Selat Hormuz Ditutup Iran Tapi 200 Kapal Lolos?

2026-06-12
Selat Hormuz Ditutup Iran Tapi 200 Kapal Lolos  Klaim Kontroversial Trump soal 100 Juta Barel Minyak.webp

Iran mengklaim menutup total Selat Hormuz dan mengancam menembak kapal yang melintas. 

Namun Trump membantah dengan klaim kontroversial: militer AS berhasil meloloskan 200 kapal bermuatan 100 juta barel minyak lewat operasi rahasia. 

Akibat ketegangan ini, harga minyak dunia naik lebih dari 2% ke $95,40 per barel. 

Artikel ini akan mengupas kontradiksi klaim kedua pihak dan dampaknya bagi pasar energi global.

Poin Penting

  • Iran mengumumkan penutupan total Selat Hormuz untuk semua kapal, termasuk tanker dan kapal komersial, dengan ancaman setiap kapal yang melintas akan ditembak.

  • Trump mengklaim militer AS secara diam-diam telah membantu lebih dari 200 kapal komersial membawa 100 juta barel minyak melewati selat tersebut.

  • Harga minyak dunia merespons naik lebih dari 2%: Brent ke $95,40 per barel, WTI ke $92,63 per barel.

Daftar di Bittime sekarang dan mulai trading kripto dengan proses yang cepat, aman, dan mudah di aplikasi. 

Kontradiksi di Selat Hormuz: Ditutup atau Tidak?

Selat Hormuz Ditutup Iran Tapi 200 Kapal Lolos  Klaim Kontroversial Trump soal 100 Juta Barel Minyak - image.webp

Pada 11 Juni 2026, Iran mengumumkan penutupan total Selat Hormuz untuk semua jenis kapal. Markas Besar Militer Iran, Khatam al-Anbiya, menyatakan bahwa setiap kapal yang mencoba melintas akan menjadi target serangan. 

Alasan yang diberikan adalah "ketidakamanan" di kawasan akibat apa yang disebut Iran sebagai "agresi Amerika" yang berkelanjutan.

Namun, hanya beberapa jam kemudian, Presiden AS Donald Trump mengeluarkan klaim yang sepenuhnya bertolak belakang. 

Melalui akun Truth Social-nya, Trump menyatakan bahwa militer AS telah berhasil menjalankan "misi rahasia" untuk mendukung kapal tanker minyak dan kapal komersial lainnya melintasi Selat Hormuz.

"Misi rahasia ini telah membuat lebih dari 100 JUTA barel minyak berhasil melewati Selat itu, dan masuk ke pasar terbuka," tulis Trump. 

Ia juga mengklaim bahwa lebih dari 200 kapal komersial telah berhasil melewati selat dengan selamat.

Baca juga : Apa itu Hormuz Reserve Protocol (HRP) Coin?

Klaim Trump: Operasi Rahasia di Balik Layar

Trump mengaku telah memerintahkan militer AS untuk melaksanakan misi rahasia tersebut pada bulan lalu. 

Ia menekankan bahwa keberhasilan operasi ini membuktikan bahwa Amerika Serikat-lah yang mengendalikan Selat Hormuz, bukan Iran.

"Upaya yang sangat sukses ini terjadi karena AMERIKA SERIKAT MENGONTROL Selat Hormuz -- BUKAN Iran. Militer mereka telah dikalahkan, dan perekonomian mereka hancur. Ini sudah berakhir untuk Iran," tegas Trump.

Tanpa operasi ini, menurut Trump, harga minyak bisa melambung di atas $200 per barel. 

Fakta di lapangan menunjukkan harga minyak masih bertahan di kisaran $90-an per barel, meskipun sempat naik lebih dari 2% menyusul pengumuman penutupan oleh Iran.

Sebelumnya, pada bulan Mei, Trump sempat mengumumkan misi bernama "Project Freedom" untuk membantu kapal tanker yang terjebak di Teluk Persia. 

Proyek itu kemudian dihentikan secara mendadak. Setelah itu, Angkatan Laut AS disebut tetap membantu kapal-kapal komersial secara diam-diam.

Baca juga : Uang Kertas $250 Bergambar Trump akan Diluncurkan: Rumor atau Kenyataan?

Bantahan AS dan Eskalasi Konflik

Komando Pusat AS (CENTCOM) melalui media sosial X membantah klaim Iran bahwa Selat Hormuz ditutup sepenuhnya. 

"KEBENARAN: Kapal-kapal komersial terus melintas masuk dan keluar Selat Hormuz malam ini," tegas CENTCOM.

Ketegangan AS-Iran terus meningkat. Iran dilaporkan telah melancarkan serangan rudal dan drone terhadap target yang berkaitan dengan Amerika Serikat di Bahrain, Kuwait, dan Yordania. 

Kuwait mengaku berhasil menghadang 24 drone musuh yang memasuki wilayah udaranya dalam 48 jam.

UEA mengeluarkan pernyataan resmi yang mengutuk keras serangan Iran terhadap negara-negara tetangganya. 

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dalam pembicaraan telepon dengan Kepala Kebijakan Luar Negeri EU, mengecam serangan AS sebagai pelanggaran Piagam PBB.

Baca juga : Dow Jones Naik 900 Poin, Saham Teknologi Reli Usai Harapan Damai Trump-Iran

Dampak Penutupan Selat Hormuz pada Harga Minyak Dunia

Pengumuman penutupan Selat Hormuz oleh Iran langsung mempengaruhi pasar energi global. Kontrak berjangka minyak Brent naik $2,30 atau 2,47% menjadi $95,40 per barel. 

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat $2,60 atau 2,89% menjadi $92,63 per barel.

Namun, jika klaim Trump benar bahwa 100 juta barel minyak telah berhasil dikirim ke pasar terbuka, tekanan pada harga mungkin lebih rendah dari yang seharusnya. 

Tanpa pasokan tersebut, harga minyak bisa melonjak jauh lebih tinggi mengingat Selat Hormuz adalah jalur vital bagi sekitar 20% minyak dunia.

Baca juga : 3 Aset Terbaik Saat Perang Meski Iran-Israel Ceasefire: Emas, Perak, atau Bitcoin?

Siapa yang Bisa Dipercaya?

Pertanyaan besar yang muncul adalah: siapa yang mengatakan kebenaran? Iran dengan tegas menyatakan Selat Hormuz ditutup total. AS dan Trump mengklaim sebaliknya, bahwa kapal masih bisa melintas dengan bantuan militer.

Yang pasti, informasi yang saling bertentangan ini menambah ketidakpastian di pasar minyak yang sudah rapuh akibat konflik berkepanjangan. 

Investor dan trader energi harus memantau perkembangan ini dengan cermat, karena pergerakan harga minyak dalam beberapa hari ke depan akan sangat bergantung pada siapa yang benar-benar mengendalikan jalur strategis ini.

Kesimpulan

Selat Hormuz menjadi medan pertarungan informasi antara Iran dan AS. Iran mengklaim penutupan total, sementara Trump mengklaim keberhasilan operasi rahasia yang meloloskan 100 juta barel minyak. 

Fakta di lapangan menunjukkan harga minyak naik 2% sebagai respons, tetapi kenaikan tersebut mungkin lebih rendah dari potensi lonjakan jika pasokan benar-benar terhenti.

Konflik fisik juga terus berlanjut dengan serangan drone Iran ke beberapa negara Teluk. 

Sampai ada bukti independen yang dapat memverifikasi klaim kedua belah pihak, pasar energi akan terus berada dalam ketidakpastian tinggi.

bittime biaya withdrawal murah

Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.

Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.

Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.

FAQ

Apa yang terjadi di Selat Hormuz?

Iran mengumumkan penutupan total selat, sementara Trump mengklaim AS berhasil meloloskan 100 juta barel minyak melalui operasi rahasia.

Berapa harga minyak setelah pengumuman ini?

Brent naik ke $95,40 per barel (+2,47%), WTI naik ke $92,63 per barel (+2,89%).

Apa klaim Trump tentang operasi rahasia?

Trump mengklaim militer AS membantu lebih dari 200 kapal komersial membawa 100 juta barel minyak melewati Selat Hormuz.

Apakah Selat Hormuz benar-benar ditutup?

Iran mengklaim ditutup total, tetapi CENTCOM menyatakan kapal komersial masih terus melintas.

Apa respons Iran terhadap klaim AS?

Iran mengecam serangan AS sebagai pelanggaran Piagam PBB dan terus melakukan serangan drone ke negara-negara Teluk.

Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.

Campaign Deposit Trade
Auto Earn Ramadan

Blog Bittime

Tiket Piala Dunia 2026 Harus Beli NFT Dulu?
Tiket Piala Dunia 2026 Harus Beli NFT Dulu?

FIFA memperkenalkan sistem NFT Right-To-Buy (RTB) yang memberi pemegang NFT kesempatan membeli tiket pertandingan tertentu, termasuk laga berprofil tinggi menuju Piala Dunia 2026.

2026-06-12Baca