Volume Tokenized Stock Naik 288%: Mengapa Token QQQ Mendominasi?
2026-08-04
Angka $9,27 miliar. Itu yang sebenarnya paling menentukan dari heboh kenaikan volume saham tokenisasi sebesar 288% sepanjang Juli 2026, jauh lebih penting ketimbang persentase pertumbuhan yang jadi headline di mana-mana.
Nyaris seluruh lonjakan itu ternyata berasal dari satu token saja, QQQB, tracker tokenisasi yang melacak performa ETF QQQ milik Invesco.
Kalau kamu penasaran soal apa yang sebenarnya terjadi di balik statistik viral ini, dan kenapa Robinhood ikut memasang taruhan besar di tren yang sama, berikut pembongkaran lengkapnya berdasarkan data terbaru.
Key Takeaways
- Volume saham tokenisasi melonjak 288% menjadi $11,3 miliar di Juli 2026, tapi sekitar 82% atau $9,27 miliar di antaranya berasal dari satu token saja, yaitu QQQB milik Binance.
- QQQB unggul karena menawarkan akses trading 24 jam penuh ke ETF QQQ yang aslinya cuma diperdagangkan di jam bursa AS, ditambah promo zero maker fee dari Binance.
- Robinhood Chain menjalankan strategi terpisah dengan mensubsidi penuh biaya gas untuk trading saham tokenisasi, taruhan yang akan diuji begitu subsidi berakhir akhir September 2026.
Fakta di Balik Lonjakan 288%
Sebelum buru-buru menyimpulkan pasar saham tokenisasi sedang meledak secara merata, ada satu detail yang wajib diluruskan dulu.
CoinDesk melaporkan lewat riset Stablecoins & Tokenized Assets bahwa platform bStocks milik Binance menyumbang $9,41 miliar atau 83,3% dari total volume Juli, dan QQQB sendirian menyumbang $9,27 miliar, setara 82% dari seluruh volume saham tertokenisasi bulan itu.
Artinya, kalau QQQB dikeluarkan dari hitungan, volume saham tokenisasi Juli cuma $2,03 miliar, malah 30% lebih rendah dibanding Juni. Produk tokenisasi lain jauh tertinggal: xStocks anjlok ke $335 juta dari $1,55 miliar, sementara Ondo mencatat $792 juta dan Backpack $479 juta.
Baca Juga: Cara Beli SpaceX Tokenized Stock (SPCXon): Panduan Token Saham SpaceX Ondo
Menariknya lagi, ETF QQQ yang asli justru turun 6,6% sepanjang Juli, lebih dalam dari penurunan Nasdaq Composite yang hanya 3,2%, jadi lonjakan volume ini lebih mencerminkan aktivitas trading aktif ketimbang tren akumulasi jangka panjang.
Buat kamu yang tertarik ikut memantau tren saham tokenisasi dan aset kripto secara bersamaan, langkah paling praktis adalah punya akun di exchange yang aman dan berizin resmi. Kamu bisa daftar akun di Bittime, platform kripto berlisensi OJK, supaya lebih siap membaca peluang dari perkembangan pasar seperti ini.

Pergerakan harga tokenized stock QQQ Invesco hari ini. Sumber: Bittime
Tertarik trading Nasdaq tokenized ETF? Selain pasangan QQQX/IDR, Bittime juga menyediakan QQQX/USDT untuk memudahkan strategi trading dan investasimu.
Kenapa QQQB Begitu Diminati?
QQQB bukan produk sembarangan. Token ini merepresentasikan ETF QQQ secara 1:1, didukung penuh oleh saham yang disimpan di broker-dealer berlisensi AS, dan pemegangnya berhak menukarkan token dengan saham asli sesuai ketentuan yang berlaku di platform Binance.
Keunggulan utamanya sederhana: QQQ asli cuma bisa diperdagangkan pukul 9:30 pagi sampai 4 sore waktu New York, sementara QQQB bisa diperdagangkan 24 jam penuh, tujuh hari seminggu.
Buat trader di Asia dan Eropa yang ingin eksposur ke indeks Nasdaq-100 tanpa harus menunggu jam bursa AS buka, fitur ini bukan sekadar gimmick, melainkan alasan utama produk ini laku keras.
Momentum QQQB juga terbantu faktor promosi. Token ini mulai diperdagangkan di Binance sejak 30 Juni 2026 dengan promo zero maker fee sampai 31 Agustus, dan Binance sempat menerapkan pengali volume tiga kali lipat untuk sebagian pengguna VIP mulai 23 Juli, meski pengali ini tidak mengubah nilai transaksi riil di baliknya.
Baca Juga: 7 Alasan Kamu Harus Mulai Investasi di Tokenized Stock
Robinhood Chain dan Pertaruhan Besar di Balik Tren yang Sama
Di sinilah letak nuansa yang sering terlewat dari judul-judul berita: QQQB adalah produk Binance, bukan produk yang trading di Robinhood Chain.
Tapi traksi QQQB tetap jadi bukti kuat bahwa ada demand nyata untuk akses saham AS secara 24/7, dan itulah yang mendasari taruhan besar Robinhood lewat chain buatannya sendiri.
Robinhood Chain, blockchain berbasis Arbitrum yang diluncurkan Robinhood pada kuartal kedua 2026, dirancang khusus untuk penyelesaian transaksi saham tokenisasi.
Robinhood mensubsidi penuh biaya gas di jaringan ini sampai setidaknya akhir September 2026, sehingga pengguna bisa trading saham tokenisasi tanpa biaya transaksi sama sekali.
Subsidi ini menghilangkan hambatan yang dulu mematikan eksperimen serupa di jaringan utama Ethereum, di mana biaya gas $5 untuk transaksi saham senilai $50 saja sudah bikin perhitungan ekonominya jadi tidak masuk akal.
Baca Juga: Apa Itu Ondo Tokenized Stock? Daftar Aset yang Tersedia di Bittime
Ujian sesungguhnya datang begitu subsidi ini dicabut. Trading gratis biasanya menarik volume, tapi belum tentu semuanya mencerminkan minat asli, karena sebagian bisa saja cuma arbitrase atau eksperimen sesaat yang langsung hilang begitu biaya mulai berlaku.
Tantangan lain juga datang dari arah berbeda: bursa kripto menawarkan alternatif berupa kontrak perpetual futures saham, yang memberi eksposur harga 24 jam tanpa perlu memiliki saham aslinya sama sekali, jadi pesaing langsung buat model tokenisasi kepemilikan seperti QQQB maupun Robinhood Chain.
Ditambah lagi, DTCC selaku lembaga kliring utama saham AS dijadwalkan meluncurkan infrastruktur sekuritas tokenisasi penuh pada Oktober 2026, yang berpotensi memvalidasi sekaligus mengancam model retail seperti milik Robinhood karena institusi besar bisa langsung memakai jalur settlement yang sudah mapan.
Baca Juga: bStocks vs xStocks, Platform Saham Tokenisasi Mana yang Lebih Unggul?
Kesimpulan
Lonjakan 288% memang nyata, tapi ceritanya jauh lebih sempit dari kesan yang ditangkap kebanyakan orang. Satu produk, QQQB milik Binance, menjelaskan hampir seluruh pertumbuhan itu, sementara diversifikasi ke produk saham tokenisasi lain masih jauh dari solid.
Robinhood Chain memang punya taruhan menarik di tren yang sama, tapi taruhan itu baru benar-benar teruji begitu subsidi gas gratisnya dicabut akhir September mendatang.
Pantau token saham AS: AMZON, AMDON, TSLAX, NFLXON MSFTON dan lebih banyak lagi, kamu bisa mulai trading di Bittime.
Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.
Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.
Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.
FAQ
Apa itu QQQB?
QQQB adalah token bStocks milik Binance yang merepresentasikan ETF QQQ Invesco secara 1:1, didukung saham asli yang disimpan di broker-dealer berlisensi AS. Token ini bisa diperdagangkan 24 jam penuh, berbeda dari QQQ asli yang hanya diperdagangkan di jam bursa AS.
Benarkah volume saham tokenisasi naik 288% secara merata?
Tidak. Kenaikan itu didominasi satu produk saja, QQQB, yang menyumbang sekitar 82% dari total volume Juli 2026, sementara produk lain seperti xStocks justru mengalami penurunan volume.
Apa hubungan QQQB dengan Robinhood Chain?
QQQB adalah produk Binance, bukan produk yang diperdagangkan di Robinhood Chain. Keduanya hanya berbagi tren yang sama, yaitu demand tinggi terhadap akses trading saham AS secara 24/7.
Apa itu Robinhood Chain?
Robinhood Chain adalah blockchain berbasis Arbitrum yang dibangun Robinhood khusus untuk penyelesaian transaksi saham tokenisasi. Robinhood mensubsidi penuh biaya gas di jaringan ini setidaknya sampai akhir September 2026.
Kapan subsidi gas Robinhood Chain berakhir?
Subsidi dijadwalkan berakhir sekitar akhir September 2026. Volume trading setelah subsidi dicabut akan jadi indikator apakah demand terhadap saham tokenisasi ini benar-benar nyata atau hanya bergantung pada insentif gratis.
Apa dampak peluncuran DTCC di Oktober 2026?
DTCC akan meluncurkan infrastruktur sekuritas tokenisasi untuk kalangan institusi, yang bisa memperkuat sekaligus mengancam model retail seperti Robinhood Chain. Institusi besar berpotensi memilih jalur settlement DTCC yang sudah mapan ketimbang infrastruktur terpisah milik Robinhood.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.



