Secret Service Gandeng Inggris dan Kanada untuk Menumpas Crypto Fraud
2026-03-17
Secret Service Amerika Serikat resmi menggandeng aparat dari Inggris dan Kanada dalam operasi bersama bernama Operation Atlantic. Fokus utamanya adalah menekan penipuan kripto lintas negara, terutama approval phishing dan skema pig butchering yang terus memakan korban.
Langkah ini penting karena penipuan kripto kini tidak lagi bersifat lokal, melainkan bergerak cepat melalui jaringan global, media sosial, dan dompet digital.
Key Takeaways
- Operation Atlantic adalah kerja sama lintas negara antara AS, Inggris, dan Kanada untuk menghentikan penipuan kripto secara lebih cepat.
- Operasi ini menargetkan approval phishing dan pig butchering, dua modus yang sering membuat korban menyerahkan akses wallet tanpa sadar.
- Skala masalahnya besar, karena Chainalysis memperkirakan sekitar 17 miliar dolar hilang akibat scam dan fraud kripto sepanjang 2025.
Daftar di Bittime sekarang dan mulai trading kripto dengan proses yang cepat, aman, dan mudah di aplikasi.
Apa Itu Operation Atlantic dan Mengapa Operasi Ini Penting
Operation Atlantic adalah operasi penegakan hukum internasional yang mempertemukan Secret Service AS, lembaga penegak hukum Inggris, dan mitra dari Kanada. Dari keterangan yang muncul di pemberitaan dan rilis resmi Secret Service, operasi ini dirancang untuk mengidentifikasi lalu mengganggu penipuan kripto sedekat mungkin dengan waktu kejadiannya. Pendekatan ini penting karena banyak scam kripto bergerak sangat cepat, sehingga keterlambatan penanganan sering membuat dana korban sulit dilacak kembali.

Secret Service menyebut mereka bekerja bersama National Crime Agency dari Inggris serta pihak Kanada seperti Ontario Provincial Police dan Ontario Securities Commission.
Kerja sama ini menunjukkan bahwa kejahatan kripto global memang tidak bisa ditangani oleh satu negara saja. Pelaku dapat beroperasi dari satu yurisdiksi, memancing korban di negara lain, lalu memindahkan hasil ke wallet atau platform lintas batas dalam hitungan menit.
Ada alasan kuat mengapa operasi ini mendapat sorotan luas. The Block melaporkan bahwa Operation Atlantic secara khusus menargetkan approval phishing scams.
Modus ini sering terjadi saat korban menandatangani persetujuan transaksi atau izin akses smart contract tanpa memahami risikonya. Setelah izin itu diberikan, pelaku dapat menguras aset dari wallet korban tanpa perlu mengambil alih akun secara langsung.
Operasi ini juga dikaitkan dengan pig butchering, yaitu penipuan yang biasanya dimulai dengan pendekatan personal, kadang bernuansa romantis atau investasi. Korban dibangun rasa percayanya sedikit demi sedikit, lalu diarahkan ke platform palsu atau diminta memberi akses pada aset kripto mereka.
Dalam konteks ini, Operation Atlantic bukan hanya operasi keamanan siber, tetapi juga respons atas bentuk penipuan finansial yang semakin rapi dan manipulatif.
Dari sisi kebijakan, langkah ini memberi pesan bahwa aparat kini mencoba beralih dari model reaktif ke model pencegahan yang lebih cepat. Dalam kutipan yang dimuat Decrypt, pejabat Secret Service menegaskan bahwa operasi ini bertujuan mengidentifikasi dan mengganggu scam hampir secara real time agar pelaku tidak terus mengambil untung dari korbannya.
Ini menarik, karena artinya fokus bukan hanya mengejar pelaku setelah kerugian terjadi, tetapi juga mengurangi korban baru secepat mungkin.
Baca juga : Strategi Anti-Fraud: Panduan Lengkap dan 4 Pilar Utamanya
Modus Penipuan Kripto yang Dibidik dan Mengapa Korban Masih Banyak
Agar memahami pentingnya kerja sama AS Inggris Kanada ini, kita perlu melihat modus yang menjadi target. Approval phishing terjadi ketika korban tanpa sadar memberi izin pada kontrak atau alamat tertentu untuk mengakses token di wallet mereka.
Sekilas prosesnya terlihat seperti interaksi biasa dengan aplikasi kripto, padahal izin itu bisa dipakai untuk memindahkan dana korban.
Pig butchering punya pola yang sedikit berbeda, tetapi efeknya bisa sama berat. Pelaku biasanya lebih dulu membangun hubungan dengan korban melalui percakapan online. Setelah rasa percaya tumbuh, korban diarahkan ke peluang investasi palsu atau dibuat yakin untuk memberi akses ke asetnya.
Dalam banyak kasus, penipuan ini berhasil bukan karena teknologi yang sangat rumit, tetapi karena manipulasi psikologis yang konsisten.
Skala ancamannya juga tidak kecil. Chainalysis memperkirakan sekitar 17 miliar dolar dicuri lewat scam dan fraud kripto sepanjang 2025. Angka ini membantu menjelaskan mengapa aparat beberapa negara kini memilih bekerja bersama, karena kerugian dan jaringan pelakunya sudah terlalu besar untuk ditangani secara terpisah.
Pada saat yang sama, data Scam Sniffer yang dikutip The Block menunjukkan bahwa kerugian dari approval phishing di jaringan EVM pada 2025 mencapai 83,85 juta dolar dengan lebih dari 106 ribu korban.
Nilai ini memang turun dibanding 2024, tetapi tetap menunjukkan bahwa modus tersebut masih relevan dan masih menyerang dalam skala luas. Jadi, penurunan angka bukan berarti ancamannya hilang.
Berikut beberapa alasan mengapa korban masih terus muncul:
- Banyak pengguna masih terburu buru menandatangani approval tanpa memeriksa izin akses.
- Pelaku memakai pendekatan personal yang membuat korban merasa aman.
- Platform palsu kini tampil lebih meyakinkan dan mirip layanan asli.
- Perpindahan dana kripto lintas negara membuat penanganan lebih rumit.
- Literasi keamanan wallet masih belum merata di kalangan pengguna baru.
Hal lain yang penting adalah bahwa kejahatan ini makin profesional. Chainalysis menulis bahwa scam kripto pada 2025 semakin industrial, memakai infrastruktur yang lebih canggih, termasuk alat phishing sebagai layanan, deepfake berbasis AI, dan jaringan pencucian uang yang rapi.
Jadi, meski pengguna individu perlu lebih waspada, penanganannya tetap membutuhkan kapasitas lembaga dan koordinasi internasional.
Baca juga : Apa Itu Kripto Scam Honeypot? Kamu Harus Hati-hati Beli Koin Micin!
Dampak Operation Atlantic bagi Industri Kripto dan Pelajaran untuk Pengguna
Bagi industri kripto, Operation Atlantic memberi dua pesan besar. Pertama, aparat internasional kini lebih siap bergerak bersama ketika melihat pola penipuan yang sama di banyak negara. Kedua, isu keamanan pengguna akan semakin menentukan kepercayaan publik terhadap ekosistem kripto secara umum.
Kerja sama ini juga menunjukkan bahwa kejahatan kripto tidak bisa lagi dipahami hanya sebagai masalah teknis blockchain. Ada unsur penipuan, pencurian, manipulasi sosial, dan eksploitasi regulasi lintas batas.
Karena itu, operasi seperti ini berpotensi mendorong standar pengawasan yang lebih ketat, baik pada sisi platform, edukasi pengguna, maupun pertukaran informasi antar negara.
Bagi pengguna biasa, nilai utama dari kabar ini bukan hanya soal penindakan pelaku. Yang lebih penting adalah memahami bahwa approval kecil di wallet bisa berujung pada kerugian besar. Banyak korban tidak merasa sedang diretas, karena mereka sendiri yang menekan tombol setuju. Di sinilah edukasi menjadi sama pentingnya dengan penegakan hukum.
Ada beberapa langkah sederhana yang layak diperhatikan pengguna kripto:
Cara mengurangi risiko approval phishing
- Periksa ulang situs yang dibuka sebelum menghubungkan wallet.
- Baca jenis izin yang diminta sebelum menekan setuju.
- Hindari tautan dari pesan pribadi yang tidak jelas asalnya.
- Gunakan wallet terpisah untuk aktivitas harian dan penyimpanan aset utama.
- Tinjau ulang approval yang aktif secara berkala dan cabut yang tidak diperlukan.
Baca juga : Crypto Crime Report 2026: Kerugian 2025, Pola Hack Terbaru, dan Cara Aman Hindari Scam Kripto
Hal yang perlu dipahami dari sisi berita ini
Operation Atlantic belum otomatis menghapus seluruh scam kripto. Namun operasi ini menunjukkan pergeseran penting menuju respons yang lebih cepat dan lebih lintas negara. Bila pendekatan near real time ini berjalan efektif, dampaknya bisa terasa pada pencegahan korban baru, bukan hanya pada penangkapan setelah kerugian terjadi.
Pernyataan mitra Inggris dan Kanada yang dikutip Decrypt juga menegaskan bahwa kriminal bekerja melintasi perbatasan, sehingga responsnya memang harus lintas perbatasan juga.
Di sisi lain, pasar kripto tetap perlu melihat perkembangan ini secara netral. Operasi anti scam adalah kabar baik untuk keamanan ekosistem, tetapi tidak otomatis mengubah seluruh risiko yang ada.
Penipuan bisa berganti bentuk, mengikuti tren teknologi baru, dan memanfaatkan celah perilaku pengguna. Karena itu, Operation Atlantic sebaiknya dibaca sebagai langkah penting, tetapi bukan solusi tunggal.
Cara Beli Crypto di Bittime?
Ingin trading jual beli Bitcoin dan investasi crypto dengan mudah? Bittime siap membantu! Sebagai exchange crypto Indonesia yang terdaftar resmi di Bappebti, Bittime memastikan setiap transaksi aman dan cepat.
Mulai dengan registrasi dan verifikasi identitas, lalu lakukan deposit minimal Rp10.000. Setelah itu, kamu bisa langsung beli aset digital favoritmu!
Cek kurs BTC to IDR, ETH to IDR, SOL to IDR dan aset kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Selain itu, kunjungi Bittime Blog untuk mendapatkan berbagai update menarik dan informasi edukatif seputar dunia crypto. Temukan artikel terpercaya tentang Web3, teknologi blockchain, dan tips investasi aset digital yang dirancang untuk memperkaya pengetahuan kamu dalam dunia kripto.
Kesimpulan
Operation Atlantic menandai langkah serius dalam operasi anti scam kripto lintas negara. Secret Service AS, aparat Inggris, dan mitra Kanada kini mencoba menekan approval phishing serta pig butchering dengan koordinasi yang lebih cepat dan lebih langsung.
Ini penting karena penipuan kripto telah berkembang menjadi kejahatan global dengan nilai kerugian yang sangat besar.
Bagi industri, operasi ini memberi sinyal bahwa perlindungan pengguna akan menjadi fokus yang makin kuat. Bagi pengguna, pesannya sederhana tetapi penting: jangan anggap semua permintaan approval di wallet itu aman.
Di era kejahatan kripto global, kewaspadaan pribadi dan kerja sama antar lembaga sama sama dibutuhkan.
FAQ
Apa itu Operation Atlantic?
Operation Atlantic adalah operasi penegakan hukum internasional yang melibatkan AS, Inggris, dan Kanada untuk mengganggu penipuan kripto, terutama approval phishing dan pig butchering.
Mengapa Secret Service ikut menangani crypto fraud?
Karena penipuan kripto sudah menimbulkan kerugian besar dan melibatkan jaringan lintas negara, sehingga butuh keterlibatan lembaga federal yang punya kapasitas investigasi dan koordinasi internasional.
Apa itu approval phishing?
Approval phishing adalah modus saat korban memberi izin akses pada wallet atau token tanpa sadar, lalu izin itu dipakai pelaku untuk menguras aset.
Apa bedanya dengan pig butchering crypto?
Pig butchering biasanya dimulai dengan membangun kepercayaan lewat komunikasi personal, lalu korban diarahkan ke investasi palsu atau diminta memberi akses ke aset kripto.
Apakah Operation Atlantic berarti penipuan kripto akan selesai?
Belum tentu. Operasi ini adalah langkah penting, tetapi scam dapat terus berubah bentuk, sehingga edukasi pengguna tetap sangat penting.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.




