Winner Nusantara Jaya Bidik Laxo, Satukan Properti dan Internet

2026-09-04
Winner Nusantara Jaya Bidik Laxo, Satukan Properti dan Internet.png

PT Winner Nusantara Jaya Tbk (WINR) memperluas arah bisnisnya dari pengembangan properti ke sektor konektivitas digital. 

Perseroan merevisi rencana akuisisi Laxo Global Akses, perusahaan penyedia layanan internet atau ISP, dengan menaikkan target kepemilikan dari 60% menjadi 90%.

Langkah ini bukan sekadar ekspansi ke bisnis internet. WINR melihat peluang untuk menggabungkan layanan konektivitas dengan proyek properti yang dikembangkan perseroan. 

Strategi tersebut diharapkan menciptakan nilai tambah bagi konsumen sekaligus membangun sumber pendapatan berulang di luar penjualan properti.

WINR Naikkan Kepemilikan Laxo Menjadi 90%

Berdasarkan keterbukaan informasi pada 3 September 2026, WINR telah memiliki sekitar 8,5% saham PT Laxo Global Akses. 

Melalui addendum atas kesepakatan akuisisi, perseroan kini berencana meningkatkan kepemilikan tersebut menjadi 90%.

Peningkatan kepemilikan direncanakan melalui penambahan setoran modal. Karena transaksi tersebut merupakan transaksi afiliasi, WINR menyatakan akan memenuhi ketentuan yang berlaku.

Dengan porsi 90%, posisi WINR di Laxo Global Akses akan berubah dari investor minoritas menjadi pemegang saham mayoritas dengan kendali yang jauh lebih besar terhadap arah bisnis perusahaan.

Bagi WINR, alasan utamanya terletak pada potensi sinergi antara bisnis properti dan internet.

Baca Juga: VKTR dan BNBR Gandeng Danantara, Begini Prospek Bisnis Kendaraan Listrik RI

Mengapa WINR Mengincar Bisnis ISP Laxo?

Bisnis properti umumnya sangat bergantung pada penjualan unit. Setelah transaksi selesai, pengembang masih dapat memperoleh pendapatan dari pengelolaan kawasan atau fasilitas, tetapi sumber pendapatan tersebut tidak selalu sebesar penjualan properti.

Masuk ke bisnis ISP memberikan struktur yang berbeda. Pelanggan internet membayar layanan secara berkala sehingga dapat menciptakan pendapatan berulang WINR apabila integrasi bisnis berjalan sesuai rencana.

Manajemen WINR juga melihat konektivitas sebagai fasilitas yang dapat meningkatkan daya tarik proyek properti. Penghuni tidak hanya membeli rumah atau unit, tetapi juga mendapatkan akses terhadap layanan internet yang terintegrasi.

Konsep ini dapat dikembangkan melalui paket bundling internet dengan properti maupun fasilitas smart connectivity. Dalam praktiknya, konektivitas dapat menjadi bagian dari ekosistem kawasan yang ditawarkan kepada calon pembeli.

Strategi tersebut membuat akuisisi Laxo lebih dari sekadar diversifikasi usaha. WINR mencoba membangun hubungan antara aset fisik berupa properti dan layanan digital yang digunakan penghuni secara rutin.

Ingin punya eksposur tak hanya saham lokal tapi juga ke saham Amerika? Daftar di Bittime dan mulai investasi lewat tokenized stock.

Laxo Sudah Memiliki Basis Pelanggan

Daya tarik akuisisi Laxo juga berasal dari bisnis yang sudah berjalan.

Laxo Global Akses saat ini beroperasi di sekitar 30 kota besar di Indonesia. Perusahaan juga memiliki lebih dari 100 pelanggan korporasi dan instansi pemerintah serta lebih dari 10.000 pelanggan ritel.

Basis pelanggan tersebut memberi WINR aset operasional yang berbeda dibandingkan jika perseroan membangun bisnis ISP dari awal.

Laxo juga menargetkan ekspansi ke kota-kota lain. Jika ekspansi jaringan mampu meningkatkan jumlah pelanggan, maka kontribusi bisnis internet terhadap pendapatan WINR berpotensi semakin besar.

Namun, pertumbuhan tersebut tetap bergantung pada kemampuan Laxo mempertahankan pelanggan, memperluas jaringan, mengelola biaya infrastruktur, dan bersaing di pasar ISP yang kompetitif.

Baca Juga: Daftar Saham Sawit di Indonesia, Ada Apa Saja?

Properti dan Internet Bisa Membentuk Ekosistem Baru

Sinergi antara dua sektor tersebut menjadi bagian paling menarik dari ekspansi bisnis WINR.

Properti dapat menjadi basis untuk distribusi layanan internet, sementara ISP dapat memberikan layanan berulang kepada penghuni kawasan. Model ini memungkinkan WINR mengembangkan ekosistem yang menghubungkan pembangunan properti dengan layanan digital.

Dalam jangka panjang, konsep tersebut dapat berkembang ke layanan smart home, konektivitas kawasan, sistem keamanan berbasis jaringan, hingga berbagai layanan digital lainnya.

Meski demikian, potensi sinergi tidak otomatis menghasilkan peningkatan laba. WINR tetap perlu menunjukkan bahwa integrasi tersebut dapat meningkatkan penjualan properti, menambah pelanggan Laxo, dan menghasilkan arus kas yang konsisten.

Cek harga token saham seperti Amazon Tokenized Stock Ondo (AMZNON), Netflix Tokenized Stock Ondo (NFLXON), Microsoft Tokenized Ondo (MSFTON) dan lebih banyak lagi hanya di Bittime.

Kinerja WINR Menjadi Modal Ekspansi

Ekspansi ke sektor internet juga dilakukan ketika kinerja keuangan WINR mengalami pertumbuhan.

Pada 2025, WINR mencatat pendapatan sekitar Rp51,27 miliar, meningkat dari Rp31,50 miliar pada tahun sebelumnya. 

Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga meningkat menjadi sekitar Rp17,86 miliar dari Rp7,90 miliar pada 2024.

Total aset perseroan pada akhir 2025 mencapai sekitar Rp506,76 miliar.

Di sektor properti sendiri, WINR melalui entitas anaknya juga menyiapkan pengembangan sejumlah lahan di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Perseroan membidik 10 proyek baru dengan target marketing sales sekitar Rp880 miliar.

Artinya, emiten properti ini tidak meninggalkan bisnis utamanya. Akuisisi Laxo justru menjadi upaya menambahkan lini bisnis dengan karakter pendapatan yang berbeda.

Baca Juga: Daftar Saham Salim Group 2026, Bukan Cuma Indofood!

Bagaimana Prospek Saham WINR?

Bagi investor yang mengamati saham WINR, keberhasilan strategi ini akan sangat bergantung pada eksekusi.

Akuisisi 90% Laxo dapat memberikan peluang diversifikasi pendapatan sekaligus memperkuat ekosistem properti. Namun, investor perlu melihat perkembangan kontribusi Laxo terhadap pendapatan dan laba setelah konsolidasi, bukan hanya nilai strategis transaksi.

Data yang dikutip Investor juga menunjukkan saham WINR berada di papan pemantauan khusus. Pada 3 September 2026, saham WINR berada di sekitar Rp21, dengan PBV sekitar 0,30 kali dan PER annualized sekitar 8,45 kali.

Valuasi yang terlihat rendah tidak otomatis berarti investasi saham WINR menarik. Likuiditas saham, prospek laba, risiko ekspansi, struktur transaksi, dan kemampuan manajemen mengintegrasikan bisnis ISP tetap perlu diperhatikan.

Dengan demikian, akuisisi Laxo sebaiknya dilihat sebagai katalis yang masih membutuhkan pembuktian melalui kinerja keuangan.

Kesimpulan

Rencana Winner Nusantara Jaya meningkatkan kepemilikan Laxo Global Akses menjadi 90% menunjukkan perubahan arah strategis WINR. Perseroan tidak hanya ingin menjadi pengembang properti, tetapi juga membangun sumber pendapatan dari layanan internet.

Kombinasi properti dan ISP membuka peluang untuk menghadirkan smart connectivity, paket bundling, sekaligus memperkuat recurring income.

Namun, nilai sebenarnya dari akuisisi Laxo baru dapat terlihat setelah bisnis tersebut memberikan kontribusi nyata terhadap pendapatan dan laba WINR. 

Karena itu, perkembangan jumlah pelanggan, ekspansi jaringan, margin bisnis ISP, serta efektivitas integrasi dengan proyek properti menjadi indikator penting yang perlu diperhatikan.

bittime biaya withdrawal murah

Dapatkan eksposur ke saham perusahaan teknologi ternama melalui tokenized stock seperti AMZONTSLAXMSFTON atau GOOGLX di market Bittime.
 

Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.

Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.

Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.

FAQ

Apa itu Laxo Global Akses?

Laxo Global Akses adalah perusahaan penyedia layanan internet atau ISP yang saat ini beroperasi di sekitar 30 kota besar di Indonesia.

Berapa kepemilikan WINR di Laxo?

WINR saat ini memiliki sekitar 8,5% saham Laxo Global Akses dan berencana meningkatkan kepemilikannya menjadi 90% melalui penambahan setoran modal.

Mengapa WINR mengakuisisi Laxo?

WINR ingin mengintegrasikan layanan internet dengan proyek properti melalui paket bundling dan smart connectivity sekaligus membangun pendapatan berulang.

Apakah akuisisi Laxo otomatis positif untuk saham WINR?

Belum tentu. Dampaknya terhadap saham WINR akan bergantung pada keberhasilan integrasi, pertumbuhan pelanggan Laxo, kontribusi pendapatan, profitabilitas, serta kondisi bisnis properti.

Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.

Campaign Deposit Trade
Auto Earn Ramadan

Blog Bittime

Saham UBER Menguat saat Robotaxi Wayve Debut di London
Saham UBER Menguat saat Robotaxi Wayve Debut di London

Saham UBER naik usai Uber-Wayve luncurkan robotaxi perdana di London, analis pasang target harga $104 dengan rating Strong Buy.

2026-09-04Baca