Bitcoin Gagal Tembus US$81.000, Keputusan CPI The Fed Bisa Ubah Arah?
2026-09-08
Candlestick 4 jam BTC/USDT di Bittime pagi ini berhenti tepat di angka $78.861,51 — turun tipis 0,06% dari pembukaan. Angka yang kelihatan kecil ini sebenarnya menyimpan cerita besar: sepanjang tiga minggu terakhir, harga Bitcoin sudah tiga kali mencoba menembus level $81.000 dan tiga kali pula gagal bertahan di atasnya.
Resistance Bitcoin di kisaran itu kini jadi titik krusial yang menentukan arah pasar menjelang dua agenda besar The Fed pekan ini.
Key Takeaways
- Bitcoin gagal menembus resistance US$81.000 usai data tenaga kerja AS Agustus jauh lebih kuat dari ekspektasi, mendorong peluang kenaikan suku bunga The Fed naik ke sekitar 60%.
- Meski harga tertahan, inflow ETF Bitcoin spot AS tetap positif tiga minggu berturut-turut dan realized capitalization terus naik, menandakan permintaan institusional belum surut.
- Data CPI Agustus (11 September) dan rapat FOMC (15–16 September) jadi dua katalis yang bakal menentukan apakah Bitcoin bisa breakout dari rentang $77.000–82.500.
Bitcoin Tertahan di Bawah Resistance US$81.000

Reli Bitcoin sepanjang Agustus 2026 sebenarnya cukup mengesankan — harga melesat dari di bawah $63.000 ke level intraday tertinggi di atas $82.000, performa bulanan terkuatnya dalam beberapa waktu terakhir.
Namun begitu memasuki September, momentum itu mulai kehabisan tenaga. Tokenomist mencatat Bitcoin menyentuh level $81.000 untuk ketiga kalinya dalam dua minggu pada 3 September, tapi tetap gagal bertahan di atasnya.
Menurut laporan AltcoinGordon, kegagalan menembus $81.000 ini membuat perhatian trader bergeser penuh ke rapat The Fed bulan ini. Level tersebut disebut berfungsi sebagai titik resistance di mana tekanan jual dari pemegang jangka pendek konsisten muncul setiap kali harga mendekatinya.
Penting dicatat, penolakan di level resistance semacam ini tidak otomatis berarti tren sedang berbalik — melainkan mencerminkan keseimbangan sementara antara pembeli dan penjual yang belum berpihak jelas ke salah satu sisi.
Kalau kamu ingin memantau pergerakan Bitcoin secara real-time sambil menunggu arah yang lebih jelas dari The Fed, kamu bisa cek chart dan mulai trading langsung di Bittime.
Data Tenaga Kerja AS Jadi Pemicu Pembalikan Sentimen
Sentimen pasar sempat membaik pada 3 September setelah Gubernur The Fed Christopher Waller melontarkan pernyataan yang cenderung netral soal arah suku bunga. Yahoo Finance melaporkan pernyataan itu memicu reli Bitcoin sebesar 5% dan diikuti aliran dana masuk bersih ETF Bitcoin sebesar $730,8 juta dalam sehari.
Sayangnya, euforia itu tak bertahan lama. Laporan tenaga kerja Agustus yang dirilis awal September menunjukkan penambahan 162.000 lapangan kerja — jauh di atas ekspektasi ekonom yang hanya memproyeksikan 55.000–56.000, sementara tingkat pengangguran stabil di 4,1%.
Data yang terlalu kuat ini justru berbalik jadi kabar buruk bagi Bitcoin: pasar membaca ini sebagai alasan bagi The Fed untuk menahan atau bahkan menaikkan suku bunga, alih-alih memangkasnya.
Baca Juga: Cara Beli BTC: Panduan Lengkap untuk Pemula di Indonesia (2025)
CryptoSlate mencatat Bitcoin sempat anjlok ke level intraday terendah $78.660 usai rilis data ini, sementara TechTimes melaporkan total likuidasi kripto dalam 24 jam mencapai sekitar $757 juta, dengan sekitar $200 juta di antaranya merupakan likuidasi posisi long yang terjadi hanya dalam satu jam pasca rilis data.
Menurut The Block, peluang kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada 16 September naik ke sekitar 60% berdasarkan alat CME FedWatch — melonjak dari posisi yang sebelumnya nyaris seimbang 50:50 antara opsi menahan dan menaikkan suku bunga.
Menariknya, tekanan ini terjadi di tengah desakan terbuka Presiden Trump lewat platform media sosialnya agar The Fed menurunkan suku bunga. Reaksi pasar justru berjalan ke arah sebaliknya — bukti bahwa data ekonomi riil masih jadi penentu utama ekspektasi kebijakan moneter, bukan tekanan politik semata.

Baca Juga: Whitepaper Bitcoin dalam Bahasa Indonesia: Panduan Lengkap dan Pembahasannya
Yang Perlu Dipantau Sebelum Rapat FOMC September
Di balik tekanan harga jangka pendek, ada beberapa indikator yang menunjukkan fondasi permintaan Bitcoin belum benar-benar goyah. The Block melaporkan ETF Bitcoin spot AS masih mencatat inflow bersih $987 juta dalam sepekan terakhir, memperpanjang tren arus masuk positif menjadi tiga minggu berturut-turut.
Analis CryptoQuant, Axel Adler Jr., turut mencatat realized capitalization Bitcoin naik $9,36 miliar dalam 30 hari terakhir menjadi $1,068 triliun — indikator bahwa koin-koin berpindah tangan di harga yang lebih tinggi, sinyal positif di tengah harga yang sedang tertahan.
Dari sisi derivatif, CoinStats mencatat funding rate futures Bitcoin masih positif tapi tergolong rendah di 4,39% annualized, sementara open interest justru turun 1,64% — menandakan trader cenderung berhati-hati dan mengurangi eksposur leverage menjelang kepastian dari The Fed.
Baca Juga: 10 Situs Free Bitcoin Mining dan Faucet 2026, Mana yang Legit?
QCP Capital, seperti dikutip The Block, menempatkan resistance jangka pendek di rentang $80.000–82.000 dengan support di $77.000–78.000.
Dua agenda besar kini jadi penentu arah selanjutnya. Data inflasi CPI Agustus AS dijadwalkan rilis 11 September, dengan proyeksi analis Capital.com Kyle Rodda memperkirakan inflasi headline bertahan di 3,4% year-on-year sementara inflasi inti (core CPI) turun ke 2,4%.
Jika data ini menunjukkan disinflasi yang cukup meyakinkan, The Fed berpotensi menahan suku bunga pada rapat FOMC 15–16 September — sebaliknya, angka yang lebih panas dari perkiraan bisa membuka kembali peluang kenaikan suku bunga.
Trader OTC Wintermute, Jasper De Maere, menyebut $75.000 dan $82.000 sebagai dua level kunci yang dipantau pasar jelang rapat FOMC, sementara analis LMAX Group Joel Kruger menyebut breakout meyakinkan di atas $82.820 berpotensi membuka jalan Bitcoin menuju $100.000 — sebagaimana dilaporkan TechTimes.
Baca Juga: Cara Beli Bitcoin (BTC) dengan QRIS: Panduan Praktis untuk Pemula
Kesimpulan
Bitcoin saat ini berada di persimpangan penting: harga tertahan di bawah resistance $81.000 usai data tenaga kerja AS yang terlalu kuat mendorong ekspektasi suku bunga The Fed ke arah lebih hawkish, namun fondasi permintaan institusional — dari inflow ETF hingga realized capitalization — masih menunjukkan tren positif.
Dua katalis besar pekan ini, yakni rilis CPI Agustus pada 11 September dan keputusan FOMC pada 15–16 September, akan jadi penentu apakah Bitcoin mampu breakout dari rentang konsolidasi $77.000–82.500 atau justru tertahan lebih lama menunggu kejelasan arah kebijakan moneter.
Cek harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), XRP, Solana (SOL), GRAM, dan BNB juga memecoin unggulan DOGE. Kamu bisa trading langsung di Bittime!
Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.
Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.
Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.
FAQ
Kenapa Bitcoin gagal menembus US$81.000?
Bitcoin tertahan di level ini karena tekanan jual dari data tenaga kerja AS Agustus yang jauh lebih kuat dari ekspektasi, sehingga meningkatkan peluang kenaikan suku bunga The Fed.
Apa dampak keputusan The Fed terhadap harga Bitcoin?
Keputusan suku bunga The Fed memengaruhi selera risiko pasar secara luas; kenaikan suku bunga cenderung menekan aset berisiko seperti Bitcoin, sementara penahanan suku bunga bisa memberi ruang penguatan.
Kapan data CPI dan rapat FOMC September 2026 berlangsung?
Data inflasi CPI Agustus AS dijadwalkan rilis 11 September, sedangkan rapat FOMC berlangsung 15–16 September 2026.
Apakah inflow ETF Bitcoin masih positif meski harga tertahan?
Ya, ETF Bitcoin spot AS masih mencatat inflow bersih $987 juta dalam sepekan terakhir, memperpanjang tren positif menjadi tiga minggu berturut-turut.
Berapa level support dan resistance Bitcoin saat ini?
Menurut QCP Capital, resistance jangka pendek berada di rentang $80.000–82.000, sementara support berada di $77.000–78.000.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.



