USDT-M Futures vs COIN-M Futures: Perbedaan Margin, PnL, dan Risiko Likuidasi
2026-08-19
Pilihan margin dapat mengubah cara trader menghitung untung, menanggung kerugian, hingga menghadapi likuidasi. Pada USDT margined futures dan coin margined futures, pergerakan harga aset dasarnya memang menjadi pusat perhatian, tetapi aset yang digunakan sebagai jaminan membuat profil risikonya berbeda.
Perbedaan USDT-M vs COIN-M juga tidak berhenti pada istilah linear dan inverse. Cara penyelesaian kontrak, bentuk collateral, perhitungan PnL, serta tujuan penggunaannya ikut menentukan jenis futures yang lebih sesuai dengan strategi seorang trader.
Key Takeaways
- USDT-M Futures menggunakan USDT sebagai margin dan penyelesaian sehingga PnL lebih mudah dibaca dalam denominasi dolar.
- COIN-M Futures menggunakan aset kripto seperti BTC atau ETH sebagai margin dan penyelesaian, sehingga nilai collateral ikut terpengaruh harga aset.
- Risiko likuidasi bergantung pada leverage, margin, maintenance margin, dan pergerakan harga, bukan hanya jenis kontraknya.
Apa Itu USDT-M dan COIN-M Futures?
USDT-M Futures atau futures linear merupakan kontrak yang menggunakan stablecoin seperti USDT sebagai margin sekaligus mata uang penyelesaian. Struktur ini membuat laba dan rugi lebih mudah dihitung karena PnL dinyatakan dalam USDT.
Sementara itu, COIN-M Futures atau futures inverse menggunakan aset kripto sebagai margin dan penyelesaian. Contohnya adalah BTC atau ETH. Artinya, trader dapat menggunakan aset kripto yang sudah dimiliki sebagai collateral tanpa harus mengubahnya terlebih dahulu menjadi USDT.
Perbedaan dasarnya dapat dilihat berikut ini:
MEXC juga menyebut kedua jenis kontrak dapat menggunakan mode isolated atau cross margin, tergantung fitur yang tersedia pada platform.
Jika Anda ingin mempelajari perdagangan aset digital melalui platform lokal, Bittime menyediakan akses untuk pengguna yang ingin mengeksplorasi fitur perdagangan kripto.
Perbedaan Margin dan Collateral USDT-M vs COIN-M

Ilustrasi: Generated-AI image
Margin adalah dana yang digunakan untuk menopang posisi futures. Pada USDT-M, trader menyetor USDT sebagai collateral. Nilai USDT tersebut relatif stabil terhadap dolar sehingga perubahan harga BTC tidak secara langsung mengubah jumlah unit collateral yang dimiliki.
Misalnya, seorang trader memiliki margin 1.000 USDT untuk membuka posisi BTCUSDT. Jika BTC kemudian turun, nilai 1.000 USDT tersebut tetap 1.000 USDT sebelum memperhitungkan PnL, biaya, atau perubahan lain pada akun.
Situasinya berbeda pada COIN-M. Jika trader menggunakan BTC sebagai collateral, nilai aset tersebut dalam dolar ikut berubah ketika harga BTC bergerak. MEXC mencatat bahwa karakteristik tersebut membuat COIN-M menarik bagi pemilik kripto yang ingin mempertahankan asetnya sekaligus melakukan trading atau hedging.
Konsekuensinya, COIN-M memiliki lapisan risiko tambahan. Trader menghadapi perubahan pada posisi futures sekaligus perubahan nilai collateral kripto yang digunakan.
Karena itu, istilah collateral futures crypto menjadi penting. Dua posisi dengan nominal kontrak yang sama belum tentu memiliki profil risiko yang sama jika collateral-nya berbeda.
Baca Juga: Pendanaan AI Nvidia $500 Miliar, Token AI Crypto Ikut Diuntungkan?
PnL USDT Futures vs COIN-M Futures
Perbedaan berikutnya terletak pada cara keuntungan dan kerugian dihitung serta diterima.
Pada USDT-M, PnL dapat dipahami secara lebih langsung dalam USDT. Misalnya, trader membuka posisi long sebesar 1 BTC ketika harga BTC berada di US$60.000. Jika harga naik menjadi US$61.000, keuntungan posisi tersebut secara sederhana adalah sekitar US$1.000, sebelum memperhitungkan biaya dan komponen kontrak lainnya.
Jika harga turun menjadi US$59.000, kerugiannya sekitar US$1.000.
Model seperti ini membuat PnL USDT futures relatif mudah dipahami oleh trader yang terbiasa menghitung hasil dalam dolar.
Pada COIN-M, penyelesaian menggunakan aset kripto. Akibatnya, nilai keuntungan atau kerugian dalam denominasi dolar dapat berubah mengikuti harga aset tersebut. Mekanisme ini membuat perhitungan inverse futures lebih kompleks dibandingkan kontrak linear.
Keuntungan COIN-M justru muncul bagi trader yang ingin mempertahankan eksposur terhadap aset kripto. Pemilik BTC, misalnya, dapat menggunakan kontrak COIN-M untuk melakukan hedging tanpa harus menjual BTC terlebih dahulu. Karakteristik tersebut memungkinkan pengguna melakukan hedging dengan aset kripto yang sudah dimiliki.
Baca Juga: Popular Tokenized Stocks in 2026: Technology Stocks Become Investor Favorites
Risiko Likuidasi pada USDT-M dan COIN-M
Leverage memperbesar nilai posisi dibandingkan modal yang digunakan sebagai margin. Karena itu, perubahan harga yang relatif kecil dapat memberikan dampak besar terhadap ekuitas akun.
Pada USDT-M, penurunan harga aset yang menjadi posisi long akan mengurangi margin equity melalui PnL yang negatif. Jika nilai akun turun sampai batas maintenance margin yang ditentukan platform, posisi dapat dilikuidasi.
COIN-M menghadirkan pertimbangan tambahan karena collateral berupa aset kripto juga mengalami perubahan nilai. Ketika BTC digunakan sebagai margin dan harga BTC turun, nilai collateral dalam denominasi dolar ikut berkurang.
Sederhananya:
USDT-M:
Harga aset turun → PnL memburuk → margin equity turun → risiko likuidasi meningkat.
COIN-M:
Harga aset turun → PnL posisi memburuk + nilai collateral kripto ikut turun → tekanan terhadap margin dapat meningkat.
Karena itu, menyebut salah satu jenis kontrak sebagai “aman” akan terlalu menyederhanakan persoalan. Risiko tetap ditentukan oleh leverage, ukuran posisi, margin yang tersedia, maintenance margin, volatilitas, serta mekanisme likuidasi platform.
Baca Juga: Tokenized Stocks vs Saham Biasa: Pengertian, Perbedaan, dan Cara Beli
USDT-M atau COIN-M, Mana yang Lebih Sesuai?
Pilihan kontrak sebaiknya mengikuti aset yang dimiliki dan tujuan trading.
USDT-M lebih praktis untuk trader yang:
- ingin menghitung PnL dalam USDT;
- menggunakan stablecoin sebagai modal futures;
- menginginkan struktur perhitungan yang lebih sederhana;
- aktif melakukan trading jangka pendek.
COIN-M dapat dipertimbangkan trader yang:
- sudah memiliki BTC, ETH, atau aset kripto lain yang didukung;
- ingin menggunakan kripto sebagai collateral;
- ingin melakukan hedging terhadap kepemilikan spot;
- ingin mempertahankan eksposur terhadap aset kripto.
Namun, pilihan tersebut tidak otomatis menentukan hasil trading. Leverage tinggi tetap dapat mempercepat likuidasi pada kedua jenis kontrak. Bahkan kontrak dengan mekanisme yang lebih sederhana tetap dapat menghasilkan kerugian besar ketika ukuran posisi tidak sebanding dengan modal.
Baca Juga: 10 Situs Free Bitcoin Mining dan Faucet 2026, Mana yang Legit?
Jangan Samakan dengan Futures CME
USDT-M dan COIN-M pada platform kripto juga perlu dibedakan dari produk futures kripto yang diperdagangkan di pasar derivatif tradisional.
CME Group, misalnya, menyatakan bahwa kontrak futures kripto mereka diselesaikan berdasarkan CME CF Reference Rates. Bitcoin Futures CME menggunakan CME CF Bitcoin Reference Rate sebagai dasar penyelesaian, sedangkan kontrak seperti Micro Bitcoin Futures memiliki spesifikasi kontrak dan tanggal berakhir tersendiri.
Dengan demikian, istilah “futures” tidak selalu berarti mekanisme yang sama. Perpetual futures pada exchange kripto dapat memiliki struktur berbeda dari futures berjangka dengan tanggal kedaluwarsa seperti yang diperdagangkan di CME.
Baca Juga: 10+ Coin AI Terbaik 2026: Ini Daftar Crypto Bertema Artificial Intelligence!
Kesimpulan
USDT-M dan COIN-M Futures memiliki tujuan dan karakteristik yang berbeda. USDT-M menawarkan perhitungan PnL dan collateral yang lebih sederhana karena menggunakan USDT, sedangkan COIN-M memungkinkan aset kripto digunakan sebagai margin sekaligus penyelesaian, dengan konsekuensi nilai collateral ikut bergerak mengikuti pasar.
Bagi trader, memahami sumber risiko tersebut jauh lebih penting daripada sekadar memilih kontrak dengan leverage terbesar, karena angka leverage yang besar memang selalu tampak menarik sampai pasar bergerak ke arah yang berlawanan.
Cek harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), XRP, Solana (SOL), GRAM, dan BNB juga memecoin unggulan DOGE. Kamu bisa trading langsung di Bittime!
Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.
Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.
Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.
FAQ
Apa perbedaan utama USDT-M dan COIN-M Futures?
USDT-M menggunakan USDT sebagai margin dan penyelesaian, sedangkan COIN-M menggunakan aset kripto seperti BTC atau ETH. Perbedaan tersebut memengaruhi PnL dan risiko collateral.
Apa itu USDT margined futures?
USDT margined futures adalah kontrak futures yang menggunakan USDT sebagai margin dan mata uang penyelesaian. Jenis kontrak ini juga dikenal sebagai linear futures.
Apa itu coin margined futures?
Coin margined futures adalah kontrak yang menggunakan aset kripto sebagai margin dan penyelesaian. Jenis ini juga dikenal sebagai inverse futures.
Mana yang lebih mudah untuk pemula, USDT-M atau COIN-M?
USDT-M umumnya lebih mudah dipahami karena PnL dan margin dinyatakan dalam USDT. Namun, leverage tetap membawa risiko likuidasi pada kedua jenis kontrak.
Apakah COIN-M lebih berisiko daripada USDT-M?
COIN-M memiliki risiko tambahan karena nilai collateral kripto dapat ikut berubah ketika harga aset bergerak. Tingkat risiko akhirnya tetap bergantung pada leverage, ukuran posisi, margin, volatilitas, dan mekanisme likuidasi.
Apakah COIN-M bisa digunakan untuk hedging?
Bisa, terutama bagi pemilik aset kripto yang ingin melindungi posisi spot dari penurunan harga tanpa harus langsung menjual asetnya. Mekanisme ini menjadi salah satu kegunaan utama kontrak bermargin koin.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.



