ZachXBT Rilis 'Circle Files,' Tuduh USDC Gagal Patuhi Aturan Penerbit
2026-04-04
Bittime - Sorotan terhadap industri kripto kembali menguat setelah peneliti blockchain ZachXBT merilis laporan yang ia sebut sebagai Circle file. Laporan ini memicu perdebatan karena menyoroti dugaan kegagalan penerbit stablecoin USDC dalam merespons sejumlah kasus peretasan besar.
Isu ini tidak hanya menyangkut satu insiden, tetapi mencakup berbagai kasus sejak tahun 2022 dengan nilai kerugian yang tidak sedikit. Di tengah meningkatnya peran stablecoin dalam sistem keuangan digital, temuan ini menjadi perhatian serius bagi pelaku industri dan pengguna kripto.
Poin Penting
- ZachXBT menyoroti dugaan kelalaian penerbit USDC dalam beberapa kasus peretasan
- Circle file mencatat lebih dari $420 juta dana terkait insiden kripto
- Respons lambat disebut memperbesar potensi kerugian
Daftar di Bittime sekarang dan mulai trading kripto dengan proses yang cepat, aman, dan mudah di aplikasi.
Circle File Ungkap Dugaan Kegagalan Kepatuhan

Dalam laporan yang dibagikan melalui media sosial, ZachXBT menyebut adanya lebih dari 15 kasus peretasan kripto yang melibatkan USDC. Total nilai yang disorot dalam Circle file mencapai lebih dari $420 juta sejak tahun 2022.
Menurutnya, dalam banyak kasus tersebut, penerbit USDC dinilai lambat atau tidak mengambil tindakan yang cukup terhadap dana yang diduga berasal dari aktivitas ilegal. Padahal, secara teknis, sistem USDC memiliki kemampuan untuk membekukan aset yang terindikasi bermasalah.
Salah satu contoh yang disebut adalah kasus peretasan besar yang melibatkan bursa kripto. Dalam insiden tersebut, pembekuan dana disebut terjadi lebih lambat dibandingkan dengan stablecoin lain, meskipun sudah ada permintaan dari pihak terkait.
Baca juga: List of 15+ Euro Stablecoins 2026
Kasus Drift Jadi Sorotan Terbaru
Kasus terbaru yang memperkuat kritik dalam Circle file adalah peretasan pada platform Drift. Insiden ini menyebabkan kerugian hingga ratusan juta dolar, dengan sebagian besar dana dalam bentuk USDC.
Dalam kejadian ini, peretas memindahkan dana secara bertahap selama beberapa jam melalui sistem transfer lintas jaringan. Menurut ZachXBT, tidak ada pembekuan dana yang dilakukan selama proses tersebut berlangsung.
Situasi ini dinilai memperumit upaya pemulihan aset dan berdampak pada berbagai proyek lain yang terhubung dalam ekosistem yang sama.
Dilema Antara Kecepatan dan Kepatuhan
Di sisi lain, penerbit USDC menyatakan bahwa mereka beroperasi sesuai aturan hukum yang berlaku. Pembekuan aset hanya dilakukan jika ada perintah resmi dari otoritas atau lembaga hukum.
Pendekatan ini menimbulkan dilema. Bertindak cepat tanpa dasar hukum dapat menimbulkan risiko hukum, sementara keterlambatan dapat membuka peluang bagi pelaku kejahatan untuk memindahkan dana.
Beberapa pihak menilai kondisi ini sebagai area abu abu dalam industri kripto, di mana keputusan tidak hanya soal teknis tetapi juga pertimbangan hukum dan etika.
Baca juga: Apa Itu USDu? Mengenal Stablecoin Produktif dari Protokol Unitas
Dampak terhadap Industri Kripto
Kasus yang diungkap dalam Circle file menyoroti tantangan yang semakin kompleks dalam pengelolaan stablecoin seperti USDC. Di satu sisi, aset ini dirancang untuk fleksibel dan dapat dikontrol. Namun di sisi lain, pengguna mengharapkan kepastian dan konsistensi dalam penerapannya.
Data terbaru menunjukkan bahwa transaksi stablecoin juga kerap digunakan dalam aktivitas ilegal, sehingga meningkatkan tekanan bagi penerbit untuk bertindak lebih cepat dan tegas.
Perdebatan ini diperkirakan akan terus berlanjut seiring meningkatnya penggunaan stablecoin dalam berbagai aktivitas keuangan global.
Baca juga: Prediksi Harga ARSE Digital – Analisis dan Prediksi
Kesimpulan
Laporan ZachXBT melalui Circle file membuka diskusi penting tentang peran dan tanggung jawab penerbit stablecoin seperti USDC. Di tengah pertumbuhan industri kripto, transparansi dan kecepatan respons menjadi hal yang semakin krusial.
Namun, kasus ini juga menunjukkan bahwa tidak semua keputusan dapat diambil dengan cepat tanpa mempertimbangkan aspek hukum. Ke depan, diperlukan kejelasan aturan agar tidak terjadi ketidakpastian yang dapat merugikan berbagai pihak.
Cara Beli Crypto di Bittime?
Ingin trading jual beli Bitcoin dan investasi crypto dengan mudah? Bittime siap membantu! Sebagai exchange crypto Indonesia yang terdaftar resmi di Bappebti, Bittime memastikan setiap transaksi aman dan cepat.
Mulai dengan registrasi dan verifikasi identitas, lalu lakukan deposit minimal Rp10.000. Setelah itu, kamu bisa langsung beli aset digital favoritmu!
Cek kurs BTC to IDR, ETH to IDR, SOL to IDR dan aset kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Selain itu, kunjungi Bittime Blog untuk mendapatkan berbagai update menarik dan informasi edukatif seputar dunia crypto. Temukan artikel terpercaya tentang Web3, teknologi blockchain, dan tips investasi aset digital yang dirancang untuk memperkaya pengetahuan kamu dalam dunia kripto.
FAQ
Apa itu Circle file?
Circle file adalah laporan yang dirilis oleh ZachXBT yang berisi dugaan kegagalan kepatuhan terkait USDC.
Siapa ZachXBT?
ZachXBT adalah peneliti blockchain yang sering mengungkap kasus peretasan dan aktivitas mencurigakan di dunia kripto.
Apa yang dituduhkan terhadap USDC?
USDC dituduh lambat atau tidak cukup cepat dalam membekukan dana hasil peretasan.
Mengapa USDC tidak langsung membekukan dana?
Karena pembekuan aset biasanya membutuhkan dasar hukum atau perintah dari otoritas resmi.
Apa dampak kasus ini bagi pengguna kripto?
Kasus ini meningkatkan kesadaran akan pentingnya keamanan dan transparansi dalam penggunaan stablecoin.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.



