Kegaduhan di Polymarket, Ramai Bahas Prabowo Out as President, Netizen Heboh!
2026-05-22
Bittime - Pernah bayangkan nasib seorang presiden bisa menjadi bahan taruhan di dunia maya? Itulah yang terjadi akhir-akhir ini. Platform pasar prediksi global bernama Polymarket mendadak ramai diperbincangkan warganet Indonesia.
Pasalnya, muncul sebuah pasar taruhan bertajuk “Prabowo Subianto out as President of Indonesia by…?”. Isu ini sontak membuat banyak orang bertanya tanya. Apakah ini sekadar spekulasi liar atau ada sesuatu yang lebih serius? Tenang, kita akan bahas tuntas dengan kepala dingin.
Poin Penting
- Polymarket membuka pasar prediksi terkait kemungkinan Presiden Prabowo Subianto tidak lagi menjabat pada periode tertentu di tahun 2026.
- Probabilitas tertinggi hanya sekitar 18% hingga akhir Desember 2026, masih sangat rendah dan bersifat spekulatif.
- Fenomena ini menunjukkan crypto politik mulai menyentuh isu domestik Indonesia di platform global berbasis blockchain.
Daftar di Bittime sekarang dan mulai trading kripto dengan proses yang cepat, aman, dan mudah di aplikasi.
Apa Itu Polymarket? Platform Taruhan Berbasis Kripto

Polymarket adalah platform pasar prediksi (prediction market) asal Amerika Serikat yang menggunakan teknologi blockchain. Di sini, pengguna bisa bertaruh pada berbagai peristiwa nyata, mulai dari pemilu, kebijakan ekonomi, olahraga, hingga geopolitik.
Caranya sederhana. Setiap pasar menyediakan opsi “Yes” dan “No”. Harga saham prediksi bergerak dari $0,01-$0,99, mencerminkan probabilitas suatu kejadian menurut para penjudi. Jika prediksi kamu benar, saham tersebut bernilai $1. Jika salah, nilainya nol.
Polymarket menyebut dirinya sebagai salah satu pasar prediksi terbesar di dunia. Yang menarik, platform ini juga menyediakan berbagai pasar yang berkaitan dengan Indonesia. Dan kali ini, yang paling heboh adalah pasar tentang Prabowo Subianto.
Baca juga: Tiga Warga Indonesia Divonis Bersalah atas Pendanaan Teroris via Kripto
Pasar Prediksi Prabowo Tiba tiba Muncul
Pada 20 Mei 2026, seorang pengguna membuat pasar baru dengan judul “Prabowo Subianto out as President of Indonesia by...”. Pasar ini memungkinkan siapa saja untuk membeli posisi “Yes” atau “No” menggunakan mata uang kripto.
Aturannya cukup jelas. Kontrak akan diselesaikan sebagai “Yes” jika Prabowo Subianto diberhentikan, mengundurkan diri, ditahan, atau tidak lagi dapat menjalankan tugas sebagai Presiden Indonesia dalam periode yang ditentukan.
Polymarket sebenarnya pernah memiliki pasar serupa untuk tahun 2025. Namun kemunculan kembali di tahun 2026 ini langsung memicu reaksi cepat dari netizen bahas Polymarket di berbagai media sosial.
Banyak yang heran, ada pula yang skeptis. Tapi tidak sedikit yang penasaran dengan angka probabilitas yang ditampilkan.
Probabilitas Masih Rendah, Volume Kecil
Berdasarkan data yang beredar, peluang “Yes” untuk skenario Prabowo mundur atau lengser pada akhir Mei 2026 hanya sekitar 2%. Untuk Juni 2026, probabilitasnya sekitar 4%. Sementara hingga akhir Desember 2026, angkanya mencapai sekitar 18%.
Artinya, mayoritas trader di Polymarket masih yakin bahwa tidak akan terjadi perubahan kepemimpinan dalam waktu dekat.
Volume perdagangan pasar ini disebut hampir mencapai $9.000. Angka tersebut terbilang kecil dibandingkan pasar politik global lainnya di Polymarket.
Namun cukup untuk memicu perhatian publik Indonesia. Apalagi isu ini menyentuh langsung crypto politik yang mulai ramai dibicarakan.
Baca juga: 7 kripto Lokal Indonesia 2026 (Perkembangan Terbaru)
Kenapa Isu Ini Bisa Muncul?
Kemunculan Prabowo out di Polymarket terjadi di tengah meningkatnya sorotan terhadap kondisi politik dan ekonomi Indonesia. Pemerintahan presiden ke-8 Indonesia ini sebelumnya menghadapi berbagai kritik terkait kebebasan berpendapat, program belanja sosial, serta tekanan pasar.
Secara global, investor juga mencermati arah kebijakan ekonomi Indonesia. Bahkan lembaga pemeringkat Moody’s sempat menyoroti risiko kebijakan dan tata kelola di bawah pemerintahan Prabowo.
Mereka mengubah outlook rating Indonesia dari stabil menjadi negatif, meski rating investasinya tetap dipertahankan.
Namun penting untuk dicatat bahwa hingga saat ini, tidak ada proses impeachment yang kredibel atau sinyal pengunduran diri.
Prabowo Subianto masih menjabat dengan dukungan parlemen yang luas dan tingkat kepuasan publik yang stabil di kisaran 78% hingga 80% menurut survei akhir 2025 dan awal 2026. Masa jabatannya secara konstitusional berlangsung hingga 2029.
Polymarket Pernah Viral karena Joe Biden
Fenomena pemimpin negara menjadi objek taruhan di Polymarket bukanlah hal baru. Contoh paling terkenal terjadi pada tahun 2024. Ketika itu, platform tersebut membuka pasar mengenai kemungkinan Presiden AS Joe Biden mundur dari pencalonan Pilpres 2024.
Probabilitas Biden mundur sempat melonjak tajam sebelum pengumuman resmi. Dan ketika Biden benar-benar mundur, Polymarket menjadi viral karena dianggap lebih cepat membaca arah politik dibanding para pengamat tradisional.
Kasus itu membuat pasar prediksi semakin dikenal sebagai alat untuk membaca sentimen kolektif. Namun sekali lagi, ini bukanlah ramalan pasti.
Apalagi untuk kasus Indonesia, volume perdagangan yang masih kecil membuat angka probabilitas sangat mudah bergerak hanya karena beberapa transaksi.
Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 dan Dampaknya pada Kripto
Pasar Prediksi Bukan Fakta Politik
Prediction market 2026 seperti Polymarket bukanlah sumber kebenaran. Harga di pasar prediksi sangat dipengaruhi oleh jumlah trader, likuiditas, sentimen media sosial, dan informasi yang tersedia.
Dalam pasar dengan volume kecil seperti ini, probabilitas 2% atau 18% bisa berubah drastis dalam hitungan menit.
Oleh karena itu, angka tersebut harus dibaca sebagai spekulasi pengguna, bukan indikator resmi stabilitas politik. Selama tidak ada informasi resmi dari pemerintah atau konsensus media kredibel, isu presiden crypto ini hanya sebatas kegaduhan digital.
Netizen Heboh, Kontroversi Bisa Berlanjut
Ramainya netizen bahas Polymarket menunjukkan bahwa platform berbasis blockchain semakin masuk ke dalam isu isu politik lokal. Sebagian pihak mungkin melihatnya sebagai bentuk kebebasan berekspresi dan prediksi berbasis pasar.
Namun sebagian lainnya menilai hal ini tidak etis karena menyangkut martabat kepala negara dan stabilitas nasional.
Yang jelas, fenomena taruhan politik Indonesia ini menjadi pengingat bahwa di era digital, isu domestik bisa dengan cepat menjadi objek spekulasi internasional. Sebagai pembaca yang cerdas, tentu tidak perlu terburu buru percaya.
Selalu cek sumber resmi dan jangan mudah terpancing oleh angka angka sensasional di platform crypto politik seperti Polymarket.
Cara Beli Crypto di Bittime?
Ingin trading jual beli Bitcoin dan investasi crypto dengan mudah? Bittime siap membantu! Sebagai exchange crypto Indonesia yang terdaftar resmi di OJK, Bittime memastikan setiap transaksi aman dan cepat.
Mulai dengan registrasi dan verifikasi identitas, lalu lakukan deposit minimal Rp10.000. Setelah itu, kamu bisa langsung beli aset digital favoritmu!
Cek kurs BTC to IDR, ETH to IDR, SOL to IDR dan aset kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Selain itu, kunjungi Bittime Blog untuk mendapatkan berbagai update menarik dan informasi edukatif seputar dunia crypto. Temukan artikel terpercaya tentang Web3, teknologi blockchain, dan tips investasi aset digital yang dirancang untuk memperkaya pengetahuan kamu dalam dunia kripto.
FAQ
1. Apa itu Polymarket dan bagaimana cara kerjanya?
Polymarket adalah platform pasar prediksi berbasis blockchain. Pengguna bisa membeli saham “Yes” atau “No” pada suatu peristiwa menggunakan kripto. Jika prediksi benar, saham bernilai US$1. Jika salah, nilainya nol.
2. Benarkah ada pasar prediksi tentang Prabowo Subianto?
Ya, pada 20 Mei 2026 muncul pasar bertajuk “Prabowo Subianto out as President of Indonesia by...?”. Pasar ini memungkinkan taruhan tentang kemungkinan presiden tidak lagi menjabat.
3. Berapa besar probabilitas Prabowo lengser menurut Polymarket?
Untuk akhir Mei 2026 sekitar 2%, Juni 2026 sekitar 4%, dan hingga Desember 2026 sekitar 18%. Angka ini sangat kecil dan bersifat spekulatif.
4. Apakah pasar prediksi bisa dianggap sebagai fakta politik?
Tidak. Harga di Polymarket dipengaruhi oleh volume trader dan sentimen. Bukan indikator resmi. Selama tidak ada pengumuman resmi dari pemerintah, ini hanya spekulasi.
5. Apa dampak fenomena ini terhadap kripto di Indonesia?
Fenomena crypto politik seperti ini menunjukkan bahwa platform blockchain semakin digunakan untuk isu domestik. Ini bisa memicu diskusi lebih luas tentang regulasi dan etika taruhan politik Indonesia.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.



