Profil Saham Summarecon: Sejarah Perusahaan, Pendiri, dan Harga SMRA Hari Ini

2026-09-16
Profil Saham Summarecon Sejarah Perusahaan, Pendiri, dan Harga SMRA Hari Ini.webp

Saham Summarecon adalah saham milik PT Summarecon Agung Tbk, perusahaan pengembang properti yang tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham SMRA.

Summarecon bergerak dalam sektor property development, terutama pengembangan kawasan terpadu atau township

Model bisnis perusahaan tidak hanya berfokus pada pembangunan rumah, tetapi mencakup pengembangan kawasan yang mengintegrasikan perumahan, pusat bisnis, komersial, fasilitas rekreasi, serta pengelolaan properti.

Bagi investor pasar modal Indonesia, SMRA termasuk salah satu emiten properti yang telah lama dikenal karena memiliki rekam jejak panjang dalam membangun kawasan perkotaan modern seperti Summarecon Kelapa Gading, Summarecon Serpong, dan Summarecon Bekasi.

Key Takeaways

  • PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) salah satu perusahaan properti terbesar di Indonesia berdiri sejak 1975 didirikan oleh Soetjipto Nagaria bersama rekan-rekannya. 

  • Summarecon dikenal melalui konsep township development, yaitu pembangunan kawasan terpadu yang menggabungkan hunian, area komersial, fasilitas publik, dan layanan pendukung. 

  • Harga SMRA hari ini berada di sekitar Rp332 per saham, dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp5,51 triliun berdasarkan data pasar terbaru. 

Sejarah Summarecon dan Pendiri Perusahaan

Sejarah Summarecon dimulai pada tahun 1975, ketika perusahaan didirikan oleh Soetjipto Nagaria bersama rekan-rekannya untuk menjalankan bisnis pembangunan dan pengembangan real estat. 

Pada awal berdiri, Summarecon memulai proyek dari lahan sekitar 10 hektare berupa kawasan rawa di Kelapa Gading, Jakarta. 

Melalui pengembangan jangka panjang, kawasan tersebut berhasil berkembang menjadi salah satu kawasan hunian dan komersial premium di Jakarta. 

Keberhasilan transformasi Kelapa Gading menjadi kawasan terpadu menjadi salah satu fondasi penting dalam perjalanan bisnis Summarecon. 

Dari pengembangan awal tersebut, perusahaan kemudian memperluas portofolionya melalui berbagai proyek township di sejumlah wilayah Indonesia.

Summarecon kemudian berkembang menjadi perusahaan publik dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia dengan kode SMRA pada tahun 1990. 

Baca Juga : Daftar Saham Salim Group 2026, Bukan Cuma Indofood!

Profil Perusahaan Summarecon

PT Summarecon Agung Tbk memiliki pengalaman lebih dari empat dekade dalam industri properti Indonesia.

Fokus utama bisnis perusahaan terbagi dalam beberapa bidang utama:

Pengembangan Properti

Segmen ini menjadi bisnis utama Summarecon, meliputi pembangunan kawasan hunian seperti rumah tapak, apartemen, serta kawasan komersial.

Konsep yang digunakan adalah pembangunan kota mandiri (township development) dengan menggabungkan berbagai fungsi dalam satu kawasan.

Investasi dan Pengelolaan Properti

Selain menjual properti, Summarecon juga memiliki bisnis pengelolaan aset seperti pusat perbelanjaan, area komersial, dan properti yang menghasilkan pendapatan berulang (recurring income).

Leisure dan Hospitality

Summarecon juga mengembangkan sektor rekreasi dan perhotelan sebagai bagian dari ekosistem kawasan yang dibangun.

Model bisnis terintegrasi ini menjadi salah satu karakteristik utama profil perusahaan Summarecon dibandingkan pengembang properti yang hanya berfokus pada penjualan unit hunian. 

Baca Juga : Cara Menilai Valuasi Saham SIMP: PER, Laba, dan Risiko Bisnis

Harga SMRA Hari Ini

Profil Saham Summarecon Sejarah Perusahaan, Pendiri, dan Harga SMRA Hari Ini - harga.webp

Berdasarkan data perdagangan terbaru, harga SMRA hari ini berada di sekitar Rp332 per saham. 

Berikut ringkasan data pasar saham Summarecon:

Data Saham SMRA

Nilai

Kode Saham

SMRA

Harga Saham

Rp332

Kapitalisasi Pasar

Rp5,51 triliun

Pendapatan FY

Rp8,77 triliun

Laba Bersih FY

Rp766,55 miliar

PER (TTM)

10x

EPS Dasar (TTM)

Rp36

Dividend Yield indikatif

1,51%

Saham Beredar

9,70 miliar saham

Data tersebut menunjukkan bahwa SMRA memiliki kapitalisasi pasar di atas Rp5 triliun dengan posisi sebagai salah satu perusahaan properti besar di Bursa Efek Indonesia.

Pergerakan harga saham SMRA dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kondisi sektor properti, suku bunga, daya beli masyarakat, penjualan properti (marketing sales), serta kinerja keuangan perusahaan.

Baca Juga : BSSR Saham Apa? Mengenal Bisnis dan Riwayat Dividennya

Kinerja Saham SMRA dan Pergerakan Pasar

Dalam data perdagangan terakhir, saham SMRA menunjukkan perubahan harga yang dipengaruhi oleh sentimen pasar terhadap sektor properti.

Berdasarkan data TradingView, pergerakan SMRA tercatat:

  • Perubahan 1 hari: -0,60%

  • Perubahan 1 bulan: +2,48%

  • Perubahan 6 bulan: -1,79%

  • Year to date: -14,06%

  • Perubahan 1 tahun: -22,54%

Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa saham properti sangat sensitif terhadap kondisi ekonomi makro. 

Faktor seperti tingkat suku bunga, kebijakan pemerintah terkait properti, serta kondisi pasar perumahan dapat mempengaruhi minat investor terhadap saham sektor ini.

Pantau terus token saham lainnya seperti AMZON, AMDON, TSLAX, NFLXON MSFTON dan lebih banyak lagi hanya di  Bittime.

Faktor yang Mempengaruhi Harga Saham Summarecon

Beberapa faktor yang dapat memengaruhi harga SMRA antara lain:

Pertumbuhan Bisnis Properti

Kinerja penjualan proyek baru menjadi salah satu indikator penting bagi perusahaan properti. Semakin tinggi permintaan terhadap hunian dan kawasan komersial, semakin besar peluang peningkatan pendapatan perusahaan.

Pendapatan Berulang dari Aset Komersial

Selain penjualan properti, Summarecon memiliki sumber pendapatan dari pengelolaan properti dan fasilitas komersial.

Pendapatan berulang dapat membantu memberikan stabilitas bisnis ketika siklus properti mengalami perlambatan.

Kondisi Ekonomi dan Suku Bunga

Industri properti sangat berkaitan dengan daya beli masyarakat dan biaya pembiayaan. Perubahan suku bunga dapat mempengaruhi keputusan konsumen dalam membeli properti.

Isu Terbaru yang Berkaitan dengan Saham Summarecon

Pada 2026, saham Summarecon menjadi perhatian pasar setelah muncul pemberitaan mengenai penurunan harga saham terkait isu hukum yang melibatkan pimpinan perusahaan. 

Beberapa pemberitaan menyebutkan adanya reaksi pasar setelah kabar operasi tangkap tangan KPK yang menyeret nama petinggi perusahaan. 

Pergerakan saham akibat isu tersebut merupakan respons pasar terhadap sentimen dan persepsi investor. 

Investor biasanya mempertimbangkan berbagai aspek seperti dampak terhadap operasional perusahaan, tata kelola, serta perkembangan informasi resmi dari pihak terkait.

Yuk mulai invest dan trading Bittime, Register di Bittime dengan proses yang cepat, aman, dan mudah.

Apakah Saham Summarecon Menarik untuk Diperhatikan?

Sebagai salah satu pengembang properti besar di Indonesia, SMRA memiliki keunggulan berupa pengalaman panjang, portofolio township, dan model bisnis terintegrasi.

Namun, seperti saham lainnya, investasi pada SMRA memiliki risiko yang perlu diperhatikan, termasuk:

  • Siklus industri properti.

  • Perubahan suku bunga.

  • Kondisi ekonomi nasional.

  • Persaingan antar pengembang.

  • Sentimen pasar terhadap isu perusahaan.

Investor perlu melakukan analisis fundamental dan memahami profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi.

Yuk pantau sejumlah aset digital berbasis emas dan perak seperti XAUT, PAXG dan SLVON. Ketiganya sudah tersedia di Bittime!

Kesimpulan

Saham Summarecon (SMRA) merupakan saham PT Summarecon Agung Tbk, perusahaan properti yang berdiri sejak 1975 dan didirikan oleh Soetjipto Nagaria bersama rekan-rekannya.

Dengan pengalaman lebih dari 50 tahun, Summarecon berkembang menjadi salah satu pengembang kawasan terpadu terbesar di Indonesia melalui konsep township development.

Harga SMRA hari ini berada di sekitar Rp332 per saham, dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp5,51 triliun.

Bagi investor, memahami sejarah perusahaan, model bisnis, kinerja keuangan, serta faktor yang mempengaruhi harga saham menjadi bagian penting sebelum melakukan analisis terhadap saham Summarecon.

bittime biaya withdrawal murah

Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.

Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.

Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.

FAQ

Apa itu saham Summarecon (SMRA)?

Saham Summarecon (SMRA) adalah saham PT Summarecon Agung Tbk yang bergerak dalam bidang pengembangan properti dan tercatat di Bursa Efek Indonesia.

Siapa pendiri Summarecon?

Summarecon didirikan pada tahun 1975 oleh Soetjipto Nagaria bersama rekan-rekannya untuk mengembangkan bisnis real estat. 

Berapa harga SMRA hari ini?

Harga SMRA hari ini berada di sekitar Rp332 per saham berdasarkan data perdagangan terbaru.

Apa bisnis utama PT Summarecon Agung Tbk?

Bisnis utama Summarecon meliputi pengembangan properti, investasi dan pengelolaan properti, serta sektor leisure dan hospitality.

Apakah saham SMRA termasuk saham properti besar di Indonesia?

SMRA merupakan salah satu emiten properti yang telah lama tercatat di Bursa Efek Indonesia dan memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan kawasan terpadu (township development). 

Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.

Campaign Deposit Trade
Auto Earn Ramadan

Blog Bittime

WOFI: Analisis Token, Roadmap, dan Sentimen Medsos
WOFI: Analisis Token, Roadmap, dan Sentimen Medsos

WOFI token adalah crypto Solana dengan narasi tokenisasi minyak. Simak analisis WOFI crypto, roadmap, tokenomics, risiko, dan sentimen komunitas terbaru.

2026-09-16Baca