Ripple Tambah Mitra Bank Korea, Dampaknya terhadap Harga XRP?

2026-08-19
Ripple Tambah Mitra Bank Korea, Apa Dampaknya terhadap Harga XRP.webp

Ekspansi Ripple Korea kembali berlanjut. 

Pada 18 Agustus 2026, Ripple mengumumkan kerja sama dengan JB Jeonbuk Bank, yang menjadi bank regional pertama di Korea Selatan yang menggunakan Ripple Payments untuk transaksi lintas negara. 

Kolaborasi ini menambah jejak institusional Ripple setelah kerja sama sebelumnya dengan Kyobo Life Insurance dan Kbank.

Namun, berita XRP positif tersebut belum langsung diterjemahkan menjadi kenaikan harga. 

Pada hari pengumuman, XRP justru sempat turun hingga sekitar US$0,98, menembus level psikologis US$1 dan mencapai posisi terendah sejak November 2024.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan penting: jika adopsi Ripple bank semakin luas, mengapa harga XRP tidak langsung bullish? 

Jawabannya berkaitan dengan perbedaan antara pertumbuhan bisnis Ripple dan penggunaan XRP sebagai aset settlement.

Key Takeaways

  • Jeonbuk Bank menjadi bank regional pertama di Korea Selatan yang mengadopsi Ripple Payments untuk pembayaran lintas negara.

  • Kesepakatan ini merupakan kemitraan institusional ketiga Ripple di Korea pada 2026 setelah Kyobo Life Insurance dan Kbank—bukan berarti ketiganya merupakan bank.

  • Harga XRP sempat jatuh ke US$0,98 setelah pengumuman karena belum ada konfirmasi bahwa transaksi Jeonbuk Bank akan menggunakan XRP sebagai aset settlement.

Ripple Gandeng Jeonbuk Bank, Apa yang Berubah?

Ripple Tambah Mitra Bank Korea, Apa Dampaknya terhadap Harga XRP - bank.webp

Sumber: X

Jeonbuk Bank akan menggunakan Ripple Payments Korea untuk melayani pembayaran lintas negara bagi nasabah bisnis. 

Target penggunanya mencakup perusahaan ekspor-impor, startup teknologi informasi, hingga kreator konten digital yang membutuhkan transfer internasional lebih cepat.

Menurut Ripple, mekanisme transfer bank tradisional dapat melibatkan beberapa bank perantara dan membutuhkan waktu berhari-hari. 

Solusi Ripple menawarkan settlement mendekati real-time, yakni dalam hitungan detik hingga menit, serta dapat beroperasi 24 jam sehari dan tujuh hari seminggu.

Kerja sama tersebut penting karena membawa teknologi Ripple lebih dekat ke aktivitas ekonomi riil. 

Jeonbuk Bank bukan sekadar menjalankan proof-of-concept, tetapi menggunakan Ripple Payments untuk kebutuhan remittance bisnis lintas negara.

Baca Juga : Cara Beli XRP di Bittime: Panduan Lengkap untuk Pemula

Ini Kemitraan Institusional Ketiga Ripple di Korea

Ekspansi Ripple di Korea sepanjang 2026 tidak dimulai dari Jeonbuk Bank. 

Pada April, Ripple bekerja sama dengan Kyobo Life Insurance untuk mengeksplorasi settlement obligasi pemerintah yang ditokenisasi menggunakan infrastruktur Ripple Custody.

Kemudian pada akhir April, Kbank menjadi bank digital Korea pertama yang mengadopsi infrastruktur wallet institusional melalui Ripple Custody. 

Kerja sama itu ditujukan untuk pengelolaan aset digital dan pengembangan layanan blockchain di lingkungan perbankan yang teregulasi.

Jeonbuk Bank menjadi kemitraan ketiga pada 2026 sekaligus yang secara langsung menggunakan Ripple Payments. 

Rangkaian ini memperlihatkan strategi Ripple membangun ekosistem institusional melalui custody, tokenisasi, wallet, dan pembayaran.

Baca Juga : Prediksi Harga XRP 2024-2030: Potensi Tembus ATH Baru?

Kenapa Harga XRP Malah Turun?

Secara teori, meningkatnya adopsi teknologi Ripple terdengar positif bagi ekosistem. 

Namun, harga XRP tidak hanya bergerak berdasarkan jumlah institusi yang menggunakan produk perusahaan Ripple.

CoinDesk mencatat XRP jatuh di bawah US$1 hingga sekitar US$0,98 pada 18 Agustus, bahkan ketika kerja sama Jeonbuk Bank diumumkan. 

XRP saat itu menjadi salah satu aset crypto besar dengan kinerja terlemah secara harian dan mingguan.

Salah satu alasannya adalah pasar belum memiliki kepastian apakah transaksi Jeonbuk Bank membutuhkan XRP. 

Pengumuman resmi Ripple tidak menyebut XRP sebagai aset settlement yang akan digunakan dalam layanan tersebut.

Dengan kata lain, adopsi Ripple Payments tidak otomatis menciptakan permintaan langsung terhadap XRP.

Baca Juga : XRP Ledger (XRPL) Adalah: Pengertian dan Cara Kerjanya

Apakah Ripple Payments Selalu Menggunakan XRP?

Tidak. Ini merupakan perbedaan penting ketika menilai prospek harga XRP dari ekspansi bisnis Ripple.

Ripple saat ini memiliki infrastruktur pembayaran yang mendukung stablecoin dan berbagai jalur fiat. 

Situs resminya menyebut platform Ripple dapat mendukung aset seperti RLUSD, USDC, dan USDT serta berbagai mata uang fiat dalam satu infrastruktur pembayaran.

Dalam kasus Jeonbuk Bank, baik Ripple maupun pihak bank belum mengumumkan apakah settlement akan menggunakan XRP, RLUSD, stablecoin lain, atau mekanisme fiat tertentu.

Karena itu, menganggap setiap kerja sama Ripple secara otomatis XRP bullish dapat menghasilkan kesimpulan yang terlalu jauh.

Bagi kamu yang ingin memantau pergerakan XRP dan aset crypto lainnya, kamu bisa daftar di Bittime dan mempelajari kondisi pasar sebelum mengambil keputusan.

Lalu Apa Dampak Positifnya bagi XRP?

Walaupun tidak menciptakan permintaan XRP secara otomatis, perluasan Ripple Payments masih memiliki efek tidak langsung yang potensial. 

Semakin banyak institusi menggunakan infrastruktur Ripple, semakin besar legitimasi perusahaan dalam sistem keuangan tradisional.

Korea juga menjadi pasar yang dianggap strategis oleh Ripple. 

Dalam pengumuman kerja sama Kbank, Ripple menyebut Korea sebagai salah satu pasar penting dalam strategi globalnya dan menyoroti meningkatnya kebutuhan institusi finansial terhadap custody, wallet, pembayaran, serta treasury management berbasis aset digital.

Bagi XRP, ekspansi ini dapat memperkuat sentimen terhadap ekosistem Ripple dan XRP Ledger. 

Tetapi katalis yang lebih kuat akan muncul jika penggunaan XRP dalam settlement, likuiditas, atau produk institusional benar-benar meningkat dan dapat diukur.

Baca Juga : Sejarah Ripple (XRP) yang Wajib Kamu Ketahui

Apa yang Dibutuhkan Agar XRP Kembali Bullish?

Untuk membangun tren XRP bullish yang lebih berkelanjutan, pasar kemungkinan membutuhkan lebih dari sekadar pengumuman partnership.

Pertama, trader perlu melihat apakah XRP mampu mempertahankan kembali level US$1 setelah sempat menembusnya ke bawah. 

Ripple Tambah Mitra Bank Korea, Apa Dampaknya terhadap Harga XRP - xrp.webp

XRP ke USDT via Bittime Market

Pergerakan di bawah level tersebut pada 18 Agustus menunjukkan bahwa tekanan jual jangka pendek masih cukup kuat.

Kedua, kejelasan mengenai aset yang digunakan dalam Ripple Payments Korea akan menjadi penting. 

Jika penggunaan XRP secara langsung meningkat, hubungan antara pertumbuhan bisnis Ripple dan permintaan XRP dapat menjadi lebih jelas.

Faktor pasar crypto secara keseluruhan juga tidak bisa diabaikan. 

Bitcoin, likuiditas global, posisi futures, regulasi, serta risk appetite investor tetap dapat memengaruhi XRP hari ini lebih besar daripada satu berita kemitraan.

Prospek Harga XRP Setelah Ekspansi Ripple di Korea

Kemitraan dengan Jeonbuk Bank tetap merupakan perkembangan fundamental positif untuk bisnis Ripple. 

Perusahaan kini memiliki tiga kemitraan institusional penting di Korea sepanjang 2026, dengan use case yang mencakup tokenisasi obligasi, custody dan wallet, hingga pembayaran lintas negara.

Namun, prospek harga XRP harus dibedakan dari prospek bisnis Ripple. 

Selama belum ada bukti bahwa pertumbuhan Ripple Payments secara langsung meningkatkan penggunaan XRP, dampaknya terhadap harga cenderung lebih banyak muncul melalui sentimen dan ekspektasi investor.

bittime biaya withdrawal murah

Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.

Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.

Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.

FAQ

Apa kerja sama terbaru Ripple di Korea?

Ripple bekerja sama dengan JB Jeonbuk Bank untuk mengimplementasikan Ripple Payments pada pembayaran lintas negara. Jeonbuk menjadi bank regional pertama Korea Selatan yang menggunakan solusi tersebut.

Apakah Jeonbuk Bank akan menggunakan XRP?

Belum ada konfirmasi. Pengumuman kemitraan tidak menjelaskan apakah settlement akan menggunakan XRP, RLUSD, stablecoin lainnya, atau jalur fiat.

Mengapa harga XRP turun meski Ripple mendapat mitra baru?

XRP sempat turun hingga sekitar US$0,98 pada 18 Agustus. Salah satu faktor yang membatasi sentimen positif adalah tidak adanya kepastian bahwa kemitraan Jeonbuk Bank menciptakan permintaan langsung terhadap XRP.

Berapa mitra institusional Ripple di Korea pada 2026?

Ripple telah mengumumkan tiga kemitraan institusional besar di Korea pada 2026: Kyobo Life Insurance, Kbank, dan Jeonbuk Bank. Hanya Kbank dan Jeonbuk yang merupakan bank, sedangkan Kyobo Life adalah perusahaan asuransi jiwa.

Apakah adopsi Ripple Payments positif untuk XRP?

Secara sentimen dan pengembangan ekosistem, ekspansi institusional Ripple dapat menjadi faktor positif. Namun, dampak langsung terhadap XRP bergantung pada apakah XRP benar-benar digunakan dan menciptakan permintaan tambahan.

Apa yang perlu dipantau untuk prospek harga XRP?

Investor dapat memantau penggunaan XRP dalam produk Ripple, perkembangan Ripple Payments dan XRPL, kondisi pasar crypto, likuiditas, regulasi, serta kemampuan XRP mempertahankan level harga penting.

Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.

Campaign Deposit Trade
Auto Earn Ramadan

Blog Bittime

Prospek Saham PADA dan INET 2026 Setelah ARA?
Prospek Saham PADA dan INET 2026 Setelah ARA?

Prospek saham PADA dan INET 2026 disorot setelah reli tajam. Simak peluang bisnis fiber optic, fundamental, katalis, dan risikonya.

2026-08-19Baca