% bulanan

-

Kontributor utama inflasi headline. 


Baca Juga : Konversi 1 BTC menjadi IDR - Kurs Bitcoin ke Indonesia Rupiah

Mengapa Bitcoin Turun Setelah CPI

Bitcoin sensitif terhadap ekspektasi suku bunga karena aset kripto umumnya berperilaku seperti aset berisiko. 

Ketika inflasi lebih tinggi, peluang Fed menaikkan suku bunga meningkat, yield Treasury naik, dolar AS menguat, dan modal cenderung bergerak menjauh dari aset spekulatif.

Setelah rilis CPI, CME FedWatch menunjukkan probabilitas kenaikan suku bunga 25 basis poin pada Oktober naik menjadi sekitar 37%, dari hampir 22% sebelumnya. 

Kondisi ini menciptakan headwind langsung bagi BTC karena biaya modal lebih tinggi biasanya menekan valuasi aset yang tidak menghasilkan arus kas.

Bitcoin turun 1,9% ke US$81.931 pada perdagangan Rabu, kemudian melanjutkan pelemahan hingga US$80.979 pada laporan berikutnya. 

Pergerakan tersebut menegaskan bahwa rilis CPI menjadi pemicu utama koreksi, bukan sekadar fluktuasi harga biasa.

Baca Juga : Perhatikan 5 Coin untuk Dicermati Pasca Pengumuman CPI AS

Dampak ke ETF dan Pasar Leverage

Spot Bitcoin ETF mencatat net outflow US$261,5 juta pada hari yang sama, menandakan tekanan jual dari kanal investasi institusional. 

Penurunan harga juga membuat BTC berada di bawah rata-rata biaya akuisisi ETF yang diperkirakan Glassnode di sekitar US$81.500.

Likuidasi pasar crypto mendekati US$1 miliar dalam 24 jam, dengan 91,6% berasal dari posisi long. 

Artinya, banyak trader yang bertaruh harga naik terpaksa menutup posisi saat BTC turun, sehingga memperbesar tekanan jual secara berantai.

Peran Whale dan Sentimen Pasar

Sebelum CPI dirilis, whale dilaporkan beralih dari distribusi ke akumulasi. 

Kepemilikan whale di luar exchange dan mining pool mencapai 3,03 juta BTC, level tertinggi sejak November 2025.

Namun, sentimen komunitas justru condong negatif. 

Santiment mencatat rasio 0,82 komentar bullish untuk setiap komentar bearish pada 13 Oktober, dipicu oleh penolakan berulang di area US$87.000, penurunan menuju US$81.000, dan likuidasi besar posisi long.

Baca Juga : Cara Membeli Bitcoin (BTC) | BTC to IDR | BTC to USDT

Level Harga Bitcoin yang Menentukan

Harga Bitcoin Usai CPI AS September 2026, Bagaimana Dampaknya_ - harga btc.webp

BTC ke USDT via Bittime Market 

Support terdekat berada di US$80.000, tempat bid block terbesar pada order book spot Binance berada. 

Harga Bitcoin Usai CPI AS September 2026, Bagaimana Dampaknya_ - x.webp

Sumber: X/@Darkfost_Coc

Level tersebut juga berdekatan dengan 365-day moving average Bitcoin menurut CryptoQuant.

Jika US$80.000 pecah,posisi long ber-leverage yang menumpuk tepat dibawah level tersebut berisiko terlikuidasi. 

Target turun berikutnya adalah True Market Mean disekitar US78.000, yaitu rata-rata harga beli investor aktif.

Level

Peran teknikal

Implikasi

US$88.000

Cost basis pembeli 6–12 bulan dan klaster likuidasi short

Penutupan harian di atasnya, disertai inflow ETF, dapat menandakan penyerapan supply. 

US$81.500

Rata-rata biaya akuisisi spot Bitcoin ETF

BTC berada di bawah level ini setelah koreksi. 

US$80.000

Bid block terbesar Binance dan dekat 365-day MA

Support kritis; kegagalannya dapat mempercepat tekanan jual. 

US$78.000

True Market Mean investor aktif

Target turun berikutnya bila support US$80.000 pecah. 

Skenario Pasar Bitcoin Selanjutnya

Skenario stabilisasi

Bitcoin dapat stabil jika US80.000 bertahan dan arus dana ETF kembali positif. 

Sebelum CPI, inflow spot Bitcoin ETF sempat mencapai US$175,6 juta pada Selasa, tertinggi dalam hampir dua minggu, setelah penarikan bersih US$681 juta pada pekan sebelumnya.

Pemulihan inflow ETF akan menjadi sinyal penting karena menunjukkan permintaan institusional yang menyerap tekanan jual. 

Tanpa pemulihan tersebut, reli harga cenderung lebih sulit bertahan meski whale tetap mengakumulasi.

Skenario koreksi lanjutan

Jika data PPI AS yang dirilis Kamis juga lebih panas, ekspektasi kenaikan suku bunga dapat kembali menguat. 

Dalam skenario ini, yield dan dolar yang lebih kuat berpotensi menekan BTC menuju US$78.000.

Investor juga perlu memantau pergerakan altcoin sebagai konfirmasi risiko. 

Ether turun 3,4% ke US$2.427,20, XRP turun 2,5%, Solana turun 2,1%, dan Cardano turun 3,2%, menandakan pelemahan bersifat luas di pasar kripto.

Baca Juga : Bitcoin Gagal Tembus US$81.000, Keputusan CPI The Fed Bisa Ubah Arah?

Apa Artinya bagi Investor Bitcoin

Data CPI September menunjukkan bahwa harga Bitcoin usai CPI AS September 2026 lebih dipengaruhi ekspektasi kebijakan moneter daripada narasi akumulasi whale semata. 

Akumulasi whale dapat menjadi sinyal jangka menengah, tetapi tekanan makro, outflow ETF, dan likuidasi leverage tetap menentukan arah jangka pendek.

Bagi investor Indonesia, fokus utama adalah menjaga manajemen risiko di sekitar US$80.000 dan menghindari leverage berlebihan selama volatilitas makro tinggi. 

Untuk memantau harga BTC secara real-time dan membeli Bitcoin atau USDC saat kondisi pasar sesuai rencana, daftar di Bittime untuk memantau pasar kripto dan mengelola posisi BTC dengan lebih terstruktur.

bittime biaya withdrawal murah

Bitcoin sudah tersedia dan siap diperdagangkan di Bittime dengan pair BTC/USDT, selain itu ada juga aset lain di jaringan BRC20 Bitcoin, seperti SATS dan ORDI.

Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.

Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.

Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.

FAQ

Mengapa Bitcoin turun setelah CPI AS September 2026?

Bitcoin turun karena inflasi lebih tinggi dari perkiraan meningkatkan kemungkinan Fed menaikkan suku bunga. Kenaikan yield dan penguatan dolar menekan aset berisiko termasuk BTC.

Berapa harga Bitcoin setelah CPI September 2026?

Bitcoin turun sekitar 3,3% ke US$80.979 setelah CPI, setelah sebelumnya diperdagangkan di bawah US$82.000.

Apakah CPI mempengaruhi spot Bitcoin ETF?

Ya. Pada hari rilis CPI, spot Bitcoin ETF mencatat net outflow US$261,5 juta, sementara harga BTC turun dibawah rata-rata biaya akuisisi ETF sekitar US$81.500

Level support Bitcoin berikutnya di mana?

Support kritis berada di US$80.000.Jika level ini pecah, area US$78.000 menjadi target turun berikutnya berdasarkan True Market Mean.

Apakah whale masih mendukung harga Bitcoin?

Whale dilaporkan beralih ke akumulasi sebelum CPI, dengan kepemilikan mencapai 3,03 juta BTC. Namun, keberlanjutan dukungan mereka masih bergantung pada reaksi harga di support US$80.000 dan pemulihan inflow ETF.

Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.

Campaign Deposit Trade
Auto Earn Ramadan

Blog Bittime

Harga WAL Naik Tajam, Volume Perdagangan Walrus Ikut Melonjak
Harga WAL Naik Tajam, Volume Perdagangan Walrus Ikut Melonjak

Harga WAL naik tajam dengan volume perdagangan Walrus melampaui dua kali kapitalisasi pasar. Simak data, penyebab yang diketahui, dan risikonya.

2026-10-15Baca