3 Rekomendasi Saham Pilihan 2026: ITMG, TOBA, dan ASII Beri Sinyal Spec Buy
2026-07-24
Tim Analis Bareksa memberikan rekomendasi saham untuk perdagangan 23 Juli 2026 dengan tiga emiten unggulan: PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA), dan PT Astra International Tbk (ASII).
Ketiganya menunjukkan sinyal Hold / Spec Buy setelah membentuk pola breakout di atas Moving Average 20 dan 50 hari, dengan ITMG menawarkan risk-reward terbaik (3,06:1) dari prioritas entry.
Rekomendasi ini muncul di tengah konsolidasi IHSG di kisaran 6.247–6.395 dan keputusan BI mempertahankan suku bunga di 5,75%.
Poin Penting
Tim Analis Bareksa merekomendasikan tiga saham dengan sinyal Hold / Spec Buy untuk 23 Juli 2026: ITMG (Rp24.275), TOBA (Rp488), dan ASII (Rp5.150).
ITMG menawarkan risk-reward terbaik dengan rasio 3,06:1 dari prioritas entry Rp23.675–23.750, menargetkan Rp25.500–26.225 dengan stop loss Rp23.425.
ASII mendapat dukungan dari program buyback Rp8 triliun yang mulai berjalan 20 Juli, sementara IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 6.247–6.395 dengan potensi koreksi.
Analisis IHSG dan Sentimen Pasar

Sumber: AI
IHSG ditutup terkoreksi tipis 0,09% ke 6.334 pada 22 Juli 2026, hampir flat setelah reli empat hari berturut-turut.
Investor asing mencatat net sell Rp920 miliar, dengan sektor Transportasi (-1,71%) dan Healthcare (-1,09%) menjadi penekan utama, sementara Teknologi (1,56%) dan Consumer Non-Cyclicals (0,78%) menguat.
Rupiah menguat tipis ke Rp17.880/USD.
Dari global, Wall Street bergerak terbatas sementara komoditas minyak melanjutkan reli, Brent naik 3,36% ke US$94,1/bbl di tengah ketegangan Selat Hormuz.
Kabar positif datang dari Bank Indonesia yang mempertahankan BI Rate di 5,75% dalam RDG Juli 2026, sesuai perkiraan dan meredakan tekanan pasar.
Baca Juga : 1 Lot Berapa Lembar Saham? Begini Aturan BEI dan Cara Hitungnya
1. ITMG – PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Analisis Saham ITMG – PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Breakout di atas MA20 (Rp23.000) dan MA50 (Rp22.725) dengan RSI 51,04 mengindikasikan momentum beli baru menguat, ruang kenaikan masih luas.
Risk-reward dari entry prioritas mencapai 3,06:1. Hold bagi yang sudah posisi. spec buy saat pullback ke Rp23.675–23.750.
Pantau rekomendasi saham dan kelola portofolio investasi Anda. Daftar di Bittime, platform trading crypto terpercaya di Indonesia
2. TOBA – PT TBS Energi Utama Tbk
Analisis saham TOBA – PT TBS Energi Utama Tbk
Breakout di atas MA20 (Rp410) dan MA50 (Rp404) dengan kenaikan 2,09% pada 22 Juli.
RSI 56,09 mengindikasikan momentum beli baru menguat dengan volume 1,7 kali rata-rata 20 hari. Prioritaskan entry di Rp418–434 karena RR dari entry atas hanya 0,56:1.
3. ASII – PT Astra International Tbk
Analisis ASII – PT Astra International Tbk
Breakout di atas MA20 (Rp4.840) dan MA50 (Rp4.830) dengan kenaikan 0,98% pada 22 Juli.
RSI 56,19 mengindikasikan momentum beli baru menguat, RR dari entry atas 1,31:1.
Program buyback Rp8 triliun yang dimulai 20 Juli memberikan dukungan harga tambahan.
Hold bagi yang sudah posisi. Spec buy saat pullback ke Rp4.800–4.860.
Baca Juga : Daftar Saham dengan Investor Terbanyak di Indonesia 2026
Rekomendasi Saham Tim Analis Bareksa, 23 Juli 2026
Baca Juga : Prediksi Saham MSFT Tembus $646, Bernstein Optimistis Jelang Earnings Microsoft
Faktor Risiko Utama
1. Net Sell Asing Rp920 Miliar
Tekanan jual asing yang berlanjut mengindikasikan kehati-hatian investor global. Jika net sell berlanjut, IHSG berpotensi terkoreksi dan menekan seluruh saham.
2. Harga Minyak Brent di US$94,1/bbl
Kenaikan minyak yang berkelanjutan meningkatkan risiko inflasi domestik dan tekanan rupiah.
3. IHSG di Resistance Kunci 6.377
Ketidakmampuan IHSG menembus 6.377 mengindikasikan momentum bullish terbatas. Kegagalan breakout bisa memicu profit taking menuju support 6.000–6.100.
Baca Juga : Mengapa Saham MLPT Ramai? Ini Dampak Stock Split dan Suspensi
Kesimpulan
Tiga saham pilihan Tim Analis Bareksa, ITMG, TOBA, dan ASII, semuanya membentuk breakout dengan sinyal hold / spec buy.
ITMG menawarkan RR terbaik (3,06:1), sementara ASII mendapat dukungan tambahan dari program buyback Rp8 triliun.
Prioritaskan entry ITMG di Rp23.675–23.750, TOBA di Rp418–434, dan ASII di Rp4.800–4.860.
Waspadai tekanan net sell asing dan resistansi IHSG di level 6.377 yang berpotensi memicu profit taking jangka pendek.
Diversifikasikan portofolio dan dapatkan eksposur ke saham perusahaan teknologi ternama melalui tokenized stock seperti TSLAX, MSFTON atau GOOGLX di market Bittime.
Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.
Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.
Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.
FAQ
Apa bisnis utama ITMG?
ITMG adalah perusahaan pertambangan batubara termal terkemuka di Indonesia, mengoperasikan tambang di Kalimantan Timur dan Tengah, serta merupakan anak usaha Banpu (Thailand).
Apa bisnis utama ASII?
ASII adalah konglomerat terbesar Indonesia dengan enam lini bisnis: otomotif, jasa keuangan, alat berat & pertambangan, agribisnis, infrastruktur, dan teknologi informasi.
Apa itu program buyback dan dampaknya bagi investor?
Buyback adalah pembelian kembali saham oleh perusahaan dari pasar. Dampaknya: jumlah saham beredar berkurang (EPS meningkat), manajemen memberi sinyal harga undervalued, dan memberikan dukungan harga di pasar. ASII menerima persetujuan buyback Rp8 triliun yang mulai berjalan 20 Juli 2026.
Mengapa BI Rate 5,75% berdampak positif bagi saham?
Keputusan hold rate meredakan kekhawatiran kenaikan biaya pinjaman, positif bagi emiten sensitif suku bunga (properti, perbankan, emiten berleverage) dan menjaga daya tarik saham dibanding obligasi.
Apa risiko utama rekomendasi ini?
Risiko utama: net sell asing berlanjut, harga minyak naik yang meningkatkan inflasi, dan IHSG gagal menembus resistance 6.377 yang bisa memicu profit taking.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.



