BSSR Saham Apa? Mengenal Bisnis dan Riwayat Dividennya

2026-09-14

BSSR Saham Apa Mengenal Bisnis dan Riwayat Dividennya.png

Investor pemburu dividen di Bursa Efek Indonesia biasanya punya daftar pendek saham yang rutin dipantau, dan nama BSSR hampir selalu masuk dalam radar itu. Saham BSSR belakangan jadi perbincangan lagi berkat dividend yield yang tembus di atas 17%, angka yang jarang ditemui di sektor lain selain batubara. 

Tapi sebelum tergoda angka besar itu, ada baiknya kenali dulu bisnis di baliknya, kondisi laporan keuangannya, dan bagaimana riwayat pembagian dividen selama ini.

Key Takeaways

  • BSSR adalah emiten batubara yang beroperasi sejak 1990 dan melantai di bursa sejak 2012, dengan dua konsesi tambang di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur.
  • Perusahaan mencatat dividend yield indikatif sekitar 17,68%, dengan dividen final tahun buku 2025 senilai US$70 juta atau setara Rp486,13 per saham.
  • Laba bersih 2025 justru turun dibanding 2024, jadi besarnya dividen perlu dilihat bersamaan dengan tren profitabilitas yang melandai.

Mengenal Bisnis BSSR dari Perdagangan hingga Pertambangan

PT Baramulti Suksessarana Tbk, yang dikenal dengan kode saham BSSR, memulai perjalanan bisnisnya pada 1990 sebagai perusahaan perdagangan batubara. Baru pada 12 November 2012 perusahaan ini resmi melantai di Bursa Efek Indonesia dan mulai fokus penuh ke industri pertambangan batubara.

Saat ini BSSR mengoperasikan dua konsesi tambang di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur, dengan tingkat eksplorasi yang baru mencapai 15% dari total area konsesi. 

Itu artinya masih ada ruang pengembangan cadangan yang cukup luas ke depan. Operasional tambang dijalankan lewat anak perusahaan PT Antang Gunung Maratus (AGM), yang jadi motor utama produksi batubara BSSR.

Dari sisi cadangan, data terbaru per 31 Desember 2025 mencatat total cadangan batubara BSSR sebesar 32,3 juta ton. Produk batubara perusahaan didistribusikan tidak hanya di pasar domestik, tapi juga diekspor ke Tiongkok dan India, dengan rencana ekspansi lebih lanjut ke pasar ASEAN.

Baca Juga: Saham Masker MEDS: Mengenal Bisnis Emiten Alat Kesehatan dan Produk yang Dijual

Membaca Laporan Keuangan dan Valuasi Saham BSSR

Berdasarkan data terbaru, saham BSSR diperdagangkan di kisaran Rp4.700 hingga Rp4.930 dengan kapitalisasi pasar berkisar Rp11,88–12,82 triliun, tergantung waktu pengambilan data. Beberapa metrik keuangan kunci yang perlu diketahui investor:

Metrik

Nilai

PE Ratio (TTM)

~9–10 kali

EPS Dasar (TTM)

Rp568–630

Pendapatan (FY)

Rp11,59 triliun

Laba Bersih (FY)

Rp1,38 triliun

EBITDA

Rp3,25 triliun (margin 23,16%)

Beta (1 tahun)

0,28

Rekor Tertinggi

Rp5.800 (16 September 2022)

Rekor Terendah

Rp960 (20 Mei 2016)

PE ratio BSSR yang berada di kisaran 9–10 kali tergolong murah dibanding rata-rata pasar saham secara umum. Sementara beta sebesar 0,28 menunjukkan volatilitas harga BSSR relatif rendah dibanding pergerakan indeks acuan — cocok untuk investor yang mencari saham dengan fluktuasi harga tidak terlalu liar.

Kalau kamu tertarik memantau pergerakan aset investasi seperti ini sekaligus mengelola portofolio kripto dalam satu waktu, kamu bisa daftar akun terlebih dahulu di Bittime supaya lebih mudah memantau berbagai jenis aset sekaligus. 

Saham BSSR.png

Pergerakan harga saham BSSR per 14 September 2026. Sumber: TradingView

Riwayat Dividen BSSR yang Jadi Daya Tarik Utama

Ini bagian yang paling sering dicari investor soal BSSR. Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar 15 Juni 2026, BSSR menyetujui pembagian dividen tunai final sebesar US$70 juta dari laba bersih tahun buku 2025, setara Rp486,13 per saham menggunakan kurs tengah Bank Indonesia saat itu. 

Dividend payout ratio (DPR) dividen ini mencapai sekitar 63,83% dari total laba bersih 2025 sebesar US$83,98 juta, dengan jadwal pembayaran pada 8 Juli 2026, seperti dilaporkan Investor Trust.

Sebelum dividen final itu, BSSR juga sudah membagikan dividen interim sebesar US$20 juta atau setara Rp127,41 per saham berdasarkan data keuangan per 30 September 2025, dengan pembayaran dilakukan pada 15 Januari 2026, menurut catatan Indonesian Mining Association. 

Kombinasi dividen interim dan final ini menempatkan BSSR sebagai salah satu emiten dengan dividend yield tertinggi di bursa, sejajar dengan tren serupa yang juga terjadi pada emiten batubara lain seperti Alamtri Resources (ADRO) dan Adaro Andalan Indonesia (AADI).

Namun ada satu catatan penting yang jangan sampai terlewat: laba bersih BSSR tahun 2025 sebesar US$83,98 juta sebenarnya turun dibanding US$131,55 juta pada 2024. Artinya, meski nominal dividen tetap besar, angka tersebut berasal dari basis laba yang justru mengecil dibanding tahun sebelumnya. 

Payout ratio yang naik ke atas 60% menunjukkan manajemen tetap berkomitmen membagikan dividen besar meski profitabilitas sedikit melandai — sesuatu yang perlu dicermati investor sebelum berasumsi tren dividen jumbo ini akan bertahan selamanya.

Baca Juga: BIS Ungkap Potensi Baru XRP Ledger untuk Sistem Keuangan Digital

Sentimen Sektor Batubara dan Kinerja Operasional Terkini

Kinerja kuartal I 2026 BSSR ditopang oleh kenaikan harga batubara dan peningkatan efisiensi operasional. Direktur Utama BSSR Widada menyebut harga batubara pada awal 2026 berada di level lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, sementara rasio operasional perusahaan juga membaik dibanding 2025. 

Untuk memperpanjang umur tambang, perusahaan terus melanjutkan kegiatan eksplorasi di wilayah konsesi PT Antang Gunung Meratus.

Dari sisi outlook industri, IEA memproyeksikan permintaan batubara global 2026 bisa mencapai rekor sekitar 8,94 miliar ton, didorong permintaan berkelanjutan dari Tiongkok dan India untuk mengamankan pasokan listrik pembangkit. 

Dalam analisis komparatif di kalangan investor ritel di platform Stockbit, BSSR bahkan disebut sebagai salah satu dari lima saham batubara paling menarik untuk 2027, berada tepat di bawah AADI namun di atas nama-nama besar seperti PTBA, ITMG, dan ADRO.

Meski begitu, sentimen sektor batubara juga tetap dibayangi ketidakpastian regulasi, termasuk diskusi seputar skema pembayaran royalti dan pembentukan Badan Pengelola Dana Batubara, yang berpotensi memengaruhi arus kas kotor emiten batubara ke depan.

Baca Juga: 10 Situs Free Bitcoin Mining dan Faucet 2026, Mana yang Legit?

Kesimpulan

BSSR adalah pemain mapan di sektor batubara dengan rekam jejak operasional sejak 1990 dan basis ekspor yang jelas ke Tiongkok serta India. Kebijakan dividennya sangat agresif dengan yield indikatif di atas 17%, menjadikannya incaran investor pemburu dividen, meski perlu diingat dividen besar tersebut dibayarkan dari basis laba yang justru menurun dibanding tahun sebelumnya. 

Pantau token saham AS: AMZONAMDONTSLAXNFLXON MSFTON dan lebih banyak lagi, kamu bisa mulai trading di Bittime.

bittime biaya withdrawal murah

Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.

Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.

Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.

FAQ

BSSR itu saham apa?
BSSR adalah kode saham PT Baramulti Suksessarana Tbk, emiten pertambangan batubara yang mengoperasikan dua konsesi tambang di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur.

Berapa dividend yield saham BSSR?
Dividend yield indikatif BSSR berada di kisaran 17,68%, salah satu yang tertinggi di antara emiten batubara di Bursa Efek Indonesia.

Apakah laba BSSR naik atau turun pada 2025?
Laba bersih BSSR pada 2025 tercatat turun menjadi US$83,98 juta, dibandingkan US$131,55 juta pada 2024.

Kapan dividen final BSSR tahun buku 2025 dibayarkan?
Dividen final tunai sebesar US$70 juta atau setara Rp486,13 per saham dijadwalkan dibayarkan pada 8 Juli 2026.

Apakah saham BSSR cocok untuk investor jangka panjang?
Secara historis harga BSSR naik signifikan dalam 5 dan 10 tahun terakhir, tapi sebagai saham komoditas, pergerakannya tetap bergantung pada siklus harga batubara global sehingga tidak lepas dari risiko fluktuasi.

Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.

Campaign Deposit Trade
Auto Earn Ramadan

Blog Bittime

Titan Network: Mengenal Peluang Reward dari Perangkat Menganggur
Titan Network: Mengenal Peluang Reward dari Perangkat Menganggur

Titan Network ubah bandwidth dan storage idle jadi cuan lewat DePIN. Kenali cara kerja, klien enterprise, dan status token TNT-nya.

2026-09-14Baca