Daftar Saham Salim Group 2026, Bukan Cuma Indofood!
2026-08-31
Daftar saham Salim Group pada 2026 ternyata jauh lebih luas daripada Indofood. Bisnis yang terhubung dengan Anthoni Salim tersebar dari makanan, perkebunan, ritel, data center, perbankan, pertambangan, hingga infrastruktur.
Namun, hubungan kepemilikannya berbeda-beda karena ada perusahaan yang dikendalikan grup, anak usaha, kepemilikan langsung Anthoni Salim, serta investasi strategis melalui entitas lain.
Key Takeaways
- Salim Group punya eksposur ke banyak sektor di BEI.
- INDF bukan satu-satunya saham yang terkait Salim Group.
- Status kepemilikan setiap emiten perlu dibedakan.
Daftar Saham Salim Group di BEI 2026
Berikut beberapa saham Grup Salim yang paling relevan untuk dipantau pada 2026. Daftar ini mencakup perusahaan inti, anak usaha, kepemilikan langsung, dan emiten dengan keterlibatan strategis Anthoni Salim.
1. Indofood Sukses Makmur (INDF)
INDF menjadi salah satu perusahaan utama yang paling identik dengan Salim Group. Bisnisnya mencakup makanan konsumen, Bogasari, agribisnis, dan distribusi melalui berbagai anak perusahaan.
First Pacific Investment Management Limited tercatat menguasai 50,07% saham INDF, sedangkan Anthoni Salim memiliki sekitar 0,02% secara langsung. Anthoni Salim juga memiliki kepentingan di First Pacific Company Limited.
Baca juga : NVDA September Outlook: Akankah Saham Nvidia Kembali Rally atau Koreksi?
2. Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP)
ICBP merupakan anak usaha INDF yang fokus pada produk konsumen bermerek. Produk-produknya mencakup mi instan, dairy, makanan ringan, penyedap makanan, nutrisi, dan minuman.
Hubungannya dengan Salim Group datang melalui struktur kepemilikan Indofood. Karena itu, investor yang mencari eksposur lebih langsung ke segmen consumer branded products sering membedakan karakter ICBP dari induknya, INDF.
3. Salim Ivomas Pratama (SIMP)
SIMP menjadi bagian penting dari lini agribisnis Grup Indofood. Bisnisnya meliputi perkebunan, pengolahan kelapa sawit, minyak dan lemak nabati, hingga kegiatan agribisnis terintegrasi.
Posisinya membuat Salim Group tidak hanya bergantung pada produk makanan jadi. Grup juga memiliki eksposur terhadap rantai pasok bahan baku dan komoditas perkebunan.
4. PP London Sumatra Indonesia (LSIP)
LSIP juga masuk dalam ekosistem agribisnis Grup Indofood. Perusahaan ini mengelola bisnis perkebunan yang terutama berkaitan dengan kelapa sawit dan komoditas pertanian lainnya.
Saham LSIP memberikan karakter yang berbeda dibanding INDF dan ICBP karena kinerjanya lebih sensitif terhadap harga komoditas dan kondisi industri perkebunan.
Baca juga : IHSG Naik Usai Demo Damai, Investor Kembali Optimistis?
5. Indoritel Makmur Internasional (DNET)
DNET menjadi salah satu kendaraan investasi penting yang terkait dengan Anthoni Salim. Portofolionya memberikan eksposur pada bisnis seperti jaringan minimarket, produk konsumsi, restoran, serta infrastruktur telekomunikasi.
Per akhir 2025, PT Megah Eraraharja tercatat sebagai pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 20,13%. Dokumen perusahaan juga menyebut Anthoni Salim sebagai pemilik manfaat akhir saham perseroan.
6. DCI Indonesia (DCII)
DCII membuat daftar saham Salim Group semakin menarik karena bisnisnya bergerak di sektor data center. Anthoni Salim memiliki kepemilikan langsung yang signifikan pada perusahaan ini.
Dalam laporan 2025, kepemilikan Anthoni Salim tercatat sebesar 11,12% atau sekitar 265 juta saham. Posisi tersebut menempatkannya sebagai salah satu pemegang saham besar DCII, meskipun bukan pengendali perusahaan.
7. Bank Ina Perdana (BINA)
Eksposur Grup Salim juga masuk ke sektor keuangan melalui BINA. Keterkaitannya berlangsung melalui PT Indolife Pensiontama yang memiliki bagian dalam struktur kepemilikan bank tersebut.
Artinya, BINA menambah diversifikasi bisnis Salim Group di luar consumer goods dan komoditas. Investor tetap perlu memeriksa laporan kepemilikan terbaru karena struktur saham perusahaan terbuka dapat berubah.
8. Bumi Resources (BUMI)
BUMI menjadi salah satu contoh saham yang hubungan kepemilikannya lebih kompleks. Perusahaan batu bara ini tidak tepat disebut sebagai perusahaan Salim Group secara tunggal karena terdapat keterlibatan Grup Bakrie dan Salim.
Per 30 Juli 2026, Mach Energy (Hongkong) Limited tercatat menguasai 45,78% BUMI. Situs perusahaan mencantumkan Nirwan Dermawan Bakrie dan Anthony Salim sebagai beneficial owners.
Baca juga : Apakah Kondisi Keamanan Negara Mempengaruhi IHSG? Ini Penjelasannya
9. Amman Mineral Internasional (AMMN)
Salim Group juga memiliki eksposur terhadap sektor tembaga dan emas melalui AMMN. Hubungan tersebut bersifat tidak langsung melalui struktur perusahaan investasi dan afiliasi.
Karena struktur kepemilikannya bertingkat, AMMN lebih tepat dimasukkan sebagai investasi atau emiten terafiliasi daripada disebut sebagai anak usaha langsung Salim Group.
10. Elang Mahkota Teknologi (EMTK)
EMTK dikenal sebagai grup media dan teknologi, tetapi Anthoni Salim juga tercatat mempunyai investasi pada perusahaan tersebut. Kepemilikan ini memberikan eksposur tambahan terhadap sektor media dan ekonomi digital.
Hubungan EMTK dengan Salim Group berbeda dari INDF karena bukan perusahaan inti yang dikendalikan Salim Group. Status seperti ini penting dibedakan ketika membuat daftar saham Anthony Salim.
Baca juga : TMPO Terbang 34,76% dalam Sehari, Pasar Bertanya-tanya: Kenapa?
Saham Grup Salim Ternyata Lebih Luas Lagi
Selain ticker di atas, peta bisnis yang berhubungan dengan Salim Group juga mencakup beberapa emiten lain. Di antaranya terdapat BRMS di mineral, MEDC di energi, META di infrastruktur, serta IMAS dan IMJS di sektor otomotif dan pembiayaan.
Secara sederhana, eksposur saham Salim Group dapat dikelompokkan menjadi:
- Consumer: INDF dan ICBP
- Agribisnis: SIMP dan LSIP
- Ritel: DNET
- Teknologi: DCII dan eksposur EMTK
- Keuangan: BINA
- Tambang: BUMI, BRMS, dan AMMN
- Energi: MEDC
- Infrastruktur: META
- Otomotif: IMAS dan IMJS
Daftar tersebut tidak berarti semua perusahaan dikendalikan langsung oleh Anthoni Salim. Beberapa hanya memiliki hubungan melalui investasi, perusahaan afiliasi, atau struktur kepemilikan tidak langsung.
Baca juga : Saham KOTA Naik Lagi ke Rp164, Bisa Kembali Tembus Rp189?
Mana Saham Salim Group yang Menarik Dipantau?
Tidak ada satu saham yang otomatis menjadi terbaik hanya karena terhubung dengan Salim Group. Karakter INDF sebagai bisnis consumer defensif tentu berbeda dengan DCII yang bergerak di data center atau BUMI yang sensitif terhadap siklus komoditas.
Sebelum memilih saham, setidaknya perhatikan beberapa faktor berikut:
- pertumbuhan pendapatan dan laba;
- valuasi dibanding perusahaan sejenis;
- arus kas dan tingkat utang;
- kebijakan dividen;
- struktur pemegang saham;
- prospek sektor bisnis.
Nama konglomerat dapat menjadi titik awal riset, tetapi bukan alasan tunggal membeli saham. Fundamental perusahaan dan harga yang dibayar tetap lebih menentukan potensi imbal hasil serta risiko.
Kalau kamu juga mengikuti perkembangan crypto dan aset digital, kamu bisa daftar di Bittime dan mengikuti update berita pasar terbaru. Saham dan crypto memiliki karakter risiko berbeda, jadi pisahkan analisis masing-masing aset sebelum mengambil keputusan.
Kesimpulan
Daftar saham Salim Group 2026 menunjukkan diversifikasi bisnis yang jauh melampaui Indofood. INDF, ICBP, SIMP, LSIP, dan DNET berada dekat dengan ekosistem utama grup, sementara DCII, BUMI, AMMN, EMTK, dan beberapa emiten lain memberikan eksposur melalui kepemilikan langsung maupun investasi strategis.
Hal terpenting adalah memahami struktur kepemilikannya sebelum menyebut sebuah emiten sebagai “saham Salim Group”. Setelah itu, bandingkan fundamental, valuasi, prospek sektor, dan risiko agar pilihan saham tidak hanya didasarkan pada nama besar pemiliknya.
Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.
Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.
Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.
FAQ
Apa saja saham Salim Group di BEI?
Beberapa saham yang terkait kuat dengan Salim Group antara lain INDF, ICBP, SIMP, LSIP, DNET, BINA, DCII, BUMI, dan AMMN. Tingkat kepemilikan dan kendali pada masing-masing perusahaan berbeda.
Apakah Indofood milik Salim Group?
INDF dikendalikan melalui First Pacific Investment Management Limited yang memiliki 50,07% saham. Anthoni Salim juga memiliki kepentingan dalam First Pacific Company Limited.
Apakah DCII termasuk saham Anthony Salim?
Anthoni Salim merupakan salah satu pemegang saham besar DCII dengan kepemilikan 11,12%. Namun, ia bukan pemegang saham pengendali DCII.
Apakah BUMI termasuk Salim Group?
BUMI memiliki hubungan dengan Salim Group melalui struktur kepemilikan Mach Energy. Perusahaan mencantumkan Nirwan Dermawan Bakrie dan Anthony Salim sebagai beneficial owners per 30 Juli 2026.
Mana saham Salim Group yang terbaik?
Tidak ada jawaban tunggal karena setiap emiten mempunyai sektor, valuasi, dan risiko berbeda. Investor perlu membandingkan laporan keuangan, pertumbuhan, utang, valuasi, dan prospek bisnis sebelum memilih.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.



